Concealer: Shade dan Undertone yang Menentukan Hasil Alami atau Belang
Penyebab Umum Concealer Terlihat Belang
Concealer yang terlihat belang hampir selalu disebabkan oleh salah satu dari dua kesalahan: shade yang terlalu terang dari warna kulit natural yang menghasilkan efek highlight bukan coverage, atau undertone yang salah yang menciptakan kontras dengan warna kulit meski shade-nya mendekati tepat. Concealer yang shade-nya hanya setengah hingga satu shade lebih terang dari warna kulit natural memberikan tampilan yang jauh lebih natural dari concealer yang dua atau tiga shade lebih terang, yang tidak "mencerahkan" area under-eye tetapi malah menciptakan area putih yang terlihat tidak menyatu.
Mengapa Shade dan Undertone Adalah Dua Variabel yang Tidak Bisa Dievaluasi Secara Terpisah
Kesalahan yang paling umum dalam memilih concealer adalah mengevaluasi shade (kedalaman warna) secara terpisah dari undertone, padahal keduanya bekerja bersama untuk menentukan apakah concealer terlihat menyatu dengan kulit atau menciptakan efek belang. Concealer yang shade-nya tepat tetapi undertone-nya salah bisa terlihat lebih aneh dari concealer yang shade-nya sedikit meleset tetapi undertone-nya selaras.
Cara Shade dan Undertone Bekerja Bersama
Shade atau depth adalah kedalaman warna dari gelap ke terang, yang diukur dalam skala yang berbeda-beda antar merek tetapi yang secara esensial bergerak dari light ke medium ke tan ke deep ke rich. Shade yang tepat memastikan concealer tidak terlalu gelap (yang membuatnya terlihat seperti bayangan) atau terlalu terang (yang membuatnya terlihat seperti highlighter putih di area yang ingin disembunyikan). Undertone adalah nada warna yang mendasari shade tersebut, yang bergerak dari cool (pink, merah muda, kebiruan) ke neutral ke warm (kuning, peachy, keemasan).
Undertone yang salah menciptakan clash dengan undertone kulit yang menghasilkan concealer yang terlihat abu-abu, oranye, atau hijau di kulit meski shade-nya sudah mendekati tepat. Analogi yang membantu: bayangkan dua kain putih, satu dengan undertone pink dan satu dengan undertone kuning. Keduanya bisa disebut "putih" dalam shade tetapi keduanya terlihat sangat berbeda satu sama lain dan akan menyatu dengan latar belakang yang berbeda. Hal yang sama terjadi dengan concealer.
Mengapa Area Under-Eye Memerlukan Pertimbangan yang Berbeda dari Area Lain
Area under-eye memiliki karakteristik yang berbeda dari area lain di wajah yang membuatnya memerlukan pendekatan yang berbeda dalam pemilihan concealer. Dark circle di bawah mata berasal dari beberapa penyebab yang berbeda seperti yang sudah dibahas dalam artikel tentang krim mata, dan masing-masing memerlukan pendekatan yang sedikit berbeda. Dark circle dari vaskularisasi yang terlihat melalui kulit tipis memiliki nada biru-ungu. Dark circle dari hiperpigmentasi memiliki nada cokelat. Dark circle dari bayangan karena tear trough yang dalam memiliki nada abu-abu dari bayangan. Nada dark circle yang berbeda ini berarti tidak ada satu undertone concealer yang bekerja sama baiknya untuk semua jenis dark circle. Concealer dengan undertone yang mengandung sedikit peach atau orange bisa efektif menetralisir dark circle biru-ungu dari vaskularisasi pada kulit medium hingga gelap, sementara concealer dengan undertone yang lebih netral atau sedikit pink lebih sesuai untuk dark circle cokelat dari hiperpigmentasi pada kulit terang.
Mengapa Concealer untuk Blemish Berbeda dari Concealer untuk Under-Eye
Banyak pengguna menggunakan satu concealer untuk semua tujuan, padahal kebutuhan shade dan undertone yang optimal untuk menutupi blemish berbeda dari yang optimal untuk under-eye. Untuk blemish (jerawat aktif, bekas jerawat, atau noda merah), concealer yang shade-nya identik atau sangat mendekati warna kulit di area sekitarnya bekerja paling baik karena tujuannya adalah menyamarkan blemish agar menyatu dengan kulit di sekitarnya. Concealer yang lebih terang dari warna kulit sekitar yang diaplikasikan ke blemish hanya menggantikan titik gelap dengan titik terang yang sama-sama terlihat tidak natural.
