Perawatan Bibir agar Tetap Lembut
Kebiasaan harian lebih menentukan daripada produk
Bibir tetap lembut bila tiga hal berjalan bersamaan: Anda berhenti menjilatnya, menutupnya dengan pelembap berbahan penahan air setiap kali terasa kering, dan melindunginya dari matahari serta udara kering. Mengelupas cukup sekali atau dua kali seminggu. Produk yang mahal tidak menggantikan kebiasaan yang mengeringkan bibir setiap hari.
Bibir kering di negara tropis terdengar janggal. Buktinya ada di kantor ber-AC, di kamar yang kipas anginnya menyala semalaman, dan di jalan raya saat Anda naik motor tanpa masker. Kelembapan udara di luar memang tinggi, tetapi air di permukaan bibir tetap menguap lebih cepat daripada dari kulit pipi. Kulit bibir tipis, nyaris tanpa kelenjar minyak, dan hanya memiliki sedikit pigmen pelindung.
Akibatnya bibir bereaksi pada hal-hal yang tidak dirasakan kulit wajah. Air liur yang menguap, napas lewat mulut saat tidur, dan sejam di bawah matahari siang meninggalkan jejak masing-masing. Kebiasaan kecil yang terjadi puluhan kali sehari menimbun kerusakan lebih cepat daripada yang bisa diperbaiki oleh pelembap yang dioles dua kali.
Bibir pecah juga bukan sekadar soal tampilan. Retakan kecil terasa perih saat makan yang pedas atau asam, lipstik menumpuk di lipatannya, dan kulit yang terkelupas mengundang tangan untuk menariknya. Rasa tidak nyaman ini mendorong orang membeli satu produk demi satu produk.
Itulah sebabnya banyak orang merasa sudah rajin memakai pelembap bibir, tetapi bibirnya tetap pecah. Fungsi pelembap adalah sebagai lapisan penutup. Kalau di bawahnya ada kebiasaan yang terus membasahi lalu mengeringkan bibir, lapisan itu hanya menutupi masalah sementara penyebabnya jalan terus.
Penyebab dominan berbeda untuk setiap orang. Pekerja kantor ber-AC menghadapi masalah yang lain dari pengemudi ojek, dan keduanya berbeda dari orang yang sedang berpuasa atau yang memakai lipstik tahan lama setiap hari. Perbaikan yang nyata biasanya terlihat dalam hitungan minggu, bukan hari, sebab lapisan kulit bibir butuh waktu untuk diganti. Bibir yang sudah retak dalam dan berdarah butuh waktu lebih lama dan kadang butuh pemeriksaan dokter.
Kulit bibir yang tipis dan nyaris tanpa kelenjar minyak
Lapisan terluar yang mudah kehilangan air
Kulit wajah punya kelenjar minyak yang membentuk lapisan pelindung alami. Bibir nyaris tidak punya. Itu pangkal masalahnya. Bagian tanduk di permukaannya juga jauh lebih tipis daripada di pipi atau tangan, sehingga air dari lapisan bawah lebih mudah menguap ke udara. Pigmen melanin di bibir sedikit, jadi perlindungan alaminya terhadap sinar matahari pun rendah.
Pelembap tidak membuat bibir malas
Anggapan bahwa bibir menjadi ketagihan pelembap muncul dari pengalaman yang masuk akal: begitu pelembap habis, bibir langsung terasa kering lagi. Penjelasannya sederhana. Bibir tidak memproduksi minyak sendiri, jadi tidak ada fungsi alami yang bisa berhenti bekerja. Wajar saja. Rasa kering yang kembali berarti penyebabnya masih ada, dan lapisan penutup yang tadi melindungi sudah terhapus.
Menjilat bibir membuat kering makin parah
Menjilat bibir terasa menolong selama beberapa detik. Setelah itu air liur menguap, membawa serta sebagian air dari permukaan bibir, dan bibir terasa lebih kering daripada sebelum dijilat. Air liur juga mengandung enzim pencernaan yang mengiritasi kulit. Bila kebiasaan ini berlangsung lama, kulit di sekeliling mulut ikut merah dan bersisik, kondisi yang oleh dokter kulit disebut dermatitis jilat bibir.
