Cara Memilih Mukena yang Adem, Tidak Menerawang, dan Tidak Licin saat Salat

Cara Memilih Mukena yang Adem, Tidak Menerawang, dan Tidak Licin saat Salat
Beli Sekarang di Shopee

Tenunan Rapat Berbobot Sedang Paling Aman

Mukena yang adem, tidak menerawang, dan tidak licin umumnya berbahan katun atau rayon viskosa dengan tenunan rapat dan bobot sedang. Bahan yang terlalu tipis memperlihatkan bayangan kulit, satin membuat atasan merosot saat sujud, dan serat buatan yang tebal terasa pengap. Uji tembus pandang dan permukaannya sebelum membayar.

Mukena menjalani gerakan yang jarang dialami pakaian lain. Dalam satu kali salat Anda berdiri, rukuk, sujud, duduk, lalu berdiri lagi, dan setiap gerakan menarik kain ke arah berbeda. Bahan yang nyaman dipakai berjalan di pusat perbelanjaan belum tentu nyaman setelah dua kali sujud di lantai keramik.

Dua syarat utama saling bertentangan. Bahan adem berpori longgar supaya udara mengalir, sedangkan kain yang tidak menerawang harus rapat supaya cahaya tidak tembus. Hampir semua mukena yang baik adalah kompromi di antara keduanya, dan kompromi itu jatuh pada tenunan rapat dengan benang halus, bukan pada kain tebal.

Mukena dipakai lima kali sehari, sehingga kain yang sedikit kurang nyaman terasa setiap hari dan bukan hanya sesekali. Di rumah tipe 36 dengan ventilasi terbatas, panas di siang hari menempel pada kain serat buatan dan baru hilang lama setelah salat selesai.

Syarat ketiga, tidak licin, hampir tidak pernah terlihat di foto penjual. Anda baru merasakannya ketika atasan terdorong ke belakang kepala pada rakaat kedua dan harus dibetulkan sambil sujud. Bawahan yang merosot saat rukuk punya akibat serupa.

Tempat Anda paling sering salat menentukan arah pilihan. Kamar kost tanpa pendingin udara di siang hari mendorong ke kain yang lebih tipis dan berpori. Musala kantor ber-AC justru membuat kain serat buatan menempel di betis dan mengeluarkan listrik statis.

Panas yang tertahan juga membuat mukena cepat berbau. Bagi kebanyakan orang, satu set katun atau rayon untuk harian sudah memenuhi kebutuhan, dan set kedua baru berguna bila Anda sering menempuh perjalanan jauh. Mukena berhiasan untuk acara tertentu menempati urutan terakhir, dan sebagian orang tidak memerlukannya sama sekali.

Kain yang Dingin di Kulit dan Kain yang Menahan Panas

Nama kain di deskripsi penjualan tidak seragam. Satu kain bisa dijual dengan tiga nama, dan dua kain berbeda bisa memakai nama sama. Lebih andal menilai kelompok seratnya: serat alami, olahan tumbuhan, atau serat buatan.

Katun dan voal

Serat katun menyerap keringat dan terasa dingin di kulit. Kekurangannya mudah kusut dan lama kering di musim hujan. Voal adalah kain tenun jarang yang sangat tipis, biasanya dari katun atau campuran. Ia ringan dan sejuk, tetapi satu lapis voal hampir selalu menerawang, sehingga baru aman bila dibuat dua lapis atau diberi motif rapat.

Mutu katun terlihat dari permukaannya yang halus dan tidak berbulu. Permukaan yang mulai berbulu setelah beberapa kali cuci menandakan serat pendek dalam benang mulai lepas, dan kain akan menipis lebih cepat dari yang Anda duga.

Rayon viskosa

Selulosa tumbuhan menjadi bahan dasar rayon, jadi terasa dingin dan jatuh lemas mengikuti tubuh. Itu sebabnya banyak mukena harian memakainya. Ia menyerap keringat, tetapi serat yang basah menjadi lemah, sehingga kain yang diperas keras atau disikat akan melar dan mengerut tidak merata.

Bobot sedang adalah titik temu terbaik antara adem dan tidak menerawang. Versi yang sangat tipis terasa seperti kertas basah di kulit dan paling cepat gagal dalam uji tembus pandang.

Parasut, satin, dan kain rajut

Benang nilon atau poliester ditenun sangat rapat menjadi kain parasut. Ringan, cepat kering, nyaris tidak kusut, sehingga masuk akal untuk dibawa bepergian. Serat buatan tidak menyerap keringat, jadi di udara lembap kulit terasa lengket di bawah kain, dan listrik statis mudah muncul.

