Cara Memilih Plester Jerawat yang Menyerap Nanah dan Tidak Lepas Saat Tidur
Jerawat Harus Sudah Pecah atau Bernanah di Permukaan
Pilih plester jerawat hidrokoloid polos yang sedikit lebih lebar daripada jerawatnya, dengan perekat yang kuat untuk dipakai semalam. Plester ini hanya menyerap cairan dari jerawat yang sudah terbuka atau berkepala nanah, dan bahan tambahan seperti asam salisilat belum terbukti membuatnya lebih manjur.
Plester jerawat berasal dari pembalut luka hidrokoloid, bahan getah kenyal yang menyerap cairan dan menjaga luka tetap lembap. Ia bekerja seperti pembalut, bukan seperti obat. Ia menyerap nanah dan cairan bening yang sudah keluar dari jerawat, menutupnya dari debu, dan menghalangi jari Anda memencetnya lagi.
Ia tidak menyedot isi pori yang masih tertutup. Anggapan bahwa plester menarik kotoran dari dalam kulit tidak didukung bukti, dan jerawat tanpa cairan di permukaan memang tidak punya apa-apa untuk diserap. Di sinilah sebagian besar kekecewaan bermula: plester ditempel pada benjolan merah yang keras, dipakai semalam, lalu hasilnya hampir tidak terlihat.
Pilihan yang masuk akal karena itu terdiri dari dua keputusan terpisah. Keputusan pertama menyangkut jerawat mana yang pantas ditempel. Keputusan kedua menyangkut plester mana yang cukup lengket, cukup tebal, dan cukup lebar untuk bertahan 8 hingga 12 jam di wajah yang berminyak dan sering terkena bantal.
Perbedaan antarmerek jauh lebih kecil daripada perbedaan antara jerawat yang tepat dan yang salah. Plester yang bagus pada jerawat yang salah tetap tidak berguna, sedangkan plester biasa pada jerawat pecah sudah memberi hasil.
Soal pembelian, plester jerawat termasuk barang kecil yang mudah dibeli berulang kali. Membeli kemasan berbeda setiap kali ingin mencoba merek baru justru memboroskan, karena yang perlu dinilai adalah ukuran, tebal, dan daya rekat, bukan gambar di kemasannya. Tiga sifat itu bisa Anda ukur sendiri di rumah, dan kemasan yang cocok langsung terasa dalam satu atau dua pemakaian.
Jerawat yang paling cocok ditempel punya ciri yang terlihat dari cermin: ada kepala putih atau kuning, ada cairan yang sudah merembes, atau kulitnya baru terbuka. Benjolan yang keras dan rata dengan kulit belum siap. Menunggu satu atau dua hari sampai jerawat berkepala lebih berguna daripada menempel plester terlalu cepat dan menghabiskan isi kemasan.
Cara Kerja Bahan Hidrokoloid pada Luka Terbuka
Yang Diserap dan yang Tidak
Hidrokoloid menyerap cairan lalu mengembang menjadi gel di atas luka. Selama fase itu permukaan jerawat tetap lembap, dan kulit baru tumbuh lebih mudah di lingkungan yang lembap daripada di kerak kering. Cairan yang ditarik hanya cairan yang sudah keluar: nanah, cairan bening, dan sedikit minyak.
Tanda bahwa plester sudah menyerap adalah bagian tengahnya berubah putih dan agak menggembung. Warna putih itu gel yang jenuh air. Itu bukan kotoran yang keluar dari pori. Setelah seluruh bagian tengah putih dan tepi mulai terangkat, plester sudah selesai bekerja dan boleh dilepas.
Bukti yang Ada Masih Kecil
Penelitian tentang plester jerawat berskala kecil dan berjangka pendek. Satu uji acak selama 14 hari pada peserta berusia 12 hingga 35 tahun, yang baru dilaporkan sebagai ringkasan konferensi, mendapati jerawat yang sudah pecah membaik sejak hari pertama. Jerawat tertutup juga membaik, tetapi lebih lambat dan lebih sedikit. Anggap plester sebagai pembalut yang masuk akal untuk satu jerawat, bukan sebagai pengobatan untuk seluruh wajah.