Kebiasaan ini sering tidak disadari. Ia muncul diam-diam. Biasanya muncul saat Anda fokus bekerja, gugup, atau menunggu lampu merah. Cara memutusnya bukan dengan menahan diri, melainkan dengan memberi tangan sesuatu yang lain untuk dilakukan: oles tipis pelembap yang bertekstur pekat tepat ketika dorongan itu muncul. Tekstur yang licin dan sedikit berminyak membuat bibir tidak lagi terasa tegang, sehingga lidah tidak perlu ikut campur.
Napas lewat mulut, AC, dan angin kipas
Bibir yang paling kering saat bangun tidur, disertai mulut dan tenggorokan kering, menunjuk pada napas lewat mulut semalaman. Pemicunya bisa hidung tersumbat karena pilek atau alergi debu, dengkur, atau tidur menghadap kipas. Udara yang mengalir langsung ke wajah mempercepat penguapan dari bibir yang terbuka.
AC bekerja dengan menarik uap air dari udara, sehingga ruangan ber-AC, baik kamar kost maupun kantor, memang lebih kering daripada udara di luarnya. Kamar kecil dengan AC menyala delapan jam menjadi sumber penguapan yang stabil. Arahkan angin ke badan atau ke dinding, bukan ke muka. Oles pelembap yang pekat sebelum tidur. Kalau hidung sering tersumbat, urus sumber sumbatannya lebih dulu, sebab pelembap seberapa pun bagusnya tidak menghentikan napas lewat mulut.
Matahari mengenai bibir lebih keras daripada yang disangka
Kenapa bibir perlu SPF
Bibir sedikit pigmen dan lapisan kulitnya tipis, jadi cepat terbakar dan menggelap bila sering terkena sinar matahari. Paparan yang berulang selama bertahun-tahun, terutama pada bibir bawah yang lebih menghadap ke atas, dapat merusak sel kulit bibir. Pilih pelembap bibir dengan SPF 30 atau lebih, sesuai pedoman umum untuk tabir surya, dan oleskan ulang sekitar tiap dua jam saat berada di luar ruangan serta setelah makan atau minum.
Masker kain atau bedak tidak menggantikan perlindungan itu, sebab bibir tetap terbuka saat berbicara dan makan. Naik motor tanpa penutup wajah menambah dua beban sekaligus, yaitu sinar matahari dan angin yang mengeringkan.
Seberapa sering mengulang
Ambil hari kerja dari pukul 8 pagi hingga 5 sore, yaitu sembilan jam. Dibagi dua jam per oles, Anda butuh sekitar empat kali ulang setelah oles pertama pagi hari, belum termasuk oles setelah makan siang. Hitungan itu berlaku bagi yang banyak di luar ruangan: pengemudi ojek, penjual di pinggir jalan, atau siapa saja yang berjalan kaki ke mana-mana. Oleskan tipis namun merata, termasuk ke garis tepi bibir yang sering terlewat.
Pekerja di gedung ber-AC dengan jendela yang tidak langsung terkena matahari cukup oles pagi hari, setelah makan siang, dan sebelum pulang. Versi tanpa SPF cukup bila bibir jarang kena matahari langsung, misalnya karena Anda lebih sering di dalam ruangan atau berangkat setelah gelap.
Bahan pelembap bibir yang bekerja dan yang merugikan
Penahan air di permukaan
Fungsi paling berguna dari pelembap bibir adalah menahan air agar tidak keluar. Bahan penahan itu antara lain petrolatum atau petroleum jelly, lilin lebah, lilin carnauba, shea butter, dan lanolin. Petrolatum yang polos termasuk paling efektif menahan air dan sangat jarang membuat bibir bereaksi, sehingga cocok bagi bibir yang sedang perih. Lilin lebah dan lilin carnauba membuat tekstur batang pelembap lebih padat dan tahan di tas. Shea butter dan lanolin terasa lebih lembut di bibir, tetapi lanolin kurang cocok bagi orang yang mudah alergi pada bahan hewani. Pada udara dingin ber-AC, pilih yang teksturnya lebih padat agar lapisan bertahan lebih lama. Pada hari panas yang lembap, tekstur yang lebih tipis terasa lebih nyaman dan tidak menempel ke masker.
