Cara Memilih Gelas Latihan Minum Bayi yang Mulai MPASI

Cara Memilih Gelas Latihan Minum Bayi yang Mulai MPASI
Beli Sekarang di Shopee

Gelas Terbuka dan Gelas Sedotan Melatih Lebih Baik daripada Corong Keras

Untuk bayi yang baru mulai MPASI, mulailah dari gelas terbuka kecil dan gelas sedotan tanpa katup. Keduanya melatih bibir menutup dan lidah bergerak bebas saat menyesap. Gelas dengan corong lunak boleh menjadi jembatan sementara dari botol, sedangkan gelas berkatup anti tumpah baru dipertimbangkan paling akhir.

Bayi yang duduk tegak di kursi makan dan merebut sendok dari tangan Anda sedang memberi tanda bahwa mulutnya siap belajar minum dari wadah selain payudara atau botol. Usia sekitar 6 bulan, saat MPASI dimulai, adalah titik masuk yang wajar. Gelas pertama yang Anda pilih menentukan gerakan mulut apa yang dilatih setiap hari.

Gerakan itu berbeda menurut jenis gelas. Pada gelas terbuka dan gelas sedotan tanpa katup, bayi harus menempelkan bibir pada tepi atau sedotan, lalu menyesap. Pada gelas berkorong keras dan gelas berkatup, bayi mengisap seperti pada dot, hanya dari wadah yang berbeda. Isapan terus-menerus membatasi gerak lidah, dan susu atau cairan manis meninggalkan sisa gula di permukaan gigi yang baru tumbuh.

Gelas yang tampak paling praktis di rak toko bisa menjadi yang paling kurang melatih. Katup membuat gelas bisa dibalik tanpa tumpah, dan itu menyenangkan bagi orang tua. Bagi bayi, katup berarti mengisap lebih kuat untuk mendapat cairan tanpa belajar mengatur sendiri berapa banyak yang masuk ke mulut.

Belanjanya karena itu perlu dipecah menurut tahap. Sebagian besar keluarga cukup membeli satu gelas terbuka kecil dan satu gelas sedotan, lalu menambah gelas corong lunak hanya untuk bayi yang menolak keduanya karena masih terikat pada botol. Bentuk gelas, jumlah bagian yang bisa dicuci tuntas, dan rapatnya tutup menentukan hasil latihan jauh lebih besar daripada warna, gambar karakter, atau jumlah fitur di kemasan.

Satu hal lagi yang perlu diketahui sejak awal: hari-hari pertama pasti basah. Bayi belum tahu cara menelan dari tepi gelas, jadi sebagian besar cairan akan jatuh ke dagu dan baju. Hasilnya baru terlihat setelah beberapa minggu. Sesi singkat setiap kali makan sudah cukup.

Tanda Bayi Siap Memegang Gelas

Bayi siap diperkenalkan pada gelas bila ia duduk tegak dengan sedikit atau tanpa sandaran, memegang benda dengan dua tangan, dan membawanya ke mulut. Ketiganya muncul bersamaan dengan kesiapan MPASI, sekitar usia 6 bulan. Bayi yang masih lunglai saat duduk belum perlu gelas. Tunggu sampai punggungnya tegak, sebab minum sambil bersandar atau berbaring membuat cairan mudah masuk ke jalan napas.

Kursi makan dengan pengaman terpasang lebih baik daripada pangkuan yang bergoyang. Pada minggu pertama, orang dewasa memegang gelas. Bayi cukup menempelkan tangannya. Pegangan di sisi gelas baru berguna setelah bayi mampu menggenggam; sebelum itu pegangan hanya menambah bagian yang harus dicuci.

Gelas Terbuka Mengajarkan Menyesap, Bukan Mengisap

Gelas terbuka hanyalah satu bagian tanpa tutup, tanpa karet, dan tanpa lubang kecil yang menyimpan sisa susu. Bibir bayi harus menutup pada tepi gelas dan lidah ikut bergerak mengatur aliran. Gerakan ini sama dengan yang nanti dipakai untuk minum dari gelas biasa di meja makan keluarga.

Ukuran dan tepi yang cocok

Pilih gelas kecil berkapasitas sekitar 60 hingga 100 ml. Kapasitas itu cukup. Gelas hanya diisi sedikit. Gelas berukuran besar malah menggoda orang dewasa mengisi lebih banyak, dan tumpahannya ikut bertambah. Tepi yang tipis tetapi membulat lebih mudah dijepit bibir bayi daripada tepi tebal atau tepi yang tajam bekas cetakan. Dasar yang lebar membuat gelas tidak mudah terguling di nampan kursi makan.