Untuk under-eye, sedikit lebih terang dari warna kulit bisa justified karena dua alasan: pertama, area under-eye yang cekung secara natural menerima lebih sedikit cahaya dan cenderung terlihat lebih gelap dari area sekitarnya bahkan tanpa dark circle; kedua, efek brightening yang sedikit dari concealer yang lebih terang bisa memberikan tampilan yang lebih segar jika diaplikasikan dengan teknik yang tepat dan dalam shade yang tidak terlalu jauh dari warna kulit natural.
Cara Mengidentifikasi Undertone Kulit dengan Akurat
Metode yang Memberikan Informasi yang Paling Akurat
Ada beberapa metode yang sering dikutip untuk mengidentifikasi undertone kulit, dengan tingkat akurasi yang berbeda. Metode pembuluh darah di pergelangan tangan: periksa warna pembuluh darah di pergelangan tangan di bawah cahaya natural (bukan cahaya buatan yang bisa mengubah persepsi warna). Pembuluh darah yang tampak biru atau ungu mengindikasikan undertone cool. Pembuluh darah yang tampak hijau mengindikasikan undertone warm. Pembuluh darah yang tampak kombinasi biru dan hijau mengindikasikan undertone neutral. Metode ini memberikan indikasi yang cukup baik tetapi tidak sempurna karena cahaya dan kondisi kulit bisa mempengaruhi persepsi warna.
Metode logam: perhatikan apakah perhiasan emas atau perak yang terlihat lebih flattering di kulit. Perak yang lebih flattering mengindikasikan undertone cool. Emas yang lebih flattering mengindikasikan undertone warm. Keduanya sama-sama flattering mengindikasikan undertone neutral. Metode ini lebih subjektif tetapi bisa memberikan konfirmasi dari metode lain. Metode shade yang sudah diketahui tepat: jika sudah memiliki foundation atau produk lain yang shade-nya sudah terbukti tepat untuk kulit, identifikasi undertone dari produk tersebut (yang umumnya tercantum dalam nama shade seperti N untuk neutral, C atau P untuk cool atau pink, W atau Y untuk warm atau yellow) memberikan referensi yang paling langsung.
Metode paling akurat: evaluasi warna kulit di area yang terhindar dari paparan matahari seperti bagian dalam lengan atas atau bagian dalam pergelangan tangan. Kulit yang sangat jarang terpapar matahari menunjukkan undertone natural yang tidak termodifikasi oleh tanning atau kemerahan dari paparan UV.
Undertone Kulit Asia Tenggara yang Sering Salah Dievaluasi
Kulit dengan warna medium hingga tan yang umum di Indonesia dan Asia Tenggara secara umum sering memiliki undertone yang lebih kompleks dari yang terlihat di permukaan. Kulit yang tampak cokelat keemasan dari tanning bisa memiliki undertone dasar yang cool atau neutral yang tertutup oleh efek tanning. Mengidentifikasi undertone dari kulit yang sering terpapar matahari perlu dilakukan di area yang tidak terpapar, bukan dari warna kulit overall yang dipengaruhi tanning. Ini penting karena concealer yang dipilih berdasarkan warna kulit yang sudah sangat tanning mungkin memiliki undertone warm yang tidak sesuai dengan undertone dasar yang lebih cool atau neutral.
Banyak kulit Asia Tenggara memiliki undertone yang mengandung komponen yellow dan olive secara bersamaan. Undertone olive adalah kombinasi dari yellow dan slight green yang menciptakan nada kulit yang khas yang tidak terwakili dengan baik oleh kategori cool, neutral, atau warm yang sederhana. Concealer yang diformulasikan dengan sedikit komponen yellow-green memberikan hasil yang lebih natural untuk kulit dengan undertone olive dari concealer yang murni warm (yellow) atau murni cool (pink).
