Cara Memilih Jas Hujan Motor yang Tidak Bocor dan Tidak Gerah

Cara Memilih Jas Hujan Motor yang Tidak Bocor dan Tidak Gerah
Beli Sekarang di Shopee

Jarak tempuh dan pakaian menentukan jenis jas hujan

Untuk perjalanan pendek dalam kota, ponco yang menutup badan dan paha serta bagian depan motor sudah cukup. Untuk jarak jauh atau laju yang lebih kencang, pilih setelan jaket dan celana dengan jahitan yang direkatkan, resleting bertutup, serta ukuran yang masih longgar di atas pakaian kerja Anda.

Jas hujan yang bocor jarang terlihat bocor di toko. Masalahnya baru muncul sepuluh menit setelah hujan turun, ketika air masuk lewat bahu dan celah resleting, sementara Anda sudah terlalu jauh dari tempat berteduh.

Keputusan pertama menyangkut jarak dan kecepatan. Pengendara matic yang pulang pergi kantor dalam kota, dengan lampu merah di setiap persimpangan, jarang membutuhkan lebih dari ponco. Pengendara yang melewati jalan arteri atau jalan lingkar menghadapi hujan yang menyapu dari depan, dan jubah longgar justru menjadi layar yang ditiup angin.

Keputusan kedua menyangkut apa yang Anda kenakan di dalamnya. Kemeja kerja, jaket tebal, dan ransel membuat badan jauh lebih besar daripada ukuran baju sehari-hari. Banyak jas hujan terasa pas saat dicoba di toko dengan kaus tipis, lalu menyempit saat dipakai di atas semua lapisan itu. Bahu yang tertarik membuka jahitan lebih cepat dan membuat lengan naik ke atas pergelangan tepat ketika tangan memegang setang.

Keputusan ketiga lebih sering terlupa: badan Anda juga mengeluarkan air. Di udara lembap, jas yang rapat tanpa jalan keluar uap membuat kaus basah dari dalam, dan rasanya sama menjengkelkannya dengan bocor. Karena itu jas hujan terbaik bukan yang paling tebal, melainkan yang rapat di tempat yang tepat dan terbuka di tempat yang tepat.

Arah hujan juga ikut menentukan. Di musim hujan, angin sering datang dari samping dan membuat air masuk lewat celah yang tidak terlihat dari tempat Anda berdiri. Jas yang tampak cukup menutup saat berdiri bisa terbuka lebar begitu Anda duduk dan membungkuk ke setang.

Ojek daring yang berhenti dan naik motor puluhan kali sehari punya kebutuhan lain lagi dibanding karyawan yang berangkat sekali pada pagi hari. Pemudik yang menempuh ratusan kilometer menghadapi hujan yang bisa berlangsung berjam-jam. Rutinitas semacam itu menuntut jas yang berbeda, dan perbedaannya ada pada bentuk, bahan, jahitan, serta ukuran.

Ponco, Setelan, dan Terusan Menahan Air dengan Cara Berbeda

Ketiga bentuk ini menutup bagian tubuh yang sama. Yang membedakan adalah di mana celah terbuka berada, dan celah itu menentukan dari arah mana air akan masuk.

Ponco yang Menutup Badan sampai Lutut dan Setang

Bentuknya jubah satu lembar dengan lubang kepala. Pada motor matic, bagian depannya menutup paha dan lutut, juga tas di pangkuan, sesuatu yang tidak bisa dilakukan jaket dan celana terpisah. Memakainya hanya butuh beberapa detik di atas seragam atau baju kerja apa pun, dan ukurannya cukup memaafkan sehingga bisa dipakai bergantian oleh orang bertubuh berbeda.

Sisi yang terbuka membuat udara tetap mengalir, jadi jubah ini paling jarang membuat gerah. Harganya adalah kerentanan terhadap hujan miring dan angin. Tepi bawahnya mengibas, dan air dari tepi itu menetes langsung ke sepatu. Pilih ponco yang punya pengait di ibu jari atau kancing di lengan agar tepinya tidak berkibar, serta kerah yang bisa dirapatkan di leher.