Bahan stainless steel kecil dan silikon lentur sama-sama tidak pecah saat dijatuhkan dari kursi. Gelas plastik PP tebal juga cocok selama tepinya halus saat diraba dengan ujung jari.

Cara memakainya pada hari-hari awal

Isi dua sendok makan, sekitar 30 ml, sebab satu sendok makan berisi 15 ml. Tumpahannya tidak berarti. Miringkan gelas sampai cairan menyentuh bibir bawah bayi, lalu berhenti dan biarkan ia yang menyesap. Menuang cairan langsung ke dalam mulut membuat bayi tersedak, dan pengalaman itu bisa membuatnya menolak gelas pada sesi berikutnya.

Celemek silikon dengan kantong penampung di bagian depan menangkap sebagian besar tumpahan dan lebih mudah dibilas daripada celemek kain.

Gelas yang tidak cocok untuk gelas terbuka

Kaca dan keramik tidak cocok, sebab pecahnya tajam dan bayi pasti menjatuhkannya. Gelas besar dengan tepi lebar juga sulit, karena bibir kecil bayi tidak bisa menutup tepinya dan cairan tumpah di kedua sisi mulut. Gelas dengan tepi bergelombang atau berukir menyulitkan bibir menutup rapat.

Sesi singkat sudah cukup di awal. Hentikan saat bayi mulai memalingkan wajah atau memukul gelas, lalu coba lagi pada waktu makan berikutnya.

Sedotan Menjadi Gelas Kedua

Gelas sedotan tanpa katup melatih bibir menutup rapat pada sedotan dan menarik cairan ke dalam mulut. Lidah tetap leluasa bergerak. Bagi bayi yang cepat kesal oleh air yang menetes ke dagu, sedotan bisa lebih mudah dipahami daripada tepi gelas terbuka. Bayi yang tenang justru sering langsung cocok dengan gelas terbuka.

Untuk mengajarkannya, tutup ujung atas sedotan dengan jari sampai cairan terangkat di dalam pipa, lalu dekatkan ujung bawahnya ke bibir bayi dan lepaskan jari. Tetesan pertama masuk ke mulut, dan bayi mulai mengaitkan bibir yang menempel pada sedotan dengan datangnya air.

Sedotan silikon lepas pasang

Pilih sedotan yang bisa dicabut dari tutup dan disikat sampai ke dalam. Ujung silikon yang lunak aman bila digigit, dan bayi yang sedang tumbuh gigi memang akan menggigitnya. Panjang sedotan sebaiknya pas dengan tinggi gelas, supaya ujung bawahnya menyentuh dasar dan bayi tidak perlu memiringkan kepala jauh ke belakang. Sedotan yang retak atau berubah bentuk perlu diganti, karena celahnya menyimpan sisa cairan.

Sedotan dengan pemberat di dalam

Sedotan berpemberat memungkinkan bayi minum walaupun gelas dimiringkan, berguna bagi bayi yang belum pandai menjaga gelas tetap tegak. Ada satu syarat: pemberatnya harus bisa dibongkar. Pipa dengan bagian dalam yang tertutup tidak bisa disikat, sehingga sisa cairan mengendap di sana. Tanpa pemberat yang bisa dilepas, gelas sedotan jenis ini lebih baik dilewati.

Corong Lunak dan Corong Keras Sebagai Jembatan dari Botol

Bayi yang menolak gelas terbuka dan sedotan karena sepanjang hari terbiasa dengan dot perlu langkah perantara. Gelas dengan corong adalah langkah itu, dan fungsinya hanya sebagai jembatan.

Corong silikon lunak

Bahan silikon lunak mirip dot dalam tekstur sehingga bayi mau menerimanya, dan cairan keluar saat gelas dimiringkan. Pilih yang tanpa katup. Aliran lambat tidak masalah selama tujuannya nanti berpindah ke gelas tanpa pengatur aliran apa pun.

Corong plastik keras

Jenis keras menekan lidah dan gusi tanpa bisa menyesuaikan diri seperti silikon, dan bayi cenderung mengisapnya berjam-jam bila diberi. Jenis ini bukan pilihan pertama. Bila sudah terlanjur dimiliki, batasi pemakaiannya pada waktu makan dan jangan biarkan bayi membawanya sepanjang hari berisi susu atau cairan manis, karena gigi terendam gula selama itu.