Undertone yang Berubah di Berbagai Kondisi
Undertone kulit bisa tampak berbeda dalam kondisi yang berbeda yang bisa membingungkan evaluasi. Setelah paparan matahari, kemerahan sementara dari sunburn atau tanning bisa membuat kulit tampak lebih warm atau cool dari undertone dasarnya. Evaluasi undertone sebaiknya dilakukan ketika kulit dalam kondisi yang tidak baru terpapar matahari intensif. Dalam kondisi sakit atau kelelahan, kulit bisa tampak lebih abu-abu atau pucat yang bisa diinterpretasikan sebagai undertone cool padahal ini adalah perubahan sementara dari kondisi normal. Pencahayaan yang berbeda sangat mempengaruhi persepsi undertone: cahaya putih dari lampu LED modern bisa membuat kulit tampak lebih cool, sementara cahaya kuning dari lampu incandescent bisa membuat semua kulit tampak lebih warm. Evaluasi selalu di bawah cahaya natural atau cahaya yang mendekati natural.
Panduan Shade Matching yang Konkret
Shade untuk Concealer Under-Eye
Panduan umum yang sering dikutip adalah memilih concealer under-eye yang satu hingga dua shade lebih terang dari shade foundation atau warna kulit natural. Panduan ini valid sebagai titik mulai tetapi perlu disesuaikan berdasarkan kondisi spesifik. Untuk pengguna dengan dark circle yang sangat minimal atau hampir tidak ada: concealer yang shade-nya identik atau hanya setengah shade lebih terang dari foundation sudah memberikan coverage yang cukup untuk area yang hanya sedikit lebih gelap secara natural. Untuk pengguna dengan dark circle medium dari hiperpigmentasi atau vaskularisasi yang terlihat: satu shade lebih terang dari foundation memberikan brightening yang meaningful tanpa efek highlight yang berlebihan.
Untuk pengguna dengan dark circle yang sangat dalam dan sangat gelap: dua shade lebih terang bisa justified, tetapi setting dengan powder yang tepat dan teknik blending yang baik sangat penting untuk mencegah tampilan yang terlalu kontras dengan kulit sekitarnya. Butikstest sebelum membeli: aplikasikan concealer di area under-eye dan evaluasi dalam cahaya natural, bukan di dalam toko yang biasanya menggunakan cahaya buatan yang bisa memutihkan tampilan semua produk. Concealer yang tampak natural di dalam toko dengan cahaya terang sering terlihat terlalu terang di cahaya natural luar ruangan.
Shade untuk Concealer Blemish
Untuk concealer blemish, shade yang tepat adalah yang semaksimal mungkin mendekati warna kulit di area sekitar blemish, bukan satu atau dua shade lebih terang yang direkomendasikan untuk under-eye. Cara melakukan shade matching untuk blemish: swipe concealer di area yang berdekatan dengan blemish (bukan di atas blemish itu sendiri untuk evaluasi) dan periksa apakah warna menyatu atau terlihat lebih terang. Concealer yang paling tidak terlihat di area kulit normal adalah yang paling tepat shade-nya untuk menutupi blemish. Untuk blemish yang memiliki kemerahan yang signifikan (jerawat aktif atau bekas yang masih merah), color corrector hijau dalam lapisan sangat tipis sebelum concealer bisa membantu menetralisir kemerahan sebelum shade yang tepat diaplikasikan di atasnya. Color corrector tidak menggantikan concealer dalam shade yang tepat tetapi membantu mengurangi jumlah concealer yang diperlukan untuk menutupi warna merah yang kuat.
Shade Matching di Toko: Teknik yang Tepat
Shade matching di toko memerlukan teknik yang spesifik karena kondisi toko sering tidak ideal untuk evaluasi warna yang akurat. Aplikasikan concealer di area yang ingin ditutupi, bukan di punggung tangan atau bagian dalam pergelangan tangan yang sering disarankan. Warna kulit di punggung tangan sangat berbeda dari warna kulit di wajah, terutama di area under-eye yang biasanya lebih terang dari kulit tangan. Jika tidak bisa mencoba di wajah, area jaw di sisi wajah yang lebih dekat dengan leher memberikan referensi yang lebih akurat dari punggung tangan. Periksa di berbagai kondisi cahaya jika memungkinkan: di dalam toko di bawah cahaya artificial, kemudian di dekat pintu atau jendela di bawah cahaya natural. Perbedaan antara keduanya sering mengungkapkan undertone yang tidak terlihat di bawah cahaya artificial.
