HDD Eksternal vs SSD Eksternal: Mana yang Lebih Tahan Jika Terjatuh?
Probabilitas Kerusakan Permanen HDD
HDD eksternal yang terjatuh dari ketinggian 1 meter ke lantai keras memiliki probabilitas kerusakan permanen 20 hingga 60 persen bahkan saat tidak sedang aktif digunakan karena kepala baca tulis yang melayang 5 hingga 10 nanometer di atas permukaan piringan magnetis selama operasi hanya perlu goncangan setara 0,5 hingga 2 G untuk menghasilkan kontak antara kepala dan piringan yang menyebabkan goresan permanen yang merusak data secara ireversibel, sementara SSD eksternal tidak memiliki komponen bergerak sehingga toleransi goncangan operasionalnya bisa mencapai 1500 G tanpa kerusakan mekanis.
Perbedaan ketahanan itu bukan perbedaan marginal melainkan perbedaan fundamental yang berasal dari arsitektur penyimpanan yang berbeda secara mendasar. Keputusan antara HDD dan SSD eksternal hampir selalu dibingkai sebagai keputusan antara harga yang lebih murah untuk kapasitas yang lebih besar di HDD versus kecepatan yang lebih tinggi di SSD, tapi dimensi ketahanan fisik yang seringkali paling relevan dalam penggunaan nyata jarang mendapat perhatian yang proporsional. Hard disk yang jatuh dari meja kerja ke lantai keramik adalah kecelakaan yang sangat umum dan yang konsekuensinya bisa berupa kehilangan data yang permanen dan tidak bisa dipulihkan bahkan oleh layanan pemulihan data profesional yang biayanya bisa mencapai jutaan rupiah.
Memahami fisika ketahanan masing-masing teknologi, kondisi yang membuat masing-masing lebih atau kurang rentan, dan cara memitigasi risiko untuk perangkat yang sudah dimiliki adalah fondasi untuk keputusan yang melindungi data yang nilainya sering jauh melebihi harga perangkat penyimpanan itu sendiri.
Fisika Kerentanan HDD terhadap Goncangan
Hard disk bekerja dengan prinsip yang pada dasarnya rentan terhadap gangguan fisik karena membaca dan menulis data menggunakan kepala elektromagnetik yang bergerak sangat cepat di atas permukaan piringan magnetis yang berputar pada 5400 hingga 7200 RPM. Jarak antara kepala baca tulis dan permukaan piringan, yang disebut flying height, hanya 5 hingga 10 nanometer yang merupakan jarak yang lebih kecil dari diameter satu molekul asap rokok. Pada jarak yang sangat kecil itu, goncangan yang sangat ringan sekalipun bisa menciptakan kontak antara kepala dan piringan.
Kontak antara kepala dan piringan yang bergerak dengan kecepatan liniar 10 hingga 20 meter per detik menghasilkan panas yang sangat tinggi di titik kontak dalam waktu kurang dari satu milidetik yang melelehkan lapisan magnetis pada piringan dan permukaan kepala secara bersamaan, meninggalkan goresan yang merusak area data di sekitar titik kontak. Area yang rusak bisa berukuran beberapa sektor hingga beberapa megabyte tergantung durasi kontak, dan data di area itu tidak bisa dipulihkan tanpa peralatan khusus yang bekerja di ruang bersih yaitu ruangan dengan tingkat kebersihan udara yang sangat tinggi yang mencegah partikel debu masuk ke dalam disk yang dibuka untuk pemulihan.
HDD modern memiliki mekanisme perlindungan yang disebut ramp parking yang memarkir kepala baca tulis di luar area piringan saat disk tidak aktif diakses, mengurangi risiko kontak saat disk dalam kondisi diam. Tapi transisi antara posisi parkir dan posisi operasional membutuhkan waktu beberapa milidetik, dan goncangan yang terjadi tepat saat kepala bergerak dari posisi parkir ke posisi operasional atau sebaliknya menghasilkan kerentanan yang sama seperti saat operasional penuh. Akselerometer yang digunakan di beberapa HDD untuk mendeteksi goncangan yang akan datang dan memindahkan kepala ke posisi parkir sebelum goncangan mencapai komponen internal memberikan perlindungan tambahan tapi dengan latensi deteksi dan respons yang tidak bisa lebih cepat dari beberapa milidetik, yang tidak cukup untuk mengamankan kepala dari goncangan yang sangat tiba-tiba seperti yang terjadi saat perangkat terjatuh dari meja.