Ada satu hal yang menyangkut keselamatan: bagian belakang ponco yang menjuntai dapat mendekati roda belakang, rantai, atau lubang knalpot pada motor bebek dan motor sport. Ikat atau selipkan ujung belakangnya di bawah paha sebelum berangkat, dan jangan pernah menurunkan kaki saat berhenti tanpa memastikan kain tidak terseret.

Setelan Jaket dan Celana untuk Jarak Jauh

Setelan terdiri dari dua potong dan tidak berkibar seperti ponco, sehingga lebih stabil pada kecepatan tinggi. Titik lemahnya ada di pinggang, tempat jaket dan celana bertemu. Saat Anda membungkuk ke setang, punggung jaket naik dan celah muncul. Jaket yang baik cukup panjang untuk tetap menutup pinggang ketika kedua lengan lurus ke depan.

Celana sebaiknya memakai karet atau tali di pinggang, dan ujung kakinya bisa dibuka dengan resleting atau kancing supaya muat di atas sepatu. Memakai setelan membutuhkan berhenti sebentar di tepi jalan, melepaskan sepatu atau memasukkan kaki dengan hati-hati, dan menutup semua kancing. Itu urusan dua hingga tiga menit yang terasa panjang ketika hujan sedang deras.

Terusan Satu Potong yang Rapat tetapi Merepotkan

Terusan menghilangkan celah pinggang karena badan hanya dibungkus satu potong dengan resleting dari leher ke selangkangan. Bentuk ini cocok untuk perjalanan jauh yang jarang berhenti. Kelemahannya terasa di perjalanan yang sering berhenti: ke toilet, ke warung, atau turun dari motor untuk mengantar paket, semuanya berarti membuka separuh pakaian di tengah hujan.

Bahan Kedap Air yang Tetap Memberi Ruang bagi Keringat

Kebanyakan jas hujan motor dibuat dari kain nilon atau poliester yang dilapisi PVC atau poliuretan. Lapisan itu yang menahan air. Plastik tipis sekali pakai merobek di lipatan pertama dan tidak layak dipakai di atas motor, karena ia menempel pada paha yang basah dan sobek ketika Anda bergeser di jok.

Lapisan yang lebih tebal tahan lebih lama terhadap gesekan jok, tetapi kaku dan sulit dilipat kecil. Perhatikan bagian dalamnya: kain dasar yang halus dan lapisan tambahan berupa jaring di punggung membuat jas tidak menempel di kulit.

Kain yang benar-benar tertutup tidak melepaskan uap keringat, sehingga kenyamanan ditentukan oleh ventilasi. Cari lubang udara di ketiak yang bisa ditutup resleting, atau penutup berlapis di punggung atas yang membuka celah di belakang bahu tanpa membiarkan air masuk. Pada perjalanan di bawah setengah jam di dalam kota, ventilasi seperti itu sudah cukup.

Ada juga kain yang disebut bernapas, yaitu lapisan tipis yang meloloskan uap tetapi menahan air. Kain ini mahal dan bekerja paling baik ketika udara luar jauh lebih sejuk daripada badan. Di tengah hujan tropis yang hangat dan lembap, selisih itu kecil, sehingga manfaatnya menurun. Bagi pengendara harian yang menempuh perjalanan panjang, kain seperti ini tetap berguna; bagi kebanyakan komuter, uang itu lebih baik dipakai untuk jahitan yang direkatkan.

Jahitan dan Resleting Adalah Tempat Air Paling Sering Masuk

Setiap lubang jarum pada kain kedap air adalah jalan masuk bagi air. Pada jas yang jahitannya dibiarkan terbuka, air merambat melalui benang dan muncul sebagai bercak basah di bahu, tempat hujan paling sering menimpa saat Anda membungkuk ke depan.

Jahitan yang Direkatkan dengan Pita

Pabrik yang serius menutup jahitan dengan pita perekat panas dari bagian dalam. Cara memeriksanya mudah: balikkan jas dan lihat apakah ada pita tipis sepanjang garis jahitan di bahu dan selangkangan, juga di ketiak. Jika tidak ada, jas itu mengandalkan kain saja, dan air akan menemukan jalannya setelah beberapa menit hujan deras. Sebagian jas disambung dengan panas tanpa jarum sama sekali, dan itu setara dengan jahitan berpita.

