Cara Memilih Adaptor Colokan Universal untuk Perjalanan ke Luar Negeri
Bentuk Kaki dan Tegangan Adalah Dua Masalah Berbeda
Pilih adaptor dari bentuk soket di negara tujuan, lalu baca label masukan pada setiap charger. Adaptor hanya menyesuaikan bentuk kaki colokan dan tidak mengubah tegangan. Perangkat berlabel 100 hingga 240 V cukup memakai adaptor, sedangkan alat pemanas bertegangan tunggal memerlukan perlakuan lain.
Adaptor yang pas di soket belum tentu aman untuk alat yang ditancapkan. Listrik rumah di tanah air sekitar 230 V dengan frekuensi 50 Hz, dan banyak negara tujuan wisata memakai angka yang sama, jadi yang berbeda hanya bentuk lubangnya. Jepang dan Amerika Serikat memakai tegangan jauh lebih rendah, sedangkan Arab Saudi memakai frekuensi 60 Hz.
Perjalanan ke Singapura, Malaysia, Korea Selatan, atau Eropa menyisakan satu urusan saja, yaitu bentuk kaki. Tegangan di sana sama dengan di rumah Anda, sehingga charger yang jalan di rumah akan jalan juga di sana. Di Jepang dan Amerika Serikat, urusannya pindah ke label pada badan charger.
HP, laptop, dan baterai kamera masa kini lazim mencantumkan rentang tegangan masukan yang mencakup 230 V sekaligus tegangan negara lain. Masalah muncul pada alat bertegangan tunggal. Pengering rambut, catokan, dan ketel listrik kecil dari rumah dirancang untuk 230 V. Di soket 100 V pemanasnya lemah atau tidak bekerja, dan di soket bertegangan lebih tinggi dari rancangannya alat bisa rusak.
Adaptornya sendiri berbeda jenis. Ada adaptor khusus satu negara yang kecil dan kokoh, ada adaptor universal berkaki geser yang melayani banyak soket tetapi lebih besar dan lebih mudah goyang, dan ada charger berbanyak port yang mengurangi jumlah adaptor yang dibawa. Jumlah negara dalam satu rute dan jumlah perangkat yang diisi bersamaan menentukan jenis yang masuk akal.
Lima menit di rumah cukup untuk memastikan semuanya. Potret label masukan setiap charger, lalu cocokkan dengan tipe soket di negara tujuan. Label itu tertulis dalam huruf kecil dekat kata INPUT di badan charger, sedangkan tipe soket bisa dicari dari nama negara. Untuk rute yang melewati beberapa negara, catat tipe soket tiap negara sebelum membeli apa pun.
Adaptor Mengubah Bentuk, Konverter Mengubah Tegangan
Adaptor colokan adalah penyambung pasif. Satu sisinya berkaki yang masuk ke soket dinding, sisi lainnya berlubang untuk colokan Anda, dan di antaranya tidak ada komponen yang mengubah arus. Listrik yang keluar sama dengan yang masuk. Tidak lebih. Konverter atau transformator adalah alat lain: ia menurunkan atau menaikkan tegangan, lebih berat, dan dinilai menurut daya yang sanggup dilayaninya. Kata universal pada kemasan hanya menyangkut bentuk kaki, jadi periksa apakah kotaknya juga menyebut konverter bila Anda memang memerlukannya.
Label Masukan pada Charger Menentukan Perlu Tidaknya Konverter
Yang dicari pada label adalah rentang tegangan, bukan satu angka tunggal.
Charger dengan rentang 100 hingga 240 V
Artinya, charger menerima tegangan apa pun di antara dua angka tersebut, dari soket Jepang yang 100 V sampai soket Eropa yang 230 V. Untuk jenis ini, adaptor bentuk kaki sudah memadai. Pengisi daya HP, laptop, dan baterai kamera lazim berlabel begini, tetapi periksa satu per satu, terutama pengisi lama atau pengisi kecil yang dibeli terpisah.