Jika Anda bekerja dari rumah di kawasan Grogol atau Petamburan dan meletakkan HDD eksternal di tepi meja kerja tempat kabel USB yang terhubung ke laptop sering disandung atau tertarik, posisi itu menempatkan HDD pada risiko jatuh yang sangat tinggi dalam kondisi yang paling berbahaya yaitu saat sedang aktif diakses. Kepala baca tulis yang sedang bergerak di atas piringan yang berputar pada kecepatan penuh pada saat jatuh menghasilkan probabilitas kontak yang jauh lebih tinggi dari HDD yang jatuh dalam kondisi diam.
Sebaliknya, jika HDD diletakkan di permukaan yang stabil dan jauh dari jalur kabel yang sering dilalui, risiko jatuh yang tidak disengaja jauh lebih rendah dan HDD bisa digunakan dengan aman untuk backup data yang tidak terlalu sering dipindah.
Arsitektur SSD dan Mengapa Tidak Ada Komponen Bergerak
SSD menyimpan data dalam sel memori NAND flash yang merupakan komponen semikonduktor yang tidak memiliki bagian yang bergerak. Data dibaca dan ditulis melalui sinyal elektrik yang mengubah muatan di dalam sel transistor yang terjadi dalam waktu mikrodetik tanpa gerakan mekanis apapun. Ketiadaan komponen bergerak berarti SSD tidak mengalami mode kegagalan yang sama dengan HDD saat menerima goncangan fisik karena tidak ada kepala yang bisa bertabrakan dengan permukaan penyimpanan dan tidak ada piringan yang bisa tergores. Toleransi goncangan SSD dalam kondisi operasional yang dinyatakan dalam spesifikasi umumnya berada di 1500 G untuk durasi 0,5 milidetik, yang secara praktis berarti SSD bisa bertahan dari jatuh dari ketinggian beberapa meter ke permukaan keras tanpa kerusakan internal pada komponen penyimpanan.
Batas 1500 G adalah batas toleransi komponen elektronik dan solder joint pada sirkuit, bukan batas toleransi mekanisme penyimpanan yang pada dasarnya tidak terpengaruh oleh goncangan dalam konteks penggunaan normal. Yang bisa rusak dari SSD yang terjatuh adalah komponen eksternal yang lebih rentan: konektor USB bisa patah atau bengkok jika gaya jatuh diarahkan ke konektor, casing bisa retak atau pecah pada SSD yang menggunakan casing plastik tipis, dan dalam kasus jatuh yang sangat keras dari ketinggian yang signifikan solder joint yang menghubungkan chip NAND ke papan sirkuit bisa retak.
Tapi kerusakan itu bisa diperbaiki dengan mengganti konektor atau melepas chip NAND dan memasangnya ke adaptor baru, berbeda dari kerusakan pada piringan HDD yang menyebabkan kehilangan data yang permanen.
Pengujian Ketahanan Jatuh: Angka Nyata dari Pengujian Independen
Pengujian ketahanan jatuh yang dilakukan secara independen oleh beberapa publikasi teknologi menunjukkan bahwa HDD eksternal tanpa casing pelindung tambahan mengalami kerusakan yang menghasilkan kehilangan data pada 30 hingga 70 persen unit yang dijatuhkan dari ketinggian 1 meter dalam kondisi aktif, dan 5 hingga 20 persen unit yang dijatuhkan dalam kondisi diam. SSD eksternal dalam pengujian yang sama mengalami kerusakan fungsional pada kurang dari 5 persen unit untuk jatuh dari ketinggian hingga 1,8 meter bahkan dalam kondisi aktif, dan angka itu umumnya lebih rendah dari itu karena kerusakan yang terjadi hampir selalu pada konektor atau casing, bukan pada data yang tersimpan.
Perbedaan probabilitas kerusakan yang sangat besar itu menjelaskan mengapa layanan pemulihan data profesional melaporkan bahwa HDD yang jatuh adalah salah satu penyebab paling umum dari permintaan pemulihan data, sementara pemulihan dari SSD yang rusak secara fisik jauh lebih jarang dan hampir selalu berhasil karena chip NAND yang tidak tergores bisa diakses secara langsung bahkan setelah casing rusak.
