Alasan Harga Menu di GoFood dan GrabFood Sering Berbeda dari Harga di Tempat
Menguak Perbedaan Harga GoFood & GrabFood
Banyak pengguna pernah mengalami momen ketika memesan makanan melalui GoFood atau GrabFood kemudian pergi ke restoran yang sama dan menemukan harga yang berbeda di papan menu atau struk kasir. Perbedaan ini bukan kebetulan dan bukan kesalahan sistem, melainkan hasil dari dinamika bisnis yang sangat terstruktur antara platform pesan antar, restoran, dan pengguna. Memahami mengapa perbedaan ini terjadi membantu membuat keputusan pemesanan yang lebih informasi dan menghindari kejutan yang tidak perlu.
Alasan Harga Menu di GoFood dan GrabFood Sering Berbeda dari Harga di Tempat
Perbedaan harga menu antara platform pesan antar dan harga di tempat hampir selalu disebabkan oleh upaya restoran untuk mengkompensasi komisi yang harus dibayarkan kepada platform dari setiap transaksi yang terjadi melalui platform tersebut. Komisi platform yang bisa mencapai 20 hingga 30 persen dari nilai transaksi adalah biaya yang cukup besar untuk diserap tanpa penyesuaian harga, dan banyak restoran memilih untuk membebankan sebagian atau seluruh biaya ini kepada harga menu di platform daripada menyerapnya dari margin keuntungan yang sudah tipis.
Mekanisme Komisi Platform yang Mendorong Perbedaan Harga
Platform pesan antar seperti GoFood dan GrabFood beroperasi sebagai perantara antara restoran dan konsumen dengan mengambil komisi dari setiap transaksi yang berhasil. Besaran komisi ini bervariasi tergantung pada perjanjian antara restoran dengan platform, skala bisnis restoran, dan apakah restoran berpartisipasi dalam program promosi platform yang sering datang dengan komisi yang lebih tinggi sebagai kompensasi atas visibilitas lebih yang diberikan. Untuk restoran dengan margin keuntungan yang sudah tipis yaitu kondisi yang sangat umum dalam industri makanan dan minuman yang kompetitif, komisi sebesar 25 persen dari setiap transaksi online berarti untuk setiap 100.000 rupiah pesanan yang masuk melalui platform, 25.000 rupiah harus diserahkan kepada platform. Jika harga menu di platform sama dengan harga di tempat, restoran ini secara efektif menjual makanan dengan margin yang 25 persen lebih rendah untuk setiap pesanan online dibanding pesanan langsung.
Mengapa Tidak Semua Restoran Menaikkan Harga di Platform
Tidak semua restoran merespons biaya komisi dengan cara yang sama dan ada beberapa alasan mengapa sebagian restoran memilih untuk tidak menaikkan harga di platform meski harus menanggung komisi yang signifikan. Restoran besar atau jaringan restoran dengan volume transaksi yang sangat tinggi bisa bernegosiasi komisi yang lebih rendah dengan platform karena posisi tawar mereka yang lebih kuat. Dengan komisi yang lebih rendah, perbedaan harga yang perlu dikompensasi menjadi lebih kecil. Beberapa restoran memperlakukan kehadiran di platform sebagai biaya pemasaran yaitu dengan perspektif bahwa komisi yang dibayarkan kepada platform adalah pengganti biaya iklan dan akuisisi pelanggan baru yang seharusnya dikeluarkan untuk menarik pelanggan baru secara organik.
Dengan perspektif ini, menjaga harga sama antara platform dan di tempat adalah strategi yang mengutamakan volume transaksi dan jangkauan pelanggan di atas optimisasi margin per transaksi. Restoran yang sudah memiliki loyalitas pelanggan yang sangat kuat dan yang menggunakan platform lebih sebagai saluran tambahan dari pada saluran utama bisa memilih untuk menjaga konsistensi harga sebagai bagian dari komitmen kepada pelanggan setia mereka yang ingin memesan dari mana saja dengan harga yang sama. Jika menemukan restoran favorit yang harganya konsisten antara platform dan di tempat, ini hampir selalu adalah indikasi positif tentang kebijakan yang mempertimbangkan kepentingan pelanggan, tetapi bukan berarti restoran yang menaikkan harga di platform melakukan sesuatu yang salah karena penyesuaian harga untuk mengkompensasi biaya distribusi yang lebih tinggi adalah praktik bisnis yang sangat umum di banyak industri.