Pengering rambut, catokan, dan alat pemanas lain
Pemanas dan alat bermotor besar sering bertegangan tunggal. Tulisan 220 hingga 240 V saja berarti alat itu aman di Singapura, Malaysia, Eropa, atau Korea Selatan dengan adaptor biasa, tetapi tidak layak dibawa ke Jepang atau Amerika Serikat. Barang berlabel 110 hingga 127 V yang dibawa ke rumah Anda mengalami hal sebaliknya dan bisa rusak di soket 230 V. Penurun atau penaik tegangan untuk alat berdaya besar berat dan mahal, jadi tidak sepadan dengan ruang koper untuk perjalanan wisata. Pengering milik hotel atau pengering berlabel dua tegangan lebih masuk akal.
Perangkat yang labelnya tidak terbaca
Tulisan terhapus sama dengan tidak ada tulisan. Cari tipe dan nomor model di buku petunjuk atau di kotak, dan jangan mencoba di soket asing sebelum angkanya jelas.
Soket Tujuan: Lima Kelompok Bentuk yang Perlu Dikenali
Dunia memakai belasan tipe soket, tetapi kebanyakan tujuan wisata dari tanah air jatuh ke lima kelompok. Mengenali kelompoknya lebih berguna daripada menghafal daftar negara.
Dua lubang bulat di Eropa, Korea Selatan, dan Thailand
Rumah Anda memakai colokan bulat dua kaki, yang disebut tipe C. Soket tipe F berlubang bulat, dipakai di sebagian besar Eropa dan di Korea Selatan, menerimanya langsung. Kaki tipe C berdiameter 4 mm dan dinilai 2,5 A pada 250 V, jadi layak untuk charger dan alat kecil, bukan alat pemanas. Thailand memakai tipe O yang menerima colokan bulat itu juga. Di Italia soket 10 A menerimanya, sedangkan soket 16 A tidak. Swiss memakai soket cekung yang tetap menerima colokan bulat. Perjalanan ke kelompok ini sering tidak memerlukan adaptor sama sekali, kecuali charger Anda berkaki tiga dengan kaki ketiga untuk pembumian.
Tiga kaki persegi di Singapura, Malaysia, Inggris, dan Arab Saudi
Kelompok ini memakai tipe G: tiga kaki persegi panjang berbentuk segitiga dan dinilai 13 A pada 250 V. Colokannya berisi sekering. Colokan bulat dari rumah tidak muat. Adaptor wajib. Singapura dan Malaysia memakai 220 hingga 240 V pada 50 Hz. Arab Saudi menetapkan tipe G sebagai standar resmi dengan 230 V pada 60 Hz, hal yang layak diketahui jamaah umrah karena frekuensinya berbeda dari rumah.
Dua kaki miring di Australia
Australia memakai soket tipe I dengan dua kaki pipih yang miring membentuk huruf V, ditambah satu kaki tegak untuk pembumian. Dengan 230 V, konverter tidak diperlukan. Colokan bulat dari rumah tidak muat, dan adaptor yang mencakup tipe I harus dicari secara khusus, karena banyak adaptor satu negara melewatkannya.
Dua kaki pipih sejajar di Jepang dan Amerika Serikat
Di kedua negara itu soket tipe A berlubang dua pipih sejajar, tanpa lubang pembumian. Jepang memakai 100 V, Amerika Serikat memakai 110 hingga 127 V. Tegangan serendah itu menjadikan label masukan penentu utama. Colokan berkaki tiga dengan kaki pembumian tidak muat di soket dua lubang, jadi pilih adaptor yang deskripsinya menyebut colokan berkaki tiga diterima.
Tiongkok yang bercampur
Satu kamar di Tiongkok bisa memiliki soket tipe A, C, dan I sekaligus, dengan tegangan sekitar 220 V. Adaptor universal paling masuk akal di sini, atau adaptor yang mencakup ketiganya.
Batas Ampere Adaptor dan Cara Menghitung Beban
Setiap adaptor mencantumkan ampere maksimum, biasanya di badannya. Beban Anda dihitung dengan membagi daya alat dengan tegangan soket: ampere sama dengan watt dibagi volt. Tegangan lebih rendah berarti arus lebih besar untuk daya yang sama.
