Cara Memilih Teleskop untuk Pemula yang Ingin Melihat Bulan dan Planet
Diameter Lensa dan Kekokohan Dudukan Lebih Berarti daripada Perbesaran
Untuk melihat Bulan dan planet, pilih teleskop berdiameter lensa atau cermin utama sekitar 70 hingga 130 mm yang berdiri di dudukan kokoh. Angka perbesaran di kardus bisa diabaikan, sebab batas yang berguna hanya dua kali diameter dalam milimeter. Dudukan yang bergoyang merusak pengamatan lebih cepat daripada diameter yang kecil.
Sasaran paling mudah bagi teleskop kecil adalah yang paling terang. Permukaan Bulan, pita awan Jupiter, dan cincin Saturnus cukup terang untuk terlihat dari halaman rumah di tengah kota, jadi uang pembelian pertama tidak perlu dihabiskan untuk tabung raksasa. Hasilnya ditentukan oleh tiga hal yang jarang dicetak besar di kardus: diameter bukaan, jenis tabung, dan dudukan di bawahnya.
Kardus teleskop murah menonjolkan perbesaran tiga ratus kali atau lebih. Angka itu hanya hasil membagi panjang tabung dengan panjang fokus lensa okuler yang sangat kecil. Gambar pada perbesaran setinggi itu redup, kabur, dan bergetar mengikuti setiap hembusan angin. Teleskop berdiameter 70 mm di atas tripod tipis bisa lebih mengecewakan daripada teropong biasa yang ditumpangkan pada tembok, dan banyak teleskop pertama berakhir di lemari karena alasan itu.
Gambaran yang realistis membantu menjaga harapan. Bulan terlihat berkawah dengan sangat rinci. Jupiter menampakkan pita awan gelap dan empat bulan kecil yang berubah posisi dari malam ke malam. Saturnus tampil sebagai bola kecil berlingkar cincin, dan Venus berubah bentuk seperti Bulan sabit. Bintang tetap berupa titik. Nebula redup yang indah di foto majalah hanya menjadi noda samar di langit kota, jadi jangan membeli teleskop dengan harapan itu.
Untuk anggaran, urutan prioritasnya jelas. Dudukan kokoh dan diameter yang cukup lebih dulu, okuler tambahan belakangan. Teleskop bawaan kardus bisa ditingkatkan dengan okuler yang lebih baik di kemudian hari, sedangkan dudukan yang goyang hampir tidak bisa diperbaiki tanpa membeli ulang.
Satu larangan berlaku sejak malam pertama. Teleskop tidak boleh diarahkan ke Matahari tanpa penyaring surya di depan tabung, sebab cahaya yang terkumpul merusak mata.
Angka Perbesaran di Kardus Hampir Selalu Menyesatkan
Rumus yang bisa dihitung sendiri
Untuk menghitung perbesaran, bagilah panjang fokus teleskop dengan panjang fokus lensa okuler. Tabung berpanjang fokus 700 mm dengan okuler 25 mm menghasilkan 28 kali, sedangkan okuler 10 mm menghasilkan 70 kali. Panjang fokus teleskop tercetak di badan tabung atau di lembar spesifikasi, dan panjang fokus okuler tertera di sisi okulernya dalam milimeter.
Pabrikan murah tidak menahan diri. Okuler 4 mm dan lensa Barlow dua kali pada tabung 700 mm memberi 350 kali, dan angka itulah yang dicetak besar di kardus. Batas teoretis yang masih memberi gambar tajam adalah dua kali diameter dalam milimeter. Untuk tabung berdiameter 70 mm, batasnya 140 kali. Angka 350 kali berarti dua setengah kali lipat batas itu, sehingga gambarnya hanya versi lebih besar dari gambar yang sudah kabur.
Lensa Barlow dan okuler kecil
Lensa Barlow dua kali menggandakan perbesaran okuler apa pun. Okuler 10 mm yang tadinya 70 kali menjadi 140 kali, tepat di batas teleskop 70 mm. Dengan perhitungan yang sama, teleskop 130 mm punya batas 260 kali, sehingga okuler 5 mm bersama Barlow (280 kali) sudah melewati batasnya. Hitung batas teleskop Anda dulu, lalu pilih okuler yang tidak melewatinya.
