Cara Memilih Busi Motor yang Sesuai dengan Jenis Mesin dan Pemakaian
Kode pada badan busi lebih menentukan daripada bahan elektrodanya
Busi yang cocok ditentukan oleh tiga hal pada kodenya: ukuran ulir, tingkat panas, dan panjang ulir. Ketiganya harus sama dengan busi bawaan pabrik yang tertulis di buku manual. Bahan elektroda, entah nikel, platina, atau iridium, hanya mengatur umur pakai dan tidak menentukan cocok tidaknya dengan mesin.
Dua busi yang tampak sama di etalase bisa berbeda dalam tiga hal yang tidak terlihat dari luar: berapa lama ujungnya menahan panas, seberapa jauh ulirnya masuk ke ruang bakar, dan selebar apa celah percikannya. Selisih kecil pada salah satunya cukup untuk membuat motor brebet di pagi hari, boros, atau pada kasus terburuk merusak piston.
Urutan memilih busi karena itu berbeda dari urutan memilih kebanyakan suku cadang. Harga dan bahan elektroda berada di bagian akhir. Yang pertama dicek adalah kode pada busi lama yang masih terpasang, atau kode di buku manual untuk motor bekas yang tidak jelas riwayat servisnya. Busi yang pernah diganti pemilik sebelumnya belum tentu sama dengan bawaan pabrik, dan kesalahan lama itu ikut terbawa ke busi baru bila Anda hanya meminta penjual menyamakan.
Motor 110 hingga 150 cc yang dipakai harian di kota punya kebutuhan yang berbeda dari motor sport yang dipacu di jalan bebas hambatan. Mesin yang terus berhenti dan jalan di tengah macet menghasilkan kerak lebih cepat. Mesin yang diputar tinggi menghasilkan panas ruang bakar yang jauh lebih besar. Perbedaan itu terbaca pada satu angka di kode busi, dan angka itulah yang perlu dipahami sebelum membandingkan harga.
Busi yang dibeli karena tampilannya mirip ketahuan salah lewat dua gejala: mesin ngelitik di tanjakan atau sulit hidup di pagi hari. Mencocokkan kode sejak awal menghindarkan Anda dari keduanya, dan pekerjaannya hanya membandingkan huruf serta angka.
Panduan ini tidak menyebut merek, sebab aturannya sama untuk semua pabrikan. Ada satu perbedaan penting: arah penomoran tingkat panas berlawanan antar pabrikan, sehingga angka dari dua pabrikan tidak bisa langsung dibandingkan.
Membaca kode: huruf dan angka yang perlu dicocokkan
Kode busi tersusun dari huruf dan angka berurutan, dan setiap posisi punya arti sendiri. Susunan tiap pabrikan berbeda, tetapi pola dasarnya serupa. Bagian depan menyatakan ukuran ulir dan segi enam pada badan busi, bagian tengah menyatakan tingkat panas, lalu huruf berikutnya menyatakan panjang ulir dan bentuk ujung. Di belakangnya ada angka celah dan huruf bahan elektroda pada sebagian seri.
Ukuran ulir dan segi enam
Ulir busi harus sesuai dengan lubang di kepala silinder. Busi dengan diameter ulir yang salah tidak masuk dengan mulus, dan memaksanya merusak ulir aluminium di kepala silinder, yang biaya perbaikannya jauh lebih besar daripada harga busi. Ukuran segi enam menentukan kunci busi yang dipakai, jadi cek kuncinya sebelum membeli busi dengan segi enam yang berbeda dari busi lama.
Tingkat panas sebagai angka
Angka tingkat panas menunjukkan seberapa cepat panas ujung busi mengalir ke kepala silinder. Pada satu pabrikan angka kecil berarti busi panas dan angka besar berarti busi dingin, sedangkan pabrikan lain memakai arah sebaliknya. Saat berganti pabrikan, cocokkan lewat tabel padanan dari pabrikan itu, bukan lewat angkanya.
Panjang ulir dan bentuk ujung
Panjang ulir, yaitu bagian berulir yang masuk ke lubang busi, dinyatakan oleh satu huruf pada kode. Huruf lain menyatakan bentuk ujung dan elektroda. Dua busi dengan ulir sama tetapi huruf ini berbeda belum tentu bisa saling menggantikan.