Beban charger terhadap adaptor sangat kecil
Laptop 65 W dan HP 30 W di soket 230 V menarik 95 dibagi 230, kira-kira 0,4 A. Angka itu jauh di bawah batas adaptor mana pun, sehingga untuk charger, ampere pada adaptor nyaris tidak menentukan pilihan.
Pemanas menuntut label yang jelas
Lain halnya dengan pengering rambut 1.200 W: 1.200 dibagi 230 hasilnya sekitar 5,2 A. Adaptor yang memuat tulisan lebih rendah dari itu terlalu lemah. Pilih label yang jelas lebih tinggi dari hasil hitung, atau pakai alat milik hotel. Colokan bulat dari rumah yang dinilai 2,5 A pada 250 V setara kira-kira 575 W pada 230 V (2,5 dikali 230), sehingga memaksa pengering rambut lewat adaptor berkaki kecil tidak ada gunanya.
Adaptor Satu Negara atau Adaptor Universal
Adaptor satu negara untuk tujuan tunggal
Untuk satu atau dua negara yang memakai tipe soket sama, adaptor khusus lebih baik. Bentuknya kecil. Tidak ada bagian bergerak, dan ia menancap lebih mantap di soket. Beli dua bila Anda memerlukan dua soket sekaligus di kamar, misalnya satu untuk charger laptop dan satu untuk charger HP.
Adaptor universal untuk beberapa tipe dalam satu rute
Perjalanan yang melewati tipe G, tipe C, dan tipe I menuntut lebih dari satu adaptor, dan di sinilah adaptor universal berguna. Kakinya bisa digeser atau diganti, sehingga satu benda menggantikan tiga. Harganya adalah ukuran yang lebih besar dan sambungan bergerak yang mudah longgar di soket yang sudah aus. Baca kemasannya untuk memastikan tipe yang Anda butuhkan tercantum, bukan hanya kata universal. Lihat juga ampere maksimumnya.
Port USB pada Adaptor Memiliki Batas Daya Sendiri
Banyak adaptor menyertakan satu atau dua port USB. Bacalah tulisan keluaran di badannya, biasanya dalam watt atau dalam volt dan ampere. Port semacam itu cocok untuk HP dan arloji pintar, namun jarang cukup untuk laptop. Daya total yang tertera lebih kecil dari watt charger laptop Anda berarti laptop tidak akan terisi dari port itu, dan charger aslinya tetap dipasang ke adaptor lewat colokannya. Port juga berbagi daya: dua perangkat pada satu adaptor membagi angka total yang sama.
Soket Cekung dan Adaptor yang Terlalu Lebar
Beberapa soket Eropa terletak di dalam lekukan, termasuk soket tipe F dan soket Prancis. Badan adaptor yang lebar tidak sampai menyentuh kontak di dasar lekukan, dan kakinya tergelincir keluar. Adaptor berprofil ramping mengatasi hal ini. Colokan bulat dari rumah sendiri, dengan kaki sepanjang 19 mm, masuk dengan baik tanpa adaptor, sehingga di soket cekung cara termudah adalah tidak memakai adaptor.
Frekuensi 60 Hz Hanya Mengganggu Alat Tertentu
Rumah Anda berfrekuensi 50 Hz, sedangkan Arab Saudi dan Amerika Serikat memakai 60 Hz. Perangkat modern berlabel rentang 50 dan 60 Hz sehingga tidak terpengaruh. Yang perlu diwaspadai adalah alat tanpa rentang itu pada labelnya, terutama jam listrik tua atau alat bermotor yang kecepatannya mengikuti frekuensi.
Sakelar di Samping Soket Bisa Membuat Charger Tampak Mati
Di Inggris dan Australia, setiap soket memiliki sakelar di sampingnya yang mungkin dalam posisi mati. Kegagalan mengisi sering berasal dari sakelar yang belum dinyalakan, bukan dari adaptor yang rusak. Di Tiongkok, kamar bisa memiliki beberapa tipe soket, sehingga adaptor universal atau charger berbanyak port membantu.