Resleting, Kancing, dan Penutupnya

Resleting tanpa penutup meneteskan air ke dalam, sekalipun giginya rapat. Carilah resleting yang dilindungi lipatan kain di atasnya, lalu dikunci dengan kancing tekan atau perekat. Perekat jenis velcro bekerja baik pada jas baru, tetapi kotoran dan debu membuatnya kehilangan cengkeraman lama-lama, sehingga kancing tekan lebih tahan lama.

Gigi yang berpasir membuat tarikan seret dan cukup dibilas air bersih. Bila giginya mulai lepas, jas itu sudah mendekati akhir pemakaian.

Ukuran yang Muat di Atas Jaket, Tas, dan Posisi Duduk

Ukuran huruf pada label seperti L atau XL tidak bisa dipercaya, karena tiap pembuat memakai patokan berbeda. Pegang meteran dan pakai angka sentimeter yang tertera pada tabel ukuran.

Menghitung Kelonggaran Dada

Tabel ukuran biasanya menyebut lebar dada dalam keadaan jas terbentang datar. Angka itu hanya separuh keliling, jadi kalikan dua. Contoh: lebar dada 56 cm berarti keliling 112 cm.

Ukur keliling dada Anda sendiri dengan memakai jaket yang biasa dikenakan saat berkendara. Katakanlah hasilnya 104 cm. Selisihnya 8 cm, dan kelonggaran sebesar itu cukup untuk lengan bergerak ke depan tanpa menarik bahu. Kelonggaran sekitar 6 hingga 10 cm adalah sasaran yang masuk akal; kurang dari itu, jas terasa menyempit saat tangan memegang setang, dan lebih dari itu, kain berkibar di kecepatan menengah.

Kalau ransel dipakai di dalam jas, tambahkan satu ukuran atau pilih model dengan punggung yang menggembung. Kalau ransel dipakai di luar, sarung tas antiair lebih masuk akal daripada jas besar yang dipaksa menutup semuanya.

Panjang Lengan, Punggung, dan Kaki Saat Duduk

Ukuran saat berdiri menipu. Duduklah di atas motor atau kursi dengan lutut ditekuk seperti saat berkendara, lalu julurkan kedua tangan ke depan. Manset harus tetap menutup pergelangan. Punggung jaket harus menutup pinggang, dan ujung celana harus sampai ke mata kaki. Bagian mana pun yang terbuka akan basah lebih dulu.

Tudung Kepala Tidak Selalu Berguna di Bawah Helm

Tudung yang dipakai di atas helm tertutup menggembung diterpa angin dan mempersempit pandangan samping. Ia juga menutupi telinga sehingga suara klakson dari kiri dan kanan teredam. Banyak pengendara melepasnya begitu sadar hal ini.

Jas dengan kerah tinggi yang dapat dirapatkan di leher, atau dengan tudung yang bisa dilepas, lebih masuk akal. Air yang mengalir dari helm ke leher adalah jalur masuk yang lebih sering terjadi daripada kepala itu sendiri.

Warna Terang dan Pita Pantul Membantu Anda Terlihat

Hujan dan sore yang gelap mengurangi jarak pandang pengendara lain. Jas hitam atau biru tua hilang dari pandangan di jalan basah, sedangkan kuning, oranye, atau hijau terang tetap terbaca dari jauh.

Pita pantul bekerja ketika lampu kendaraan lain mengenainya, jadi letaknya penting. Pita di punggung, bahu, dan lengan lebih berguna daripada pita di dada, sebab pengendara di belakang adalah pihak yang paling membutuhkan tanda keberadaan Anda.

Kaki, Sepatu, dan Tangan Sering Terlupa

Air hujan yang mengalir turun di celana berakhir di sepatu. Karena itu celana jas hujan sebaiknya cukup panjang dan ujungnya bisa dikencangkan. Pekerja yang harus tiba di kantor dengan sepatu kering membutuhkan sarung sepatu karet atau PVC yang menutup hingga mata kaki, atau membawa sandal untuk dipakai di jalan dan sepatu kantor disimpan di dalam tas.

