Alat Berkebun untuk Pemula

Alat Berkebun untuk Pemula
Beli Sekarang di Blibli

Mulai Berkebun: Alat Esensial untuk Pemula

Pemula cukup memulai dengan gunting pangkas, sekop tangan, alat siram, dan sarung tangan. Dari keempatnya, gunting pangkas paling layak mendapat anggaran lebih, karena potongan yang menghancurkan batang membuka jalan bagi busuk dan jamur. Alat lain bisa dibeli belakangan, setelah jelas tanaman apa yang tumbuh dan di mana.

Banyak pemula mulai dengan membeli satu set alat dalam satu kemasan: sekop, garpu kecil, penggaruk mini, gunting, dan kadang semprotan. Isinya terlihat lengkap. Masalahnya, beberapa alat dalam set semacam itu jarang tersentuh, sementara alat yang paling sering dipakai justru mutunya paling rendah karena harga set ditekan agar terlihat murah per buah.

Urutan yang lebih masuk akal dimulai dari tempat menanam, bukan dari daftar alat. Pot di balkon kos dan halaman tanah di depan rumah tipe 36 membutuhkan alat yang berbeda.

Tempat Menanam Menentukan Daftar Alat

Sebelum membeli apa pun, tentukan dulu di mana tanaman akan tumbuh: di pot atau di tanah terbuka. Jawabannya mengubah hampir seluruh daftar.

Pot di teras atau balkon kos

Jika semua tanaman Anda ada di pot, pekerjaan terberatnya adalah memindahkan tanaman ke pot yang lebih besar dan memangkas. Sekop tangan dan gunting pangkas sudah menutup hampir semuanya. Garpu tanah kecil dan penggaruk mini hampir tidak ada gunanya di pot berdiameter 20 cm. Permukaan tanahnya cukup digemburkan dengan ujung sekop atau sumpit bekas.

Di kos, air juga menjadi pertimbangan. Keran biasanya ada di kamar mandi, bukan di balkon, sehingga gembor lebih praktis daripada selang. Gembor dengan kepala pancuran berlubang halus menyiram tanah tanpa membongkar permukaannya.

Halaman tanah di depan rumah

Rumah tipe 36 sering punya sepetak tanah di depan atau samping, dan tanah itu biasanya padat bekas urukan. Di sini rumput liar menjadi pekerjaan rutin. Kored, cangkul kecil bergagang pendek untuk menyiang, jauh lebih berguna daripada garpu tanah kecil. Kored memotong akar rumput tepat di bawah permukaan, sehingga rumput tidak cepat tumbuh lagi dari pangkalnya.

Jika halaman cukup luas dan terjangkau selang dari keran luar, selang dengan kepala semprot yang bisa diatur lebih efisien daripada bolak-balik membawa gembor. Sebaliknya, jika tanaman hanya lima atau enam pot di teras, selang malah merepotkan: harus digulung dan dijemur setiap selesai dipakai.

Gunting Pangkas, Alat yang Paling Menentukan

Kalau anggaran terbatas, taruh uangnya di sini. Gunting pangkas dipakai hampir setiap minggu, untuk membuang daun kering, memotong tangkai bunga layu, mengambil stek, dan memanen cabai atau daun kemangi. Potongan yang buruk tidak langsung terlihat akibatnya. Batang yang tergencet akan mengering atau membusuk beberapa hari kemudian, dan luka seperti itu menjadi pintu masuk jamur, terutama di musim hujan ketika daun jarang benar-benar kering.

Dua bilah bersilang atau satu bilah dengan landasan

Gunting pangkas tangan terbagi dua jenis. Jenis pertama punya dua bilah yang saling melewati seperti gunting kertas. Potongannya bersih dan cocok untuk batang yang masih hidup dan berair. Jenis kedua punya satu bilah tajam yang menekan ke landasan datar. Tenaganya lebih besar, tetapi ia menjepit sebelum memotong, sehingga batang hidup cenderung tergencet. Jenis landasan lebih tepat untuk ranting yang sudah mati dan keras.