Satu manfaat lain lebih mudah dipercaya karena mekanismenya jelas. Jerawat yang tertutup tidak bisa dipencet. Setiap pencetan dan korekan memperbesar luka, jadi penghalang fisik saja sudah berguna.
Jerawat yang Cocok Ditempel dan yang Sebaiknya Dilewati
Jerawat Pecah, Berkepala Nanah, atau Baru Dikeluarkan
Papul dan pustul yang sudah terbuka adalah sasaran terbaik. Jerawat berkepala putih yang sudah mengeluarkan cairan juga cocok, begitu pula jerawat yang baru dikeluarkan isinya oleh tenaga kesehatan dan meninggalkan luka kecil basah. Di permukaannya harus ada cairan yang bisa diserap.
Jerawat Tertutup, Komedo, dan Benjolan Dalam
Komedo hitam dan komedo putih yang tertutup tidak mengeluarkan cairan. Plester tidak punya pekerjaan di sana. Benjolan dalam yang nyeri dan tidak berkepala sama saja. Tidak ada yang bisa diserap. Memasang plester pada benjolan seperti ini aman, tetapi Anda hanya membuang plester dan menunda perawatan yang benar.
Jerawat banyak yang tersebar di dahi, pipi, atau punggung juga bukan urusan plester. Plester menolong satu titik pada satu waktu dan tidak mencegah jerawat baru muncul. Untuk jerawat yang meradang di banyak titik, perawatan oles atau minum yang dipilih bersama dokter kulit tetap menjadi dasarnya, dan plester hanya pelengkap.
Ukuran yang Menutup sampai Tepi Sehat
Ukur jerawat Anda dengan penggaris di depan cermin. Lebarnya yang penting. Jerawat bernanah dengan lebar 5 mm membutuhkan plester berdiameter sekitar 9 mm, yaitu 5 mm ditambah sisa 2 mm di kiri dan 2 mm di kanan. Sisa itu menjaga tepi perekat menempel pada kulit sehat, bukan pada kulit yang basah oleh cairan jerawat.
Plester yang pas-pasan di atas jerawat akan lepas dari tepi karena cairan merembes ke bawah perekat. Plester yang terlalu besar, misalnya 16 mm untuk jerawat 5 mm, justru menempel pada lipatan kulit dan mudah terlepas saat Anda menggerakkan wajah. Kemasan yang menyediakan dua atau tiga ukuran lebih berguna daripada kemasan berukuran seragam.
Bentuk bulat cukup untuk pipi dan dagu. Bentuk yang lebih lonjong atau bersudut tumpul membantu pada sudut hidung dan garis rahang karena tepi lancipnya tidak mudah terangkat.
Tebal dan Tipis Menentukan Waktu Pakai
Plester tebal menampung lebih banyak cairan sebelum jenuh. Karena itu plester tebal lebih cocok untuk semalam, apalagi bila jerawat masih mengeluarkan nanah. Plester sangat tipis cepat menjadi putih penuh, kehilangan daya lekatnya, dan terangkat pada bagian tepi setelah beberapa jam.
Siang hari lain ceritanya. Plester tipis hampir tidak terlihat, dan riasan tipis bisa dipoleskan di atasnya setelah menempel rapat. Plester tebal membentuk tonjolan yang terlihat jelas dari samping dan sulit disamarkan.
Untuk satu jerawat bernanah yang aktif, pakai plester tebal pada malam hari dan lepaskan pada pagi hari. Untuk jerawat yang sudah kering dan hanya perlu dilindungi dari tangan Anda, plester tipis sudah cukup. Dua kebutuhan itu tidak harus dilayani plester yang sama.