Sebaliknya, jika harga di platform jauh lebih tinggi dari harga di tempat hingga selisihnya melebihi biaya komisi yang wajar, ini bisa mengindikasikan bahwa restoran mengambil margin tambahan di atas kompensasi komisi yang perlu dievaluasi kembali oleh pembeli.
Besaran Komisi dan Cara Kerjanya
Struktur Komisi yang Bervariasi
Struktur komisi yang diterapkan oleh platform pesan antar di Indonesia bervariasi dan tidak selalu transparan kepada publik karena merupakan bagian dari perjanjian bisnis yang bersifat konfidensial antara platform dan mitra restoran. Berdasarkan informasi yang tersedia secara publik dan yang dikonfirmasi oleh asosiasi restoran di Indonesia, komisi platform pesan antar besar di Indonesia umumnya berada dalam rentang 15 hingga 30 persen dari nilai transaksi. Beberapa platform membedakan besaran komisi berdasarkan program yang diikuti restoran. Restoran yang berpartisipasi dalam program promosi platform yaitu seperti masuk dalam featured placement, mendapatkan badge tertentu, atau berpartisipasi dalam kampanye diskon yang didanai platform sering dikenakan komisi yang lebih tinggi sebagai kompensasi atas subsidi promosi yang diberikan platform.
Biaya Lain di Luar Komisi yang Ditanggung Restoran
Selain komisi per transaksi, restoran yang beroperasi di platform pesan antar juga menanggung biaya lain yang tidak langsung terlihat dari perspektif konsumen. Biaya berlangganan untuk fitur-fitur premium di dashboard mitra restoran, biaya untuk mengikuti program promosi tertentu, dan investasi dalam fotografi produk yang berkualitas untuk halaman toko di platform semuanya adalah biaya yang perlu diperhitungkan dalam kalkulasi ekonomi kehadiran di platform. Agregat dari semua biaya ini membuat kehadiran di platform pesan antar menjadi investasi yang perlu dikelola dengan sangat cermat oleh restoran, dan penyesuaian harga menu di platform adalah salah satu mekanisme yang paling langsung dan paling mudah diterapkan untuk memastikan kehadiran di platform tetap menguntungkan secara bisnis.
Dampak Program Diskon yang Didanai Platform
Program diskon yang sering terlihat di GoFood dan GrabFood dalam bentuk harga coret dan persentase diskon yang besar tidak selalu ditanggung sepenuhnya oleh restoran. Banyak diskon yang terlihat di platform sebenarnya adalah subsidi dari platform itu sendiri sebagai investasi untuk mendorong transaksi, mempertahankan pengguna, atau meningkatkan volume di periode tertentu. Untuk diskon yang benar-benar ditanggung restoran, ini biasanya terjadi sebagai bagian dari program promosi bersama di mana restoran memberikan diskon tertentu dan platform memberikan tambahan dari anggaran promosinya. Memahami bahwa diskon yang terlihat di platform bisa berasal dari berbagai sumber membantu mengevaluasi apakah harga setelah diskon di platform lebih baik dari harga di tempat untuk produk yang sama.