Katup Anti Tumpah Memudahkan Orang Tua, Bukan Bayi

Di dalam tutupnya ada lembaran karet berbelah yang menahan cairan sampai bayi mengisap. Lantai tetap kering. Tas tidak basah. Namun bayi mendapat cairan lewat isapan, bukan lewat kendali sendiri. Dengan begitu bayi tidak belajar mengatur jumlah yang masuk, dan pola mengisap seperti pada dot terus bertahan.

Lembaran itu menahan sisa susu di lipatannya, sehingga katup yang tidak dicopot saat dicuci cepat berbau. Untuk gelas berkatup, pastikan katupnya bisa dicopot. Gelas yang sama kemudian dipakai tanpa katup setelah bayi paham caranya, jadi satu gelas melayani dua tahap.

Gelas berkatup dengan aliran lambat tetap masuk kategori ini. Aliran lambat membantu pada hari pertama, dan tujuan akhirnya adalah memakai gelas tanpa pengatur aliran sama sekali.

Bahan dan Jumlah Bagian yang Harus Dicuci

Bahan yang aman dan awet

Cari simbol gelas dan garpu pada kemasan, tanda bahwa bahannya dibuat untuk bersentuhan dengan makanan. Stainless steel tahan banting dan tidak menyimpan bau, tetapi sedotan dan tutupnya tetap dari silikon atau plastik. Silikon lentur dan aman digigit, tetapi mudah menyerap bau makanan bersantan atau berbumbu bila gelas dipakai juga untuk kuah. Plastik PP ditandai segitiga daur ulang dengan angka 5, ringan dan murah, namun lebih cepat tergores.

Tuang cairan yang sudah dingin ke gelas plastik dan silikon, dan ikuti batas suhu yang tertulis pada kemasan.

Hitung bagian yang menunggu di bak cuci

Gelas terbuka hanya satu bagian. Gelas sedotan terdiri dari tiga: badan, tutup berkaret, dan sedotan. Gelas berkorong atau berkatup bisa empat hingga lima. Untuk tiga kali minum sehari, itu berarti 3, 9, dan 12 hingga 15 bagian yang dicuci setiap hari. Selisih itu membuat gelas dengan bagian terbanyak paling mudah terlupakan di dasar tas dan berbau.

Cuci segera setelah dipakai karena sisa susu cepat berbau di lipatan tutup. Sikat pembersih sedotan yang kecil dibutuhkan untuk gelas sedotan, dan semua bagian dikeringkan sampai tidak ada air yang menggenang sebelum dirakit kembali.

Uji Bocor dan Uji Pegang Sebelum Dipakai Bayi

Isi gelas berpenutup separuh dengan air, pasang tutup, balikkan di atas selembar tisu selama satu menit, lalu kocok sepuluh kali. Gelas sedotan tanpa katup memang menetes saat dibalik, dan itu bukan cacat. Rembesan di sambungan antara badan dan tutup adalah cacat, dan tisu akan menunjukkannya.

Uji pegang: ukur lebar telapak tangan bayi dengan penggaris. Badan gelas yang lebih lebar dari telapak itu hanya bisa dipegang dengan dua tangan, dan bayi akan menjatuhkannya. Tarik sedotan, karet, dan katup dengan keras; bagian apa pun yang lepas dengan mudah bisa masuk ke mulut bayi. Setelah gelas pernah jatuh keras, periksa retak halus di sekeliling tepi dan sambungan.

Isi Gelas: Air Putih di Sela Makan, Susu Tetap dari Payudara atau Botol

Gelas latihan cocok diisi air putih matang yang sudah dingin, ditawarkan di sela makan dan camilan. Tujuannya melatih keterampilan minum, bukan menggantikan ASI atau susu formula, yang tetap menjadi minuman utama bayi. Susu boleh sesekali diberikan lewat gelas dalam sesi berlatih yang singkat, selama bayi tetap duduk tegak.

Hindari teh manis, sirup, dan jus kemasan sebagai isi gelas latihan. Gula dari minuman ini tertinggal di permukaan gigi, dan gelas yang dibawa bayi sepanjang hari memperpanjang waktu gigi terendam. Gula yang menempel pada gigi adalah penyebab utama gigi berlubang pada anak kecil.

Perjalanan dan Gelas Berkatup yang Dibatasi

Di dalam mobil atau di atas ojek, gelas terbuka tidak mungkin dipakai, dan di sinilah gelas berkatup berguna: sebagai gelas khusus perjalanan, bukan gelas latihan. Berikan minum saat kendaraan berhenti, bukan saat melaju, karena guncangan membuat bayi lebih mudah tersedak. Jangan biarkan bayi merangkak atau berjalan sambil menggigit sedotan atau corong, sebab jatuh dengan benda keras di mulut dapat melukai.