Perekat yang Bertahan di Kulit Berminyak dan Berkeringat
Perekat menempel buruk pada kulit yang lembap, berminyak, atau penuh krim. Cuci wajah dengan pembersih, keringkan sampai benar-benar kering, dan pasang sebelum mengoleskan pelembap di sekitar jerawat. Krim atau obat oles di bawah plester membuat tepinya licin dan plester terlepas sebelum pagi.
Di kamar yang panas atau tanpa pendingin, keringat tengkuk dan pelipis menjadi musuh perekat. Tepi plester yang tebal dan tegas mudah tersangkut sarung bantal lalu terangkat, jadi plester bertepi tipis lebih aman untuk tidur miring.
Obat jerawat oles tetap bisa dipakai pada kulit di sekitar plester, asalkan tidak menyentuh bagian yang akan ditempel. Oleskan obat setelah plester dilepas, bukan sebelum menempel.
Plester Berbahan Aktif Belum Terbukti Lebih Baik
Asam Salisilat, Minyak Pohon Teh, dan Niasinamida
Sebagian plester dilengkapi bahan aktif yang diharapkan mengeringkan atau menenangkan jerawat. Bahan seperti asam salisilat dan minyak pohon teh dapat mengiritasi kulit yang sudah meradang, sedangkan data yang menunjukkan plester bermedikasi bekerja lebih baik daripada plester polos belum cukup. Anda menanggung risiko iritasi tanpa jaminan hasil yang lebih baik.
Untuk kulit yang mudah kemerahan, pilih plester polos tanpa bahan aktif. Pemakai asam salisilat di wajah yang tidak bereaksi boleh mencoba plester bermedikasi satu kali pada satu jerawat sebelum membeli kemasan besar.
Plester dengan Jarum Mikro
Jenis ini punya titik runcing sangat kecil di sisi perekat untuk membantu bahan aktif masuk ke jerawat yang lebih dalam. Cara kerjanya menembus lapisan atas kulit, jadi jari dan wajah harus bersih sebelum dipasang. Buktinya bahkan lebih sedikit daripada plester polos, dan kulit yang sedang meradang adalah tempat yang kurang tepat untuk percobaan.
Warna Bening, Warna Kulit, dan Bergambar
Plester bening paling mudah dipantau karena Anda melihat perubahan putihnya. Plester warna kulit membaur lebih baik di siang hari, sedangkan yang bergambar hanya soal selera dan tidak mengubah kerjanya. Kualitas bahannya yang menentukan, bukan penampilannya.
Memasang dan Melepas tanpa Melukai Kulit
Cara Memasang
Cuci tangan dan wajah. Keringkan dengan handuk bersih yang ditepuk, bukan digosok. Lepaskan plester dari lembarannya dengan menyentuh tepinya saja, tempelkan tepat di tengah jerawat, dan tekan dengan ujung jari selama beberapa detik sehingga hangat tangan membantu perekat melekat. Jangan menggeser plester setelah menempel karena perekat sudah mulai menyatu dengan kulit.
Jangan pecahkan jerawat lebih dulu agar plester punya sesuatu untuk diserap. Jerawat yang dipencet sendiri melukai kulit di sekitarnya dan memperbesar bekas. Tempel hanya pada jerawat yang sudah terbuka dengan sendirinya.
Cara Melepas
Angkat satu tepi pelan-pelan, lalu tarik sejajar dengan kulit, bukan tegak lurus ke atas. Saat perekat melekat kuat, basahi tepinya dengan air hangat atau tekan kapas basah selama beberapa detik. Menarik plester kering dengan cepat dapat ikut mengelupas lapisan kulit tipis yang baru terbentuk.
Setelah plester lepas, bersihkan sisa gel putih dengan air biasa. Plester baru pada jerawat yang sama hanya dipasang saat jerawat itu masih mengeluarkan cairan.