Penarik air dan pelembut
Gliserin dan asam hialuronat menarik air ke lapisan kulit, sedangkan ceramide membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit. Squalane melembutkan tanpa rasa berat, dan vitamin E melengkapinya sebagai antioksidan. Dalam satu produk, cukup satu atau dua bahan dari kelompok ini bila bahan penahan airnya sudah ada. Bahan-bahan ini bekerja lebih baik bila ada lapisan penahan di atasnya, sebab tanpa penutup air yang tertarik cepat menguap lagi. Produk yang hanya berisi penarik air biasanya terasa enak lima menit. Setelah itu bibir kering lagi.
Bahan yang membuat bibir makin bermasalah
Mentol, kamper, dan minyak peppermint memberi rasa dingin yang menyegarkan, sehingga pengguna mengoles lagi dan lagi. Pada bibir yang sudah retak ketiganya mudah menimbulkan perih. Pada bibir yang sehat, rasa dingin itu hanya menutupi apa yang sebenarnya dibutuhkan bibir, yaitu lapisan penahan air. Wewangian dan perisa buatan juga memicu iritasi pada sebagian orang, begitu pula alkohol yang menguap cepat. Kalau Anda merasa bibir justru lebih kering beberapa jam setelah memakai pelembap yang dingin di bibir, ganti dengan yang polos selama dua minggu dan bandingkan.
Mengelupas dengan aman
Cara mengangkat sel kulit mati
Sel kulit mati yang menumpuk membuat bibir terlihat kusam dan pelembap sulit merata. Mengangkatnya cukup sekali atau dua kali seminggu, tidak lebih. Waktu terbaiknya setelah mandi air hangat atau setelah kain lap basah hangat ditempelkan di bibir selama beberapa menit, saat kulit mati sudah lunak. Sapukan scrub bibir yang halus atau kain lap itu sendiri dengan gerakan melingkar yang ringan, lalu bilas dan segera oles pelembap.
Hal yang perlu ditunda
Jangan mengelupas bibir yang sedang perih, retak, atau berdarah, karena gesekan hanya memperlebar luka. Jangan pula menarik serpihan kulit dengan jari atau gigi. Serpihan yang terlihat lepas sering masih menempel di bawahnya, dan menariknya merobek lapisan yang sehat sehingga muncul luka kecil. Saat dorongan menarik kulit datang, oles pelembap pekat dan biarkan serpihan itu lepas sendiri.
Lipstik tahan lama dan sisa pewarna di bibir
Lipstik matte dan lipstik yang diklaim tahan seharian umumnya memakai formula yang kering supaya warnanya menempel. Bibir yang sudah kering akan tampak lebih pecah-pecah di bawah warna seperti itu. Beri pelembap tipis dan tunggu beberapa menit sampai terserap sebelum memakai lipstik, supaya ada penghalang antara bibir dan formula yang kering.
Kebiasaan tidur dengan lipstik yang belum dihapus mengurangi hasil perawatan semalaman. Hapus dengan kapas yang dibasahi pembersih, tempelkan beberapa detik agar warnanya larut, baru usap pelan. Menggosok membuat kulit bibir iritasi, dan pewarna yang menempel justru perlu waktu lebih lama untuk lepas. Bila bibir merah, bengkak, atau gatal setelah berganti lipstik, hentikan produk itu dan lihat apakah gejalanya reda.
Urutan pagi, siang, dan malam yang cukup
Dari pagi hingga siang
Pagi hari, setelah cuci muka, oleskan pelembap bibir ber-SPF. Bila Anda memakai lipstik, tunggu pelembap itu meresap lebih dulu. Siang hari, ulangi setelah makan dan minum karena makanan menghapus sebagian lapisan. Sebuah pelembap kecil di saku atau tas membuat pengulangan itu mudah dilakukan.
Malam hari
Bersihkan sisa lipstik, lalu oleskan lapisan yang lebih tebal dari biasanya, idealnya yang berbahan penahan air, sebelum tidur. Lapisan tebal semalaman menahan air selama jam-jam saat bibir tidak diganggu makan dan bicara. Inilah langkah dengan hasil paling terasa bagi bibir yang kering saat bangun.
Yang tidak banyak berpengaruh
Minum air putih yang cukup membantu tubuh secara umum, tetapi bukan penentu utama kelembutan bibir. Orang yang minum banyak namun menjilat bibir sepanjang hari dan tidur menghadap kipas tetap mendapati bibirnya pecah. Harga pelembap, kemasan, dan rasa buahnya juga hampir tidak berpengaruh pada hasil.