Faktor Lain yang Berkontribusi pada Perbedaan Harga
Biaya Kemasan Khusus untuk Pengiriman
Makanan yang dipesan melalui aplikasi dan dikirimkan memerlukan kemasan yang berbeda dari makanan yang disajikan di tempat. Kemasan untuk pengiriman harus mempertahankan suhu, mencegah tumpah, dan mempertahankan kualitas selama perjalanan yang bisa berlangsung 15 hingga 45 menit atau lebih. Kemasan berkualitas untuk pengiriman memiliki biaya yang lebih tinggi dari piring atau wadah yang digunakan untuk makan di tempat yang bisa dicuci dan digunakan kembali. Beberapa restoran memasukkan biaya kemasan ini ke dalam harga menu di platform sebagai komponen yang terpisah dari kompensasi komisi. Untuk pesanan dengan banyak item, biaya kemasan yang dibebankan per item bisa menjadi komponen yang cukup signifikan dari total perbedaan harga antara platform dan di tempat.
Biaya Administrasi dan Manajemen Pesanan Online
Mengelola pesanan online memerlukan sumber daya tambahan dari restoran yaitu perangkat untuk menerima pesanan, koneksi internet yang andal, staf yang mengelola notifikasi pesanan dan konfirmasi, dan sistem untuk memastikan pesanan online tidak mengganggu alur pelayanan tamu di tempat. Semua ini adalah biaya operasional yang harus ditanggung restoran sebagai bagian dari kehadirannya di platform dan yang bisa menjadi justifikasi tambahan untuk penyesuaian harga di platform.
Strategi Penetapan Harga yang Berbeda untuk Segmen yang Berbeda
Beberapa restoran menggunakan perbedaan harga antara platform dan di tempat sebagai strategi penetapan harga yang disengaja untuk melayani segmen pelanggan yang berbeda. Pelanggan yang memesan melalui aplikasi dan yang bersedia membayar biaya kenyamanan untuk tidak perlu keluar rumah diperlakukan sebagai segmen yang memiliki willingness to pay yang berbeda dari pelanggan yang datang langsung. Ini adalah strategi yang umum dalam ekonomi yaitu harga yang berbeda untuk produk yang sama berdasarkan saluran distribusi atau segmen pelanggan yang berbeda, dan bukan merupakan praktik yang tidak etis selama harga di setiap saluran dikomunikasikan secara transparan kepada pelanggan yang menggunakan saluran tersebut.
Implikasi bagi Konsumen dan Cara Menyikapinya
Hak Konsumen untuk Mengetahui Harga
Dari perspektif perlindungan konsumen di Indonesia, konsumen berhak mendapatkan informasi yang jelas, benar, dan jujur tentang harga yang akan dibayarkan. Platform pesan antar yang menampilkan harga di halaman produk dan kemudian menambahkan biaya tambahan yang tidak dikomunikasikan dengan jelas di awal bisa menjadi area yang perlu diperhatikan dari perspektif perlindungan konsumen. Untuk situasi di mana ada ketidaktransparanan yang merugikan konsumen secara signifikan, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional adalah lembaga yang bisa menjadi referensi untuk memahami hak-hak yang berlaku.
Cara Membandingkan Harga Sebelum Memesan
Untuk mengetahui apakah harga di platform sudah wajar atau sudah jauh melampaui kompensasi komisi yang normal, membandingkan dengan harga di tempat adalah cara yang paling akurat. Beberapa cara untuk mengetahui harga di tempat tanpa harus mengunjungi restoran secara langsung adalah melalui menu yang diposting di media sosial restoran, daftar harga di Google Business atau website restoran, atau menghubungi restoran langsung melalui WhatsApp yang banyak restoran sudah sediakan sebagai saluran komunikasi dengan pelanggan. Jika selisih antara harga di platform dan harga di tempat jauh melebihi 25 hingga 30 persen, selisih ini sudah melampaui kompensasi komisi yang wajar dan mengindikasikan bahwa restoran mengambil margin tambahan yang signifikan dari saluran online.
