Cara Memilih Kabel LAN Cat5e atau Cat6 untuk Jaringan Rumah

Cara Memilih Kabel LAN Cat5e atau Cat6 untuk Jaringan Rumah
Beli Sekarang di Blibli

Cat6 jarang terasa beda di rumah biasa

Untuk jaringan rumah dengan internet di bawah 1 Gbps, Cat5e sudah cukup dan Cat6 baru menambah nilai bila Anda memindahkan berkas besar antarkomputer atau berencana naik ke 2,5 atau 10 Gbps. Yang lebih menentukan adalah bahan inti kabel dan ketelitian pemasangan, bukan angka kategorinya.

Di toko, kabel LAN dijual dengan label kategori yang besar, dan selisih harga antara Cat5e dan Cat6 cukup untuk membuat orang menebak bahwa yang lebih tinggi pasti lebih cepat. Pada kenyataannya kecepatan yang sampai ke laptop Anda dibatasi oleh langganan internet, port di router, dan kartu jaringan di perangkat. Kabel baru membatasi di urutan terakhir. Kabel yang berlabel Cat6 tetapi dipasang asal akan kalah dari kabel Cat5e yang dipasang rapi.

Rumah tipe 36 dengan satu router dan satu televisi di ruang tengah hanya butuh dua atau tiga potong kabel pendek. Rumah dua lantai yang ingin menaruh pemancar Wi-Fi tambahan di lantai atas, atau rumah yang punya meja kerja di kamar paling belakang, butuh jalur tertanam di tembok atau plafon yang tidak enak diganti kalau salah beli. Dua situasi itu menghasilkan keputusan yang berbeda. Kabel di lantai bisa dibeli ulang kapan saja.

Ada tiga hal yang perlu Anda tentukan sebelum membeli satu meter pun. Anggaran rumah tangga biasanya habis untuk perangkat, lalu kabel dibeli terakhir dengan tergesa. Padahal kabel tertanam adalah bagian jaringan yang paling lama dipakai dan paling mahal diganti. Pertama, kecepatan tertinggi yang realistis di rumah Anda lima tahun ke depan, dihitung dari paket internet dan port perangkat, bukan dari harapan. Kedua, panjang jalur sebenarnya dari router ke tiap titik, termasuk naik turun tangga. Ketiga, apakah kabel akan tertanam atau hanya tergeletak di lantai, karena ini menentukan seberapa mahal kesalahan memilih.

Kabel LAN yang harganya terlalu murah perlu diwaspadai: banyak kabel LAN dengan harga jauh di bawah pasaran memakai inti campuran aluminium berlapis tembaga, dan itu masalah yang jauh lebih serius daripada selisih Cat5e dan Cat6. Inti kabel menjadi bahan pembahasan tersendiri.

Apa yang dibedakan oleh angka kategori

Angka kategori menyatakan seberapa lebar pita frekuensi yang dijamin bisa dilewati kabel dengan sinyal masih terbaca. Spesifikasi Cat5e dirancang untuk 100 MHz, Cat6 untuk 250 MHz, dan Cat6a untuk 500 MHz. Makin lebar pitanya, makin banyak data yang bisa dimuat per detik. Syarat lilitan pasangan kabel di dalamnya pun makin ketat.

Lilitan pasangan kabel

Di dalam kabel ada empat pasang kawat yang saling dililit. Lilitan itu meredam gangguan dari pasangan di sebelahnya. Kabel kategori lebih tinggi memakai lilitan lebih rapat dan sering disisipi pemisah plastik berbentuk silang di tengah, sehingga kabelnya lebih tebal dan lebih kaku. Itu sebabnya kabel Cat6 lebih sulit ditekuk di sudut sempit.

Kecepatan yang diizinkan

Semua kategori di atas bisa membawa 1 Gbps pada jarak penuh 100 meter. Perbedaan baru tampak pada kecepatan 10 Gbps: Cat6 hanya dijamin hingga 55 meter dengan syarat pemasangan yang baik, sedangkan Cat6a dijamin hingga 100 meter. Kabel Cat5e sendiri bisa membawa 2,5 Gbps pada perangkat yang mendukungnya, sehingga pilihan Cat5e tidak otomatis menutup pintu bagi peningkatan ke atas 1 Gbps.

Cat5e untuk rumah dengan internet di bawah 1 Gbps

Paket internet rumah berada jauh di bawah 1 Gbps, dan port LAN pada router rumah kelas dasar berhenti di 1 Gbps. Pada kondisi itu, Cat5e dan Cat6 menghasilkan kecepatan yang sama persis karena batasnya ada di port. Anda membayar lebih untuk kapasitas yang tidak terpakai.