Permukaan satin licin karena benangnya panjang dan permukaannya rata. Kilap itu yang membuat kain tampak mewah, sekaligus membuatnya bergeser di kain lain dan di lantai. Satin cocok dipandang, kurang cocok untuk gerakan salat yang diulang lima kali sehari.

Versi rajutan elastis dan tidak kusut. Namun rukuk dan sujud meregangkan rajutan, dan di titik yang meregang itulah kain menjadi menerawang.

Menguji Tembus Pandang Sebelum Membayar

Penjual sering menulis tidak menerawang tanpa ukuran apa pun. Anda dapat menilainya sendiri dalam satu menit, di toko atau begitu paket tiba.

Uji lampu dan telapak tangan

Pegang kain di depan lampu atau jendela, lalu letakkan telapak tangan sekitar 5 cm di belakangnya. Bila garis jari masih terlihat jelas, kain itu akan menerawang saat menempel di tubuh. Ulangi dengan kain dilipat dua. Kalau lipatan dua lapis masih menunjukkan warna kulit, bagian yang hanya satu lapis, seperti lengan dan tepi atasan, tidak aman dipakai sendirian.

Ulangi uji setelah kain dicuci. Tenunan longgar sedikit terbuka setelah beberapa kali cuci, jadi kain yang lolos di hari pertama bisa gagal dua bulan kemudian.

Warna dan motif

Putih polos dan pastel muda paling mudah menampakkan bayangan, padahal itu warna yang paling sering dipilih. Warna sedang seperti abu-abu, cokelat susu, hijau zaitun, atau biru tua lebih menyamarkan kulit. Motif kecil yang rapat menyamarkan lebih baik daripada motif besar yang berjauhan.

Warna sedang punya harga: di bawah sinar matahari ia lebih cepat menyerap panas. Bagi yang salat di dalam ruangan, selisihnya nyaris tidak terasa. Bagi yang sering salat di teras atau lapangan terbuka, warna muda berbahan ringan tetap lebih nyaman.

Bagian bawahan

Periksa bawahan, bukan hanya atasan. Saat digantung bawahan tampak tebal, tetapi ketika Anda duduk tahiyat kainnya menegang di paha dan lutut, dan di sana tembus pandang paling sering terjadi. Tarik kain sedikit di kedua tangan sambil menghadap lampu untuk meniru kondisi itu.

Licin, Statis, dan Merosot saat Sujud

Kenyamanan mukena bukan hanya soal suhu. Gangguan kecil seperti kain yang bergeser terasa besar di tengah salat, karena tangan tidak bebas membetulkannya.

Pada atasan terusan, kain licin bergeser ke belakang ketika dahi menyentuh lantai, dan menyeret kerudung bersamanya. Kain bertekstur seperti katun tenun biasa atau rayon yang agak kasar menahan posisinya sendiri. Kalau mukena licin sudah terlanjur dimiliki, kerudung dalam berbahan katun yang agak berpegangan bisa membantu, walaupun tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah.

Bawahan yang merosot biasanya masalah pinggang, bukan kain. Karet yang longgar turun saat rukuk. Tali serut bisa disesuaikan setiap pemakaian, sedangkan karet yang sudah mengendur tidak bisa diperbaiki selain diganti.

Listrik statis muncul pada parasut dan kain poliester, terutama di ruang ber-AC yang udaranya kering. Kain menempel di betis dan terangkat saat melangkah. Katun, rayon, dan campuran keduanya jauh jarang mengalaminya.

Model Atasan dan Hiasan di Tepinya

Terusan dengan lubang wajah

Satu helai kain dikenakan lewat kepala, dengan bukaan di depan untuk wajah. Pemakaiannya cepat, cocok di musala yang ramai. Bukaan wajah tidak bisa disesuaikan, dan bila terlalu sempit, kain tertarik saat dahi menyentuh lantai.

Dua potong dengan resleting

Model ini terbuka di depan dengan resleting, dipakai bersama bawahan terpisah. Cocok untuk ibu menyusui atau yang kesulitan memasukkan kain lewat kepala. Pilih resleting dengan lapisan kain di baliknya agar logam tidak menyentuh kulit, dan hindari kancing tebal yang menekan dada saat sujud.

