Cara Memilih Sarung Pria yang Adem, Tidak Melorot, dan Awet Dicuci
Benang, Serat, dan Lingkar Tabung Menentukan Nyamannya
Sarung yang adem dan tahan lama ditenun dari benang yang sudah berwarna, berserat katun atau campuran katun dan rayon, berkain rapat tetapi jatuh lemas, dengan tabung cukup lebar untuk membentuk lipatan pinggang yang tebal. Kain cetak, poliester murni, dan tabung sempit paling cepat membuat sarung gerah, melorot, atau pudar.
Sarung bekerja berbeda dari celana. Tidak ada ban pinggang, tidak ada kancing, dan seluruh pegangannya bertumpu pada satu lipatan di perut. Karena itu dua sarung berkotak sama bisa terasa sangat berlainan dalam satu jam pertama. Yang satu menempel di paha begitu Anda berkeringat dan harus ditarik naik setiap kali bangun dari sujud. Yang lain jatuh dingin ke betis dan tetap di tempatnya.
Selisih itu datang dari empat hal yang bisa diperiksa di toko dalam dua menit: cara warna masuk ke kain, jenis serat, kerapatan tenunan, dan ukuran tabung. Motif dan harga tidak termasuk. Sarung bermotif rumit bisa sangat gerah, sedangkan sarung polos berkotak sederhana bisa menjadi yang paling enak dipakai.
Keperluan pemakaian ikut mengubah urutan. Untuk salat, ketebalan dan lebar tabung paling menentukan, sebab kain harus tetap menutup dari pusar hingga lutut saat sujud dan duduk. Untuk tidur dan bersantai di rumah, serat serta kelembutan kain lebih berpengaruh, sementara sarung yang agak longgar hampir tidak mengganggu. Satu sarung bisa dipakai untuk keduanya, asalkan Anda tahu bagian mana yang dikorbankan.
Keluhan sesudah membeli sarung jatuh ke tiga jenis: gerah di paha, melorot terus, atau berubah rupa setelah beberapa kali cuci. Ketiganya punya penyebab yang berbeda, dan semuanya sudah terlihat sejak kain masih tergantung di rak. Memeriksanya tidak membutuhkan alat selain meteran lipat dan lampu atau jendela.
Foto kemasan nyaris tidak membantu. Kotak yang sama bisa ditenun atau dicetak, serat jarang tampak dari gambar, dan ukuran tabung hampir tidak pernah terlihat. Keputusan yang masuk akal diambil dari kain di tangan, atau dari keterangan komposisi dan ukuran yang tertulis jelas pada kemasan, lalu dicocokkan dengan ukuran badan Anda sendiri.
Kain Tenun Berwarna Benang Mengalahkan Kain Cetak
Motif pada sarung terbentuk dengan dua cara. Pada kain tenun, benang dicelup lebih dulu lalu disusun saat ditenun, sehingga kotak dan garis lahir dari pertemuan benang berwarna. Pada kain cetak, kain polos diberi warna di permukaan dengan alat cetak, jadi motifnya hanya lapisan di atas serat.
Cara membedakannya di toko
Balik sarung dan lihat sisi dalamnya. Pada kain tenun, pola di sisi dalam sama jelasnya dengan sisi luar, hanya terbalik arahnya. Pada kain cetak, sisi dalam jauh lebih pucat atau tampak bintik putih di sela benang. Tahan juga kain ke arah cahaya: benang berwarna terlihat menyatu dengan kainnya, sedangkan cetakan tampak seperti lapisan yang menutupi.
Ketahanan warna bisa diuji sebelum membeli atau pada hari pertama di rumah. Gosok kain basah putih pada sudut sarung yang tidak terlihat. Warna yang berpindah ke kain putih akan menodai pakaian lain di cucian pertama.