Color Correcting: Kapan Diperlukan dan Kapan Tidak
Apa itu Color Correcting dan Prinsip di Baliknya
Color correcting menggunakan prinsip roda warna: warna yang berlawanan di roda warna (warna komplementer) saling menetralisir. Orange dan peach menetralisir biru dan ungu. Hijau menetralisir merah. Kuning menetralisir ungu. Lavender atau pink menetralisir kuning yang berlebihan. Color corrector diaplikasikan dalam lapisan sangat tipis sebelum concealer atau foundation untuk menetralisir ketidakmerataan warna yang sangat signifikan yang sulit ditutupi hanya dengan concealer. Tujuannya adalah mengurangi intensitas masalah warna sehingga lebih sedikit concealer diperlukan untuk coverage yang memadai, menghasilkan tampilan yang lebih natural dari lapisan concealer yang sangat tebal.
Kapan Color Correcting Justified dan Kapan Tidak
Color correcting justified untuk kondisi yang spesifik. Dark circle yang berwarna biru-ungu yang sangat dalam pada kulit medium hingga gelap mendapat manfaat dari color corrector peach atau orange tipis sebelum concealer karena warna yang berlawanan menetralisir efisien. Kemerahan yang signifikan dan merata seperti rosacea atau scarring yang sangat merah mendapat manfaat dari color corrector hijau tipis. Hiperpigmentasi yang sangat kuning atau kecokelatan mendapat manfaat dari color corrector lavender yang menetralisir nada kuning berlebih. Color correcting tidak justified untuk: concealer yang shade dan undertone-nya sudah tepat (menambahkan lapisan color corrector tidak memberikan manfaat tambahan tetapi menambahkan ketebalan), dark circle yang tidak terlalu dalam yang bisa ditutupi dengan concealer shade yang tepat, dan pengguna yang tidak nyaman dengan lapisan makeup yang banyak.
Kesalahan umum dalam color correcting: mengaplikasikan color corrector dalam jumlah yang terlalu banyak yang menghasilkan warna yang aneh bahkan setelah concealer diaplikasikan di atasnya. Color corrector harus diaplikasikan dalam lapisan yang sangat tipis, hampir tidak terlihat, yang hanya sedikit mengubah warna area tersebut sebelum concealer diaplikasikan.
Warna Color Corrector untuk Berbagai Kondisi Kulit
Warna color corrector yang efektif untuk dark circle berbeda berdasarkan warna kulit karena warna komplementer yang terlihat menetralisir berubah tergantung pada warna dasar kulit. Untuk kulit sangat terang dengan dark circle biru-ungu: color corrector pink muda atau peach sangat muda memberikan netralisasi yang tepat tanpa terlihat oranye di kulit sangat terang. Untuk kulit terang hingga medium dengan dark circle biru-ungu: peach adalah pilihan paling umum yang memberikan netralisasi yang efektif. Untuk kulit medium hingga tan dengan dark circle biru-ungu: orange atau salmon yang lebih dalam memberikan netralisasi yang lebih kuat yang diperlukan untuk dark circle yang lebih signifikan pada kulit yang lebih gelap. Untuk kulit gelap dengan dark circle yang sangat dalam: brick red atau deep orange adalah pilihan yang lebih efektif dari peach yang pada kulit gelap tidak cukup kuat untuk menetralisir.
Teknik Aplikasi yang Menentukan Hasil Natural atau Belang
Aplikasi dengan Jari, Brush, atau Sponge: Perbedaan yang Signifikan
Alat aplikasi concealer menentukan seberapa tipis dan seberapa natural deposit yang dihasilkan, yang secara langsung mempengaruhi apakah concealer terlihat natural atau menciptakan efek belang. Jari menggunakan kehangatan tubuh untuk melunakkan concealer dan membantu menyatu dengan kulit. Gerakan tepuk dengan ujung jari manis yang memberikan tekanan paling ringan menghasilkan deposit yang natural karena kehangatan membantu emollient dalam concealer mencair dan menyatu dengan kulit di sekitarnya. Jari paling efektif untuk concealer dengan formula yang lebih creamy. Brush dengan bulu yang padat dan sedikit tapered memberikan placement yang presisi yang berguna untuk menutupi blemish di area kecil yang spesifik.
Gerakan stippling dengan brush memberikan coverage yang buildable tanpa terlalu meratakan foundation di bawahnya. Brush paling efektif untuk concealer dengan coverage tinggi yang formula-nya lebih kering. Beauty sponge yang sedikit lembap menghasilkan tampilan yang paling sheered-out dan paling skin-like dari ketiga alat karena pori sponge menciptakan distribusi yang sangat merata dan sponge yang lembap mencegah concealer diserap terlalu banyak oleh sponge itu sendiri. Beauty sponge paling efektif untuk blending concealer ke dalam foundation dan untuk membuat transisi antara area under-eye dan pipi yang seamless.