Renda dan bordir

Renda di tepi atasan menyentuh wajah dan leher selama salat. Renda kasar menggaruk kulit, dan bordir padat di sekitar dahi menahan panas serta terasa mengganjal ketika dahi menempel di lantai. Hiasan berat juga membuat tepi kain jatuh tidak rata dan menarik atasan ke bawah. Renda halus yang dijahit rapi dan tidak menonjol masih wajar; bordir tebal tidak sepadan untuk mukena harian.

Panjang dan Lebar yang Perlu Diukur di Rumah

Ukuran dewasa

Mukena umumnya dijual dalam satu ukuran, padahal tinggi pemakainya sangat beragam. Ukur jarak dari pinggang ke mata kaki, lalu tambahkan sekitar 5 cm sebagai ruang saat duduk. Bila bawahan jauh lebih panjang, ujungnya terinjak saat bangkit dari sujud. Bila kurang, mata kaki terbuka saat duduk tahiyat.

Lebar atasan juga perlu dicek. Angkat kedua tangan seperti saat takbir; atasan yang baik masih menutup lengan hingga pergelangan. Yang terlalu lebar justru mudah tersangkut di lantai licin.

Ukuran anak dan remaja

Anak yang tumbuh cepat membuat mukena menjadi kekecilan dalam setahun. Pilih bawahan bertali serut berukuran satu tingkat lebih besar, sebab panjangnya bisa dilipat ke dalam dan tali menyesuaikan pinggang yang berubah. Atasan jangan ikut dibesarkan; kain berlebih di bahu menarik ke belakang saat sujud dan membuat anak berhenti memakainya.

Mukena untuk Dibawa Bepergian

Mukena untuk perjalanan jauh seperti mudik atau umrah punya persoalan lain: ukuran lipatan, bobot, dan kusutnya setelah dikemas. Lipatan parasut dan rayon tipis berbobot ringan muat di tas kecil. Parasut nyaris tidak kusut, sedangkan rayon dan katun lebih nyaman dipakai berjam-jam. Kantong yang menyatu dengan mukena mencegah bagian terpisah hilang di tengah perjalanan.

Hindari satin untuk bepergian. Lipatan satin meninggalkan garis licin yang sulit hilang, dan kain itu bergeser di dalam tas sehingga mukena sering sudah berantakan sebelum dipakai. Voal satu lapis tipis dan ringan, tetapi menerawang, jadi hanya berguna sebagai lapisan dalam.

Mencuci dan Menyimpan Mukena

Cuci dengan tangan atau mesin putaran lembut memakai air dingin, lalu jemur di tempat teduh berangin. Matahari langsung memudarkan warna dan membuat serat rayon getas. Di musim hujan, mukena yang masih lembap dan langsung dilipat ke lemari akan berbau apek, dan bau itu baru hilang setelah dicuci ulang.

Setrika dengan suhu rendah, terutama untuk parasut, sebab serat buatan meleleh pada suhu tinggi. Untuk rayon, setrika sedikit lembap dari sisi dalam. Mukena yang digantung lebih awet daripada yang ditumpuk di bawah pakaian lain.

Dua Mukena Bergantian Lebih Awet daripada Satu

Mukena tunggal yang dipakai lima kali sehari sulit kering sempurna di antara dua pemakaian, apalagi di musim hujan. Serat yang terus lembap lebih cepat berbau dan menipis. Dengan dua set, yang pertama dipakai sementara yang lain digantung hingga kering, lalu keduanya bertukar.

Kedua set tidak harus sama. Set kedua bisa berbahan lebih ringan dan lebih mudah dilipat, sehingga sekaligus berfungsi sebagai mukena perjalanan. Dengan cara itu Anda tidak membeli dua barang untuk satu fungsi.

Mencoba Mukena dengan Gerakan Salat

Mukena berukuran benar di gantungan bisa bermasalah saat dipakai bergerak. Cobalah di rumah, di depan cermin besar, sebelum label dilepas. Pakai atasan dan bawahan, lalu lakukan satu putaran salat lengkap: berdiri dan angkat tangan, rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk tahiyat.

Perhatikan tiga hal. Pertama, apakah atasan bergeser ke belakang saat sujud. Kedua, apakah bawahan menyingkap mata kaki ketika duduk. Ketiga, apakah kain terasa menarik di bukaan wajah. Kalau satu saja terjadi pada percobaan pertama, ia akan terjadi lima kali sehari, jadi lebih baik dikembalikan daripada berharap kain melunak seiring waktu.

Percobaan ini juga cara paling murah menguji tembus pandang pada tubuh yang bergerak, karena cermin menunjukkan kondisi yang tidak terlihat saat kain hanya digantung di depan lampu.