Charger Banyak Port Mengurangi Jumlah Adaptor yang Dibawa
Tiga perangkat dengan tiga charger menuntut tiga soket dan tiga adaptor. Satu charger berbanyak port memakai satu adaptor untuk seluruh isinya, dan ini memperbaiki keadaan ketika kamar hanya menyediakan satu soket bebas dekat tempat tidur. Total watt pada charger itu perlu dibaca. Laptop 65 W dan HP 30 W ditambah arloji 5 W menjumlah 100 W, jadi charger berdaya total di bawah angka itu akan mengisi lebih lambat atau salah satu perangkat tidak terisi penuh. Syarat label 100 hingga 240 V berlaku juga untuk jenis ini.
Pengecekan di Rumah Sebelum Berangkat
Pasang adaptor ke satu charger di soket rumah, goyang sedikit, dan lihat apakah kakinya tetap rapat. Pastikan lubang adaptor menerima semua kaki colokan yang Anda bawa, termasuk kaki pembumian bila ada. Foto label masukan setiap charger dan alat sudah ada di ponsel, jadi tinggal membandingkannya dengan tegangan negara tujuan.
Kesimpulan
Untuk perjalanan ke negara bertegangan sekitar 230 V, satu atau dua adaptor kecil dan charger berlabel rentang tegangan sudah menyelesaikan semuanya. Ke Jepang atau Amerika Serikat, urusannya pindah dari bentuk kaki ke label, dan alat pemanas lebih baik ditinggal. Untuk beberapa tipe soket dalam satu rute, adaptor universal atau charger berbanyak port menghemat ruang koper. Cari sebagai panduan belanja independen membantu Anda membandingkan jenis produk dan menimbang pilihan sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Bisakah HP dan laptop dari rumah dipakai di Jepang hanya dengan adaptor?
Bisa, asalkan label masukan pada charger memuat rentang 100 hingga 240 V. Jepang memakai 100 V, sehingga hanya label dengan angka 100 pada ujung bawah rentang yang aman. Angka 220 hingga 240 V saja tidak cocok. Soket Jepang tipe A berlubang dua pipih tanpa pembumian, jadi charger laptop berkaki tiga memerlukan adaptor yang menerima colokan berkaki tiga. Saat dua syarat itu terpenuhi, satu adaptor bentuk kaki sudah cukup dan konverter tidak perlu dibeli. Pengisi baterai kamera dan arloji pintar dicek dengan cara yang sama, satu per satu.
Berapa ampere adaptor yang cukup untuk charger laptop, HP, dan tablet sekaligus?
Jumlahkan wattnya, lalu bagi dengan tegangan soket. Misalnya laptop 65 W, HP 25 W, dan tablet 20 W menjumlah 110 W. Di soket 230 V itu sekitar 0,5 A, dan di Jepang dengan 100 V menjadi 1,1 A. Kedua angka itu jauh di bawah batas adaptor mana pun yang mencantumkan ampere maksimum, sehingga untuk charger ampere adaptor hampir tidak menentukan pilihan. Perhatian pindah ke pengering rambut atau alat pemanas yang menarik beberapa ampere, dan di sana label adaptor harus jelas lebih tinggi dari hasil hitung. Contohnya alat 1.200 W yang menarik sekitar 5,2 A di soket 230 V.
Mana yang lebih baik untuk tiga negara, adaptor universal atau adaptor tiap negara?
Perjalanan lewat Singapura, Eropa, dan Australia menuntut tiga tipe soket berbeda, sehingga satu adaptor universal menggantikan tiga adaptor khusus. Konsekuensinya adaptor lebih besar dan sambungan gesernya dapat longgar, jadi cek di soket rumah sebelum berangkat. Kalau dua dari tiga negara memakai tipe yang sama, satu adaptor khusus untuk tipe itu plus satu adaptor lain lebih ringkas dan lebih mantap daripada satu adaptor universal. Pastikan kemasan menyebut tipe yang diperlukan, bukan hanya kata universal, dan lihat ampere maksimumnya sebelum dibawa. Di Eropa sendiri colokan bulat dari rumah sudah masuk, sehingga rute itu tidak menambah kebutuhan adaptor.