Mengapa cetakan lebih cepat bermasalah
Lapisan warna cetak menempel di permukaan, jadi gesekan di pinggang dan di lutut mengikisnya lebih dulu. Hasilnya bercak pucat tepat di tempat sarung paling sering ditekuk. Pada kain tenun, aus tampak merata karena warna ada di seluruh tebal benang.
Cetakan bukan selalu pilihan buruk. Untuk sarung yang dipakai sesekali di rumah, motif cetak yang tidak berpindah warna saat digosok sudah cukup. Untuk sarung yang dipakai berminggu-minggu tanpa jeda, kain tenun jauh lebih masuk akal.
Katun, Rayon, dan Poliester Memberi Rasa yang Berlainan
Serat menentukan rasa adem lebih besar daripada tebal tipis kain. Sarung pria dijual dalam tiga kelompok serat, dan sebagian besar sarung di toko merupakan campuran dua di antaranya. Komposisi tertulis pada label atau pita di jahitan; tulisan 'bahan halus' atau 'bahan istimewa' tidak memberi tahu apa pun tentang serat.
Katun
Pada katun, keringat terserap lalu dilepaskan pelan, jadi kain terasa lembap sebentar sebelum mengering di badan. Rasanya hangat saat baru dipakai dan makin lembut setelah dicuci. Kekurangannya ada dua: menyusut pada cuci pertama dan mudah kusut. Untuk salat dan pemakaian di luar rumah, katun tenun yang agak padat adalah dasar yang aman.
Rayon atau viskosa
Rayon dibuat dari serat tumbuhan yang diolah, dan rasanya licin, dingin, serta jatuh lemas mengikuti badan. Sifat itulah yang membuat sarung terasa adem begitu disentuh. Namun rayon melemah ketika basah, sehingga sarung yang diperas dengan dipelintir bisa melar dan berubah bentuk. Permukaannya yang licin juga membuat lipatan pinggang lebih mudah terurai.
Poliester
Poliester hampir tidak menyerap air, sehingga keringat berhenti di permukaan kulit dan kain terasa menempel. Sebagai gantinya kain cepat kering dan tidak mudah kusut. Poliester murni cocok untuk sarung yang sering dicuci dan harus siap pakai besok pagi. Bagi yang berkeringat banyak, kain ini paling mudah membuat paha gerah. Campuran poliester dengan rayon atau katun mengambil sebagian keunggulan keduanya.
Campuran katun dan rayon
Campuran katun dan rayon menggabungkan daya serap katun dengan jatuhnya kain rayon, dan paling cocok untuk iklim lembap. Ia lebih lemas daripada katun murni dan lebih tahan lipatan daripada rayon murni, tetapi tetap mengikuti aturan cuci rayon: diremas, tidak dipelintir.
Kerapatan Tenunan dan Ujian Cahaya
Tahan sarung ke lampu atau jendela. Bayangan telapak tangan yang terlihat jelas di balik satu lapis kain menandakan tenunan terlalu jarang untuk salat, sebab bentuk paha tampak ketika sujud. Lipat dua kain di tempat yang sama: kalau masih menerawang, sarung itu hanya cocok untuk tidur. Warna terang menerawang lebih cepat daripada warna tua pada tenunan yang sama, jadi sarung putih atau krem perlu ujian lebih ketat.
Tenunan yang terlalu rapat dan kaku menahan udara di antara kain dan kulit, jadi carilah kain yang rapat tetapi jatuh lemas ketika Anda mengangkatnya dari satu sudut dan membiarkan sisanya menggantung.
Lingkar dan Panjang Tabung Perlu Diukur Sendiri
Ukuran sarung sering ditulis ringkas atau tidak ditulis sama sekali. Meteran lipat dari rumah menyelesaikannya di toko. Hanya dua angka yang dibutuhkan: tinggi tabung dan lingkar tabung.
Tinggi tabung
Ukur jarak dari pusar ke mata kaki, misalnya 95 cm. Tambahkan 15 cm untuk lipatan di pinggang, sehingga tinggi tabung yang pas adalah 110 cm. Tinggi di bawah itu membuat ujung bawah naik di atas mata kaki setelah dilipat. Tinggi di atasnya menumpuk kain di perut dan terasa tebal.