Teknik Blending yang Mencegah Garis yang Terlihat
Garis yang terlihat antara area under-eye yang ada konsealer dan area pipi yang tidak ada concealer adalah sumber tampilan belang yang paling umum dan yang bisa dihindari dengan teknik blending yang tepat. Mengaplikasikan concealer dalam area yang tidak terlalu besar dan kemudian memblend tepi dengan gerakan tepuk yang bergerak dari dalam ke luar area menciptakan transisi yang gradual dari area dengan concealer ke area tanpa concealer. Tujuannya adalah tidak ada batas yang terlihat, bukan coverage yang merata di seluruh area yang dibatasi dengan tajam. Setting concealer dengan translucent powder tipis setelah aplikasi mempertahankan blending yang sudah dicapai dengan mencegah concealer dari bergeser atau creasing. Setting powder yang terlalu banyak justru menekankan fine lines dan creases di area under-eye, jadi aplikasi yang sangat tipis dengan brush fluffy yang besar memberikan hasil terbaik.
Baking versus Setting Biasa untuk Under-Eye
Teknik baking untuk under-eye yang sudah dibahas dalam artikel tentang setting spray dan bedak melibatkan aplikasi loose powder dalam jumlah berlebih yang didiamkan selama beberapa menit sebelum disapu. Teknik ini memberikan setting yang sangat intensif tetapi yang bisa menekankan kekeringan dan fine lines pada area under-eye yang sudah tipis dan yang cenderung kering. Untuk under-eye, setting biasa dengan lapisan powder yang sangat tipis atau bahkan tidak ada powder sama sekali bagi yang kulitnya tidak berminyak di area tersebut sering memberikan hasil yang lebih natural dari baking.
Kulit yang sudah terhidrasi dengan baik dari eye cream atau moisturizer sebelum base makeup bisa mempertahankan concealer dengan cukup baik tanpa setting powder yang berlebihan. Jika Anda mengalami concealer yang selalu creasing di bawah mata terlepas dari produk yang digunakan dan teknik aplikasi yang sudah benar, mengevaluasi apakah ada produk skincare yang terlalu kaya yang diaplikasikan di area under-eye sebelum concealer menjadi langkah diagnostik yang penting, karena moisturizer atau eye cream yang terlalu kaya di area ini bisa menciptakan permukaan yang terlalu licin untuk concealer menempel dengan baik, menghasilkan creasing yang terlihat dalam beberapa jam meski dimulai dengan aplikasi yang sempurna.
Concealer untuk Kondisi Spesifik
Kulit Berminyak: Formula dan Teknik yang Berbeda
Untuk kulit berminyak yang produksi sebumnya menyebabkan concealer bergeser dan creasing lebih cepat dari kulit normal, formula concealer yang lebih kering dengan lebih sedikit emollient dan kandungan powder yang lebih tinggi memberikan ketahanan yang lebih baik. Primer under-eye atau primer untuk area blemish sebelum concealer memberikan base yang mengurangi mobilitas concealer di atas sebum. Setting dengan powder yang lebih intensif dari yang biasanya direkomendasikan untuk kulit normal atau kering memberikan penguncian yang lebih efektif.
Kulit Kering: Menghindari Creasing dari Kekeringan
Untuk kulit kering terutama di area under-eye yang cenderung lebih kering dari area wajah lain, formula concealer yang lebih kaya dengan kandungan emollient yang lebih tinggi memberikan tampilan yang lebih natural karena tidak mengumpul di fine lines dari kekeringan. Menghidrasi area under-eye dengan eye cream atau moisturizer ringan sebelum concealer dan memberikan waktu yang cukup untuk menyerap sebelum aplikasi concealer memberikan base yang lebih halus. Formulanya harus tidak terlalu kaya seperti yang disebutkan sebelumnya karena lapisan yang terlalu berminyak menyebabkan creasing dari slip yang berlebihan.
Kulit Gelap: Shade Range yang Perlu Lebih Lebar
Untuk kulit gelap dan very deep, shade range yang tersedia di banyak merek masih sering tidak cukup representatif meski situasi sudah membaik dalam beberapa tahun terakhir. Shade yang paling gelap dalam lini tertentu bisa masih tidak cukup gelap atau memiliki undertone yang tidak sesuai untuk semua kulit gelap. Undertone yang paling sering salah untuk kulit gelap adalah asumsi bahwa semua kulit gelap memiliki undertone warm yang menghasilkan produk dengan terlalu banyak yellow atau orange yang menciptakan efek ashy atau abu-abu di kulit gelap yang memiliki undertone cool atau neutral. Mencampur dua concealer dari merek yang sama dalam shade dan undertone yang sedikit berbeda untuk mencapai shade dan undertone yang tepat adalah pendekatan yang valid ketika tidak ada satu shade yang sempurna.