Untuk tangan, sarung tangan antiair lebih ringkas daripada ponco bersayap yang menutup setang. Tangan yang basah dan dingin lebih sulit mengatur tuas rem dan gas.

Boncengan dan Barang di Pangkuan Mengubah Pilihan

Penumpang di belakang menerima air yang tersapu dari punggung Anda, dan kakinya hampir tidak terlindungi oleh jas pengemudi. Barang di pangkuan, seperti tas kerja atau kotak makanan, basah lebih dulu jika tidak ditutup bagian depan ponco.

Ponco berukuran besar yang menutup dua orang ada, tetapi tepinya makin lebar dan makin mudah berkibar. Untuk mengantar anak sekolah atau penumpang, lebih aman jika masing-masing memakai jas sendiri, dengan penumpang memilih bentuk yang tidak menjuntai ke roda belakang.

Menguji Jas Hujan di Rumah Sebelum Hujan Pertama

Jas yang baru tiba perlu diuji sebelum dipercaya. Waktu pengembalian barang biasanya terbatas, jadi lakukan ini pada hari yang sama.

Uji Siram

Kenakan jas di atas kaus putih yang kering. Berdirilah di kamar mandi dan siram bahu dan punggung serta paha dengan pancuran atau gayung selama sekitar tiga menit. Buka jas, lalu periksa kaus: bercak basah di bahu atau selangkangan menunjukkan jahitan yang bocor, bercak di tengah dada menunjukkan resleting atau kancing yang tidak rapat.

Kalau air menembus kain di bagian mana pun yang tidak ada jahitannya, itu cacat bahan dan jas layak dikembalikan. Bercak kecil di resleting biasanya bisa diatasi dengan menutup lipatan penutupnya lebih rapat.

Uji Duduk

Setelah kering, duduk di motor dengan jas terpasang dan kedua tangan di setang. Periksa tiga titik: apakah manset menutup pergelangan, apakah punggung menutup pinggang, dan apakah ujung celana menutup mata kaki. Ini sekaligus menguji kelonggaran dada yang dihitung sebelumnya.

Merawat Lapisan agar Tidak Mengelupas dan Berbau

Mengeringkan dan Melipat

Jas yang dilipat saat masih lembap akan berbau, dan lapisan PVC yang saling menempel bisa lengket hingga robek ketika dibuka. Gantung di tempat teduh sampai kering sebelum disimpan. Terik matahari langsung dan jok motor yang panas bisa membuat lapisan menjadi getas, jadi jangan menjemurnya berjam-jam atau menyimpannya di bawah jok yang seharian terkena matahari.

Bersihkan dengan spons dan sabun lembut. Jangan masukkan ke mesin cuci, sebab putaran dan air panas merusak lapisan dan perekat jahitan.

Tanda Jas Perlu Diganti

Ganti jas bila lapisan dalamnya mengelupas menjadi serpihan atau terasa lengket, bila lipatan sudah retak dan tembus cahaya, atau bila pita jahitan mulai terlepas. Gigi resleting yang sudah lepas juga menjadi alasan, sebab celah itu tidak bisa dirapatkan lagi.

Menentukan Pilihan Berdasarkan Rutinitas Harian

Jika Anda berangkat kerja dalam kota dan perjalanan Anda singkat, pilih ponco dengan pengait di ibu jari dan tambahkan sarung sepatu; simpan keduanya di dalam tas. Jika perjalanan harian Anda melewati jalan arteri atau lebih dari sekitar setengah jam, pilih setelan dengan jahitan berpita, resleting bertutup, dan kelonggaran dada yang sudah Anda hitung.

Pengemudi ojek daring dan kurir memerlukan setelan terpisah berwarna terang, karena jaketnya akan dilepas dan dipakai berulang. Pemudik yang menempuh jarak jauh sebaiknya memakai setelan atau terusan, lengkap dengan ukuran yang cukup untuk jaket tebal dan sarung tangan antiair.

Kesimpulan

Jika Anda hanya sempat memeriksa satu hal sebelum membayar, periksa jahitan di bahu dan selangkangan. Jas tanpa pita perekat di titik itu sebaiknya dilewati, setebal apa pun kainnya. Bentuk, warna, dan tudung bisa disesuaikan belakangan, tetapi jahitan terbuka tetap bocor pada hujan pertama.

Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.

Pertanyaan / Jawaban

Lebih baik ponco atau setelan jas hujan untuk motor matic?

Semuanya bergantung pada rute harian Anda. Bayangkan Anda pulang pergi kerja sekitar dua puluh menit di jalan dalam kota yang penuh lampu merah. Ponco sudah memadai, sebab ia menutup paha dan tas di pangkuan, dan udara tetap mengalir sehingga Anda tidak gerah. Bila rute Anda melewati jalan arteri atau jalan lingkar, laju yang lebih kencang membuat tepi ponco berkibar dan air miring masuk dari samping. Di situ setelan lebih masuk akal. Jika Anda sering berhenti untuk membeli sesuatu di warung, setelan terpisah juga lebih mudah dilepas dan dipasang daripada terusan, asalkan jaketnya cukup panjang untuk menutup pinggang saat kedua lengan lurus ke depan.

Berapa ukuran jas hujan yang pas bila memakai jaket tebal?

Ukur keliling dada dengan jaket yang Anda pakai berkendara. Misalnya hasilnya 112 cm. Tambahkan kelonggaran 6 hingga 10 cm, sehingga keliling jas yang dibutuhkan adalah 118 hingga 122 cm. Tabel ukuran menyebut lebar dada saat jas terbentang datar, yaitu separuh keliling, jadi bagi dua dan carilah lebar dada 59 hingga 61 cm. Bila Anda juga memasukkan ransel ke dalam jas, naikkan satu ukuran dari hasil hitungan itu atau pilih model dengan punggung menggembung, supaya bahu tidak tertarik saat tangan memegang setang. Jika Anda hanya memakai kemeja tipis tanpa ransel, kelonggaran di batas bawah sudah cukup, dan ukuran yang lebih besar justru membuat kain berkibar.

Bagaimana cara mengetahui jas hujan bocor tanpa menunggu hujan?

Lakukan uji siram pada hari paket tiba. Pakai jas di atas kaus putih yang kering, berdiri di kamar mandi, lalu siram bahu dan punggung serta paha selama sekitar tiga menit. Bercak basah di bahu atau selangkangan menunjukkan jahitan yang bocor. Basah di tengah dada menunjukkan resleting atau kancing yang kurang rapat. Bila air menembus kain di bagian tanpa jahitan, itu cacat bahan dan barang layak dikembalikan selagi masa pengembalian dari penjual masih berlaku. Tetesan kecil di sekitar resleting saja belum tentu alasan mengembalikan, karena sering teratasi dengan merapatkan lipatan penutupnya.

Kenapa badan tetap basah padahal jas hujan tidak bocor?

Penyebabnya keringat yang tidak punya jalan keluar. Bayangkan Anda berkendara setengah jam dengan jas PVC yang rapat tanpa lubang udara: uap dari badan menempel di bagian dalam kain dan membasahi kaus. Cari jas dengan lubang udara di ketiak yang bisa ditutup resleting, atau penutup berlapis di punggung atas. Untuk perjalanan yang lebih panjang, kain bernapas membantu, tetapi di hujan tropis yang hangat manfaatnya menurun. Bagi komuter dalam kota, ventilasi yang baik sudah cukup dan kain mahal tidak perlu. Pemudik yang berkendara berjam-jam di bawah hujan hangat tetap membutuhkan ventilasi yang bisa dibuka, apa pun kainnya.

Apakah jas hujan dengan tudung aman dipakai bersama helm tertutup?

Kurang disarankan. Bila Anda memakai helm tertutup, tudung yang ditarik ke atasnya menggembung oleh angin dan mempersempit pandangan samping, lalu menutupi telinga sehingga klakson dari kiri atau kanan teredam. Pilih jas dengan kerah tinggi yang bisa dirapatkan di leher, atau tudung yang bisa dilepas. Pengendara dengan helm terbuka pun sebaiknya mengutamakan kerah rapat, karena air yang mengalir dari helm ke leher lebih sering menjadi jalur masuk daripada kepala itu sendiri. Jika Anda memilih jas tanpa tudung, pastikan lehernya benar-benar rapat sebelum berangkat.