Mengejar angka tinggi bukan tujuan. Udara yang bergolak di atas atap rumah membatasi ketajaman sebelum optik mencapai batasnya. Ukuran Bulan juga membatasi: lebarnya sekitar setengah derajat, sehingga pada 100 kali dengan okuler bersudut pandang tampak 50 derajat, Bulan sudah memenuhi seluruh medan pandang. Di atas itu, hanya sebagian Bulan yang tampil.
Diameter Menentukan Seberapa Banyak Cahaya dan Detail
Jumlah cahaya yang dikumpulkan teleskop sebanding dengan luas bukaannya, bukan dengan lebarnya. Karena luas lingkaran naik dengan kuadrat diameter, teleskop 130 mm mengumpulkan cahaya sekitar tiga setengah kali lebih banyak daripada teleskop 70 mm, dari perhitungan 130 dibagi 70 lalu dikuadratkan. Kenaikan diameter yang tampak sedang itu terasa besar di mata.
Cahaya tambahan paling berguna untuk detail halus pada planet, seperti celah gelap di cincin Saturnus yang bernama celah Cassini, tampak lebih jelas di bukaan besar, walaupun celah itu sudah dapat dilihat pada teleskop 75 mm di malam berudara tenang. Bulan lain lagi. Cahayanya melimpah, jadi diameter kecil pun cukup.
Diameter besar dibayar di tempat lain: tabung lebih panjang, bobot lebih berat, pemasangan lebih lama. Teleskop yang butuh dua orang untuk diangkat ke teras akan tinggal di sudut kamar. Rentang 70 hingga 130 mm masuk akal bagi pembeli pertama karena itu. Di bawah 70 mm, gambar planet terlalu redup untuk memuaskan. Di atas 130 mm, tabung mulai menyulitkan orang yang tidak punya garasi.
Refraktor, Reflektor, dan Dobsonian: Tiga Rancangan Tabung
Refraktor dengan lensa depan
Refraktor memakai lensa di bagian depan tabung. Tabungnya tertutup, tidak perlu diselaraskan, dan bebas dari debu di dalam tabung. Kelemahannya muncul pada lensa tunggal atau lensa ganda murah: tepi Bulan dan planet terang dikelilingi pinggiran ungu atau biru karena lensa membiaskan warna berbeda ke titik fokus berbeda. Rancangan lensa yang menghilangkan pinggiran itu jauh lebih mahal untuk diameter yang sama. Refraktor berdiameter 70 hingga 90 mm karena itu cocok bagi pembeli yang menghargai kepraktisan dan tidak mengejar ukuran.
Reflektor dengan cermin utama
Reflektor jenis Newton memakai cermin cekung di dasar tabung. Cermin lebih murah dibuat daripada lensa berdiameter sama, jadi uang yang sama membeli diameter jauh lebih besar dan gambar tanpa pinggiran warna. Harganya adalah tabung terbuka yang menampung debu dan embun, serta cermin yang perlu diselaraskan ulang (kolimasi) lewat tiga baut ketika bergeser karena benturan atau perjalanan. Kolimasi mudah dipelajari, tetapi pembeli yang tidak mau menyentuh baut sama sekali sebaiknya memilih refraktor.
Dobsonian di atas kotak putar
Dobsonian adalah reflektor Newton yang diletakkan di atas dudukan kayu berbentuk kotak yang berputar ke kiri, kanan, naik, dan turun. Tidak ada tripod yang bergetar dan tidak ada penjajaran yang rumit. Diameter 130 mm tersedia dengan harga yang masuk akal. Kekurangannya, tabung dan kotak sama-sama makan tempat, dan tabung harus didorong dengan tangan karena tidak ada penjejak otomatis. Teleskop berlipat (katadioptrik) ringkas dan bagus untuk planet, tetapi harga per milimeter diameternya lebih tinggi daripada jenis lain.