Saat berpuasa
Saat berpuasa, bibir kering lebih cepat karena tubuh kurang cairan seharian dan mulut cenderung terbuka. Oleskan lapisan pekat setelah sikat gigi sahur dan sebelum tidur. Saat berbuka, jangan lupa menjaga bibir dari kebiasaan menjilat.
Menentukan langkah sesuai kondisi bibir
Bibir kasar tetapi belum retak biasanya cukup dirawat dengan pelembap pekat saat malam dan SPF di siang hari. Kelupas seminggu sekali bila permukaannya masih bersisik. Bibir yang hanya kering saat bangun tidur kemungkinan besar bermasalah pada cara bernapas atau udara kamar, jadi mulailah dari sana sebelum membeli produk baru.
Bibir yang sudah retak dan perih perlu diperlakukan seperti luka kecil. Hentikan pengelupas dan semua produk yang berwangi atau terasa dingin, lalu pakai petrolatum polos beberapa kali sehari. Bila Anda sering memakai lipstik matte, ganti dulu dengan formula yang lebih lembap sampai bibir pulih. Bibir yang kering hanya di hari-hari tertentu, misalnya sewaktu pulang dari perjalanan jauh dengan motor, biasanya pulih dengan cepat setelah satu hingga dua malam memakai lapisan tebal.
Bila hanya mampu menambah satu langkah, pilih oles tebal sebelum tidur untuk Anda yang bangun dengan bibir kering, dan pilih SPF untuk Anda yang banyak berada di luar ruangan.
Tanda bahwa masalahnya bukan sekadar kering
Sudut bibir yang pecah, basah, atau berkerak dan tidak sembuh dalam beberapa minggu perlu diperiksa dokter, karena penyebabnya bisa infeksi jamur atau bakteri, atau kekurangan zat besi dan vitamin tertentu. Luka di bibir bawah yang tidak menutup, bercak putih yang menetap, atau bengkak mendadak juga perlu pemeriksaan. Obat jerawat tertentu dari dokter dapat membuat bibir sangat kering, jadi tanyakan hal itu kepada dokter yang meresepkannya.
Kesimpulan
Cari penyebab yang paling sering muncul dalam sehari Anda, misalnya menjilat, tidur menghadap kipas, atau berjam-jam di jalan, dan tangani itu lebih dulu sebelum menambah produk. Bila bibir belum membaik setelah beberapa minggu padahal kebiasaan sudah berubah, periksakan ke dokter dan jangan terus mengganti pelembap.
Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Apakah pelembap bibir bisa membuat bibir ketagihan?
Tidak. Bibir tidak punya kelenjar minyak yang bisa berhenti bekerja karena Anda memakai pelembap. Misalkan bibir terasa kering lagi dua jam setelah mengoles. Itu pertanda lapisannya sudah terhapus oleh makan, minum, atau gesekan masker, sedangkan penyebab keringnya belum hilang. Periksa dulu apakah lidah Anda masih sering ke bibir atau angin kipas masih mengarah ke muka semalaman. Jika kedua kebiasaan itu sudah dihentikan dan bibir tetap cepat kering, pilih pelembap berbahan penahan air yang lebih pekat, lalu oleskan lebih sering pada hari ketika Anda banyak berbicara. Berhenti memakainya mendadak tidak berbahaya, hanya saja bibir kembali ke kondisi awalnya.
Kenapa bibir tetap kering walau sudah memakai pelembap setiap hari?
Biasanya ada kebiasaan yang membatalkan kerja pelembap. Contoh yang mudah dibayangkan: penghuni kost menyalakan kipas ke arah wajah semalaman, bangun dengan bibir pecah, lalu menjilatnya sepanjang pagi. Pelembap yang dioles di antara dua kebiasaan itu tidak sempat bekerja. Periksa cara tidur, arah angin, dan seberapa sering lidah menyentuh bibir. Setelah itu lihat isi pelembap Anda. Bila terasa dingin atau berwangi, ganti dengan yang polos selama beberapa minggu, lalu nilai ulang. Bila sudah polos dan bibir masih kering, curigai udara kamar atau cara Anda bernapas saat tidur.
Seberapa sering bibir boleh dikelupas?