Isi Kemasan dan Pemakaian Mingguan
Hitung dulu berapa jerawat yang biasanya Anda tempel dalam seminggu. Dengan rata-rata 4 jerawat, kemasan isi 36 lembar bertahan sekitar 9 minggu karena 36 dibagi 4 sama dengan 9, sedangkan kemasan isi 12 lembar habis dalam 3 minggu. Kemasan besar baru menguntungkan setelah Anda memakainya sampai habis.
Perhatikan juga isi per ukuran. Kemasan besar yang seluruhnya berukuran kecil tidak berguna untuk jerawat lebar, dan kemasan campuran lebih fleksibel. Mulailah dari kemasan kecil bila belum pernah memakai, karena perekat yang tidak cocok baru ketahuan setelah dipakai.
Gatal, Merah, dan Tanda untuk ke Dokter Kulit
Perekat dapat memicu iritasi atau alergi pada sebagian orang. Tempelkan satu potong kecil di lengan bagian dalam selama satu malam sebelum memakainya di wajah. Kemerahan, gatal, atau bentol di bawah potongan itu berarti plester tidak cocok dengan kulit Anda.
Merah yang meluas melewati tepi jerawat setelah plester dilepas adalah tanda perekat bermasalah. Berhentilah memakai merek itu dan beralih ke plester polos tanpa bahan aktif. Jerawat yang membesar, nyeri hebat, bernanah di banyak titik, atau meninggalkan cekungan dan bekas gelap perlu diperiksa dokter kulit. Plester tidak dirancang untuk keadaan seperti itu.
Kesimpulan
Jerawat yang basah dan terbuka mendapat manfaat dari plester hidrokoloid polos yang lebih lebar 4 mm dari jerawatnya, sedangkan benjolan keras tanpa cairan tidak. Untuk malam, ambil plester yang tebal dengan perekat kuat. Untuk pagi, ambil yang tipis, dan jangan menambah bahan aktif kecuali kulit Anda terbukti tahan.
Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap di Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Bisakah plester jerawat menyedot nanah dari jerawat yang belum pecah?
Tidak. Plester hanya menyerap cairan yang sudah ada di permukaan, jadi jerawat tertutup tanpa kepala nanah tidak memberinya apa-apa untuk diserap. Ambil contoh benjolan merah yang keras di dagu dan tidak berkepala: plester di atasnya hanya melindungi dari jari Anda sendiri. Tunggu sampai jerawat itu berkepala dan mengeluarkan cairan sebelum menempelkan plester, dan jangan memecahkannya sendiri supaya plester punya sesuatu untuk diserap. Untuk benjolan yang tetap tertutup dan nyeri, perawatan lain yang dipilih bersama dokter kulit lebih tepat daripada menghabiskan isi kemasan.
Berapa jam plester jerawat boleh menempel di wajah?
Untuk jerawat bernanah, tempelkan semalam, sekitar 8 hingga 12 jam, lalu lepas ketika bagian tengahnya sudah putih dan tepinya mulai terangkat. Tidur pukul 23.00 dan bangun pukul 06.00 hanya memberi 7 jam, jadi pilih plester tebal supaya penyerapan tetap berjalan sepanjang malam. Plester yang terlepas lebih awal karena keringat diganti baru hanya jika jerawatnya masih basah, dan harus ditempel pada kulit yang bersih dan kering. Jerawat yang sudah kering tidak perlu ditempel lagi, dan jerawat yang belum berkepala juga belum siap; menunggu satu atau dua hari lebih berguna. Pada malam berikutnya, lihat dulu apakah masih ada cairan di permukaannya; jika tidak ada, biarkan kulit terbuka dan jangan memasang plester baru hanya karena kemasannya masih penuh.
Mana yang lebih baik, plester jerawat polos atau yang mengandung asam salisilat?
Pilih yang polos lebih dulu. Data bahwa plester bermedikasi bekerja lebih baik belum cukup, sedangkan asam salisilat dan minyak pohon teh dapat mengiritasi kulit yang sedang meradang. Untuk wajah yang cepat merah, plester polos adalah titik awal yang paling aman. Pemakai asam salisilat di wajah yang tidak pernah bereaksi boleh mencoba satu kali pada satu jerawat sebelum membeli kemasan besar. Untuk kulit yang gampang merah, kemasan kecil berplester polos lebih masuk akal sebagai pembelian pertama, karena cocok tidaknya perekat baru ketahuan setelah dipakai.