Kondisi Lain yang Memengaruhi Ketahanan
Suhu Ekstrem
HDD mengalami ekspansi termal pada komponen mekanis yang mengubah jarak antara kepala dan piringan dan keselarasan mekanis komponen yang sangat presisi saat suhu berubah drastis. HDD yang dipindahkan dari lingkungan yang sangat dingin ke lingkungan yang panas dan lembap bisa mengalami kondensasi di dalam casing yang menghasilkan air yang sangat tipis di antara kepala dan piringan, menyebabkan kontak yang merusak saat disk mulai berputar. Menunggu disk kembali ke suhu ruangan sebelum menghubungkan ke komputer setelah dipindahkan dari lingkungan dingin adalah praktik yang mencegah kondensasi internal. SSD lebih toleran terhadap perubahan suhu yang cepat karena komponen semikonduktor tidak memiliki presisi mekanis yang bisa terganggu oleh ekspansi termal, tapi suhu yang sangat tinggi di atas 70 derajat Celcius dalam jangka panjang mempercepat degradasi sel NAND dan mengurangi umur perangkat.
Medan Magnet
HDD sangat rentan terhadap paparan medan magnet yang kuat karena menyimpan data sebagai pola magnetis pada piringan. Magnet permanen yang kuat yang didekatkan ke HDD bisa menghapus atau merusak data secara permanen dalam hitungan detik tanpa kerusakan fisik yang terlihat dari luar. Risiko itu relevan untuk HDD yang dibawa melalui peralatan keamanan bandara dengan magnet kuat atau yang disimpan berdekatan dengan speaker besar atau peralatan elektronik yang menghasilkan medan magnet yang signifikan. SSD tidak terpengaruh oleh medan magnet karena menyimpan data sebagai muatan listrik di sel transistor yang tidak bisa dihapus oleh medan magnet eksternal. SSD bisa melewati pemeriksaan keamanan bandara dan disimpan berdekatan dengan perangkat yang menghasilkan medan magnet tanpa risiko kehilangan data.
Getaran Berkelanjutan
HDD yang diletakkan di dekat sumber getaran yang berkelanjutan seperti di atas meja yang bergetar dari mesin pendingin atau di permukaan yang menghantarkan getaran dari jalan mengalami penurunan performa dan peningkatan risiko kesalahan baca tulis karena getaran yang frekuensinya mendekati frekuensi resonansi komponen internal HDD menciptakan interferensi dengan gerakan kepala yang sangat presisi yang dibutuhkan untuk membaca dan menulis data dengan akurat. Jika Anda menggunakan HDD eksternal di meja kerja di apartemen di kawasan Cawang atau Jatinegara yang struktur bangunannya menghantarkan getaran dari kereta yang melintas di jalur layang MRT atau LRT di sekitar kawasan itu, getaran yang dirasakan sebagai getaran ringan di meja beberapa kali sehari bisa terakumulasi sebagai stres pada komponen mekanis HDD yang mengurangi umur dan keandalan perangkat secara bertahap meski kerusakan tidak terjadi secara tiba-tiba. SSD di lokasi yang sama tidak terpengaruh karena tidak memiliki komponen mekanis yang sensitif terhadap getaran.
Pemulihan Data: Apa yang Bisa dan Tidak Bisa Dipulihkan
Pemulihan Data dari HDD yang Rusak Fisik
HDD yang mengalami kontak antara kepala dan piringan membutuhkan pemulihan data di ruang bersih yaitu fasilitas dengan kelas kebersihan udara 100 di mana partikel debu yang sangat kecil sekalipun dikontrol ketat untuk mencegah kontaminasi pada piringan yang dibuka. Proses pemulihan melibatkan pembukaan HDD dalam ruang bersih, penggantian kepala baca tulis dengan kepala yang kompatibel dari donor HDD, dan pembacaan data yang masih tersimpan di area piringan yang tidak tergores. Biaya pemulihan data dari HDD yang rusak fisik berkisar antara 1 juta hingga 10 juta rupiah tergantung tingkat kerusakan, kapasitas disk, dan tingkat kesulitan pemulihan. Tingkat keberhasilan bergantung pada luas area piringan yang tergores: kerusakan yang hanya memengaruhi sebagian kecil area piringan bisa dipulihkan sebagian, sementara kerusakan yang melibatkan area yang sangat luas atau yang mengenai area di mana sistem file tersimpan bisa mengakibatkan kehilangan data yang hampir total.