Kabel ini juga lebih lentur dan lebih tipis, sehingga lebih mudah ditarik lewat pipa kecil, ditempel di sepanjang plint, atau ditekuk di belakang televisi. Untuk kabel pendek antara router, televisi, dan konsol di satu ruangan, Cat5e masuk akal.

Kapan Cat6 benar-benar layak dipilih

Berkas besar antarkomputer

Port 1 Gbps menghasilkan sekitar 110 MB per detik pada pemakaian nyata. Memindahkan cadangan 50 GB dari komputer ke penyimpanan jaringan di rumah memakan sekitar 450 detik, atau 7,5 menit. Dengan port 2,5 Gbps di kedua perangkat, waktunya turun menjadi sekitar 3 menit. Untuk yang menyalin cadangan tiap malam saat tidur, selisih ini tidak terasa; untuk yang mengedit video langsung dari penyimpanan jaringan, terasa.

Jalur tertanam yang sulit diganti

Kabel yang ditanam dipakai belasan tahun, sedangkan router dan komputer diganti tiap tiga atau empat tahun. Karena menarik ulang kabel berarti membongkar plesteran, memasang Cat6 pada jalur tertanam adalah asuransi murah. Selisih harga per meter itu kecil. Ongkos tukang besar.

Jalur LAN sebaiknya tidak berbagi pipa dengan kabel listrik. Gangguan paling kecil bila keduanya dipisah jarak, dan bila harus berpotongan, silangkan tegak lurus.

Cat6a dan kategori di atasnya

Cat6a baru relevan bila Anda benar-benar punya perangkat 10 Gbps di kedua ujung, yang di rumah masih sangat jarang. Kabelnya tebal, kaku, dan mahal. Konektornya pun bisa tidak muat di lubang pelat dinding biasa. Kategori yang lebih tinggi lagi ditujukan untuk pusat data, bukan rumah.

Panjang jalur dan batas 100 meter

Cara mengukur jalur sebenarnya

Batas 100 meter berlaku untuk seluruh saluran, yaitu 90 meter kabel tertanam ditambah 10 meter kabel penghubung di kedua ujung. Rumah biasa tidak mendekatinya. Contoh jalur dari router di lantai satu ke pemancar Wi-Fi di lantai dua: 4 meter horizontal di ruang tamu, 3 meter naik ke plafon, 9 meter melintang di plafon, 3 meter turun ke dinding lantai atas, dan 2 meter cadangan di tiap ujung. Totalnya 4 + 3 + 9 + 3 + 4 = 23 meter.

Dengan 23 meter, tidak ada alasan memilih kategori hanya karena jarak. Kabel Cat5e pada panjang segini membawa 1 Gbps penuh. Ukur jalur dengan tali atau meteran, tambahkan 10 persen untuk belokan, lalu bandingkan dengan 90 meter. Hanya ruko berlantai banyak atau rumah dengan paviliun terpisah yang perlu memperhatikannya.

Bila jalur melewati 90 meter

Pada panjang itu, tarik satu kabel utuh tanpa sambungan dan pilih tembaga murni. Kabel campuran aluminium sudah melewati batas hambatan sebelum menyentuh 100 meter.

Inti tembaga murni atau campuran aluminium

Ini keputusan terpenting di seluruh pembelian. Banyak orang melewatkannya. Kabel LAN murah dapat memakai inti aluminium yang dilapisi tipis tembaga, disebut CCA. Aluminium menghantar listrik lebih buruk daripada tembaga, sehingga hambatannya lebih besar. Produsen kabel Belden menyebut bahwa kabel CCA tidak memenuhi standar TIA yang mensyaratkan konduktor tembaga, dan bahwa pada jalur lebih dari sekitar 65 meter hambatannya melewati batas yang ditetapkan standar.

Dampak pertama terasa pada perangkat yang dialiri listrik lewat kabel LAN, seperti kamera CCTV tertentu dan titik Wi-Fi langit-langit. Hambatan tinggi membuat kabel menghangat dan tegangan yang sampai ke perangkat turun. Dampak kedua adalah kerapuhan: aluminium patah bila ditekuk berulang, terutama di ujung konektor. Permukaannya juga mengoksidasi, sehingga sambungan memburuk. Dampak ketiga: jaringan putus tanpa sebab jelas.