Untuk pemula yang merawat tanaman hias dan sayuran daun, jenis dua bilah bersilang adalah pilihan pertama. Jenis landasan baru perlu jika Anda rutin membersihkan ranting kering dari pohon atau pagar tanaman.

Tes kertas sebelum membeli

Minta selembar kertas bekas di toko, lalu potong dengan ujung bilah, bukan pangkalnya. Gunting yang baik memotong kertas bersih sampai ke ujung. Jika kertas terlipat atau tersangkut di antara bilah, kedua bilah tidak rapat, dan batang lunak akan mengalami hal yang sama. Buka tutup gunting beberapa kali juga. Pegasnya harus mengembalikan bilah dengan mantap, dan pengunci tidak boleh lepas sendiri ketika gunting diguncang.

Kapasitas potong gunting tangan umumnya tidak lebih dari sekitar 2 cm. Ranting yang lebih tebal dari jari telunjuk orang dewasa sebaiknya dipotong dengan gergaji pangkas, bukan dipaksa dengan gunting sampai bilahnya renggang.

Sekop Tangan dan Titik Lemahnya

Sekop tangan jarang rusak di bilahnya. Yang patah atau goyang hampir selalu leher, yaitu bagian tempat bilah bertemu gagang. Sekop murah sering berupa lembaran logam tipis yang ditekuk, lalu dimasukkan ke gagang plastik atau kayu dengan satu paku keling. Titik itulah yang menerima seluruh gaya ungkit ketika Anda mencongkel tanah padat atau bongkahan akar di pot lama.

Periksa dua hal di toko. Pertama, tekan ujung bilah ke lantai atau meja dengan tangan menggenggam gagang, lalu dorong perlahan. Bilah yang melentur jelas di bagian leher akan bengkok dalam pemakaian pertama di tanah liat. Kedua, lihat apakah bilah dan leher adalah satu potongan logam utuh. Sekop yang dicetak atau ditempa utuh dari ujung hingga ke dalam gagang jauh lebih tahan.

Baja tahan karat atau baja biasa

Baja tahan karat tidak perlu dikeringkan dengan teliti setelah dipakai dan tidak meninggalkan noda karat di tangan. Baja biasa dengan lapisan cat bisa sama kuatnya, tetapi begitu catnya terkelupas, karat muncul cepat di udara lembap musim hujan. Jika alat Anda disimpan di teras terbuka, selisih harganya biasanya sepadan. Jika disimpan di dalam rumah dan rutin dilap, baja biasa masih cukup.

Menghitung Media Tanam untuk Setiap Pot

Media tanam sering dibeli dengan perkiraan, lalu kurang di tengah jalan atau tersisa sekarung terbuka yang basah di pojok teras. Hitungannya cukup dikerjakan dengan meteran jahit.

Rumus volume pot

Pot bulat kurang lebih berbentuk tabung. Volumenya adalah 3,14 dikali jari-jari dikali jari-jari dikali tinggi. Ukur diameter bagian dalam pot, bagi dua untuk mendapat jari-jari, lalu ukur tinggi dari dasar sampai sekitar 2 cm di bawah bibir pot. Bagian itu dibiarkan kosong agar air siraman tidak meluap.

Pot berdiameter 20 cm dengan tinggi isi 18 cm memuat sekitar 3,14 x 10 x 10 x 18, atau sekitar 5.650 cm³, kira-kira 5,7 liter. Pot berdiameter 30 cm dengan tinggi isi 23 cm memuat sekitar 3,14 x 15 x 15 x 23, atau sekitar 16.250 cm³, kira-kira 16 liter. Diameternya hanya satu setengah kali lipat, tetapi isinya hampir tiga kali. Luas alas naik sebanding kuadrat diameter, dan tingginya ikut bertambah.

Pot yang meruncing ke bawah memuat sedikit lebih kecil dari hitungan tabung, jadi angka ini bisa dipakai sebagai batas atas. Bandingkan hasilnya dengan volume yang tertera di kemasan media tanam, yang biasanya dicantumkan dalam liter atau kilogram.

