Cara Memilih Sepatu Nyaman Dipakai
Memilih Sepatu Nyaman: Ukuran yang Diukur Sendiri dan Tiga Uji di Toko
Kenyamanan sepatu bisa diperiksa sebelum dibeli, bukan sesudah dipakai seharian. Panjang kaki diukur sambil berdiri, sol dalam dikeluarkan untuk dibandingkan dengan telapak, dan sepatunya dilipat untuk melihat apakah titik lipatnya sejajar dengan titik lipat kaki. Ketiganya memakan waktu kurang dari lima menit.
Sebelum memutuskan, Anda dapat melihat pilihan Sepatu di Cari sebagai referensi awal.
Sepatu yang tidak nyaman jarang disebabkan salah memilih model. Penyebabnya hampir selalu angka yang tidak pernah diukur: panjang kaki yang hanya ditebak dari nomor sepatu lama, selisih antara kaki kiri dan kanan yang tidak pernah dibandingkan, dan bobot sepatu yang tidak dikalikan dengan jumlah langkah sehari. Nomor sepatu sendiri bukan ukuran melainkan penamaan, dan penamaan itu berbeda antarprodusen sehingga dua sepatu bernomor sama bisa berbeda satu sentimeter di bagian dalamnya. Yang tidak berbeda adalah panjang telapak sendiri, bentuk titik lipat kaki, dan jumlah langkah harian, dan ketiganya bisa diukur tanpa alat khusus. Alat yang dibutuhkan hanya selembar kertas, pensil, penggaris, dan beberapa menit di dalam toko sebelum membayar. Pemeriksaan itu juga tidak bisa ditunda, sebab hampir semua hal yang membuat sepatu terasa salah adalah hal yang tidak berubah lagi sesudah dibeli.
Kaki Diukur Sambil Berdiri, dan Dua Kali Sehari
Telapak memanjang ketika menanggung berat badan, sehingga ukuran yang diambil dalam keadaan duduk selalu lebih pendek daripada ukuran yang dipakai berjalan. Perbedaan itu kecil dalam angka tetapi cukup untuk menentukan jari terbentur atau tidak.
Menjiplak Kaki di Atas Kertas
Letakkan selembar kertas rapat ke dinding, berdiri di atasnya dengan tumit menyentuh dinding, lalu jiplak keliling telapak dengan pensil tegak lurus. Ukur dari tepi kertas di dinding sampai ujung jari terpanjang. Jari terpanjang tidak selalu jempol, dan pada sebagian orang jari kedua yang lebih menonjol, sehingga bagian itulah yang menentukan panjangnya. Tambahkan sekitar satu sentimeter sebagai ruang gerak jari ke depan.
Selisih Pagi dan Sore
Ulangi jiplakan yang sama pada sore hari sesudah beraktivitas. Kaki membesar sepanjang hari, dan selisih beberapa milimeter antara jiplakan pagi dan sore adalah hal biasa. Sepatu yang pas pada jiplakan pagi berarti sempit pada sore hari, dan sore adalah waktu ketika sepatu paling banyak dipakai. Karena itu mencoba sepatu sebaiknya dilakukan pada jam yang sama dengan pemakaian terberatnya, dengan kaus kaki yang memang akan dipakai.
Sol Dalam Dikeluarkan Lebih Dulu
Bagian dalam sepatu tidak bisa dilihat dari luar, tetapi sol dalamnya bisa dikeluarkan dan diletakkan di lantai. Berdiri di atasnya dengan berat badan penuh, lalu perhatikan tepi telapak terhadap tepi sol.
Membandingkan Telapak dengan Sol Dalam
Telapak yang melewati garis di sisi kiri atau kanan berarti sepatunya terlalu sempit, dan tidak ada masa penyesuaian yang bisa memperbaikinya. Di bagian depan, jarak sekitar satu sentimeter antara ujung jari terpanjang dan ujung sol adalah ruang yang wajar. Uji ini juga menjawab pertanyaan yang tidak pernah dijawab nomor sepatu, sebab yang dibandingkan adalah bentuk telapak dengan bentuk ruang yang sebenarnya tersedia. Sol dalam yang tidak bisa dikeluarkan sendiri bukan penghalang, karena bentuknya masih bisa diraba dari dalam dengan jari sampai ke ujung depan.