Memanfaatkan Promo Platform untuk Mengurangi Efek Selisih Harga
Voucher diskon, cashback dari dompet digital, dan ongkos kirim gratis yang disediakan platform adalah mekanisme yang bisa mengurangi atau bahkan mengeliminasi efek dari selisih harga antara platform dan di tempat. Pengguna yang secara aktif memanfaatkan semua mekanisme penghematan yang tersedia sering membayar total yang lebih kompetitif dari yang dibayarkan tanpa promo apapun. Memahami bahwa promo yang diberikan platform sering dibiayai dari anggaran platform sendiri bukan dari kantong restoran membantu mengevaluasi penghematan yang sesungguhnya secara lebih akurat. Diskon yang disubsidi platform adalah nilai nyata bagi konsumen yang tidak mengurangi pendapatan restoran dan yang mempersempit gap antara harga platform dan harga di tempat.
Perbedaan antara GoFood dan GrabFood dalam Hal Harga
Kemungkinan Harga Berbeda Antar Platform
Restoran yang beroperasi di lebih dari satu platform sering menetapkan harga yang berbeda di setiap platform, baik karena perjanjian komisi yang berbeda dengan masing-masing platform maupun karena strategi harga yang dioptimalkan untuk setiap platform berdasarkan karakteristik pengguna yang berbeda. Perbedaan harga antar platform untuk restoran yang sama bisa cukup signifikan terutama untuk kategori makanan tertentu. Membandingkan harga untuk makanan yang sama di GoFood dan GrabFood sebelum memesan adalah langkah kecil yang bisa menghasilkan penghematan yang nyata terutama untuk pesanan dengan nilai yang lebih besar. Beberapa restoran juga menawarkan promo eksklusif di salah satu platform yang tidak tersedia di platform lain, sehingga platform yang lebih murah untuk pesanan yang sama bisa bergantian tergantung promo yang sedang aktif.
Program Loyalitas dan Ekosistem yang Berbeda
GoFood yang terintegrasi dalam ekosistem Gojek dan GrabFood yang terintegrasi dalam ekosistem Grab memiliki program loyalitas dan ekosistem penghematan yang berbeda. Pengguna yang sudah sangat aktif di salah satu ekosistem dan yang memiliki poin, cashback, atau benefit loyalitas yang signifikan bisa mendapatkan nilai total yang sangat berbeda dari dua platform meski harga menu di restoran sama. Evaluasi harga yang komprehensif tidak hanya melihat harga menu dan ongkos kirim tetapi juga mempertimbangkan benefit ekosistem yang akan diperoleh atau yang akan terlewat dari memilih satu platform di atas yang lain.
Persaingan Antar Platform yang Menguntungkan Konsumen
Persaingan antara GoFood dan GrabFood dalam hal voucher, subsidi ongkos kirim, dan program promosi secara keseluruhan menguntungkan konsumen karena mendorong kedua platform untuk terus memberikan nilai yang kompetitif. Periode di mana salah satu platform sedang agresif dalam memberikan promo adalah waktu terbaik untuk memanfaatkan platform tersebut, dan kesetian buta pada satu platform tanpa membandingkan dengan platform lain bisa menjadi kebiasaan yang merugikan secara finansial dalam jangka panjang.
Skenario Konkret: Berapa Selisih yang Bisa Terjadi
Contoh Perhitungan untuk Makanan dengan Harga 50.000 Rupiah di Tempat
Untuk makanan yang harganya 50.000 rupiah saat dimakan di tempat, beberapa skenario yang bisa terjadi di platform adalah sebagai berikut. Skenario pertama adalah restoran yang menaikkan harga 20 persen di platform sehingga harga menjadi 60.000 rupiah, ditambah ongkos kirim 8.000 rupiah dan biaya layanan 3.000 rupiah menghasilkan total 71.000 rupiah atau 42 persen lebih mahal dari makan di tempat. Skenario kedua adalah restoran yang menjaga harga sama di platform yaitu tetap 50.000 rupiah, dengan ongkos kirim 8.000 rupiah dan biaya layanan 2.500 rupiah menghasilkan total 60.500 rupiah atau 21 persen lebih mahal dari makan di tempat. Skenario ketiga adalah restoran dengan harga sama di platform tetapi menggunakan voucher ongkos kirim gratis yang memotong 8.000 rupiah sehingga total menjadi 52.500 rupiah atau hanya 5 persen lebih mahal dari makan di tempat.