Lingkar tabung
Ukur lingkar pinggang Anda, misalnya 90 cm, lalu ukur keliling tabung sarung dengan meteran. Keliling 200 cm meninggalkan kelebihan 110 cm yang berubah menjadi lipatan, sedangkan keliling 150 cm hanya menyisakan 60 cm. Lipatan lebih lebar dan lebih tebal menjepit lebih kuat, jadi tabung yang lebih lebar menahan lebih baik tanpa tali tambahan.
Batasnya ada pada pinggang kecil. Keliling yang terlalu lebar membuat gumpalan kain di perut yang terasa panas dan membuat langkah canggung. Pada pinggang kecil, kain tipis yang jatuh lemas lebih enak daripada tabung paling lebar.
Tinggi badan tidak boleh dijadikan patokan tunggal. Pria dengan tinggi sama bisa memiliki jarak pusar ke mata kaki yang selisih beberapa sentimeter.
Penyebab Sarung Melorot dan Cara Mengatasinya
Melorot terjadi saat lipatan pinggang kehilangan gesekan. Gesekan itu bergantung pada tiga hal: kain yang tidak licin, lipatan yang tebal, dan cara melipat yang mengunci kain, bukan sekadar menumpuknya. Sarung rayon halus dan poliester satin paling mudah terurai. Tenun katun atau campuran yang sedikit kasar menahan paling baik.
Cara melipat yang menahan
Tarik kain sampai kedua sisi tabung bertemu di depan, lalu lipat sisi kanan dan kiri menyilang ke tengah. Gulung tepi atas sampai rapat menempel perut, dua hingga tiga putaran, lalu selipkan ujung gulungan ke dalam. Gulungan longgar terurai oleh gerakan duduk dan berdiri, sedangkan gulungan rapat terkunci oleh badan.
Saat lipatan saja tidak cukup
Ikat pinggang tipis atau tali kain di bawah gulungan tidak merusak sarung dan lebih nyaman daripada terus menarik kain. Memilih sarung lebih sempit demi mengakali melorot tidak menolong, karena tabung sempit menghasilkan lipatan tipis.
Salat dan Tidur Menuntut Hal yang Berbeda
Dalam salat, sarung harus tetap menutup ketika Anda ruku dan sujud, lalu bangkit berulang kali. Hanya dua syarat yang menentukan: kain tidak tembus pandang saat ditahan ke cahaya, dan lipatan tidak terurai ketika Anda duduk di antara dua sujud. Sarung licin dan tipis tampak bagus saat berdiri, tetapi gagal tepat pada gerakan itu.
Untuk tidur, urutannya terbalik. Kain tipis, lemas, dan cepat kering lebih berguna daripada yang rapat. Lipatan yang terlalu kuat justru mengganggu saat berguling. Untuk satu sarung saja, pilih campuran katun dan rayon dengan tenunan sedang, lalu terima bahwa ia kurang ideal untuk kedua keperluan sekaligus. Sepasang sarung sederhana dengan fungsi terpisah sering lebih enak dipakai daripada satu sarung mahal untuk semuanya.
Jahitan Sambungan dan Kelim
Sarung umumnya ditenun sebagai lembaran lalu disambung menjadi tabung dengan satu jahitan. Jahitan itu harus lurus dan benangnya tidak berkerut, dengan tepi kain terlipat ke dalam. Tarik pelan kain di kedua sisi sambungan; jahitan yang baik tidak membuka celah. Kelim bawah dan atas yang rapi mencegah kain berumbai setelah dicuci.
Cuci Pertama dan Penyusutan
Cuci pertama menentukan umur sarung. Sebelum dicuci, ukur tinggi dan lingkar tabung lalu catat, kemudian ukur lagi setelah kering. Katun dapat menyusut pada cuci pertama, jadi sarung yang pas di toko bisa menjadi terlalu pendek. Karena itu pilih tinggi tabung sedikit di atas hitungan bila kainnya katun murni.