Campuran media

Tanah kebun saja terlalu padat untuk pot dan cepat memadat setelah beberapa kali disiram. Campuran yang banyak dipakai adalah tanah, sekam bakar, dan kompos atau pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan kira-kira sama. Sekam bakar membuat media lebih ringan dan air lebih cepat turun. Untuk tanaman yang tidak tahan basah, seperti kaktus dan sukulen, porsi sekam bakar atau pasir malang bisa ditambah.

Menyiram Tanpa Menebak

Pada tanaman pot, terlalu banyak air lebih sering menjadi masalah daripada kekurangan air. Akar yang terus terendam kekurangan udara dan mulai membusuk, dan gejalanya mirip tanaman kehausan: daun layu dan menguning. Sebelum menambah air pada tanaman yang layu, periksa dulu medianya.

Tes jari dan tes angkat pot

Dua pemeriksaan ini tidak butuh alat apa pun. Tusukkan jari telunjuk ke media tanam sedalam dua ruas. Jika ujung jari masih terasa lembap, tunda penyiraman. Untuk pot kecil hingga sedang, angkat pot sesaat setelah disiram sampai air keluar dari lubang bawah, lalu ingat beratnya. Beberapa hari kemudian angkat lagi. Pot yang terasa jauh lebih ringan memang sudah kering.

Semua pot tanam harus punya lubang pembuangan. Pot hias tanpa lubang sebaiknya hanya dipakai sebagai wadah luar, dengan pot plastik berlubang di dalamnya. Di musim hujan, pindahkan pot kecil dari bawah talang atau tetesan atap, karena di sana tanaman bisa tersiram berkali-kali sehari tanpa Anda sadari.

Sarung Tangan Berlapis Karet Sudah Cukup

Sarung tangan kain berlapis karet di telapak dan jari sudah cukup untuk hampir semua pekerjaan pemula. Lapisan karet menahan tanah basah dan duri kecil, sedangkan punggung kain membuat tangan tidak cepat berkeringat. Pilih ukuran yang pas di ujung jari. Sarung tangan kebesaran membuat Anda sulit menjepit bibit atau memegang gunting dengan mantap. Untuk mawar, bugenvil, atau kaktus, sarung tangan kulit yang lebih tebal baru benar-benar perlu.

Alat yang Bisa Ditunda

Garpu tanah kecil adalah alat yang paling sering dibeli dan paling jarang dipakai oleh pemula yang berkebun di pot. Penggaruk mini bernasib sama. Cangkul dan sekop besar baru relevan jika Anda membuat bedengan di tanah terbuka. Semprotan tekanan untuk pestisida sebaiknya menunggu sampai benar-benar ada serangan hama yang perlu ditangani, dan untuk beberapa pot, semprotan tangan biasa sudah memadai. Uang yang tidak dipakai untuk alat-alat ini lebih berguna jika dipindahkan ke gunting pangkas yang lebih baik.

Merawat Alat di Musim Hujan

Alat berkebun di iklim lembap lebih sering rusak karena disimpan basah daripada karena dipakai berat. Setelah dipakai, ketuk sekop agar tanah rontok, bilas, lalu keringkan dengan lap sebelum disimpan. Gantung alat atau simpan di wadah berlubang, bukan di ember tertutup yang menahan uap air.

Gunting pangkas butuh sedikit perhatian lebih. Getah tanaman yang mengering di bilah membuat gunting seret. Bersihkan dengan kain yang dibasahi alkohol, dan lakukan juga di antara tanaman jika salah satunya terlihat sakit, supaya penyakitnya tidak terbawa. Setetes minyak di sekitar baut dan pegas setiap beberapa minggu menjaga gerakan tetap halus.

Jika gunting mulai tumpul

Jika potongan mulai meninggalkan serat yang tersobek di ujung batang, bilah perlu diasah. Gunting dua bilah bersilang hanya diasah di sisi yang miring, mengikuti sudut aslinya, dengan batu asah kecil atau kikir halus. Sisi datar cukup digosok ringan untuk membuang serpihan logam halus di tepinya. Jika setelah diasah kertas masih tersangkut, masalahnya ada pada baut yang kendur, bukan ketajaman. Kencangkan sedikit demi sedikit sampai bilah rapat tetapi masih bisa dibuka dengan satu tangan.

