Cara Membaca Slip Gaji agar Paham Potongan dan Gaji Bersih
Empat Kelompok Potongan Menjelaskan Selisih Gaji Kotor dan Diterima
Slip gaji dibaca dari atas ke bawah dalam tiga langkah: jumlahkan semua penghasilan, kurangi iuran jaminan sosial yang persentasenya tetap, lalu kurangi pajak penghasilan dan potongan internal perusahaan. Hasil akhirnya adalah gaji bersih. Perbedaan dengan angka kontrak hampir selalu dapat dilacak ke baris tertentu.
Saldo rekening pada tanggal gajian jarang sama dengan angka di surat penawaran kerja, dan selisihnya sudah bisa dijelaskan sebelum Anda bertanya ke bagian personalia. Penawaran menyebut gaji kotor. Rekening menerima gaji kotor dikurangi iuran BPJS Kesehatan, iuran Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun, pajak penghasilan Pasal 21, serta potongan yang dibuat perusahaan sendiri seperti kasbon atau koperasi.
Pada karyawan berupah Rp7.000.000 sebulan, tiga iuran wajib saja mengambil 4 persen, yaitu Rp280.000, sebelum pajak disentuh. Pajak lalu mengambil bagian yang berbeda menurut status keluarga dan bulan berjalan, sehingga dua rekan sekantor dengan gaji kotor sama bisa membawa pulang jumlah yang berbeda.
Slip yang rapi memuat setiap potongan pada barisnya sendiri, dan memeriksanya cukup dengan kalkulator ponsel. Ada baris yang ditampilkan perusahaan tanpa memotong uang Anda, dan ada baris kecil yang berulang tiap bulan tanpa pernah dijelaskan. Membedakan keduanya mencegah dua kekeliruan: menuduh perusahaan memotong berlebihan padahal itu iuran wajib, dan membiarkan potongan yang memang salah berjalan berbulan-bulan karena dikira aturan.
Kepala slip memuat periode, nama, jabatan, dan kode status pajak. Periksa dua hal pertama sebelum menghitung apa pun: periode yang salah berarti Anda sedang membaca slip bulan lain, dan kode status yang tidak cocok dengan keadaan keluarga Anda mengubah pajak di setiap baris sesudahnya.
Slip digital dari aplikasi penggajian dan slip kertas dari bagian keuangan memuat isi yang sama, hanya urutannya berbeda. Contoh hitungan di bawah memakai satu karyawan rekaan dengan gaji pokok Rp6.000.000, tunjangan tetap Rp1.000.000, dan uang makan Rp25.000 untuk 22 hari hadir. Semua angkanya dibulatkan agar mudah diulang di rumah dengan slip Anda sendiri.
Penghasilan: Tetap dan Tidak Tetap Dihitung Berbeda
Bagian atas slip mengelompokkan penghasilan menjadi gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, lembur, dan insentif. Pembagian ini menentukan angka mana yang dipakai sebagai dasar iuran, jadi jangan dilewati.
Gaji pokok dan tunjangan tetap
Gaji pokok dan tunjangan yang jumlahnya sama setiap bulan, misalnya tunjangan jabatan atau tunjangan keluarga, membentuk upah. Pada contoh, upahnya Rp6.000.000 ditambah Rp1.000.000, yaitu Rp7.000.000. Upah inilah yang dikalikan persentase iuran.
Tunjangan tidak tetap
Uang makan yang dibayar per hari hadir dan uang transport yang mengikuti kehadiran termasuk tunjangan tidak tetap, karena jumlahnya naik turun. Pada contoh, 22 hari dikali Rp25.000 sama dengan Rp550.000. Penghasilan seperti ini masuk gaji kotor dan ikut menambah pajak, tetapi tidak menjadi dasar iuran BPJS. Cara paling cepat memeriksanya adalah membagi potongan BPJS dengan persentasenya. Hasil Rp7.000.000 berarti perusahaan memakai upah, sedangkan hasil Rp7.550.000 berarti dasarnya gaji kotor penuh.
Upah dan Gaji Kotor Bukan Angka yang Sama
Gaji kotor pada contoh adalah Rp7.550.000, yaitu upah Rp7.000.000 ditambah uang makan Rp550.000. Keduanya harus dibedakan sejak awal karena setiap potongan memilih angkanya sendiri. Iuran jaminan sosial memakai upah, sedangkan pajak penghasilan memakai penghasilan bruto, yaitu seluruh penerimaan bulan itu.
Dasar iuran yang tidak sesuai dengan pembagian ini patut ditanyakan ke bagian personalia. Penjelasannya bisa sederhana, misalnya tunjangan yang oleh perusahaan dianggap tetap, tetapi Anda berhak tahu angka mana yang dikalikan dengan persentase. Tanyakan dasar yang dipakai sebelum menyimpulkan ada kesalahan.