Bagaimana membawa pengering rambut ke luar negeri?
Baca labelnya dulu. Alat yang hanya berlabel 220 hingga 240 V bekerja di negara bertegangan sekitar 230 V dengan adaptor, tetapi tidak di Jepang atau Amerika Serikat, karena pemanasnya lemah atau tidak bekerja. Alat 1.200 W menarik sekitar 5,2 A, sehingga adaptornya harus berlabel jelas di atas angka itu, dan colokan bulat 2,5 A dari rumah tidak mampu melayaninya. Penurun atau penaik tegangan berdaya besar berat dan mahal untuk koper wisata. Pengering milik hotel atau pengering berlabel dua tegangan lebih praktis daripada membawa konverter.
Colokan apa yang dipakai di Singapura dan Malaysia?
Keduanya memakai tipe G dengan tiga kaki persegi panjang berbentuk segitiga. Tegangannya 220 hingga 240 V pada 50 Hz. Colokan bulat dari rumah tidak muat, jadi adaptor wajib. Listrik di sana setara dengan rumah Anda, sehingga charger tidak memerlukan konverter, dan alat pemanas yang berlabel 220 hingga 240 V tetap bekerja asalkan adaptornya berlabel ampere yang cukup. Colokan tipe G dinilai 13 A dan berisi sekering. Bagi pelancong dari tanah air, kedua negara itu termasuk tujuan paling sederhana: urusannya hanya bentuk kaki, sementara label masukan tetap dibaca untuk alat pemanas.
Perlukah adaptor untuk ke Korea Selatan atau Eropa?
Colokan bulat dua kaki dari rumah langsung masuk soket tipe F di Korea Selatan dan sebagian besar Eropa, dan tegangannya setara. Pengecualian ada pada charger berkaki tiga dengan kaki ketiga untuk pembumian, yang memerlukan adaptor, dan pada soket Italia 16 A yang tidak menerima colokan bulat. Di soket cekung seperti soket Prancis, tidak memakai adaptor justru lebih mudah, karena badan adaptor yang lebar mungkin tidak sampai ke kontak. Thailand dengan soket tipe O juga menerima colokan bulat, jadi rute yang hanya menyinggung Korea Selatan, Eropa, dan Thailand sering bisa berangkat tanpa membeli adaptor, asalkan seluruh charger berkaki dua.
Mengapa charger tidak mengisi di soket Inggris atau Australia padahal adaptor sudah terpasang?
Lihat dulu sakelar di samping soket, karena sakelar itu mungkin dalam posisi mati. Dengan sakelar menyala, goyangkan adaptor dan lihat apakah kakinya longgar di soket, hal yang lebih mungkin terjadi pada adaptor universal berkaki geser. Pengisian laptop lewat port USB adaptor menghadapi batas daya port yang bisa lebih kecil dari watt charger laptop, jadi pasang charger aslinya ke adaptor lewat colokannya. Di Australia, soket tipe I juga memerlukan adaptor yang secara khusus mencakup tipe itu, karena banyak adaptor satu negara melewatkannya.
Perlukah konverter untuk charger HP dan laptop di Amerika Serikat?
Tidak perlu, selama labelnya memuat rentang 100 hingga 240 V atau setidaknya mencakup 110 hingga 127 V. Amerika Serikat memakai soket tipe A berlubang dua pipih sejajar, jadi yang perlu dibeli hanya adaptor bentuk kaki, dan pilih yang menerima colokan berkaki tiga bila charger laptop Anda berkaki tiga. Frekuensi 60 Hz di sana tidak mengganggu perangkat berlabel rentang 50 dan 60 Hz, tetapi jam listrik tua atau alat bermotor tanpa label rentang itu perlu diwaspadai. Pemanas yang hanya berlabel 220 hingga 240 V tetap tinggal di rumah.