Pemulihan Data dari SSD yang Rusak Fisik
SSD yang rusak secara fisik akibat jatuh dengan casing yang pecah tapi chip NAND yang masih utuh bisa dipulihkan dengan memasang chip NAND ke adaptor pembaca yang kompatibel dan membaca data secara langsung dari chip. Proses itu tidak membutuhkan ruang bersih karena chip semikonduktor tidak tergores dan tidak sensitif terhadap debu dalam proses pemulihan. Biaya pemulihan dari SSD yang rusak fisik umumnya lebih rendah dari HDD yang rusak fisik karena tidak membutuhkan fasilitas ruang bersih. SSD yang mengalami kegagalan elektronik di mana kontroler rusak tapi NAND masih utuh membutuhkan pemulihan yang lebih kompleks karena data di chip NAND biasanya terenkripsi oleh kontroler dan pembacaan langsung dari chip menghasilkan data terenkripsi yang tidak bisa diinterpretasikan tanpa kunci enkripsi yang tersimpan di kontroler yang rusak. Kegagalan itu lebih sulit dan lebih mahal dipulihkan dari kegagalan fisik akibat jatuh yang hanya merusak casing atau konektor.
Cara Menghitung Risiko Kehilangan Data untuk Keputusan Pembelian
Formula untuk mengevaluasi risiko kehilangan data berdasarkan pola penggunaan aktual: estimasi frekuensi penggunaan mobile yaitu berapa kali per minggu perangkat dibawa dan dipindahkan, kalikan dengan probabilitas jatuh per perpindahan yaitu estimasi kasar sekitar 0,1 hingga 1 persen per perpindahan tergantung kondisi penggunaan, lalu kalikan dengan probabilitas kerusakan data jika jatuh yaitu 30 hingga 60 persen untuk HDD yang aktif dan kurang dari 5 persen untuk SSD. Contoh: pengguna yang membawa perangkat penyimpanan eksternal 5 kali per minggu dengan probabilitas jatuh 0,5 persen per perjalanan.
Dalam satu tahun yaitu 52 minggu dikali 5 kali per minggu sama dengan 260 perjalanan. Probabilitas setidaknya satu kali jatuh dalam setahun: 1 dikurangi 0,995 pangkat 260 sama dengan sekitar 73 persen. Probabilitas kerusakan data jika menggunakan HDD: 73 persen dikali 40 persen sama dengan sekitar 29 persen per tahun. Probabilitas kerusakan data jika menggunakan SSD: 73 persen dikali 4 persen sama dengan sekitar 3 persen per tahun. Selisih risiko antara HDD dan SSD dalam skenario mobile yang aktif bukan perbedaan yang kecil melainkan perbedaan antara probabilitas 29 persen dan 3 persen kehilangan data dalam satu tahun yang sangat signifikan terutama jika data yang tersimpan tidak memiliki backup lain.
Formula ini memiliki titik kegagalan yang penting: probabilitas jatuh per perpindahan adalah estimasi yang sangat bergantung pada kondisi penggunaan individual yang tidak bisa distandarisasi dengan akurat. Pengguna yang sangat berhati-hati dalam menangani perangkat dengan tas pelindung yang baik mungkin memiliki probabilitas jatuh yang jauh di bawah 0,1 persen, sementara pengguna yang sering membawa perangkat tanpa pelindung di lingkungan yang padat dan bergerak cepat mungkin memiliki probabilitas yang jauh di atas 1 persen. Gunakan formula sebagai kerangka berpikir untuk memahami skala risiko, bukan sebagai prediksi probabilitas yang presisi, dan sesuaikan estimasi dengan kondisi penggunaan yang paling realistis untuk situasi spesifik.
Mitigasi Risiko untuk HDD yang Sudah Dimiliki
Casing Pelindung dan Penyerapan Goncangan
Casing pelindung aftermarket yang terbuat dari silikon atau karet yang membungkus HDD eksternal memberikan penyerapan goncangan yang signifikan dengan mengurangi akselerasi puncak yang diterima komponen internal saat terjadi benturan. Casing yang menyerap energi benturan melalui deformasi elastis material silikon mengubah goncangan yang tiba-tiba dan singkat menjadi deselerasi yang lebih gradual dan panjang yang mengurangi akselerasi puncak yang diterima komponen sensitif. Casing pelindung yang baik bisa mengurangi akselerasi puncak yang diterima HDD sebesar 30 hingga 60 persen dari jatuh yang sama, yang dalam beberapa kasus bisa menurunkan akselerasi dari ambang kerusakan ke ambang yang masih aman. Tapi casing pelindung tidak memberikan perlindungan yang mendekati tingkat ketahanan inheren SSD karena SSD tidak memiliki komponen mekanis yang sensitif terhadap goncangan apapun, sementara HDD tetap memiliki kepala yang melayang sangat dekat dengan piringan yang berputar terlepas dari seberapa baik casing melindunginya dari luar.