Rentang Perbedaan yang Realistis
Dari berbagai skenario yang bisa terjadi, perbedaan total antara memesan melalui platform dan makan di tempat untuk makanan yang sama secara realistis berkisar antara 5 hingga 50 persen tergantung pada kombinasi kebijakan harga restoran, besaran ongkos kirim berdasarkan jarak, biaya layanan platform, dan voucher yang berhasil diaplikasikan. Perbedaan di ujung bawah rentang ini dengan voucher yang dioptimalkan bisa sangat kecil dan bisa dibenarkan oleh nilai kenyamanan yang diberikan. Perbedaan di ujung atas rentang ini tanpa voucher apapun adalah yang paling sering menjadi sumber kejutan bagi pengguna yang tidak pernah membandingkan.
Tipe Pengguna dan Cara Menyikapi Perbedaan Harga
Pengguna yang Menggunakan Platform Sangat Sering
Pengguna yang menggunakan GoFood atau GrabFood sangat sering yaitu hampir setiap hari mendapatkan manfaat terbesar dari memahami selisih harga ini dan membangun strategi yang meminimalkan dampaknya. Mengidentifikasi restoran favorit yang harganya tidak terlalu berbeda antara platform dan di tempat, membangun kebiasaan selalu menggunakan voucher yang tersedia, dan sesekali memilih untuk datang langsung ke restoran untuk makanan yang bisa dinikmati di tempat adalah kombinasi yang mengoptimalkan pengeluaran untuk makanan tanpa harus mengorbankan kenyamanan sepenuhnya.
Pengguna yang Menggunakan Platform Sesekali
Pengguna yang hanya sesekali menggunakan aplikasi pesan antar biasanya untuk kenyamanan di situasi tertentu memiliki toleransi yang lebih tinggi terhadap perbedaan harga karena biaya tambahan tidak terakumulasi secara signifikan. Untuk pengguna ini, memahami bahwa harga di platform lebih tinggi cukup sebagai konteks untuk mengelola ekspektasi tanpa perlu melakukan optimisasi yang lebih intensif.
Pengguna yang Ingin Mendukung Restoran Lokal Kecil
Pengguna yang peduli tentang dampak ekonomi dari pembelian mereka terhadap restoran lokal kecil perlu memahami bahwa memesan melalui platform dari restoran kecil dengan komisi tinggi memotong margin restoran tersebut secara signifikan. Memesan langsung dari restoran kecil favorit yaitu melalui WhatsApp atau datang langsung jika memungkinkan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar kepada restoran tersebut dari nilai yang sama yang melalui platform karena restoran menerima seluruh nilai pesanan tanpa potongan komisi. Jika secara konsisten memesan dari restoran kecil yang sangat diapresiasi melalui platform dan ingin memberikan dukungan yang lebih bermakna, menanyakan kepada restoran apakah mereka memiliki saluran pemesanan langsung di luar platform adalah cara untuk mendapatkan makanan yang sama dengan harga yang lebih rendah bagi diri sendiri sekaligus memberikan pendapatan yang lebih besar kepada restoran tanpa potongan komisi platform.
Sebaliknya, jika prioritas utama adalah kemudahan dan kecepatan pemesanan tanpa perlu mengelola proses pemesanan yang lebih manual, platform tetap menyediakan nilai yang nyata meski dengan biaya yang lebih tinggi untuk kedua pihak.
Kesimpulan
Perbedaan harga antara GoFood, GrabFood, dan harga di tempat adalah konsekuensi yang hampir tidak bisa dihindari dari model bisnis platform pesan antar yang membiayai operasionalnya dari komisi atas setiap transaksi. Restoran yang menaikkan harga di platform hampir selalu melakukannya bukan untuk mengambil keuntungan ekstra dari pengguna aplikasi tetapi untuk memastikan bahwa setiap pesanan melalui platform tetap menghasilkan margin yang memadai setelah komisi dibayarkan. Memahami dinamika ini membantu mengevaluasi penawaran di platform dengan lebih akurat, memanfaatkan promo dan voucher yang disediakan platform secara lebih strategis, dan membuat keputusan yang lebih informasi tentang kapan lebih menguntungkan untuk datang langsung versus memesan melalui platform.