Dudukan yang Goyang Menghabiskan Hasil Optik Terbaik
Tripod dan kepala dudukan
Ada uji sederhana. Ketuk ujung tabung dengan jari saat teleskop terpasang penuh, lalu amati okuler. Getaran yang berhenti dengan cepat berarti dudukannya layak. Pada perbesaran 100 kali, getaran kecil membesar di okuler, dan tripod berkaki baja tipis yang masih bergoyang beberapa saat setelah diketuk akan mengganggu setiap pengamatan. Kaki kayu atau logam tebal dengan kepala dudukan berat menyelesaikan masalah itu lebih baik daripada tabung bagus di atas tripod murah.
Altazimut atau ekuatorial
Jenis altazimut bergerak naik turun dan kiri kanan, dan cara kerjanya bisa dipahami dalam lima menit. Jenis ekuatorial memiliki satu sumbu yang dijajarkan dengan sumbu putar Bumi, sehingga satu gerakan saja cukup untuk mengikuti bintang. Syaratnya penjajaran kutub yang benar, dan langkah itu membuat banyak pemula menyerah. Ekuatorial yang tidak dijajarkan tidak lebih baik daripada altazimut dan lebih membingungkan.
Penjejak otomatis dan GoTo
Bumi berputar sekitar 15 derajat per jam, atau seperempat derajat per menit. Pada 100 kali, medan pandang sebenarnya hanya setengah derajat, jadi planet yang semula di tengah keluar dari tepi dalam sekitar dua menit. Dobsonian atau dudukan altazimut manual berarti dorongan kecil setiap dua menit. Motor penjejak menghapus dorongan itu, dan sistem GoTo menambahkan basis data yang mengarahkan tabung ke sasaran. Untuk Bulan dan planet yang mudah ditemukan, GoTo tidak mengubah apa yang terlihat. Manfaatnya terasa saat banyak orang bergiliran mengintip, karena sasaran tetap di tengah selama giliran berlangsung.
Lensa Okuler yang Menyertai Tabung
Paket teleskop pemula datang dengan dua okuler, kadang ditambah Barlow. Pasangan yang berguna: satu okuler berpanjang fokus besar untuk menemukan sasaran, satu yang lebih pendek untuk planet. Pada tabung 700 mm, okuler 25 mm memberi 28 kali dan okuler 10 mm memberi 70 kali, keduanya jauh di bawah batas tabung 70 mm. Okuler 4 mm dari kardus murah memberi 175 kali, melewati batas itu, jadi sebaiknya tidak dipakai.
Ponsel bisa dipasang di belakang okuler dengan adaptor penjepit untuk memotret Bulan. Ponsel menambah beban di ujung okuler, jadi dudukan yang kokoh makin menentukan hasilnya.
Pencari Titik Merah dan Cara Menemukan Sasaran
Medan pandang teleskop sempit, jadi menemukan Jupiter hanya dengan mengintip lewat okuler hampir mustahil. Alat bantunya bernama pencari. Model titik merah memproyeksikan titik kecil di kaca bening, sehingga kedua mata tetap melihat langit. Model berlensa kecil memberi tampilan terbalik yang membingungkan pada awalnya, tetapi menampilkan bintang yang lebih redup. Bagi pemula, model titik merah lebih mudah karena sasaran ditemukan dalam hitungan detik. Keduanya harus disejajarkan dengan tabung pada siang hari, dengan mengarahkan tabung ke menara atau antena yang jauh.
Apa yang Sebenarnya Terlihat di Bulan, Planet, dan Bintang
Bulan
Bulan paling menarik saat berbentuk sabit atau separuh, karena bayangan di sepanjang garis pemisah antara sisi terang dan gelap menonjolkan kawah dan pegunungan. Bulan purnama terang dan datar, sehingga mata silau dan detail permukaannya hilang.
Jupiter dan Saturnus
Empat bulan terbesar Jupiter muncul sebagai titik cahaya sejajar yang berpindah dari malam ke malam, dan terlihat bahkan lewat teropong yang ditopang. Pita awan gelap di planet itu tampak di teleskop kecil. Cincin Saturnus sudah terlihat pada sekitar 50 kali. Celah Cassini memerlukan teleskop sekitar 75 mm dan malam berudara tenang. Kedua planet tidak muncul di langit malam sepanjang tahun, jadi pastikan dulu planetnya ada di atas sebelum menyimpulkan teleskop bermasalah.