Bagaimana memakai plester jerawat bersama obat jerawat oles?
Oleskan obat pada kulit di sekitar jerawat, jangan di bawah bagian yang akan ditempel, karena krim membuat tepi perekat licin dan plester terlepas sebelum pagi. Pada malam hari, bersihkan wajah, keringkan, tempel plester pada jerawat yang sudah pecah, lalu oleskan obat hanya di sekitarnya. Pada pagi hari, lepas plester, bersihkan sisa gel, lalu oleskan obat seperti biasa. Bagi pemilik jerawat meradang yang tersebar, rutinitas dari dokter kulit tetap dijalankan, sebab plester hanya menutup satu titik pada satu waktu.
Mengapa plester jerawat cepat lepas padahal sudah ditempel dengan benar?
Penyebab yang paling mudah dicek adalah kulit yang belum kering, krim di bawah perekat, atau ukuran yang pas-pasan sehingga cairan merembes dari tepi. Ukur jerawat dengan penggaris: jerawat 5 mm membutuhkan plester sekitar 9 mm. Jika ukuran dan kulit sudah benar, periksa tepinya. Tepi yang tebal dan tegas tersangkut sarung bantal pada orang yang tidur miring, sedangkan tepi yang menipis halus lebih tahan. Keringat tengkuk dan pelipis di kamar panas ikut melemahkan perekat. Di kamar tanpa pendingin, pilih plester bertepi tipis dan tidur dengan wajah yang sudah kering dari keringat sebelum menempel.
Bagaimana melepas plester jerawat yang menempel terlalu kuat?
Angkat satu tepi pelan-pelan, lalu tarik sejajar dengan kulit, bukan tegak lurus ke atas. Perekat yang melekat kuat dilunakkan dengan air hangat atau kapas basah yang ditekan beberapa detik di tepinya. Menarik plester kering dengan cepat dapat ikut mengelupas lapisan kulit tipis yang baru terbentuk di bawah jerawat yang sedang sembuh. Sisa gel putih dibersihkan dengan air biasa, dan plester baru hanya dipasang saat jerawat itu masih mengeluarkan cairan. Bagian tengah yang sudah putih tanda plester boleh dilepas.
Bisakah plester jerawat dipakai di bawah riasan pada siang hari?
Bisa, dengan plester tipis yang menempel rapat. Pasang pada kulit yang bersih dan kering, tekan beberapa detik, lalu poleskan riasan tipis di atas dan di sekitarnya. Plester tebal membentuk tonjolan yang terlihat dari samping, jadi simpan untuk malam hari. Perhatikan juga bahwa plester tipis cepat berubah putih ketika jerawat masih mengeluarkan nanah, sehingga ia perlu dilihat lagi setelah beberapa jam. Jerawat yang sudah kering dan hanya perlu dijauhkan dari jari cocok dengan cara ini, karena plester tipis tidak perlu menampung banyak cairan.
Apakah aman memakai plester jerawat setiap malam?
Aman selama setiap plester menutup jerawat yang masih basah, bukan kulit sehat; menutup kulit mulus tidak memberi manfaat apa pun dan hanya menambah paparan terhadap perekat. Tempelkan satu potong kecil di lengan bagian dalam selama satu malam sebelum memakainya di wajah; kemerahan, gatal, atau bentol di bawahnya berarti perekat tidak cocok. Merah yang meluas melewati tepi jerawat juga alasan untuk berhenti dan beralih ke plester polos merek lain. Jerawat yang membesar, nyeri hebat, atau meninggalkan cekungan dan bekas gelap perlu diperiksa dokter kulit, sebab plester tidak dirancang untuk keadaan seperti itu.