Botol dan Gelas Corong Pensiun Bertahap

Rumah sakit anak SickKids di Toronto menyatakan anak sebaiknya sudah lepas sepenuhnya dari botol pada usia 18 bulan. Jalan menuju ke sana adalah mengganti sesi botol satu per satu dengan sesi gelas. Gelas corong yang dipakai sebagai jembatan perlu pensiun sebelum menjadi kebiasaan baru, digantikan gelas terbuka atau gelas sedotan.

Gelas dengan corong yang sudah tergigit, retak, atau berubah bentuk dibuang. Serpihan kecil dari silikon atau plastik yang mengelupas dapat tertelan.

Kesimpulan

Satu gelas terbuka kecil dan satu gelas sedotan tanpa katup sudah cukup untuk memulai, dan keduanya hanya menambah empat bagian di bak cuci. Gelas corong lunak masuk daftar hanya untuk bayi yang menolak keduanya, sedangkan katup dipertahankan di tas perjalanan. Bila anggaran hanya cukup untuk satu gelas, pilih gelas terbuka kecil yang tepinya halus.

Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.

Pertanyaan / Jawaban

Umur berapa bayi boleh mulai memakai gelas latihan minum?

Ukurannya adalah kesiapan, bukan tanggal. Bayi yang sudah duduk tegak dengan sedikit sandaran, memegang benda dengan dua tangan, dan memasukkannya ke mulut siap mencoba, dan tanda itu muncul berbarengan dengan MPASI di usia sekitar 6 bulan. Bayi berusia 6 bulan yang masih terkulai saat didudukkan sebaiknya menunggu sampai punggungnya tegak. Mulailah dengan dua sendok makan air putih matang yang sudah dingin, saat bayi duduk di kursi makan dengan pengaman terpasang. Hentikan sesi begitu bayi memalingkan wajah, lalu coba lagi pada waktu makan berikutnya. Gelas pertama sebaiknya sudah dipilih dan diuji bocor sebelum hari itu tiba, supaya sesi pertama tidak terganggu oleh tutup yang rembes.

Mana yang lebih baik untuk bayi 6 bulan, gelas terbuka atau gelas sedotan?

Keduanya baik, dan pilihannya bergantung pada sifat bayi Anda. Bayi yang tenang dan menerima tumpahan cocok dengan gelas terbuka, karena hanya satu bagian dan sangat mudah dicuci. Bayi yang cepat kesal oleh air yang menetes ke dagu lebih terbantu oleh sedotan, dengan cara menutup ujung atas sedotan memakai jari sampai tetesan pertama sampai di bibirnya. Kedua gelas dipakai dengan bayi duduk tegak di kursi makan dan diisi dua sendok makan dulu, sekitar 30 ml, supaya tumpahan tidak berarti. Untuk satu gelas saja, pilih gelas terbuka kecil yang tepinya halus. Untuk dua gelas, tambahkan gelas sedotan yang sedotannya bisa dicabut dan disikat.

Apakah gelas corong merusak gigi atau memperlambat bicara?

Gelas corong tidak otomatis merusak, tetapi cara memakainya yang menentukan. Corong keras menekan lidah, dan gelas yang dibawa sepanjang hari berisi susu atau minuman manis membuat gigi terendam gula selama itu. Corong silikon lunak yang dipakai pada waktu makan sebagai jembatan dari botol jauh lebih ringan risikonya. Untuk gelas corong keras yang sudah terlanjur dimiliki, pakai hanya pada waktu makan dengan isi air putih matang yang sudah dingin, lalu gantikan dengan gelas terbuka atau gelas sedotan. Target akhirnya, bayi lepas dari botol pada usia 18 bulan.

Bagaimana cara mengajari bayi minum dari sedotan?

Pakai gelas sedotan dengan sedotan lepas pasang. Isi sedikit air, masukkan sedotan, lalu tutup ujung atasnya dengan jari sampai cairan terangkat di dalam pipa. Dekatkan ujung bawah sedotan ke bibir bayi dan lepaskan jari, sehingga tetesan pertama masuk ke mulutnya. Ulangi beberapa kali pada tiap sesi di kursi makan, dengan bayi tetap duduk tegak. Bayi mengaitkan bibir yang menempel pada sedotan dengan datangnya air, lalu mulai menarik sendiri. Ujung silikon yang lunak aman bila ia menggigitnya, jadi gigitan di awal tidak perlu dilarang.