Menentukan Pilihan Sesuai Tempat Salat

Kalau Anda salat di rumah atau kamar kost tanpa AC, ambil katun atau rayon berbobot sedang dengan warna sedang atau motif kecil, dan lewati satin serta parasut. Kalau Anda salat di kantor atau tempat ber-AC, katun atau campuran katun dan rayon lebih nyaman daripada serat buatan yang menempel dan statis.

Bila Anda sering bepergian, tambahkan satu mukena parasut atau rayon tipis berbobot ringan sebagai cadangan, dan simpan yang katun untuk harian. Untuk hadiah, pilih katun atau rayon polos yang pasti nyaman, jangan yang paling berkilau.

Mukena berhias dan berkilau menempati urutan terakhir. Hiasan tidak menolong kain dasar yang gagal uji tembus pandang atau terlalu licin.

Kesimpulan

Aturannya sederhana: lolos uji telapak tangan pada dua lipatan, permukaan tidak seperti kaca, dan sesuai tempat salat Anda. Bila ragu antara dua mukena, ambil yang bobotnya sedikit lebih berat. Kain yang terlalu tipis tidak bisa diperbaiki, sedangkan kain yang agak berat masih bisa diakali dengan ventilasi ruangan.

Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.

Pertanyaan / Jawaban

Lebih adem mana, mukena katun atau mukena rayon?

Keduanya adem, jadi pilihan bergantung pada tempat Anda salat dan cara Anda mencuci. Di kamar kost tanpa AC yang panas pada siang hari, rayon berbobot sedang terasa lebih dingin dan jatuh lemas di badan, tetapi ia mengerut kalau diperas keras. Di rumah dengan musim hujan yang panjang, katun lebih tahan dikucek dan tidak mudah melar, meski lebih lambat kering. Pekerja kantor yang mencuci dengan mesin setiap akhir pekan dan jarang menyetrika sebaiknya mengambil katun tenun rapat. Penghuni kost yang mencuci dengan tangan dan menjemur di tempat teduh bisa mengambil rayon tanpa khawatir.

Bagaimana cara tahu mukena menerawang atau tidak saat membeli secara daring?

Sebelum membeli, baca nama kain di deskripsi: putih polos dan voal satu lapis adalah kombinasi yang paling sering gagal. Setelah paket tiba, pegang kain di depan jendela dan letakkan telapak tangan sekitar 5 cm di belakangnya. Kalau garis jari terlihat, lipat kain dua lapis lalu ulangi. Bila lipatan dua lapis pun masih menunjukkan warna kulit, kembalikan mukena sebelum batas pengembalian lewat. Jangan lupa menguji bawahan sambil menariknya sedikit, sebab di bagian itulah kain paling menegang saat duduk.

Apakah mukena parasut cocok dipakai sehari-hari?

Parasut lebih cocok sebagai mukena kedua untuk dibawa pergi daripada sebagai mukena utama. Seratnya tidak menyerap keringat, jadi terasa lengket di rumah yang lembap, dan ia menimbulkan listrik statis di ruang ber-AC. Kalau Anda salat di kantor yang dingin, kain ini menempel di betis. Namun untuk mudik, kantongnya kecil dan mukena tidak kusut ketika dikeluarkan dari tas, sehingga parasut paling masuk akal. Bila mukena ikut dicuci di penginapan, kain ini cepat kering semalam, asalkan disetrika dengan suhu rendah. Untuk yang salat di rumah setiap hari, katun atau rayon tetap lebih masuk akal, sebab keduanya menyerap keringat dan tidak menempel di kulit saat udara lembap.

Kenapa atasan mukena selalu merosot ke belakang saat sujud?

Penyebab paling sering adalah kain licin, bukan ukuran. Satin dan kain berpermukaan rata lain bergeser di atas kain di bawahnya, jadi ketika dahi menyentuh lantai, atasan terseret ke belakang. Katun tenun biasa dan rayon yang agak kasar menahan posisinya sendiri, jadi mengganti mukena satin dengan katun sering menyelesaikan keluhan ini lebih tuntas daripada mengganti kerudung. Bila mukena licin sudah terlanjur dimiliki, kerudung dalam katun yang agak berpegangan mengurangi geseran. Kalau bukaan wajah terlalu sempit, kain tertarik karena dahi menekan lantai, dan keluhan itu tidak hilang dengan ganti kerudung. Dalam kasus ini mukena sebaiknya dicoba ulang dengan gerakan salat lengkap sebelum diputuskan layak dipakai.