Kesimpulan
Concealer yang memberikan hasil natural bergantung pada pemilihan shade dan undertone yang tepat secara bersamaan karena keduanya bekerja bersama untuk menentukan apakah produk menyatu dengan kulit atau menciptakan efek belang. Shade yang terlalu terang dan undertone yang tidak selaras dengan undertone kulit adalah dua penyebab utama concealer yang terlihat tidak natural. Untuk under-eye, sedikit lebih terang dari warna kulit natural bisa justified dengan teknik blending yang tepat. Untuk blemish, shade yang identik dengan warna kulit sekitar memberikan tampilan paling natural. Color correcting memberikan manfaat nyata hanya untuk kondisi yang sangat spesifik dan perlu dilakukan dalam lapisan yang sangat tipis. Teknik aplikasi dengan alat yang tepat dan blending yang membuat tepi concealer gradual adalah komponen yang sama pentingnya dari shade dan undertone dalam menentukan hasil akhir. Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Apakah concealer perlu selalu lebih terang dari foundation?
Tidak selalu. Untuk under-eye dengan dark circle yang minimal, concealer yang shade-nya identik dengan foundation sudah cukup karena area tersebut mungkin hanya memerlukan coverage bukan brightening. Untuk blemish, concealer yang lebih terang dari foundation justru menciptakan masalah baru menggantikan titik gelap dengan titik terang. Guideline "satu hingga dua shade lebih terang" berlaku spesifik untuk under-eye dengan dark circle yang signifikan.
Bagaimana mengatasi concealer yang selalu terlihat abu-abu di kulit?
Tampilan abu-abu dari concealer hampir selalu disebabkan oleh undertone yang terlalu cool (pink atau netral) untuk kulit yang memiliki undertone warm. Mencoba concealer dengan undertone yang lebih warm (lebih kuning atau peachy) di shade yang sama biasanya menyelesaikan masalah ini. Juga periksa apakah concealer diaplikasikan di atas area yang sudah memiliki lapisan yang sangat cool-toned dari color corrector atau produk lain yang mengubah undertone dasar.
Apakah satu concealer bisa digunakan untuk under-eye dan blemish?
Bisa tetapi dengan trade-off: concealer yang shade-nya tepat untuk blemish (identik dengan warna kulit) tidak cukup terang untuk memberikan brightening yang diinginkan di under-eye. Concealer yang satu shade lebih terang yang bagus untuk under-eye akan terlihat sedikit lebih terang dari warna kulit di sekitar blemish. Penggunaan dua concealer yang berbeda, satu untuk under-eye dan satu untuk blemish, memberikan hasil yang lebih optimal meski menambahkan satu produk ke rutinitas.
Apakah color correcting diperlukan untuk semua orang?
Tidak. Color correcting adalah langkah tambahan yang memberikan manfaat nyata hanya untuk kondisi yang tidak bisa diatasi dengan baik hanya oleh concealer dalam shade dan undertone yang tepat. Sebagian besar pengguna dengan dark circle ringan hingga medium dan blemish biasa mendapatkan coverage yang memadai hanya dari concealer tanpa color correcting. Menambahkan color correcting ke rutinitas hanya justified jika ada masalah warna spesifik yang benar-benar tidak bisa diatasi oleh concealer yang formulanya dan shade-nya sudah optimal.
Bagaimana cara mencegah concealer creasing di bawah mata sepanjang hari?
Kombinasi yang paling efektif: hidrasi yang memadai dari eye cream yang tidak terlalu kaya sebelum base makeup, primer under-eye tipis jika diperlukan, concealer dalam formula yang sesuai untuk jenis kulit (lebih kaya untuk kulit kering, lebih matte untuk kulit berminyak), setting dengan translucent powder yang sangat tipis menggunakan brush fluffy, dan setting spray di atas semua lapisan. Menghindari too much product di area under-eye dalam setiap lapisan lebih efektif dari menambahkan lebih banyak powder untuk mengkompensasi lapisan yang terlalu tebal.