Kebiasaan Penggunaan yang Mengurangi Risiko
Selalu mematikan HDD eksternal dan memastikan kepala sudah dalam posisi parkir sebelum memindahkan perangkat adalah praktik yang mengurangi risiko kerusakan dari goncangan yang tidak terduga saat perpindahan. HDD modern membutuhkan beberapa detik setelah dihentikan aksesnya sebelum kepala berpindah ke posisi parkir dan piringan berhenti berputar sepenuhnya. Meletakkan HDD di permukaan yang stabil dan jauh dari tepi meja, menjaga kabel yang terhubung tidak menjuntai di tempat yang mudah tersangkut, dan tidak meletakkan benda lain di atas HDD yang bisa jatuh menimpanya adalah kebiasaan yang secara signifikan mengurangi probabilitas jatuh tanpa memerlukan biaya tambahan.
Rekomendasi Berdasarkan Pola Penggunaan
Penggunaan Statis di Satu Lokasi
Untuk penyimpanan atau backup yang tidak pernah atau sangat jarang dipindahkan dari satu lokasi, HDD eksternal memberikan nilai yang jauh lebih baik dari SSD karena harga per gigabyte yang 3 hingga 5 kali lebih murah memungkinkan kapasitas yang jauh lebih besar dengan anggaran yang sama. Kerentanan terhadap goncangan HDD tidak relevan jika perangkat selalu berada di permukaan yang stabil dan tidak pernah dibawa bepergian. HDD 4 terabyte dengan harga 800 ribu hingga 1,2 juta rupiah untuk backup arsip foto keluarga selama bertahun-tahun yang disimpan di rak di rumah memberikan nilai yang tidak tertandingi oleh SSD untuk kapasitas yang sama.
Penggunaan Mobile yang Sering Berpindah
Untuk perangkat yang sering dibawa bepergian, dimasukkan ke dalam tas, dan dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain, SSD eksternal adalah pilihan yang jauh lebih aman karena ketahanan terhadap goncangan yang inheren memberikan perlindungan yang tidak bisa diduplikasi oleh casing pelindung terbaik sekalipun untuk HDD. Harga per gigabyte yang lebih tinggi dari SSD adalah premi yang wajar untuk perlindungan data yang jauh lebih baik dalam penggunaan mobile. Jika Anda adalah mahasiswa atau profesional muda yang tinggal di kost kawasan Margonda Depok dan setiap hari membawa laptop dan perangkat penyimpanan eksternal berisi tugas, portofolio, dan data kerja dalam tas yang penuh di transportasi umum yang padat, risiko jatuh yang tidak terdisengaja di stasiun, di dalam angkot, atau saat turun dari kendaraan adalah risiko nyata yang probabilitasnya meningkat setiap hari.
SSD eksternal dalam kondisi itu memberikan ketenangan pikiran yang tidak bisa diberikan oleh HDD karena data yang tersimpan tidak akan hilang dari benturan yang tidak terduga yang hampir tidak bisa dihindari sepenuhnya dalam rutinitas mobilitas harian yang padat. Sebaliknya, jika perangkat penyimpanan hanya digunakan untuk backup mingguan dari komputer desktop yang tidak pernah dipindahkan dan disimpan di laci meja yang sama sepanjang tahun, HDD memberikan kapasitas yang jauh lebih besar dengan biaya yang jauh lebih rendah tanpa kompromi yang signifikan pada risiko kehilangan data.
Kesimpulan
HDD eksternal dan SSD eksternal memiliki profil risiko yang sangat berbeda yang membuat satu pilihan jauh lebih tepat dari yang lain tergantung pada pola penggunaan aktual. HDD memberikan kapasitas besar dengan harga yang terjangkau tapi dengan kerentanan fundamental terhadap goncangan yang berasal dari arsitektur mekanis yang tidak bisa dihilangkan oleh desain atau casing pelindung manapun. SSD memberikan ketahanan goncangan yang inheren karena ketiadaan komponen bergerak yang membuat kehilangan data akibat jatuh hampir tidak terjadi dalam penggunaan normal. Untuk penggunaan statis yang tidak melibatkan perpindahan, HDD adalah pilihan yang rasional secara ekonomis.