Cara memeriksanya di toko: potong ujung kabel atau lihat potongan kabel contoh. Tembaga berwarna kuning kemerahan sampai ke tengah. Pada CCA, bagian dalamnya berwarna perak keabuan setelah lapisan luar yang tipis dikikis. Kabel dengan harga per meter, jauh di bawah harga gulungan kabel tembaga sejenis, patut dicurigai. Tulisan CU atau tembaga murni pada kemasan atau selubung juga bukan jaminan, jadi periksa fisiknya bila penjual mengizinkan.

Untuk kabel pendek 1 hingga 3 meter di belakang televisi, CCA masih berfungsi, tetapi selisih harganya tidak sebanding dengan risikonya. Untuk jalur tertanam dan perangkat berdaya lewat kabel, jangan ambil CCA.

Kabel inti tunggal dan kabel serabut

Kabel inti tunggal, yaitu satu kawat tembaga padat per konduktor, dirancang untuk ditarik sekali lalu dibiarkan di dalam tembok atau plafon. Kabel serabut, yaitu kawat halus yang dipilin, dirancang untuk sering ditekuk dan dicabut-pasang. Standar membayangkan inti tunggal untuk jalur tetap hingga 90 meter dan serabut untuk kabel penghubung pendek di kedua ujung.

Kabel serabut di dalam tembok untuk jalur panjang tidak dianjurkan karena redamannya lebih besar daripada inti tunggal. Memasang kabel inti tunggal sebagai kabel yang digulung dan dipindah-pindah juga keliru: kawatnya mudah patah di sambungan. Jadi, kabel yang ditarik ke titik dinding beli inti tunggal, kabel yang menghubungkan titik itu ke perangkat beli serabut.

Pelindung luar: dalam ruangan, luar ruangan, dan berpelindung logam

Kabel yang melewati luar rumah

Kabel luar ruangan memakai selubung tahan sinar matahari karena selubung biasa menjadi getas setelah terkena panas dan sinar ultraviolet. Pada kabel yang melintas di teritisan atau menuju kamera CCTV di halaman, selubung ini perlu. Selubung biasa yang dibiarkan terkena terik dan hujan retak, lalu air masuk ke lilitan di dalamnya.

Kabel berpelindung logam

Kabel berpelindung (STP atau FTP) membungkus pasangan kawat dengan lembaran logam untuk menahan gangguan listrik. Manfaatnya nyata hanya bila pelindung itu disambungkan ke ground di kedua ujung dengan konektor dan pelat dinding yang juga berpelindung. Tanpa ground, kabel berpelindung bisa bekerja lebih buruk daripada kabel biasa. Rumah tinggal dengan kabel yang dijauhkan dari kabel listrik cukup dengan kabel tanpa pelindung (UTP).

Konektor dan pemasangan lebih menentukan daripada kategori

Keluhan jaringan kabel di rumah berasal dari ujung kabel, bukan dari kabelnya. Urutan warna kawat yang tertukar, kawat yang tidak terdorong sampai ujung konektor, atau lilitan yang dibuka terlalu panjang sebelum dipres akan menurunkan jaringan dari 1 Gbps menjadi 100 Mbps atau memutusnya. Aturan pokoknya: buka lilitan sependek mungkin, dan jangan menekuk kabel tajam di dekat konektor.

Kabel jadi dengan konektor yang sudah terpasang pabrik lebih aman bagi yang tidak punya alat pres dan alat uji kabel. Beli panjang yang sedikit melebihi kebutuhan, lalu gulung longgar sisanya. Untuk jalur tertanam, minta tukang menguji setiap titik dengan alat uji kabel sebelum plesteran ditutup. Label tiap kabel pada kedua ujung. Kabel tanpa label menyulitkan saat satu titik rusak.

Tikungan juga penting. Jari-jari tekukan sebaiknya tidak lebih kecil dari empat kali tebal kabel. Menarik kabel dengan paksa lewat pipa yang penuh merusak lilitan di dalamnya.

Menentukan pilihan untuk rumah Anda

Untuk rumah dengan internet di bawah 1 Gbps dan kabel yang cuma terlihat di lantai: Cat5e tembaga murni, dari kabel jadi, sudah benar. Untuk kabel yang akan ditanam di tembok atau plafon: Cat6 inti tunggal tembaga murni, karena ongkos membongkar jauh melebihi selisih harga kabel. Untuk titik yang dialiri listrik lewat kabel, seperti kamera dan pemancar Wi-Fi langit-langit, tembaga murni tidak bisa ditawar.