Tingkat panas: busi panas dan busi dingin
Agar tidak berjelaga, ujung busi harus cukup panas untuk membakar kerak karbon yang menempel, tetapi tidak sampai membuat keramik di ujungnya menyala sendiri sebelum percikan. Rentang kerja ujung busi disebut sekitar 500 hingga 800 derajat Celsius. Di bawah batas bawah, kerak menumpuk dan menghantarkan listrik. Di atas batas atas, campuran bahan bakar terbakar sebelum waktunya dan mesin ngelitik.
Busi panas punya ujung keramik yang panjang, sehingga jalur panas menuju kepala silinder lebih jauh dan panas bertahan di ujung. Busi dingin punya ujung pendek, sehingga panas cepat dibuang ke kepala silinder. Tidak ada bentuk yang lebih unggul. Keduanya punya tugas. Pabrikan sudah memilih satu angka untuk mesin standar, dan angka itu menjadi titik awal.
Pemakaian pendek dan sering berhenti
Motor yang dipakai mengantar anak, ke pasar, atau ojek daring bolak-balik di jalan macet jarang membuat mesin bekerja berat. Suhu pembersih diri tidak tercapai di ujung busi, sehingga jelaga dan sisa oli menumpuk. Gejalanya mudah dikenali: mesin sulit hidup saat dingin, putaran langsam tidak rata, dan tarikan awal tersendat. Untuk pola ini, busi dingin cepat kotor. Busi yang satu tingkat lebih panas dari standar bisa dipertimbangkan, dengan syarat tabel pabrikan busi mencantumkannya sebagai pilihan untuk mesin Anda.
Putaran tinggi dan beban berat
Motor yang dipacu di kecepatan tinggi, membawa boncengan penuh, atau menanjak jauh menghasilkan panas ruang bakar yang besar. Busi yang terlalu panas di kondisi ini mulai berpijar, mesin ngelitik, dan pada kasus buruk piston rusak. Busi yang satu tingkat lebih dingin dari standar baru diperlukan pada motor yang dimodifikasi untuk tenaga lebih besar. Keputusan itu mengikuti perubahan mesin, bukan selera.
Mengganti tingkat panas untuk menutupi masalah lain
Alasan yang sah untuk mengubah tingkat panas hanya dua: pola pemakaian berubah drastis, atau mesin dimodifikasi. Menurunkan tingkat panas untuk menutupi campuran bahan bakar yang terlalu kaya, atau menaikkannya untuk menutupi kebocoran oli, hanya menunda kerusakan. Pabrikan busi sendiri menyarankan memperbaiki masalah mekanis atau penyetelan lebih dulu, karena busi yang lebih panas mengurangi batas aman terhadap pembakaran dini.
Panjang ulir menentukan jarak ujung busi ke piston
Panjang ulir adalah satu-satunya ukuran yang kesalahannya bisa langsung merusak mesin. Busi yang terlalu panjang dapat dibentur piston saat naik, dan ulir yang terbuka di ruang bakar juga bisa menjadi titik panas yang memicu pembakaran dini. Busi yang terlalu pendek lebih jarang merusak, tetapi percikannya jatuh di dalam lubang sehingga pembakaran kurang bersih. Letakkan busi lama dan busi baru berdampingan: bagian berulirnya harus sama panjang, dan cincin penyekat pada keduanya harus sejenis.
Bahan elektroda: nikel, platina, dan iridium
Apa yang berubah dari satu bahan ke bahan lain
Elektroda tengah busi standar terbuat dari paduan nikel dengan inti tembaga. Bahan ini murah dan menghantar panas dengan baik, tetapi paling cepat terkikis oleh percikan. Busi platina dan iridium memakai logam mulia pada ujung elektroda, yang tahan korosi dan tahan lebur, sehingga elektrodanya dapat dibuat lebih tipis dan lebih runcing. Busi dari logam mulia berumur lebih panjang daripada busi tembaga.