Transparansi tentang struktur biaya ini juga membantu mengapresiasi restoran yang berhasil menjaga konsistensi harga antara platform dan di tempat sebagai komitmen terhadap pelanggan yang patut dihargai. Gunakan Cari sebagai platform perbandingan harga dan belanja untuk menemukan promo dan voucher terbaik yang tersedia di berbagai platform sebelum memutuskan dari mana dan melalui saluran mana akan memesan makanan favorit.
Pertanyaan / Jawaban
Apakah platform seperti GoFood dan GrabFood wajib mengungkapkan besaran komisi yang mereka kenakan kepada restoran?
Besaran komisi spesifik yang dinegosiasikan antara platform dan mitra restoran umumnya bersifat konfidensial dan tidak ada kewajiban regulasi yang secara eksplisit mengharuskan platform mengungkapkan besaran ini kepada publik umum atau kepada konsumen. Informasi yang biasanya tersedia secara publik hanyalah gambaran umum tentang model bisnis platform. Namun dari sisi perlindungan konsumen, harga yang ditampilkan kepada konsumen saat akan melakukan transaksi harus jelas dan tidak menyesatkan sesuai dengan regulasi perlindungan konsumen yang berlaku di Indonesia. Komisi antara platform dan restoran adalah urusan bisnis antara kedua pihak tersebut yang tidak secara langsung melibatkan konsumen, meski dampaknya terasa dalam bentuk harga menu yang lebih tinggi di platform. Untuk informasi yang lebih spesifik tentang kewajiban keterbukaan informasi dalam konteks ini, merujuk pada regulasi yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan atau Kementerian Komunikasi dan Informatika yang mengatur platform digital adalah langkah yang tepat.
Bisakah konsumen melaporkan jika merasa harga di platform jauh tidak wajar dibanding harga di tempat?
Konsumen yang merasa ada ketidakwajaran dalam penetapan harga atau yang merasa dirugikan oleh praktik yang tidak transparan memiliki beberapa saluran yang bisa digunakan. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia adalah organisasi nirlaba yang sudah lama aktif dalam advokasi hak konsumen di Indonesia dan yang bisa menerima aduan serta memberikan panduan tentang langkah yang bisa diambil. Badan Perlindungan Konsumen Nasional adalah lembaga pemerintah yang bertugas melindungi hak konsumen dan menerima pengaduan terkait praktik bisnis yang merugikan konsumen. Untuk aduan yang berkaitan langsung dengan pengalaman di platform digital, platform itu sendiri biasanya memiliki mekanisme aduan yang bisa digunakan sebagai langkah pertama. Yang perlu dipahami adalah bahwa perbedaan harga antara platform dan di tempat secara umum bukan merupakan pelanggaran hukum selama harga di platform dikomunikasikan secara jelas sebelum transaksi dikonfirmasi, yang dalam praktiknya sudah dilakukan oleh platform besar yang menampilkan rincian total di halaman checkout.
Apakah restoran bisa dikenakan sanksi oleh platform jika menetapkan harga yang sangat berbeda antara di platform dan di tempat?
Beberapa platform pesan antar besar memiliki kebijakan internal tentang konsistensi harga yang melarang atau membatasi perbedaan harga yang terlalu besar antara harga di platform dan harga yang sama di saluran lain. Kebijakan ini jika ada biasanya tercantum dalam perjanjian kemitraan antara platform dan restoran. Namun penerapan dan penegakan kebijakan ini bervariasi dan tidak selalu konsisten di lapangan. Dari perspektif konsumen, mengetahui bahwa beberapa platform memiliki kebijakan semacam ini bisa menjadi informasi yang berguna jika ingin mengajukan aduan kepada platform tentang perbedaan harga yang sangat mencolok. Melaporkan kepada platform disertai bukti perbandingan harga yang jelas antara di platform dan di tempat adalah cara yang paling langsung untuk menggunakan mekanisme yang tersedia meski hasilnya tidak dijamin.