Titik Lipat Sepatu Harus Sejajar Titik Lipat Kaki
Kaki menekuk di satu tempat, yaitu pada pangkal jari, dan tidak di tengah telapak. Sepatu yang menekuk di tempat lain memaksa kaki bekerja melawannya pada setiap langkah.
Uji Lipat dan Uji Puntir
Pegang tumit dengan satu tangan dan ujung depan dengan tangan lain, lalu tekuk ke atas. Sepatu yang baik melipat pada sepertiga bagian depan, tepat di pangkal jari. Sepatu yang melipat di tengah telapak tidak punya penahan lengkung dan akan terasa lelah setelah beberapa jam berdiri.
Uji kedua berlawanan arah. Pegang kedua ujungnya lalu puntir seperti memeras kain. Sedikit gerakan wajar, tetapi sepatu yang bisa dipuntir hampir bebas berarti bagian tengahnya tidak menahan apa pun, dan kaki yang menapak di permukaan tidak rata akan menanggung sendiri seluruh koreksinya.
Kedua uji itu menjawab pertanyaan yang berbeda. Titik lipat menentukan berapa besar tenaga yang terbuang pada setiap langkah, sedangkan puntiran menentukan seberapa jauh kaki dibiarkan miring ketika permukaan jalannya tidak rata. Sepatu kerja bersol tebal sering lulus uji puntir tetapi gagal pada uji lipat, dan kekakuan itu baru terasa sesudah beberapa jam berjalan. Perlu diingat juga bahwa sol melunak seiring pemakaian, tetapi hanya di tempat ia sudah melipat sejak awal, sehingga titik lipat yang salah tidak berpindah sendiri.
Bagian Belakang yang Runtuh Saat Ditekan
Tekan bagian belakang sepatu dengan ibu jari, tepat di tempat tumit akan duduk. Bagian itu seharusnya melawan dan kembali ke bentuk semula. Penguat tumit yang langsung penyok menandakan tumit akan bergeser ke kiri dan kanan di dalam sepatu, dan pergeseran kecil yang berulang ribuan kali sehari adalah asal usul sebagian besar lecet di bagian belakang.
Ada satu lagi yang perlu diperhatikan sambil berjalan. Tumit yang terangkat sedikit dari sol pada setiap langkah masih wajar, apalagi pada sepatu bersol lentur. Tumit yang terangkat cukup jauh sampai terasa lepas menandakan sepatunya kepanjangan, dan itu masalah ukuran yang tidak bisa diselesaikan bantalan tambahan.
Sebagian gerakan itu masih bisa dikunci dari tali. Lubang paling atas yang sering dibiarkan kosong justru berguna untuk menahan pergelangan, dengan cara memasukkan tali dari lubang di bawahnya sehingga terbentuk gelang kecil di setiap sisi, lalu menyilangkan ujung tali melewati kedua gelang tersebut sebelum diikat.
Bobot Sepatu Dibayar Ribuan Kali Sehari
Bobot adalah angka yang paling jarang dilihat dan paling sering terasa. Beban di kaki jauh lebih mahal daripada beban yang sama di badan, dan selisihnya sudah terukur.
Menghitung Ongkos Seratus Gram
Penelitian tentang biaya energi berjalan menemukan kebutuhan oksigen naik sekitar satu persen untuk setiap tambahan seratus gram pada sepatu. Penelitian lain membandingkan beban di kaki dengan beban di punggung dan menemukan angka yang lebih tajam: membawa berat di kaki kira-kira enam kali lebih mahal daripada membawa berat yang sama di ransel.
Terjemahan hariannya bisa dihitung sendiri. Tujuh ribu langkah sehari berarti setiap kaki terangkat tiga ribu lima ratus kali. Tambahan seratus gram pada satu sepatu berarti seratus gram itu ikut terangkat tiga ribu lima ratus kali, atau tiga ratus lima puluh kilogram bila seluruh angkatan dijumlahkan. Angka itu berulang setiap hari sepanjang umur pakai sepatunya.
Jika pekerjaan menuntut berdiri di tempat sepanjang hari, bobot kurang menentukan dan yang lebih menentukan adalah penopang serta bantalan di bawah tumit. Sebaliknya, jika hari dihabiskan berpindah-pindah dengan berjalan ke halte dan naik turun tangga, selisih seratus gram terasa nyata pada sore hari.