Venus, Mars, dan bintang
Venus menampilkan fase seperti Bulan, dari sabit tipis hingga hampir bulat, dan hanya terlihat setelah Matahari terbenam atau sebelum terbit. Mars tampak sebagai bola jingga kecil, dan detailnya baru muncul menjelang saat Mars paling dekat dengan Bumi, sekitar dua tahun sekali. Bintang tetap berupa titik cahaya pada perbesaran berapa pun karena jaraknya terlalu jauh. Teleskop membuatnya lebih terang dan memisahkan bintang ganda.
Matahari Hanya Boleh Diamati dengan Penyaring di Depan Tabung
Menurut panduan keselamatan gerhana NASA, Matahari yang tidak tertutup atau hanya sebagian tertutup tidak boleh dilihat lewat kamera, teleskop, teropong, atau alat optik lain tanpa penyaring. Penyaring surya harus dipasang di ujung depan tabung yang besar. Penyaring kecil yang dipasang di okuler tidak boleh dipakai.
Kacamata gerhana bersertifikat ISO 12312-2 hanya aman untuk mata telanjang dan tidak boleh dipakai bersama teleskop atau alat optik lain, karena sinar terpusat bisa merusak penyaringnya dan mengenai mata. Penyaring yang tergores atau rusak harus dibuang. Lensa pencari ikut menampung cahaya Matahari, jadi tutupnya perlu terpasang selama pengamatan. Untuk Venus, tunggu sampai Matahari benar-benar terbenam.
Langit Kota, Embun, dan Kaca Jendela
Polusi cahaya mengaburkan objek redup, tetapi hampir tidak mengganggu sasaran terang, sehingga teleskop kecil tetap berguna di kota. Yang jauh lebih merusak adalah mengamati lewat kaca jendela. Kaca menambah pantulan, dan udara hangat dari dalam rumah naik ke depan tabung sehingga gambar bergelombang. Teras terbuka atau halaman, walau tidak gelap, menghasilkan gambar jauh lebih baik. Lantai balkon yang bergetar oleh langkah kaki di dalam rumah memindahkan getaran itu ke dudukan.
Tabung yang baru dibawa dari ruangan perlu menyesuaikan diri dengan suhu udara luar, terutama reflektor yang cerminnya tebal. Selama cermin lebih hangat daripada udara, gambar bergelombang. Tunggu sampai gelombang itu berhenti sebelum memakai perbesaran tinggi. Pada malam lembap, tabung pendek pelindung embun yang dipasang di ujung depan memperlambat munculnya embun pada lensa.
Teropong sebagai Alternatif Murah dan Cukup
Teropong 10x50 yang dipasang di tripod kamera menunjukkan kawah Bulan dan empat bulan Jupiter. Diameter 50 mm mengumpulkan cahaya sekitar separuh dari teleskop 70 mm, dari perhitungan 50 dibagi 70 lalu dikuadratkan, yaitu sekitar 0,5. Perbesaran sepuluh kali tidak cukup untuk cincin Saturnus. Pilihan ini cocok bagi yang baru ingin mengenal langit, dan kurang cocok bagi yang berharap melihat planet. Teropong yang sama masih berguna di luar astronomi, misalnya untuk mengamati burung.
Tiga Situasi Pembeli dan Pilihan yang Masuk Akal
Teras atau halaman tersedia, ruang simpan longgar
Dobsonian 130 mm memberi cahaya terbanyak per rupiah dan dudukan yang bebas getaran. Imbalannya ruang simpan seukuran kotak kardus besar dan kesediaan mendorong tabung dengan tangan.
Tinggal di rumah susun atau apartemen, teleskop harus dipindah
Refraktor 70 mm di tripod berkaki tebal bisa diangkat dengan satu tangan dan disimpan di balik pintu. Pinggiran warna pada planet terang dan cahaya yang lebih sedikit adalah harganya.