Apakah ada cara untuk memesan langsung dari restoran tanpa melalui platform dan mendapatkan harga lebih murah?
Ya, banyak restoran menyediakan saluran pemesanan langsung di luar platform pesan antar meski tidak semua mengiklankannya secara aktif karena platform melarang atau menganjurkan untuk tidak mempromosikan saluran langsung kepada pelanggan yang ditemukan melalui platform. Cara menemukan saluran pemesanan langsung adalah dengan mencari akun media sosial restoran yaitu Instagram atau Facebook yang sering mencantumkan kontak WhatsApp untuk pemesanan, mengunjungi website restoran jika ada yang sering mencantumkan informasi pemesanan langsung, atau menghubungi restoran langsung melalui nomor telepon yang bisa ditemukan di Google Maps atau platform direktori bisnis lainnya. Pemesanan langsung melalui WhatsApp biasanya menghasilkan harga yang lebih rendah dari platform karena restoran tidak perlu membayar komisi, meski layanan yang diterima berbeda yaitu pengiriman mungkin harus diatur secara terpisah melalui ojek online atau layanan pengiriman mandiri. Tradeoff antara kemudahan platform dan harga yang lebih baik melalui pemesanan langsung adalah pertimbangan yang relevan terutama untuk restoran favorit yang sering dipesan dalam jumlah besar.
Apakah harga di platform berubah-ubah tergantung waktu atau selalu tetap?
Harga menu itu sendiri yang ditetapkan oleh restoran biasanya tidak berubah-ubah secara dinamis berdasarkan waktu pemesanan seperti harga tiket pesawat atau kamar hotel. Restoran menetapkan harga menu di platform secara manual dan mengubahnya juga secara manual melalui dashboard mitra yang disediakan platform. Namun total yang harus dibayarkan konsumen sangat bisa berubah berdasarkan waktu karena komponen seperti ongkos kirim bisa berubah secara dinamis berdasarkan permintaan saat itu dan ketersediaan kurir. Di jam sibuk dengan permintaan tinggi ongkos kirim bisa jauh lebih tinggi dari jam sepi. Promo dan voucher yang aktif juga berubah dari waktu ke waktu yang memengaruhi total efektif yang dibayarkan. Jadi meski harga menu di platform relatif stabil, total yang harus dibayarkan untuk pesanan yang sama bisa bervariasi cukup signifikan tergantung waktu pemesanan dan promo yang sedang aktif.
Tipe restoran mana yang biasanya memiliki selisih harga terbesar antara platform dan di tempat?
Restoran kecil dan independen yang tidak memiliki bargaining power untuk bernegosiasi komisi yang lebih rendah dengan platform cenderung memiliki selisih harga yang lebih besar antara platform dan di tempat karena harus menyerap komisi yang lebih tinggi dan tidak bisa mendistribusikan beban ini atas volume transaksi yang besar. Warung makan atau restoran lokal yang baru bergabung dengan platform dan yang belum memiliki track record yang kuat untuk bernegosiasi cenderung berada dalam posisi yang kurang menguntungkan dalam hal komisi. Sebaliknya, jaringan restoran besar atau franchise yang memiliki volume transaksi yang sangat besar di platform memiliki posisi tawar yang lebih baik untuk bernegosiasi komisi yang lebih rendah sehingga selisih harga yang perlu dikompensasi lebih kecil. Restoran dengan menu yang sangat populer dan yang permintaannya tinggi di platform juga memiliki posisi yang lebih baik karena platform memiliki insentif untuk mempertahankan mereka dengan komisi yang lebih kompetitif.