Selisih Tinggi Tumit dan Telapak Diukur dalam Milimeter
Yang menentukan bukan tinggi tumit yang terlihat dari luar, melainkan selisih antara tinggi bagian tumit dan tinggi bagian depan di dalam sepatu. Selisih itu berkisar dari nol sampai sekitar dua belas milimeter pada sepatu harian, dan angkanya menentukan ke mana beban dipindahkan.
Selisih yang besar memindahkan sebagian beban dari betis dan tendon di belakang mata kaki ke arah lutut dan bagian depan telapak. Selisih yang kecil melakukan kebalikannya. Tidak ada angka yang benar untuk semua orang, tetapi ada aturan yang berlaku umum: berpindah dari selisih besar ke selisih kecil sebaiknya dilakukan bertahap, sebab otot dan tendon yang selama bertahun-tahun bekerja pada satu sudut butuh waktu menyesuaikan diri. Mengganti sepatu harian dengan yang selisihnya jauh berbeda lalu memakainya seharian penuh pada hari pertama adalah cara tercepat membuat betis terasa kaku selama sepekan.
Masa Penyesuaian Tidak Menambah Panjang
Anggapan bahwa sepatu sempit akan melar setelah beberapa pekan hanya benar sebagian. Kulit dan sebagian bahan atas memang mengendur ke arah samping, sehingga sepatu yang menekan sedikit di sisi bisa membaik.
Panjangnya tidak ikut bertambah. Jarak antara ujung jari dan ujung sepatu ditentukan oleh sol yang tidak mengendur, sehingga sepatu yang jarinya sudah menyentuh ujung pada percobaan pertama akan tetap begitu sampai dibuang. Bahan sintetis dan bahan rajut juga jauh lebih sedikit mengendur daripada kulit.
Bantalannya justru berubah, dan arahnya berlawanan dengan harapan. Busa di bawah telapak memadat pelan-pelan sehingga sepatu terasa sedikit lebih longgar di bagian atas sekaligus lebih keras di bagian bawah. Perubahan itu tidak menyelamatkan sepatu yang sempit dan tidak menambah ruang bagi jari. Cara paling aman adalah memakainya beberapa jam di dalam rumah lebih dulu, selagi masih bisa ditukar, karena lantai dalam rumah tidak meninggalkan bekas pada sol.
Sisi Kiri dan Kanan Jarang Sama Persis
Kebanyakan orang punya satu kaki yang sedikit lebih panjang atau lebih lebar, dan selisihnya cukup sering mencapai setengah nomor. Karena sepatu dijual berpasangan dengan ukuran sama, pilihannya jatuh pada kaki yang lebih besar, lalu sisi yang lebih kecil disesuaikan dengan tali atau kaus kaki yang lebih tebal. Menyesuaikan sisi yang longgar jauh lebih mudah daripada melonggarkan sisi yang sempit.
Selisihnya bisa dilihat dalam satu gerakan. Jiplak kedua telapak pada lembar yang sama, lalu lipat kertasnya di garis tengah sehingga kedua gambar bertumpuk. Bagian yang menyembul menunjukkan sisi mana yang lebih besar dan di mana letak selisihnya, apakah di panjang atau di lebar bagian depan. Catat angkanya sekali lalu simpan, sebab ukuran itu tidak berubah dan berguna pada setiap pembelian berikutnya.
Urutan mencoba menyusul dari sana. Pakai kaki yang lebih besar sebagai patokan, dan lakukan pengujian sol dalam dengan telapak tersebut. Mencoba hanya sebelah, apalagi sebelah yang kebetulan lebih kecil, adalah kesalahan yang paling sering terjadi di toko.
Kesalahan yang Membuat Sepatu Berhenti Dipakai
Kekeliruan yang paling mahal berhubungan dengan jam mencoba. Sepatu dicoba pada pagi hari, terasa pas, lalu menyempit setiap sore ketika kaki sudah membesar. Sepatu itu tidak rusak dan tidak salah ukuran menurut nomornya, hanya diukur pada saat yang salah, dan benda yang menyakitkan setiap sore akan berhenti dipakai dalam hitungan pekan.
