Eksfoliasi Wajah yang Benar: Cara Aman Mengangkat Sel Kulit Mati tanpa Iritasi
Apa Itu Eksfoliasi dan Mengapa Diperlukan?
Eksfoliasi adalah proses mengangkat sel-sel kulit mati dari permukaan wajah agar kulit baru dapat muncul ke permukaan.Kulit kita secara alami memperbarui diri setiap 28–30 hari, tetapi faktor seperti polusi, usia, dan stres bisa memperlambat proses ini.
Tanpa eksfoliasi, kulit tampak kusam, makeup sulit menempel, dan pori-pori mudah tersumbat — menyebabkan jerawat dan komedo.
Manfaat utama eksfoliasi:
- Membuat kulit tampak lebih cerah dan halus
- Meningkatkan penyerapan skincare lain
- Mengurangi jerawat dan komedo
- Meratakan warna kulit
- Menstimulasi regenerasi sel kulit baru
Jenis-Jenis Eksfoliasi
Ada dua jenis utama yang perlu kamu kenali sebelum memilih produk:
1. Physical Exfoliation (Eksfoliasi Fisik)
Menggunakan partikel halus atau alat khusus untuk menggosok sel kulit mati dari permukaan wajah.
Contoh produk: scrub wajah, brush, sponge, atau peeling gel.
Kelebihan:
Kekurangan:
Tips: Pilih scrub dengan partikel lembut dari bahan alami seperti gula halus atau beras.
2. Chemical Exfoliation (Eksfoliasi Kimia)
Menggunakan bahan kimia aktif seperti AHA, BHA, atau PHA untuk melarutkan ikatan sel kulit mati.
- Lebih lembut dibanding scrub
- Efektif membersihkan hingga ke dalam pori
- Cocok untuk semua jenis kulit
Bahan aktif populer:
- AHA (Alpha Hydroxy Acid): cocok untuk kulit kering dan kusam
- BHA (Beta Hydroxy Acid): cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat
- PHA (Poly Hydroxy Acid): cocok untuk kulit sensitif
Mengenal Bahan Aktif Eksfoliasi
AHA – Untuk Kulit Kering dan Kusam
AHA bekerja di permukaan kulit untuk mengangkat sel mati dan meratakan tekstur wajah.Bahan yang umum digunakan:
- Glycolic Acid: paling kuat dan efektif
- Lactic Acid: lebih lembut, cocok untuk kulit sensitif ringan
- Mandelic Acid: membantu mencerahkan kulit tanpa iritasi
BHA – Untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
BHA larut dalam minyak, sehingga bisa menembus pori-pori untuk mengangkat sebum dan komedo.Bahan paling terkenal: Salicylic Acid (0.5–2%).Cocok untuk mengatasi jerawat, whitehead, dan blackhead.
PHA – Untuk Kulit Sensitif
PHA memiliki molekul lebih besar dari AHA, sehingga tidak menembus terlalu dalam.Efeknya lebih lembut dan minim iritasi.Bahan populer: Gluconolactone dan Lactobionic Acid.
Cara Melakukan Eksfoliasi yang Benar
Bersihkan wajah dengan lembut terlebih dahulu.Jangan lakukan eksfoliasi pada wajah kotor atau bermakeup.
Gunakan produk sesuai jenis kulit.Jangan campur beberapa bahan aktif sekaligus di awal.
Aplikasikan dengan lembut.Untuk chemical exfoliant, cukup oleskan dengan kapas atau tangan tanpa digosok.
Gunakan 1–3 kali seminggu saja.Frekuensi tergantung kondisi kulit. Kulit sensitif cukup 1 kali seminggu.
Gunakan pelembap setelahnya.Eksfoliasi bisa membuat kulit sedikit kering, jadi selalu kunci dengan moisturizer.
Hindari sinar matahari langsung setelah eksfoliasi.Gunakan sunscreen setiap pagi untuk melindungi kulit baru yang lebih sensitif.
Kesalahan Umum Saat Eksfoliasi
- Terlalu sering melakukan eksfoliasi – bisa merusak skin barrier dan membuat kulit perih.
- Mencampur bahan aktif tanpa aturan – seperti retinol, AHA, dan vitamin C bersamaan.
- Menggosok kulit terlalu keras – justru menimbulkan kemerahan dan jerawat kecil.
- Tidak menggunakan sunscreen setelahnya – kulit baru akan cepat rusak jika tidak dilindungi.
Tanda-Tanda Kamu Terlalu Sering Eksfoliasi
- Kulit terasa perih, kering, atau mengelupas
- Wajah kemerahan dan terasa panas
- Produk skincare terasa "menyengat" saat digunakan
- Muncul jerawat kecil di area pipi atau dagu
Jika mengalami hal ini, hentikan eksfoliasi selama 5–7 hari dan fokus pada pemulihan dengan ceramide, panthenol, dan centella asiatica.
Rekomendasi Bahan Aman untuk Eksfoliasi di 2025
- Lactic Acid 5% – lembut, melembapkan, cocok untuk pemula
- PHA + BHA Combo – eksfoliasi ganda ringan untuk kulit kombinasi
- Natural Enzyme Peeling (Papaya / Pineapple Extract) – pilihan alami tanpa iritasi
- Niacinamide 5% – membantu menenangkan setelah eksfoliasi
Banyak produk lokal seperti Avoskin, Skintific, dan Somethinc kini menghadirkan exfoliating toner yang lembut namun efektif, dirancang khusus untuk kulit Asia.
Urutan Skincare Setelah Eksfoliasi
Cleanser lembut
Toner hydrating
Serum menenangkan (centella, panthenol, atau hyaluronic acid)
Moisturizer
Sunscreen di pagi hari
Jangan gunakan retinol atau vitamin C segera setelah eksfoliasi agar kulit tidak iritasi.
Kesimpulan: Eksfoliasi Cerdas, Kulit Sehat dan Glowing
Eksfoliasi adalah kunci kulit sehat, tapi harus dilakukan dengan cara yang lembut dan teratur.Kuncinya bukan seberapa sering, tapi seberapa tepat kamu melakukannya.Dengan memahami jenis kulit, memilih bahan aktif yang sesuai, dan menjaga kelembapan setelahnya, kamu bisa mendapatkan hasil maksimal tanpa risiko iritasi.
Kulit yang dirawat dengan benar akan tampak lebih bersih, cerah, dan bercahaya — bahkan tanpa makeup.
FAQ – Pertanyaan Umum tentang Eksfoliasi
1. Berapa kali idealnya eksfoliasi dilakukan?
1–3 kali per minggu, tergantung jenis kulit dan kekuatan produk.
2. Apakah eksfoliasi aman untuk kulit berjerawat?
Ya, terutama dengan bahan BHA (salicylic acid), tapi hindari scrub kasar.
3. Kapan waktu terbaik untuk eksfoliasi?
Malam hari, agar kulit bisa beristirahat dan beregenerasi setelahnya.
4. Apakah boleh menggunakan exfoliating toner dan serum bersamaan?
Tidak disarankan untuk pemula. Gunakan salah satu dulu agar kulit beradaptasi.
5. Bagaimana cara tahu eksfoliasi berhasil?
Kulit terasa halus, cerah, dan skincare lain lebih cepat menyerap tanpa iritasi.