Umur lebih panjang tidak sama dengan tenaga lebih besar. Busi hanya menyalakan campuran yang sudah disiapkan sistem injeksi atau karburator, jadi pada mesin standar selisih tenaga dan irit akibat bahan elektroda kecil dan sulit dirasakan. Alasan terkuat memilih iridium adalah lebih jarang membongkar penutup dan jok untuk mengganti busi.
Kapan busi umur panjang masuk akal
Busi yang harganya tiga kali lipat hanya lebih murah per kilometer bila awetnya lebih dari tiga kali lipat. Dengan umur dua kali lipat, biaya per kilometernya satu setengah kali lebih besar. Hitungan itu belum memasukkan ongkos bongkar pasang. Pada banyak matic, busi tertutup rangka dan penutup, sehingga ongkos pembongkaran bisa lebih besar daripada selisih harga busi, dan iridium menjadi masuk akal. Pada bebek yang businya terlihat di samping mesin dan dapat diganti sendiri dalam beberapa menit, busi standar yang diganti tepat jadwal sudah cukup.
Celah elektroda dan busi yang tidak boleh diatur sendiri
Celah adalah jarak antara elektroda tengah dan elektroda samping, tempat percikan melompat. Rentang celah otomotif adalah 0,6 hingga 1,8 mm, dan angka tepat untuk motor Anda ada di buku manual. Pada celah terlalu sempit, percikan lemah dan bisa gagal menyalakan campuran. Pada celah terlalu lebar, percikan kuat tetapi bisa gagal melompat pada putaran tinggi sehingga mesin terasa tersendat.
Percikan mengikis elektroda. Jarak itu melebar sedikit demi sedikit seiring pemakaian. Busi baru pun perlu diukur, sebab celah dari kemasan dapat bergeser akibat benturan saat pengiriman. Alat ukur celah berbentuk lempeng atau kawat bertingkat murah harganya. Bengkokkan elektroda samping dengan sangat pelan. Jangan menekannya.
Busi platina dan iridium berbeda. Elektrodanya berujung cakram logam mulia yang dilas, dan membengkokkan elektroda samping berisiko merusak lasan itu. Rujukan teknik tidak menganjurkan penyetelan celah pada busi jenis ini. Beli busi yang celahnya sudah sesuai kode, ukur saja, dan kembalikan bila angkanya salah.
Pilihan busi menurut jenis motor
Bebek dan motor harian berkapasitas kecil
Mesin kecil bekerja pada beban ringan hampir sepanjang waktu, jadi busi standar dengan tingkat panas bawaan sudah memenuhi kebutuhan. Prioritasnya adalah kode yang persis dan penggantian tepat jadwal buku servis. Busi yang sudah lewat jadwal punya celah yang melebar dan membuat mesin lebih berat dihidupkan di pagi hari.
Motor matic
Ruang sempit di sekitar busi matic membuat tutup busi mudah miring atau tidak terkunci saat dipasang kembali. Pastikan tutup busi terasa menancap penuh dan tidak goyang. Karena pembongkaran penutupnya merepotkan, busi berumur panjang lebih beralasan di sini dibandingkan di bebek.
Motor sport dan motor bertenaga besar
Mesin yang diputar tinggi menuntut busi dengan batas panas yang tepat. Tingkat panas bawaan pabrik menjadi titik awal, dan hanya motor yang dimodifikasi atau dipakai di lintasan yang mungkin butuh satu tingkat lebih dingin. Busi yang kodenya hanya mirip tidak layak dicoba pada motor seperti ini.
Membaca busi lama untuk mengetahui kondisi mesin
Busi yang baru dicabut menyimpan informasi tentang pembakaran. Lihat warna dan lapisan di ujung keramik dan elektroda samping. Ini keadaan yang sehat: warna coklat muda hingga abu-abu kecoklatan, kering, tanpa lapisan tebal.
Warna hitam yang kering dan berjelaga menunjukkan campuran terlalu kaya, saringan udara tersumbat, atau busi terlalu dingin untuk pola pemakaian Anda. Lapisan basah dan berminyak menunjukkan oli ikut terbakar di ruang bakar, dan mengganti busi tidak menyelesaikan penyebabnya. Warna putih pucat dengan keramik seperti butiran gula menandakan busi terlalu panas atau campuran terlalu miskin. Motor dengan gejala itu sebaiknya tidak dipakai membawa beban berat sebelum diperiksa.