Beli Cat6a hanya bila perangkat 10 Gbps sudah ada di tangan Anda, bukan sekadar direncanakan. Kabel berpelindung hanya bila Anda siap menyambungkannya ke ground dengan benar; selain itu pilih tanpa pelindung. Untuk jalur melewati halaman atau atap terbuka, pilih selubung luar ruangan.

Kesimpulan

Aturan keputusannya sederhana: tentukan dulu apakah kabel akan tertanam. Untuk jalur tertanam, beli Cat6 tembaga murni inti tunggal dan uji tiap titik sebelum ditutup. Untuk kabel yang terlihat di lantai, Cat5e tembaga murni sudah memadai selama internet dan port perangkat Anda berada di 1 Gbps atau lebih rendah. Segala label kategori lain kalah penting daripada tembaga murni dan pemasangan yang rapi.

Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.

Pertanyaan / Jawaban

Apakah kabel LAN Cat6 membuat internet rumah lebih cepat dibanding Cat5e?

Tidak, selama paket internet Anda di bawah 1 Gbps dan port di router maupun laptop berhenti di 1 Gbps. Kecepatan selalu dibatasi oleh mata rantai paling lambat. Rumah dengan langganan 100 Mbps dan router berport 1 Gbps tidak merasakan perubahan apa pun setelah kabelnya diganti dari Cat5e ke Cat6, karena batasnya ada di langganan. Selisih baru muncul pada penyalinan antarperangkat di dalam rumah, misalnya komputer ke penyimpanan jaringan, dan hanya bila kedua ujungnya mendukung 2,5 Gbps atau lebih. Cadangan 50 GB yang memakan sekitar 7,5 menit pada 1 Gbps turun menjadi sekitar 3 menit pada 2,5 Gbps.

Apakah kabel LAN Cat5e masih layak dipakai untuk rumah baru?

Masih layak untuk kabel yang terlihat dan tidak ditanam, misalnya dari router ke televisi atau konsol di ruangan yang sama. Pada kabel sependek itu Cat5e membawa 1 Gbps penuh dan bisa mendukung 2,5 Gbps pada perangkat yang sanggup. Untuk rumah baru yang jalurnya akan ditanam, Cat6 lebih bijak karena jalur tertanam dipakai lebih lama daripada router dan komputer, sementara biaya membongkar plesteran jauh melebihi selisih harga kabel. Pemilik rumah baru yang belum memasang perangkat 2,5 Gbps pun tetap diuntungkan oleh keputusan ini.

Berapa panjang maksimal kabel LAN sebelum sinyal melemah?

Batas standarnya 100 meter untuk seluruh saluran, yaitu 90 meter kabel tertanam ditambah 10 meter kabel penghubung. Pada rumah dua lantai dengan jalur 23 meter dari router ke pemancar Wi-Fi di lantai atas, Anda masih berada jauh di bawah batas itu, sehingga kategori tidak perlu dipilih berdasarkan jarak. Hitung jalur Anda dengan tali, tambahkan 10 persen untuk belokan, lalu bandingkan dengan 90 meter. Batas ini berlaku untuk tembaga murni; kabel campuran aluminium sudah melewati batas hambatan pada sekitar 65 meter menurut produsen kabel yang disebut di atas.

Bagaimana cara mengetahui kabel LAN berinti tembaga murni atau CCA?

Periksa potongan ujung kabel. Tembaga murni berwarna kuning kemerahan sampai ke tengah kawat, sedangkan CCA menampakkan warna perak keabuan setelah lapisan tipis luarnya digores. Harga per meter yang jauh di bawah gulungan tembaga sejenis juga tanda bahaya. Untuk kabel jadi 2 meter di belakang televisi, kecurigaan ini tidak terlalu penting karena jaraknya pendek. Untuk satu gulungan yang akan ditanam, atau kabel yang menyalurkan listrik ke kamera dan pemancar Wi-Fi, periksa fisiknya di toko sebelum membayar dan minta penjual memotong contohnya.

Perlukah memakai kabel berpelindung (STP) di rumah?