Kesimpulan

Urutan pembelian yang paling masuk akal untuk pemula dimulai dari tempat menanam. Untuk pot di teras atau balkon, gunting pangkas dua bilah bersilang, sekop tangan dengan leher kokoh, gembor, dan sarung tangan berlapis karet sudah cukup. Untuk halaman tanah, tambahkan kored. Garpu kecil, penggaruk mini, dan semprotan tekanan bisa menunggu. Hitung media tanam dari volume pot sebelum membeli, siram berdasarkan tes jari, dan keringkan alat setiap selesai dipakai. Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.

Pertanyaan / Jawaban

Alat apa yang harus dibeli pertama kali oleh pemula?

Gunting pangkas, sekop tangan, alat siram, dan sarung tangan. Jika anggaran terbatas, prioritaskan gunting pangkas, karena alat ini dipakai paling sering dan mutu potongannya langsung memengaruhi kesehatan tanaman. Batang yang tergencet oleh gunting tumpul atau bilah yang tidak rapat bisa mengering atau membusuk beberapa hari kemudian. Sekop tangan boleh sederhana asalkan lehernya kokoh. Untuk menyiram, gembor dengan kepala pancuran halus sudah cukup jika tanaman Anda berada di pot, sedangkan selang baru masuk akal untuk halaman yang lebih luas.

Apakah membeli satu set alat berkebun lebih hemat?

Tidak selalu. Set alat terlihat murah per buah, tetapi biasanya berisi beberapa alat yang jarang dipakai, seperti garpu kecil dan penggaruk mini, sementara gunting dan sekop di dalamnya sering bermutu rendah. Bagi pemula yang berkebun di pot, membeli gunting pangkas dan sekop tangan secara terpisah dengan mutu yang lebih baik biasanya memberi hasil lebih awet dengan total biaya yang tidak jauh berbeda. Set baru layak dipertimbangkan jika Anda sudah memeriksa gunting dan sekopnya dengan tes kertas dan tes tekan di toko.

Apa beda gunting pangkas dua bilah bersilang dan gunting dengan landasan?

Gunting dua bilah bersilang bekerja seperti gunting kertas. Kedua bilah saling melewati sehingga potongannya bersih, cocok untuk batang hidup yang masih berair seperti tanaman hias, sayuran, dan tanaman bumbu. Gunting landasan memiliki satu bilah yang menekan ke permukaan datar. Tenaganya lebih besar, tetapi batang dijepit sebelum terpotong, sehingga batang hidup mudah tergencet. Jenis ini lebih cocok untuk ranting mati yang keras. Pemula sebaiknya mulai dengan jenis dua bilah bersilang.

Bagaimana cara menghitung kebutuhan media tanam?

Hitung volume setiap pot dengan rumus tabung: 3,14 dikali jari-jari dikali jari-jari dikali tinggi isi. Pot berdiameter 20 cm dengan tinggi isi 18 cm memuat sekitar 5,7 liter, sedangkan pot berdiameter 30 cm dengan tinggi isi 23 cm memuat sekitar 16 liter. Jumlahkan volume semua pot, lalu bandingkan dengan isi kemasan media tanam. Karena pot biasanya meruncing ke bawah, isi sebenarnya sedikit lebih kecil dari hitungan, sehingga hasil rumus aman dipakai sebagai batas atas pembelian.

Apa yang perlu diperiksa saat membeli sekop tangan?

Periksa bagian leher, yaitu sambungan antara bilah dan gagang, karena di situlah sekop tangan paling sering bengkok atau patah. Tekan ujung bilah ke meja sambil menggenggam gagang dan dorong perlahan. Bilah yang jelas melentur di leher tidak akan bertahan lama di tanah liat atau saat mencongkel akar dari pot lama. Sekop yang bilah dan lehernya satu potongan logam utuh jauh lebih kuat daripada lembaran tipis yang ditekuk dan disambung dengan satu paku keling. Untuk alat yang disimpan di teras terbuka, baja tahan karat lebih layak dipilih.