Warna dan air
Cuci sarung baru berwarna tua dalam air dingin, terpisah dari pakaian terang, selama tiga cucian pertama. Air hangat dan panas melepas zat warna lebih cepat serta menyusutkan katun. Rayon dicuci dengan tangan dan diremas pelan tanpa dipelintir.
Jemur dan setrika
Balik sarung lalu jemur di tempat teduh agar warna sisi luar tidak pudar. Untuk katun, setrika boleh disetel lebih panas. Rayon dan poliester membutuhkan suhu rendah hingga sedang dengan alas kain tipis, sebab serat poliester meleleh dan rayon bisa rusak jika terlalu panas.
Kain Tahan Lama Lebih Murah per Pemakaian
Sarung yang harganya dua kali lipat tetapi awet tiga kali lebih lama menurunkan biaya per pemakaian sekitar sepertiga, yakni dua per tiga dari biaya sarung murah. Hitungan itu hanya berlaku jika kelebihan harga datang dari benang berwarna dan tenunan rapat, bukan dari jahitan saja. Harga yang naik karena motif, kemasan, atau label tidak membuat kain lebih awet.
Kesimpulan
Pria yang berkeringat banyak dan memakai sarung untuk salat sebaiknya mencari tenun benang berwarna dari katun atau campuran katun dan rayon, dengan keliling tabung sekitar dua kali lingkar pinggang atau lebih, lalu memeriksa tembus pandang di bawah cahaya. Pemakai yang hanya perlu pakaian tidur boleh turun ke kain lebih tipis dan lebih murah, selama warnanya tidak berpindah saat digosok.
Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Sarung bahan apa yang paling adem untuk dipakai seharian di rumah?
Untuk pemakaian seharian di rumah yang lembap, campuran katun dan rayon dengan tenunan sedang paling nyaman. Katunnya menyerap keringat di paha, sedangkan rayonnya membuat kain jatuh lemas dan terasa dingin saat disentuh. Pria yang berkeringat banyak di sore hari sebaiknya menghindari poliester murni, karena keringat berhenti di permukaan kulit dan kain menempel. Poliester hanya masuk akal untuk sarung cadangan yang harus kering sebelum pagi. Bacalah komposisi pada label dan jangan percaya tulisan 'bahan halus', sebab label itulah yang menunjukkan serat sebenarnya. Pilih tenun benang berwarna agar rasa adem tidak tertahan oleh lapisan cetakan di permukaan kain.
Berapa ukuran sarung dewasa yang pas untuk saya?
Ukuran yang pas dihitung dari badan Anda sendiri. Ambil contoh pria dengan jarak pusar ke mata kaki 100 cm dan lingkar pinggang 100 cm. Tambahkan 15 cm untuk lipatan, maka tinggi tabung yang pas adalah 115 cm. Keliling 200 cm memberi kelebihan kain 100 cm untuk lipatan, sedangkan keliling 150 cm hanya memberi 50 cm dan lebih mudah longgar. Karena itu bawa meteran lipat ke toko dan ukur keliling tabung, jangan hanya mengandalkan tinggi badan, sebab pria dengan tinggi sama bisa berbeda beberapa sentimeter di jarak pusar ke mata kaki. Untuk pinggang yang kecil, pilih keliling yang tidak membentuk gumpalan kain tebal di perut, dan utamakan kain yang lemas. Bila kemasan hanya mencantumkan satu angka ukuran, ukur sendiri tinggi dan keliling tabung sebelum membayar.
Mengapa sarung melorot terus walaupun sudah dilipat kencang?