Tidak perlu untuk rumah tinggal. Kabel berpelindung baru bermanfaat bila pelindung logamnya tersambung ke ground melalui konektor dan pelat dinding yang juga berpelindung; tanpa itu, hasilnya bisa lebih buruk daripada kabel biasa. Rumah tipe 36 dengan jalur LAN yang dipisah dari kabel listrik cukup dengan kabel tanpa pelindung. Peredam gangguan yang lebih murah dan lebih ampuh di rumah adalah jarak: jangan satukan kabel LAN dan kabel listrik dalam satu pipa, dan bila harus berpotongan, silangkan tegak lurus. Untuk ruko dua lantai dengan kabel LAN dan kabel listrik yang berdampingan di plafon, pisahkan dulu jalurnya sebelum mempertimbangkan kabel berpelindung yang mahal dan menuntut ground yang benar.

Kabel LAN untuk kamera CCTV di teras perlu yang khusus?

Perlu dua hal. Pertama, tembaga murni, karena kamera yang dialiri listrik lewat kabel LAN akan terkena hambatan tinggi pada kabel campuran aluminium: kabel menghangat dan tegangan yang sampai ke kamera turun. Kedua, selubung luar ruangan bila kabelnya melintas di teritisan atau halaman, sebab selubung biasa retak oleh panas dan sinar matahari, lalu air masuk ke lilitan. Satu kabel melayani satu kamera, jadi hitung jumlah titik dan panjang tiap jalurnya. Jalur teras sampai ruang router yang kurang dari 90 meter tidak membatasi pilihan kategori.

Kabel LAN rumah dua lantai sebaiknya ditanam atau dibiarkan di luar tembok?

Untuk rumah yang akan Anda tempati bertahun-tahun, tanam Cat6 inti tunggal tembaga murni, beri label di kedua ujungnya, dan minta tukang menguji tiap titik sebelum plesteran ditutup. Jalur 23 meter seperti contoh di atas sangat mudah dikerjakan saat renovasi, dan pemancar di lantai atas jadi bebas dari kabel yang menjuntai di tangga. Untuk kontrakan atau kamar kost yang akan ditinggalkan dalam waktu dekat, Cat5e jadi yang ditempel di plint lebih masuk akal karena bisa digulung dan dibawa pindah. Kabel yang ditempel itu tetap harus dari tembaga murni.

Lebih baik beli kabel LAN jadi atau memres konektor sendiri?

Kabel jadi lebih aman bagi yang tidak punya alat pres dan alat uji kabel, terutama untuk jalur pendek ke televisi atau konsol. Memres sendiri hanya masuk akal untuk jalur tertanam dari gulungan, dan hanya dengan alat uji di tangan. Urutan warna kawat yang tertukar, kawat yang tidak terdorong sampai ujung konektor, atau lilitan yang dibuka terlalu panjang akan menurunkan jaringan dari 1 Gbps menjadi 100 Mbps. Untuk rumah dua lantai dengan lima titik, minta tukang menguji kelima titik itu sebelum plesteran ditutup, bukan sesudah jaringan terasa lambat. Beli kabel jadi sedikit lebih panjang dari jarak yang diukur.

Tertarik dengan produk ini?

Temukan harga terbaik di Blibli

Belanja Sekarang di Blibli

Artikel Terkait tentang Teknologi & Gadget

Teknologi & Gadget

Cara Memilih Kartu Memori Sesuai Kelas Kecepatan untuk HP dan Kamera

Ketahui cara memilih kartu memori dari kelas kecepatan tulis V30, U3 dan A1, kapasitas SDXC, ciri kartu palsu serta kebutuhan HP, kamera aksi, drone dan CCTV tanpa salah beli.

12 min
Teknologi & Gadget

Cara Memilih Speaker Bluetooth Sesuai Ruangan dan Cara Pakai

Watt speaker yang tepat ditentukan tempat pemakaian: 10-30 watt untuk kamar, 100 watt ke atas untuk halaman terbuka. Daya tahan baterai sesungguhnya turun jauh di volume tinggi.

8 min
Teknologi & Gadget

Cara Memilih Smartwatch Sesuai Fitur yang Benar-Benar Dipakai

Fitur smartwatch paling mahal belum tentu paling terpakai. GPS bawaan boros baterai tapi akurat, dan rating ATM menentukan batas aman aktivitas air, bukan sekadar gengsi.

8 min
Teknologi & Gadget

Cara Memilih SSD Eksternal atau Flashdisk Sesuai Kecepatan dan Kapasitas yang Dibutuhkan

Kecepatan di kemasan flashdisk sering hanya bertahan beberapa detik. SSD eksternal mempertahankan kecepatan lebih lama, dan exFAT paling aman dipakai bergantian antara Windows dan Mac.

8 min
Lihat semua artikel Teknologi & Gadget →