Sekali sepekan sudah cukup untuk bibir yang bersisik. Bila Anda memakai lipstik matte hampir tiap hari dan sisa warna menumpuk di lipatan bibir, dua kali dalam sepekan masih wajar, dilakukan setelah mandi saat kulit lunak. Bila bibir sedang perih atau retak, tunda sampai lukanya menutup dan oleskan petrolatum polos dulu. Mengelupas setiap hari tidak membuat bibir lebih halus. Justru lapisan yang sedang Anda coba pulihkan menjadi tipis lagi. Kalau serpihan mulai tampak lagi dua hari kemudian, itu bukan alasan untuk mengulang, cukup oles pelembap pekat dan tunggu sampai jadwal berikutnya.
Apakah petroleum jelly aman untuk bibir?
Aman untuk kebanyakan orang dan termasuk bahan penahan air yang paling efektif. Contoh pemakaiannya: Anda pulang naik motor seharian dan bibir terasa perih, lalu mengoleskan lapisan tebal sebelum tidur selama beberapa malam. Karena polos, bahan ini jarang memicu reaksi pada bibir yang sedang meradang. Kekurangannya, teksturnya lengket dan tidak mengandung SPF. Untuk siang hari di luar ruangan Anda tetap membutuhkan pelembap ber-SPF, entah dioleskan di atasnya atau sebagai pengganti. Malam hari adalah waktu paling pas untuk petrolatum, karena lengketnya tidak mengganggu aktivitas.
Apakah minum air putih saja cukup untuk melembutkan bibir?
Tidak cukup bila penyebabnya ada di luar tubuh. Bayangkan Anda sudah minum banyak air tetapi tetap tidur di kamar ber-AC dengan angin mengarah ke muka dan menjilat bibir saat bekerja. Air dari dalam tubuh tidak menahan penguapan di permukaan bibir. Minum cukup tetap berguna ketika Anda berpuasa atau seharian di jalan, sebab kekurangan cairan memperburuk kering. Anggap minum sebagai pelengkap. Lapisan penahan air di luar bibir dan berhentinya kebiasaan yang mengeringkan lebih menentukan hasil, terutama bila bibir sudah terlanjur pecah dan perih. Bila Anda memang jarang minum, menambah air tetap membantu, tetapi hasilnya baru terlihat setelah penyebab dari luar juga ditangani.
Perlukah memakai pelembap bibir ber-SPF kalau seharian di dalam ruangan?
Tergantung seberapa banyak sinar matahari yang sampai ke bibir Anda. Jika Anda bekerja di ruangan ber-AC tanpa jendela besar dan berangkat serta pulang di luar jam terik, pelembap tanpa SPF sudah cukup. Jika meja Anda persis di samping kaca yang terkena matahari, atau Anda harus berjalan ke tempat makan siang pada jam terik, pilih yang ber-SPF 30 atau lebih dan oles ulang setelah makan siang. Pengemudi ojek dan penjual di pinggir jalan sebaiknya mengulangnya sekitar tiap dua jam, dan lebih disiplin setelah minum.
Bolehkah kulit bibir yang mengelupas ditarik supaya cepat halus?
Jangan. Serpihan yang tampak lepas sering masih menempel di bagian bawahnya, sehingga menariknya ikut merobek kulit sehat dan meninggalkan luka kecil yang perih saat makan. Contoh yang sering terjadi: Anda sedang menunggu angkutan umum, melihat serpihan di bibir, lalu menariknya dengan kuku. Esok harinya bibir lebih merah dan lebih kering. Lebih baik oleskan pelembap pekat saat dorongan itu datang dan biarkan serpihannya lepas sendiri. Bila bibir terasa kasar sekali, tunggu jadwal mengelupas berikutnya dan lakukan sesudah mandi, saat kulit sudah lunak.
Mengapa sudut bibir saya pecah dan perih?
Sudut bibir yang pecah dan perih biasanya tidak sembuh hanya dengan pelembap. Jika kedua sudutnya basah, berkerak, atau berdarah dan sudah berlangsung beberapa minggu, temui dokter, sebab bisa ada infeksi atau kekurangan zat gizi tertentu. Sambil menunggu pemeriksaan, jangan mengelupas atau menarik kulitnya, dan jangan memakai pelembap yang terasa dingin atau berwangi. Oleskan petrolatum polos di sudut itu seperlunya. Bila Anda sedang memakai obat jerawat dari dokter, sebutkan hal itu saat konsultasi karena obat tersebut dapat membuat bibir sangat kering.