Putih atau berwarna, mana yang lebih aman untuk mukena harian?

Putih polos paling mudah menampakkan bayangan kulit, sehingga hanya aman bila kainnya sudah lolos uji dua lipatan. Warna sedang seperti abu-abu, cokelat susu, atau hijau zaitun lebih menyamarkan, dan motif kecil yang rapat membantu lebih jauh. Bila Anda sering salat di teras atau tempat terbuka, warna muda lebih sejuk, sedangkan di dalam ruangan perbedaannya hampir tidak terasa. Bagi pembeli yang ragu, mukena warna sedang berbahan katun adalah titik awal paling aman, terutama untuk ibu rumah tangga yang menjemur di halaman dan sering salat di teras.

Berapa mukena yang sebaiknya dimiliki satu orang?

Dua mukena sudah cukup bagi kebanyakan orang. Satu dipakai, satu digantung sampai kering sempurna, lalu keduanya bertukar. Kalau Anda sering menginap di luar rumah atau mudik, buat set kedua berbahan ringan dan tidak mudah kusut, sehingga fungsinya ganda dan Anda tidak perlu membeli yang ketiga. Pada anak yang masih tumbuh, dua set dengan bawahan bertali serut berukuran satu tingkat lebih besar bisa dipakai lebih dari setahun, asalkan atasannya tidak ikut dibesarkan.

Apakah mukena boleh dicuci dengan mesin cuci?

Boleh, selama putarannya lembut dan airnya dingin, jadi ibu bekerja yang hanya sempat mencuci malam hari tidak perlu mencucinya dengan tangan. Mukena rayon jangan diputar keras karena serat basahnya lemah dan melar. Mukena parasut aman dimesin, tetapi setrikanya harus bersuhu rendah. Setelah dicuci, jemur di tempat teduh berangin supaya warna tidak pudar. Kalau musim hujan membuat jemuran lama kering, gantung mukena di dalam ruangan yang berangin dan jangan langsung melipatnya ke lemari selagi lembap, sebab bau apek akan menetap dan baru hilang setelah dicuci ulang.

Mukena mana yang cocok untuk anak perempuan usia sekolah?

Ambil katun atau rayon berbobot sedang dengan bawahan bertali serut, dalam ukuran satu tingkat lebih besar dari ukuran badan sekarang. Panjang bawahan bisa dilipat ke dalam dan tali menyesuaikan pinggang yang terus berubah. Atasan tetap sesuai ukuran, bukan ikut dibesarkan, karena kain berlebih di bahu menarik ke belakang saat sujud. Hindari satin dan bordir tebal di sekitar dahi, sebab anak cepat berhenti memakai mukena yang membuatnya harus terus membetulkan kain. Ajak anak mencoba gerakan salat lengkap di rumah sebelum label dilepas, terutama sujud dan duduk tahiyat, lalu lihat apakah atasan bergeser atau mata kaki terbuka.

Tertarik dengan produk ini?

Temukan harga terbaik di Shopee

Belanja Sekarang di Shopee

Artikel Terkait tentang Fashion

Fashion

Cara Memilih Celana Dalam Pria yang Tidak Gerah dan Tidak Mencetak

Ketahui cara memilih celana dalam pria yang tidak gerah dan tidak mencetak dari bahan, potongan, karet pinggang, ukuran, hingga perawatan agar nyaman dipakai seharian di jalan.

12 min
Fashion

Warna Netral dalam Fashion: Mengapa Tidak Selalu Berarti Aman untuk Semua Kulit

Bandingkan mengapa warna netral seperti putih dan abu-abu tidak selalu aman untuk semua kulit, dari semburat dasar hingga cara menguji kecocokan sebelum membeli.

16 min
Fashion

Cara Memilih Kaus Kaki yang Tidak Cepat Berbau meski Dipakai Seharian

Ketahui cara memilih kaus kaki yang tidak cepat berbau meski dipakai seharian, dari bahan moisture-wicking hingga kebiasaan rotasi yang mencegah kelembapan menumpuk.

16 min
Fashion

Blazer untuk Perempuan: Potongan yang Cocok untuk Berbagai Bentuk Badan

Pilih potongan blazer perempuan sesuai bentuk badan, dari rasio bahu dan pinggul hingga posisi jahitan, agar proporsi tubuh terlihat lebih seimbang dan rapi.

16 min
Lihat semua artikel Fashion →