Penyebab pertama adalah kain licin, seperti rayon halus atau poliester satin, yang tidak punya gesekan untuk menahan lipatan. Penyebab kedua adalah tabung sempit. Dengan pinggang 80 cm, keliling 150 cm hanya meninggalkan 70 cm lipatan, sementara keliling 200 cm meninggalkan 120 cm yang menjepit jauh lebih kuat. Periksa juga cara melipat: gulungan harus rapat menempel perut dan ujungnya diselipkan ke dalam, bukan dibiarkan longgar. Untuk sarung kesayangan yang memang licin, tali kain tipis di bawah gulungan tidak merusak kain dan menyelesaikan masalahnya tanpa membeli sarung baru. Membeli tabung yang lebih sempit sebagai jalan pintas tidak menolong, karena lipatannya justru makin tipis.
Bisakah sarung tipis dipakai untuk salat?
Bisa, selama kainnya tidak menerawang. Tahan sarung ke lampu kamar dan lihat apakah bayangan telapak tangan di balik satu lapis kain terlihat jelas. Bila jelas, kain terlalu jarang untuk sujud karena bentuk paha akan tampak. Sarung yang baru tertutup setelah dilipat dua hanya cocok untuk tidur. Sarung berwarna putih atau krem perlu ujian lebih ketat daripada yang berwarna tua, sebab warna terang menerawang lebih cepat pada tenunan yang sama. Kain tipis yang licin juga harus dilipat tebal di pinggang agar tidak terurai saat duduk di antara dua sujud, jadi periksa kedua hal itu sebelum memakainya untuk salat berjemaah. Sarung tipis yang sudah terlanjur dibeli tetap berguna untuk tidur, sementara salat sebaiknya memakai sarung yang lebih rapat.
Perlukah sarung baru dicuci terpisah dari pakaian lain?
Perlu, terutama untuk sarung baru berwarna tua. Gosok kain basah putih pada sudut dalam sarung sebelum dicuci. Noda pada kain putih menandakan sarung harus dicuci terpisah dengan air dingin selama tiga cucian pertama, supaya tidak menodai kaus putih atau seprai di cucian yang sama. Ukur tinggi dan keliling tabung sebelum dan sesudah kering. Untuk katun murni, penyusutan bisa membuat sarung yang tadinya pas menjadi terlalu pendek, sehingga catatan ukuran itu menentukan apakah pembelian berikutnya perlu tinggi tabung lebih panjang. Air hangat sebaiknya dihindari karena melepas zat warna lebih cepat dan menyusutkan katun.
Apa bedanya sarung tenun dengan sarung cetak?
Pada sarung tenun, benang dicelup lebih dulu lalu disusun saat ditenun, sehingga polanya terlihat sama tajam di kedua sisi kain. Sarung cetak diberi warna di permukaan dari kain polos, jadi sisi dalamnya pucat atau berbintik putih. Di toko, balik sarung dan bandingkan kedua sisi dalam beberapa detik. Untuk sarung yang dipakai setiap hari, ambil tenun karena warnanya tidak terkikis di bagian pinggang dan lutut. Untuk sarung cadangan yang dipakai sesekali, cetakan yang tidak berpindah warna saat digosok kain basah sudah cukup. Dengan anggaran terbatas, tenun berkotak sederhana lebih masuk akal daripada cetakan bermotif rumit.
Bagaimana cara mencuci dan menjemur sarung rayon supaya tidak melar?
Cuci sarung rayon dengan tangan memakai air dingin, remas pelan, dan jangan dipelintir, sebab serat rayon melemah ketika basah. Angkat dalam keadaan basah dengan menopang seluruh tabung, bukan menarik dari satu ujung. Balik kain dan jemur di tempat teduh agar warna sisi luar tidak pudar. Setrika dengan suhu rendah hingga sedang dan alas kain tipis, karena rayon bisa rusak jika terlalu panas. Sarung rayon yang diperlakukan begini tetap berbentuk, sedangkan yang diperas keras dan dijemur di bawah matahari cepat melar serta berubah warna. Campuran katun dan rayon mengikuti aturan cuci yang sama.