Kekeliruan berikutnya ada pada cara mencobanya. Berdiri sebentar di depan cermin tidak menguji apa pun, sebab masalah kenyamanan muncul dari gerakan berulang dan bukan dari posisi diam. Berjalanlah setidaknya dua puluh langkah di dalam toko, termasuk beberapa langkah menuruni tangga bila ada, karena menuruni tangga adalah gerakan yang paling cepat memperlihatkan tumit yang bergeser dan jari yang terbentur ujung.
Jika sepatu akan dipakai berkendara sepeda motor setiap hari, bagian ujung sol akan terkikis lebih cepat oleh tuas pemindah gigi, sehingga sol yang tebal di bagian itu bertahan jauh lebih lama. Sebaliknya, jika sepatu dipakai berjalan kaki jauh menuju transportasi umum, yang lebih menentukan adalah bobot dan titik lipatnya, bukan ketahanan ujung solnya.
Kesimpulan
Tiga angka sudah cukup untuk dibawa ke toko, dan ketiganya diukur di rumah tanpa biaya. Panjang telapak dalam sentimeter, diukur sore hari sambil berdiri. Selisih antara kaki kiri dan kanan. Selisih tinggi tumit dan telapak pada sepatu yang selama ini paling nyaman dipakai. Tulis ketiganya pada satu kertas kecil di dompet, dan pertanyaan di toko berubah dari kira-kira muat atau tidak menjadi cocok atau tidak dengan angka yang sudah ada.
Sisanya diselesaikan tangan sendiri dalam beberapa menit: keluarkan sol dalamnya lalu injak, tekuk sepatunya, tekan bagian belakangnya, dan berjalanlah dua puluh langkah sebelum memutuskan. Sepatu yang lolos keempat gerakan itu jarang mengecewakan, sedangkan sepatu yang gagal salah satunya tidak pernah membaik sendiri. Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Bagaimana mengukur panjang kaki sendiri di rumah?
Sandarkan selembar kertas ke dinding dan berdirilah di atasnya dengan tumit menempel dinding, lalu gambar keliling telapak memakai pensil yang dipegang tegak lurus. Jarak dari tepi kertas sampai ujung jari terpanjang itulah angkanya, dan perlu diingat bahwa jari terpanjang tidak selalu jempol karena pada sebagian orang jari kedua lebih menonjol. Posisi berdiri menentukan hasilnya: telapak memanjang begitu menanggung berat badan, sehingga ukuran sambil duduk selalu keluar terlalu pendek. Beri tambahan kira-kira satu sentimeter untuk ruang gerak jari ke depan.
Kapan waktu terbaik mencoba sepatu?
Samakan jamnya dengan jam pemakaian terberat, yang bagi kebanyakan orang jatuh pada sore hari. Ukuran kaki bertambah sepanjang hari, jadi sepatu yang terasa nyaman pada pagi hari sering menyempit persis ketika paling lama dipakai. Buktinya bisa dilihat sendiri dengan menggambar telapak dua kali dalam sehari lalu menumpuk kedua gambar itu. Jangan lupa memakai kaus kaki yang memang dipasangkan dengan sepatunya, sebab ketebalan kaus kaki ikut menentukan hasil percobaan.
Apa cara paling cepat menilai sepatu terlalu sempit?
Angkat keluar sol dalamnya, taruh di lantai, lalu injak dengan berat badan penuh. Kalau tepi telapak melewati garis sol di sisi kiri atau kanan, sepatu itu memang lebih sempit daripada kakinya, dan bagian depan sebaiknya menyisakan kira-kira satu sentimeter di depan jari terpanjang. Kelebihan cara ini adalah membandingkan bentuk kaki dengan bentuk ruang yang benar-benar tersedia di dalam sepatu, sesuatu yang tidak pernah bisa dijawab oleh nomor pada label.
Bagaimana menguji sol sepatu di toko?
Dua gerakan sudah cukup. Tekuk sepatu ke atas sambil memegang tumit dan ujung depan: yang baik akan melipat pada sepertiga bagian depan, tepat di pangkal jari, karena di titik itulah kaki menekuk pada setiap langkah. Sepatu yang melipat di tengah telapak akan terasa melelahkan sesudah beberapa jam berdiri. Gerakan kedua adalah memuntirnya seperti memeras kain; sedikit gerakan masih wajar, tetapi puntiran yang hampir tanpa perlawanan menandakan bagian tengahnya tidak menahan apa pun.