Untuk penggunaan mobile yang melibatkan perpindahan rutin, perbedaan risiko kehilangan data antara HDD dan SSD adalah perbedaan yang sangat besar yang membenarkan harga per gigabyte SSD yang lebih tinggi sebagai biaya asuransi untuk data yang nilainya tidak bisa digantikan oleh harga perangkat penyimpanan itu sendiri. Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Apakah HDD eksternal yang jatuh tapi masih terdeteksi komputer berarti datanya aman?
Tidak selalu karena kerusakan akibat goncangan bisa bersifat parsial di mana piringan tergores di sebagian area tapi komputer masih bisa mendeteksi disk dan mengakses sebagian data. Kondisi itu sering lebih berbahaya dari kegagalan total karena pengguna tidak menyadari adanya kerusakan dan terus menggunakan HDD yang kondisinya memburuk secara bertahap hingga kegagalan total terjadi saat lebih banyak data sudah tidak bisa dipulihkan. Segera menyalin semua data yang masih bisa diakses ke media lain setelah HDD mengalami jatuh yang signifikan, bahkan jika disk masih terdeteksi, adalah tindakan yang harus dilakukan sebelum memutuskan apakah disk masih bisa digunakan atau perlu diganti.
Apakah SSD eksternal bisa kehilangan data tanpa jatuh atau kerusakan fisik?
Ya karena sel NAND mengalami kebocoran muatan listrik secara bertahap yang bisa menyebabkan kerusakan data yang tidak terdeteksi pada SSD yang disimpan tanpa daya untuk waktu yang sangat lama di atas satu hingga dua tahun terutama dalam kondisi suhu yang tinggi yang mempercepat kebocoran muatan. SSD yang digunakan secara aktif dan terhubung ke komputer secara berkala tidak mengalami masalah itu karena proses refresh otomatis memperbarui muatan di sel yang mulai melemah. SSD yang disimpan dalam laci sebagai backup jangka panjang tanpa pernah dihubungkan perlu diverifikasi secara berkala setiap enam hingga dua belas bulan untuk memastikan integritas data.
Berapa ketinggian jatuh yang masih aman untuk SSD eksternal?
Sebagian besar SSD eksternal dari merek terpercaya diuji untuk bertahan dari jatuh hingga 1,8 hingga 2 meter ke permukaan keras, yang mencakup ketinggian meja kerja standar dan ketinggian tangan saat berdiri. Jatuh dari ketinggian di atas 2 meter atau jatuh ke permukaan yang sangat keras seperti beton atau ubin yang tidak ada lapisan apapun meningkatkan risiko kerusakan konektor atau solder joint meski chip NAND kemungkinan besar masih utuh dan datanya masih bisa dipulihkan. SSD dengan casing karet atau silikon yang menyerap energi benturan memberikan toleransi jatuh yang lebih tinggi dari SSD dengan casing logam tipis.
Apakah ada teknologi yang membuat HDD lebih tahan goncangan seperti SSD?
Beberapa HDD portabel menggunakan teknologi shock protection yang mendeteksi goncangan menggunakan akselerometer dan memindahkan kepala ke posisi parkir sebelum goncangan mencapai komponen internal, tapi sistem itu memiliki latensi deteksi dan respons yang tidak cukup untuk melindungi dari goncangan yang sangat tiba-tiba. Teknologi itu mengurangi kerentanan HDD tapi tidak bisa menghilangkan risiko fundamental yang berasal dari kepala yang melayang sangat dekat dengan piringan yang berputar. Perlindungan terbaik yang bisa diberikan teknologi ini hanya relevan untuk goncangan ringan yang terjadi saat HDD sedang dalam kondisi idle, bukan untuk jatuh yang tiba-tiba dari ketinggian signifikan.
Apakah flash drive USB lebih tahan dari SSD eksternal jika terjatuh?
Flash drive USB yang menggunakan chip NAND yang sama dengan SSD tapi tanpa kontroler dan casing yang secanggih SSD memiliki ketahanan goncangan yang serupa karena keduanya tidak memiliki komponen bergerak. Perbedaan antara keduanya bukan pada ketahanan goncangan melainkan pada kecepatan transfer yang jauh lebih rendah pada flash drive karena antarmuka dan kontroler yang lebih sederhana, kapasitas yang lebih terbatas, dan tidak adanya fitur seperti enkripsi hardware atau cache SLC yang ada di SSD. Untuk backup data dalam jumlah kecil yang membutuhkan portabilitas maksimal dan tidak membutuhkan kecepatan transfer yang tinggi, flash drive berkualitas baik memberikan ketahanan fisik yang setara dengan SSD dengan harga yang lebih rendah.