Kotoran ringan dapat dibersihkan dengan sikat kawat halus, tetapi hasilnya sementara dan busi itu akan perlu diganti lebih cepat. Busi dengan keramik retak atau elektroda terkikis hingga bulat tidak layak dibersihkan.
Pemasangan yang menjaga busi dan ulir kepala silinder
Putar busi dengan tangan sampai ulirnya menyatu. Kunci baru dipakai setelah busi duduk dan cincin penyekatnya mulai menekan. Memaksa busi dengan kunci sejak awal merusak ulir aluminium yang lunak. Kekencangan yang kurang membuat panas ujung tidak mengalir ke kepala silinder, dan pabrikan busi mencatat bahwa torsi yang kurang atau cincin penyekat yang hilang menyebabkan busi terlalu panas dan pembakaran dini. Pakai angka torsi dari buku manual bila ada. Tanpa angka itu, kencangkan sedikit saja setelah cincin menekan.
Busi cadangan dan kebiasaan membeli
Busi cadangan dengan kode sama, tersimpan di kemasan aslinya, berguna untuk perjalanan jauh. Mesin brebet tidak selalu berasal dari busi, tetapi busi adalah komponen paling murah dan paling cepat dicek. Catat kode busi di ponsel atau buku servis agar tidak perlu mencabut busi lama setiap kali membeli.
Saat membeli, bawa busi lama atau foto kodenya, lalu cocokkan huruf dan angka satu per satu pada kemasan. Pastikan kemasan tersegel utuh. Periksa juga ujungnya. Busi yang pernah jatuh dari etalase dapat bergeser celahnya atau retak halus di keramik.
Kesimpulan
Motor yang berjalan normal dengan busi bawaan cukup dibelikan busi dengan kode yang sama persis. Bahan elektroda ditentukan oleh seberapa sulit busi dijangkau: standar untuk busi yang mudah diganti, iridium untuk busi yang butuh bongkar penutup. Tingkat panas baru diubah ketika pola pemakaian atau mesin benar-benar berubah, dan celah diukur sebelum busi baru dipasang.
Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap di Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Berapa celah busi motor yang benar?
Angka yang benar ada di buku manual motor Anda, bukan di kemasan busi. Rentang celah otomotif adalah 0,6 hingga 1,8 mm, jadi dua motor bisa punya angka yang berbeda jauh. Pada busi yang baru dibeli, ukur celahnya dengan alat ukur celah sebelum dipasang, karena celah dari kemasan dapat bergeser akibat benturan saat pengiriman. Untuk busi platina atau iridium, jangan membengkokkan elektrodanya sendiri. Angka yang meleset dari buku manual berarti busi itu dikembalikan ke penjual dan Anda meminta yang lain. Celah yang terlalu sempit menghasilkan percikan lemah, sedangkan celah terlalu lebar bisa membuat mesin tersendat pada putaran tinggi.
Apakah busi iridium membuat motor lebih irit dan lebih kencang?
Tidak otomatis. Busi hanya menyalakan campuran yang disiapkan sistem injeksi atau karburator, sehingga pada mesin standar selisih tenaga dan irit akibat bahan elektroda kecil dan sulit dirasakan. Keunggulan nyata iridium adalah umur pakai yang lebih panjang. Pemilik matic yang untuk mengganti busi harus membuka penutup dan jok mendapat manfaat paling besar dari umur panjang itu. Pemilik bebek yang businya terlihat dan bisa diganti sendiri dalam beberapa menit lebih cocok dengan busi standar yang diganti tepat jadwal. Ingat juga bahwa elektroda busi iridium tidak boleh dibengkokkan untuk menyetel celah. Bagi pengendara yang hanya pergi dan pulang kerja dengan jarak pendek, umur panjang itu baru terasa bila penutup mesinnya memang merepotkan dibuka.
Bisakah memakai busi satu tingkat lebih dingin agar motor lebih bertenaga?