Bisakah ASI perah atau susu formula dipakai di gelas latihan?

Bisa untuk sesi latihan yang singkat, selama bayi duduk tegak dan gelas dicuci segera sesudahnya. Meski begitu, isi gelas latihan yang paling cocok adalah air putih matang yang sudah dingin di sela makan, sedangkan ASI atau susu formula tetap menjadi minuman utama bayi dari payudara atau botol. Sesi dengan susu sebaiknya singkat dan tidak berlanjut sepanjang hari. Gelas yang pernah berisi susu perlu dicuci begitu selesai, karena sisa susu cepat berbau di lipatan tutup dan di dalam sedotan. Teh manis, sirup, dan jus kemasan tidak masuk gelas latihan sama sekali, sebab gulanya menempel pada gigi dan gelas yang dibawa seharian memperpanjang waktu gigi terendam.

Mengapa bayi hanya menggigit atau mengemut sedotan dan tidak minum?

Bayi yang sedang tumbuh gigi akan menggigit benda apa pun yang masuk ke mulutnya, dan sedotan silikon memang aman untuk itu. Setelah beberapa sesi yang hanya berisi gigitan, ulangi cara menutup ujung atas sedotan dengan jari agar tetesan pertama masuk ke mulut. Bayi yang menolak sedotan dan tepi gelas terbuka sekaligus kemungkinan masih terlalu terikat pada dot sepanjang hari. Untuk bayi seperti itu, gelas corong silikon lunak tanpa katup menjadi langkah perantara, lalu kembali ke gelas terbuka atau sedotan.

Perlukah gelas khusus untuk perjalanan di samping gelas latihan di rumah?

Untuk perjalanan dengan mobil atau ojek, perlu, karena gelas terbuka pasti tumpah. Gelas berkatup yang katupnya bisa dicopot menjadi pilihan cocok: di perjalanan dipakai dengan katup, di rumah dipakai tanpa katup setelah bayi paham. Berikan minum saat kendaraan berhenti, dan jangan biarkan bayi merangkak atau berjalan sambil menggigit sedotan atau corong. Hitung juga bagian yang bertambah: gelas berkatup bisa terdiri dari empat hingga lima bagian, jadi tiga kali minum sehari berarti 12 hingga 15 bagian untuk dicuci.

Berapa gelas yang sebenarnya perlu dibeli untuk bayi baru MPASI?

Dua gelas cukup untuk mulai: satu gelas terbuka kecil berkapasitas sekitar 60 hingga 100 ml dan satu gelas sedotan. Bila bayi menolak keduanya karena masih terbiasa dengan dot, tambah satu gelas corong silikon lunak sebagai jembatan. Gelas berkatup baru masuk daftar untuk keluarga yang rutin bepergian dengan kendaraan, misalnya antar jemput harian dengan ojek. Tiga kali minum sehari dengan dua gelas berarti 3 bagian untuk gelas terbuka dan 9 untuk gelas sedotan, jadi 12 bagian per hari, jumlah yang masih terkejar di bak cuci.

Tertarik dengan produk ini?

Temukan harga terbaik di Shopee

Belanja Sekarang di Shopee

Artikel Terkait tentang Ibu & Anak

Ibu & Anak

Cara Memilih Pagar Pengaman Bayi untuk Tangga dan Pintu

Pagar sekrup, bukan pagar tekan, yang aman di puncak tangga. Ukur jarak batang, tinggi, dan celah lantai dengan penggaris sebelum memilih pagar pengaman bayi untuk rumah Anda.

12 min
Ibu & Anak

Cara Memilih Kotak Bekal Anak yang Tidak Bocor dan Mudah Dicuci

Bocor lebih sering berasal dari karet tutup daripada bahan. Periksa kunci, sekat, ukuran isi, dan cara mencuci kotak bekal anak sebelum memilih plastik PP, baja, atau kaca.

13 min
Ibu & Anak

Cara Memilih Wadah Penyimpanan ASI Perah yang Aman dan Hemat Tempat

Pelajari cara memilih wadah penyimpanan ASI perah: kantong, botol kaca, atau plastik keras, lengkap dengan ukuran isi per kali minum, ruang freezer, dan aturan simpan yang aman.

12 min
Ibu & Anak

Cara Memilih Termometer Bayi yang Akurat Sesuai Usia

Termometer paling akurat untuk bayi ditentukan cara pakai sesuai usia, bukan harga. Bayi di bawah tiga bulan butuh termometer rektal, bukan termometer dahi atau telinga.

10 min
Lihat semua artikel Ibu & Anak →