Dipakai bersama anak atau banyak orang berturut-turut
Dudukan altazimut tidak perlu dipelajari, dan Dobsonian tidak punya tripod yang bisa roboh. Motor penjejak baru menguntungkan bila banyak orang bergiliran mengintip sasaran yang sama.
Teleskop mainan mudah dikenali dari tiga tanda: perbesaran di kardus melebihi dua kali diameter, tripod tipis yang bergoyang saat disentuh, dan okuler bawaan 4 mm. Bila ketiganya ada, alihkan uang ke teropong dan tripod kamera.
Uji Siang Hari pada Menara yang Jauh
Sebelum malam pertama, arahkan teleskop ke menara, antena, atau pohon yang jauh pada siang hari, dan jangan pernah ke arah Matahari. Pemutar fokus harus berputar mulus tanpa tersangkut, dan gambar harus tajam di tengah medan. Periksa juga penjepit okuler yang longgar dan baut kunci yang tidak menahan tabung pada sudut yang Anda pilih.
Perawatan Lensa, Cermin, dan Tabung
Jangan membersihkan lensa atau cermin kecuali ada kotoran yang jelas mengganggu, karena setiap gosokan menambah goresan mikro. Debu ringan cukup ditiup dengan pompa karet. Simpan teleskop dalam keadaan tertutup di ruang yang kering, dan beri kantong silika gel di dekat okuler agar jamur tidak tumbuh di udara lembap. Tutup tabung setiap selesai memakainya.
Kesimpulan
Satu teleskop berdiameter 70 hingga 130 mm dengan dudukan yang cepat diam setelah diketuk sudah cukup untuk Bulan dan planet dari halaman rumah. Bila pilihan jatuh antara tabung besar di dudukan goyang dan tabung lebih kecil di dudukan kokoh, ambil yang kedua.
Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap di Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Berapa perbesaran yang cukup untuk melihat cincin Saturnus?
Sekitar 50 kali sudah cukup untuk melihat cincinnya, sehingga okuler berperbesaran tinggi tidak perlu dibeli. Ambil contoh tabung 700 mm dengan okuler 10 mm: hasilnya 70 kali, masih jauh di bawah batas 140 kali untuk diameter 70 mm. Celah gelap pada cincin menuntut teleskop sekitar 75 mm dan malam berudara tenang, jadi bila celah itu belum tampak, coba lagi di malam lain sebelum menyalahkan teleskopnya atau membeli okuler yang lebih kuat. Pastikan juga Saturnus memang sedang berada di langit malam.
Teleskop 70 mm atau 130 mm, mana yang lebih baik untuk pemula?
Teleskop 130 mm mengumpulkan sekitar tiga setengah kali lebih banyak cahaya, sehingga detail planet lebih mudah dilihat. Keunggulan itu hanya terpakai bila teleskopnya benar-benar dibawa keluar. Keluarga dengan halaman dan ruang simpan seukuran kotak kardus besar cocok dengan Dobsonian 130 mm. Penghuni apartemen yang harus mengangkat teleskop melewati tangga atau lift lebih tertolong oleh refraktor 70 mm di tripod berkaki tebal, karena yang menentukan adalah seberapa mudah teleskop dibawa ke teras malam ini, bukan angka di lembar spesifikasi. Di sisi lain, pemilik halaman yang sanggup merawat cermin sendiri mendapat diameter lebih besar per rupiah dari reflektor daripada dari refraktor.
Bisakah teleskop dipakai dari jendela atau balkon?
Lewat kaca jendela, hasilnya mengecewakan karena kaca menambah pantulan dan udara hangat dari dalam rumah naik ke depan tabung. Balkon terbuka lebih baik, dengan satu syarat: lantainya tidak ikut bergetar saat ada langkah kaki di dalam rumah. Polusi cahaya kota tidak menghalangi Bulan dan planet terang, sehingga lokasi yang terang bukan alasan menunda. Untuk balkon sempit, refraktor 70 mm di tripod kaki tebal lebih masuk akal daripada tabung besar. Tunggu juga sampai tabung menyesuaikan suhu sebelum memakai perbesaran tinggi, terutama pada reflektor yang cerminnya tebal, dan jangan mendekatkan teleskop ke pintu kaca yang menghadap ruangan ber-AC.