Seberapa sering tanaman pot perlu disiram?

Tidak ada jadwal yang berlaku untuk semua tanaman, karena kebutuhan air bergantung pada ukuran pot, jenis media, letak, dan cuaca. Pakai tes jari: tusukkan telunjuk ke media tanam sedalam dua ruas, dan siram hanya jika ujung jari terasa kering. Untuk pot kecil hingga sedang, tes angkat pot juga membantu, karena pot kering terasa jauh lebih ringan dibanding sesaat setelah disiram. Di musim hujan, periksa lebih jarang tetapi pastikan pot tidak berada di bawah tetesan atap.

Apakah pemula perlu garpu tanah kecil?

Untuk berkebun di pot, hampir tidak. Permukaan media di pot kecil bisa digemburkan dengan ujung sekop tangan atau sebatang kayu kecil. Garpu tanah kecil baru terasa berguna pada bedengan atau halaman tanah yang cukup luas, dan di halaman seperti itu kored biasanya lebih sering dipakai karena sekaligus membersihkan rumput liar. Jika anggaran terbatas, garpu kecil termasuk alat yang paling aman untuk ditunda.

Bagaimana merawat alat berkebun agar tidak berkarat?

Ketuk dan bilas tanah yang menempel, lalu keringkan alat dengan lap setiap selesai dipakai. Simpan dengan cara digantung atau di wadah berlubang yang memungkinkan udara bersirkulasi, bukan di ember tertutup. Bersihkan getah di bilah gunting dengan kain beralkohol dan beri setetes minyak di sekitar baut dan pegas setiap beberapa minggu. Alat dari baja tahan karat lebih toleran terhadap kelalaian, tetapi tetap lebih awet jika disimpan kering, terutama selama musim hujan.

Kapan pemula perlu menambah alat?

Tambahkan alat ketika pekerjaan tertentu mulai rutin dan alat yang ada tidak lagi memadai. Contohnya gergaji pangkas ketika ranting yang perlu dipotong sudah lebih tebal dari sekitar 2 cm, sarung tangan kulit ketika Anda mulai merawat mawar atau bugenvil, atau cangkul ketika Anda membuat bedengan di tanah terbuka. Menunggu kebutuhan itu muncul lebih hemat daripada membeli di awal, karena alat yang tidak dipakai tetap memakan tempat dan tetap bisa berkarat.

Tertarik dengan produk ini?

Temukan harga terbaik di Blibli

Belanja Sekarang di Blibli

Artikel Terkait tentang Lifestyle & Hobi

Lifestyle & Hobi

Kapan Sebaiknya Upgrade Peralatan Hobi dan Kapan Cukup dengan yang Ada

Pahami kapan peralatan hobi memang perlu diganti dan kapan yang ada sebenarnya masih cukup, lewat uji pinjam satu sesi, hitungan sepuluh sesi terakhir, dan biaya per pemakaian.

16 min
Lifestyle & Hobi

Board Game untuk Keluarga: Usia dan Jumlah Pemain yang Menentukan Pilihan

Ketahui cara memilih board game untuk keluarga yang tepat berdasarkan usia dan jumlah pemain, agar permainan tetap seru tanpa membuat anak-anak cepat bosan menunggu giliran.

16 min
Lifestyle & Hobi

Peralatan Memasak untuk Hobi: Yang Benar-Benar Dipakai vs Sekadar Koleksi

Ketahui cara membedakan alat masak untuk hobi yang benar-benar sering dipakai dari yang sekadar koleksi, mulai dari biaya per pemakaian hingga tips audit dapur sendiri di rumah.

16 min
Lifestyle & Hobi

Tanda-tanda Tanaman Hias Kekurangan Cahaya, Bukan Kekurangan Air

Ketahui tanda-tanda tanaman hias kekurangan cahaya, bukan kekurangan air, dari batang memanjang hingga daun menguning, sebelum salah diagnosis saat merawatnya di rumah sendiri.

16 min
Lihat semua artikel Lifestyle & Hobi →