Kapan jas hujan harus diganti?

Misalkan jas Anda sudah dipakai dua musim hujan. Balikkan dan periksa bagian dalamnya. Jika lapisan mengelupas menjadi serpihan atau terasa lengket, lipatan sudah retak hingga tembus cahaya, atau pita jahitan mulai terlepas, ganti. Gigi resleting yang lepas juga menjadi alasan, sebab celah itu tidak bisa dirapatkan lagi. Jas yang sering dilipat saat masih lembap dan disimpan di bawah jok yang seharian terkena matahari biasanya sampai pada tanda-tanda itu lebih cepat. Jika baru satu tanda muncul, misalnya hanya lipatan yang retak di satu sisi, jas masih bisa dipakai untuk perjalanan pendek sambil Anda mencari penggantinya.

Bolehkah jas hujan dicuci mesin atau dijemur di matahari?

Keduanya sebaiknya dihindari. Bayangkan Anda tiba di rumah malam hari dengan jas penuh lumpur. Gantung dulu di tempat teduh sampai kering, lalu bersihkan lumpurnya dengan spons dan sabun lembut. Melipat jas yang masih lembap membuatnya berbau dan lapisannya menempel hingga robek saat dibuka. Mesin cuci memutar dan memanaskan air sehingga lapisan serta perekat jahitan rusak, sedangkan terik matahari berjam-jam membuat lapisan menjadi getas. Jika jas hanya kotor di bagian luar, mengelapnya sudah cukup.

Jas hujan apa yang cocok untuk mengantar anak sekolah dengan motor?

Anak yang dibonceng sebaiknya memakai jas sendiri, bukan berbagi ponco dengan Anda. Ponco untuk dua orang memang ada, tetapi tepinya lebih lebar dan lebih mudah berkibar. Penumpang juga menerima air yang tersapu dari punggung Anda, sedangkan kakinya hampir tidak terlindungi oleh jas pengemudi. Pilih bentuk yang tidak menjuntai ke dekat roda belakang untuk anak, dan tambahkan sarung sepatu bila sepatu sekolahnya harus tetap kering sampai kelas.

Tertarik dengan produk ini?

Temukan harga terbaik di Shopee

Belanja Sekarang di Shopee

Artikel Terkait tentang Otomotif

Otomotif

Mobil Listrik vs Mobil Hybrid untuk Penggunaan Kota Sehari-hari

Bandingkan mobil listrik dan hybrid berdasarkan akses pengisian di rumah, biaya operasional aktual dengan formula rata-rata tertimbang, dan periode kompensasi investasi. Ketahui mengapa kemacetan justru menguntungkan hybrid dan kapan EV lebih hemat dari hybrid.

21 min
Otomotif

Tali Pengaman Kargo agar Barang Tidak Bergeser saat Perjalanan Jauh

Pelajari cara memilih tali pengaman kargo berdasarkan WLL minimal dua kali berat barang dan teknik pengikatan dua arah. Hitung gaya pengereman aktual pada barang bawaan dan ketahui mengapa bungee cord tidak aman untuk barang di rak atap saat kecepatan tinggi.

21 min
Otomotif

Rak Bagasi Mobil untuk Perjalanan Keluarga dan Mudik Lebaran

Pilih rak bagasi mobil berdasarkan kapasitas beban atap aktual kendaraan dan gunakan maksimal 75 persen sebagai batas aman perjalanan. Bandingkan rak atap dan rak belakang untuk mudik Lebaran, dan hitung dampak hambatan udara terhadap konsumsi bahan bakar.

22 min
Otomotif

Kaca Film Mobil Berdasarkan Tingkat Kegelapan dan Kemampuan Tolak Panas

Bandingkan kaca film dye, karbon, dan keramik berdasarkan IRR 60 hingga 99 persen dan TSER 25 hingga 70 persen, bukan kegelapan visual. Hitung biaya per tahun kepemilikan dan ketahui mengapa film gelap belum tentu menolak panas lebih baik dari film terang.

22 min
Lihat semua artikel Otomotif →