Kenapa tumit sering lecet padahal ukurannya pas?
Penyebab tersering adalah penguat belakang yang terlalu lunak. Tekan bagian itu dengan ibu jari di tempat tumit akan duduk; seharusnya ia melawan dan kembali ke bentuk semula. Penguat yang langsung penyok membiarkan tumit bergeser ke kiri dan kanan, dan gesekan sekecil apa pun yang berulang ribuan kali sehari sudah cukup untuk melukai kulit meski panjang sepatunya benar. Sebagian gerakan itu masih bisa dikunci dengan memakai lubang tali paling atas yang sering dibiarkan kosong.
Seberapa besar pengaruh bobot sepatu?
Jauh lebih besar daripada dugaan, dan angkanya sudah pernah diukur. Kebutuhan oksigen saat berjalan naik kira-kira satu persen setiap kali sepatu bertambah seratus gram, sementara perbandingan terpisah menemukan bahwa berat yang dibawa di kaki sekitar enam kali lebih mahal daripada berat yang sama di dalam ransel. Diterjemahkan ke satu hari biasa: pada tujuh ribu langkah, tiap kaki terangkat tiga ribu lima ratus kali, sehingga seratus gram tambahan berarti tiga ratus lima puluh kilogram bila seluruh angkatan itu dijumlahkan.
Apa arti selisih tinggi tumit dan telapak pada sepatu?
Itu selisih ketinggian antara bagian tumit dan bagian depan diukur dari dalam sepatu, umumnya nol sampai kira-kira dua belas milimeter pada model harian. Angka besar memindahkan sebagian beban menjauh dari betis dan tendon di belakang mata kaki, lalu meletakkannya ke arah lutut dan bagian depan telapak; angka kecil bekerja ke arah kebalikannya. Tidak ada satu angka yang cocok untuk semua orang, tetapi perpindahan besar dari satu angka ke angka lain sebaiknya dijalani bertahap supaya otot sempat menyesuaikan diri.
Apakah sepatu sempit akan melar setelah beberapa pekan?
Melarnya hanya ke samping, dan sedikit. Kulit serta beberapa bahan atas memang mengendur sehingga tekanan di sisi berkurang, tetapi panjangnya tetap sama karena ditentukan oleh sol yang tidak ikut mengendur. Sepatu yang ujung jarinya sudah menyentuh ujung sol sejak percobaan pertama akan begitu sampai akhir umurnya. Bahan sintetis dan rajut bahkan lebih kaku lagi dalam hal ini. Yang justru berubah adalah bantalannya, yang memadat sehingga bagian bawah terasa makin keras.
Perlukah mencoba kedua sepatu, bukan hanya sebelah?
Perlu, dan mulailah dari kaki yang lebih besar. Sebagian besar orang punya satu kaki yang sedikit lebih panjang atau lebih lebar, dengan selisih yang tidak jarang mencapai setengah nomor. Karena sepasang sepatu dijual dalam satu ukuran, yang dipakai sebagai patokan adalah kaki yang lebih besar, sedangkan sisi yang lebih kecil dirapatkan lewat tali atau kaus kaki yang lebih tebal. Selisih antara kedua jiplakan cukup dicatat sekali, sebab angkanya tidak berubah dan berguna pada pembelian berikutnya.
Berapa lama sebaiknya mencoba sepatu sebelum membeli?
Sampai sempat berjalan, bukan sekadar berdiri. Rasa tidak nyaman lahir dari gerakan yang berulang, sehingga berdiri diam di depan cermin praktis tidak menguji apa pun. Ambil setidaknya dua puluh langkah di dalam toko, dan kalau ada tangga, turuni beberapa anak tangga. Gerakan menuruni tangga memperlihatkan dua hal sekaligus dalam hitungan detik, yaitu tumit yang terangkat lepas dari sol dan jari yang menabrak ujung depan.
Gunakan Cari untuk membandingkan pilihan Sepatu dari berbagai toko sebelum memutuskan.