Perlukah membeli teleskop GoTo untuk pemula?
Untuk Bulan dan planet terang, tidak perlu. Pencari titik merah sudah membawa Anda ke sasaran dalam hitungan detik, dan itulah pekerjaan utama GoTo. Motor penjejak berguna pada situasi tertentu: pada 100 kali, planet keluar dari medan pandang dalam sekitar dua menit, dan di acara pengamatan bersama dengan banyak peserta bergiliran, sasaran yang tetap di tengah menghemat banyak dorongan tangan. Untuk satu atau dua pengamat, dudukan Dobsonian atau altazimut manual sudah memadai, dan selisih dana lebih baik dialihkan ke diameter yang lebih besar. Keputusan ini berbeda bila teleskop ditujukan untuk anak yang baru belajar: dudukan altazimut yang bisa dipakai tanpa belajar sudah memadai, dan GoTo tidak menambah apa pun pada Bulan.
Amankah melihat Matahari lewat teleskop dengan kacamata gerhana?
Tidak aman. Kacamata gerhana bersertifikat ISO 12312-2 hanya untuk mata telanjang, dan bila dipakai bersama teleskop, sinar yang terpusat dapat merusak penyaringnya lalu mengenai mata. Untuk menonton gerhana lewat teleskop, penyaring surya harus terpasang di ujung depan tabung yang besar, dan penyaring kecil di okuler tidak boleh dipakai. Pencari berlensa pun perlu ditutup. Keluarga yang belum punya penyaring surya sebaiknya menonton gerhana dengan kacamata saja dan membiarkan teleskop tetap tertutup.
Bagaimana mengenali teleskop mainan sebelum membayar?
Mulailah dari hitungan dua kali diameter dalam milimeter. Kardus yang menjanjikan 350 kali pada tabung 70 mm melampaui batas 140 kali sebanyak dua setengah kali lipat. Tanda kedua ada pada dudukan: tripod tipis yang masih bergetar beberapa saat setelah diketuk berarti hasil di okuler akan bergoyang. Tanda ketiga adalah okuler bawaan 4 mm, yang pada tabung 700 mm memberi 175 kali. Bila ketiganya hadir, uang lebih baik dipakai membeli teropong 10x50 dan tripod kamera yang menunjukkan kawah Bulan dan bulan Jupiter dengan lebih jernih. Teropong itu juga tidak sia-sia kelak, sebab tetap berguna untuk mengamati burung.
Bisakah memotret Bulan lewat teleskop dengan ponsel?
Bisa, dengan adaptor penjepit yang menahan ponsel di belakang okuler. Bulan sabit atau separuh memberi foto yang lebih menarik daripada purnama, karena bayangan di garis pemisah menonjolkan kawah. Pada 100 kali, Bulan memenuhi seluruh medan pandang, jadi okuler 25 mm pada tabung 700 mm dengan 28 kali sudah cukup untuk memuat seluruh piringan. Ponsel menambah beban di ujung okuler, sehingga dudukan yang kokoh dan tabung yang sudah menyesuaikan suhu menentukan ketajaman foto lebih banyak daripada jenis teleskopnya.
Mengapa bintang tetap berupa titik di teleskop, sedangkan Bulan terlihat besar?
Jarak bintang terlalu jauh, sehingga perbesaran berapa pun tidak membentuk piringan. Bulan lebarnya sekitar setengah derajat, dan pada 100 kali dengan okuler bersudut pandang tampak 50 derajat, ia mengisi seluruh medan. Dengan teleskop 70 mm, bintang hanya menjadi lebih terang, dan bintang ganda terpisah menjadi dua titik. Karena itu okuler 4 mm tidak akan membuat bintang lebih menarik, sedangkan Venus dan Jupiter justru cukup dilihat pada perbesaran sedang di bawah batas 140 kali. Venus tampil sebagai sabit hingga hampir bulat, dan Jupiter menampakkan pita awan serta empat bulan kecilnya.