Tidak. Tingkat panas bukan tombol tenaga. Busi yang lebih dingin hanya berguna bila mesin menghasilkan panas lebih besar dari standar, misalnya setelah modifikasi untuk tenaga lebih besar. Pada motor standar yang dipakai keliling kota, busi yang terlalu dingin justru cepat berjelaga dan membuat mesin sulit hidup di pagi hari. Pabrikan busi sendiri menyarankan memperbaiki masalah mekanis atau penyetelan lebih dulu sebelum mengubah tingkat panas, karena busi yang lebih panas mengurangi batas aman terhadap pembakaran dini. Jadi mengganti tingkat panas tidak boleh dijadikan jalan pintas. Sebelum menukar busi, pastikan motor Anda memang dimodifikasi, bukan sekadar terasa kurang bertenaga karena saringan udara kotor atau campuran terlalu kaya.
Mengapa motor brebet dan sulit hidup setelah dipakai jarak dekat saja?
Pemakaian jarak dekat dengan banyak berhenti, seperti antar jemput anak atau ojek daring di jalan macet, tidak membuat ujung busi cukup panas untuk membakar jelaga. Kerak menumpuk dan gejalanya muncul: sulit hidup saat dingin, putaran langsam tidak rata. Cabut busi dan lihat ujungnya. Normalnya warna coklat muda hingga abu-abu kecoklatan dan kering. Warna hitam yang kering dan berjelaga boleh dibersihkan dengan sikat kawat halus sebagai langkah sementara, lalu menggantinya dengan busi sekode. Lapisan basah dan berminyak berarti oli ikut terbakar, dan penyebabnya ada di mesin, bukan di busi.
Bagaimana memastikan busi pengganti punya panjang ulir yang sama?
Letakkan busi lama dan busi baru berdampingan dengan ujung bawah sejajar. Bagian berulirnya harus sama panjang, dan cincin penyekatnya sejenis. Cocokkan juga huruf panjang ulir pada kode di kemasan dengan kode di busi lama. Ulir yang terlalu panjang dapat dibentur piston, jadi tidak ada ruang untuk mencoba-coba. Ulir yang kurang panjang lebih jarang merusak, tetapi percikannya jatuh di dalam lubang. Anda tidak perlu menebak dari tampilan: letakkan kedua busi di atas meja, sejajarkan ujung bawahnya, dan lihat apakah bagian berulirnya berhenti di titik yang sama. Busi lama yang sudah terlalu aus untuk dibaca kodenya dicocokkan dengan kode di buku manual.
Perlukah mengganti busi yang masih bisa menyalakan mesin?
Perlu, bila sudah melewati jadwal di buku servis. Percikan terus mengikis elektroda sehingga celah melebar sedikit demi sedikit, dan mesin tetap menyala meski tarikannya terasa lebih berat. Pada busi standar, ikuti jadwal servis. Celah yang melebar membuat mesin lebih berat dihidupkan di pagi hari, dan angka celah yang benar untuk motor Anda ada di buku manual, bukan di kemasan busi. Busi iridium memberi jarak penggantian lebih panjang, tetapi ujungnya tetap perlu dilihat setiap kali penutup mesin dibuka. Di bebek, memeriksa lebih mudah karena busi terlihat dan dapat dicabut sendiri dalam beberapa menit. Di matic, busi tertutup rangka, sehingga pemeriksaan berarti membuka penutup dan ongkos bongkar ikut terhitung. Itulah alasan busi berumur panjang lebih masuk akal di sana.
Bisakah busi yang sudah kotor dibersihkan dan dipakai lagi?
Bisa, hanya untuk kotoran ringan. Pakai sikat kawat halus pada ujung busi, lalu ukur celahnya. Motor antar jemput yang terjebak macet tiap hari adalah contoh yang paling mungkin menumpuk kotoran ringan seperti ini. Hasilnya sementara. Busi itu akan perlu diganti lebih cepat. Bagi pengendara yang menunggu servis berikutnya, pembersihan hanya menjembatani sampai busi baru dibeli. Busi yang keramiknya retak atau elektrodanya terkikis hingga bulat sebaiknya diganti, bukan dibersihkan. Pada ujung busi yang basah oleh oli, membersihkan busi hanya menutup gejala dan penyebabnya di mesin tetap ada.