Iuran BPJS Kesehatan Dihitung dari Upah dengan Batas Atas
Iuran BPJS Kesehatan untuk pekerja penerima upah adalah 5 persen dari upah, dengan pembagian 4 persen ditanggung perusahaan dan 1 persen dipotong dari gaji Anda. Pada contoh, 1 persen dari Rp7.000.000 sama dengan Rp70.000. Perusahaan menanggung Rp280.000, yang tidak muncul sebagai pengurang di slip.
Perhitungan ini memiliki batas upah Rp12.000.000 sebulan. Karyawan berupah Rp15.000.000 tetap dipotong dari Rp12.000.000, yaitu Rp120.000, bukan Rp150.000. Potongan kesehatan karena itu berhenti membesar saat gaji naik melewati batas. Jumlahnya kecil dibanding pajak, tetapi mudah dicocokkan dan menjadi baris pertama yang layak diperiksa.
Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun Adalah Tabungan yang Dipotong
Potongan berikutnya, dua jenis, terasa seperti pengurang, padahal uangnya dicatat atas nama Anda. Keduanya dikelola BPJS Ketenagakerjaan dengan aturan yang berbeda.
Jaminan Hari Tua
Pekerja membayar 2 persen dan perusahaan menambah 3,7 persen dari upah yang sama. Pada upah Rp7.000.000, potongan di slip Rp140.000, sementara yang masuk ke saldo Anda Rp399.000 sebulan karena iuran perusahaan Rp259.000 ikut dicatat. Dalam setahun saldo bertambah Rp4.788.000 sebelum hasil pengembangan. Hitungan 5,7 persen dikali upah inilah yang perlu dicocokkan bila Anda ingin memastikan perusahaan menyetor sesuai slip.
Jaminan Pensiun
Pekerja membayar 1 persen dan perusahaan 2 persen. Pada contoh, potongannya Rp70.000. Iuran ini memiliki batas upah tertinggi yang ditetapkan dan disesuaikan berkala oleh BPJS Ketenagakerjaan, sehingga pada upah besar potongan 1 persen tidak lagi menyentuh seluruh upah. Untuk gaji sekitar Rp7.000.000, batas itu belum relevan.
Ketiga iuran pekerja pada contoh adalah Rp70.000 untuk kesehatan, Rp140.000 untuk hari tua, dan Rp70.000 untuk pensiun. Totalnya Rp280.000, sama dengan 4 persen upah. Angka 4 persen ini patokan cepat. Total yang jauh dari 4 persen upah, pada karyawan yang berupah di bawah batas, menandakan ada yang perlu ditanyakan.
Iuran Perusahaan Tampil di Slip tetapi Tidak Mengurangi Gaji
Sebagian slip mencetak komponen pemberi kerja di bawah daftar potongan. Bagian itu hanya informasi. Isinya iuran yang dibayar perusahaan di luar gaji Anda: kesehatan 4 persen, hari tua 3,7 persen, pensiun 2 persen, kematian 0,30 persen, dan kecelakaan kerja sebesar 0,24 hingga 1,74 persen menurut tingkat risiko pekerjaan.
Untuk upah Rp7.000.000, iuran kesehatan Rp280.000, hari tua Rp259.000, pensiun Rp140.000, dan kematian Rp21.000. Jumlahnya Rp700.000, atau 10 persen upah. Kecelakaan kerja menambah Rp16.800 pada risiko terendah dan Rp121.800 pada risiko tertinggi. Beban perusahaan dua setengah kali lipat dari Rp280.000 yang Anda tanggung.
Membandingkan dua tawaran kerja berarti melihat lebih dari gaji kotor. Dengan menyetor semua iuran itu, pemberi kerja membayar perlindungan kecelakaan kerja dan kematian untuk Anda, dan nilainya tidak tampak di rekening.
Lembur Dihitung per Jam dari Upah Sebulan
Pada hari kerja biasa, upah satu jam lembur adalah seperseratus tujuh puluh tiga dari upah sebulan. Jam lembur pertama dibayar 1,5 kali upah sejam, dan jam berikutnya 2 kali. Dasarnya adalah upah sebulan, bukan gaji kotor yang sudah memuat uang makan. Untuk upah Rp7.000.000, upah sejam sekitar Rp40.460, sehingga tiga jam lembur setelah jam kerja pada hari kerja bernilai 1,5 ditambah 2 ditambah 2, yaitu 5,5 kali upah sejam, atau sekitar Rp222.500.
Angka ini bisa dicek langsung di slip. Lembur yang jauh di bawah hitungan itu patut ditanyakan, terutama bila perusahaan memakai dasar yang lebih kecil dari upah. Upah lembur dibayar terpisah dari upah dan masuk ke gaji kotor, sehingga ikut dipajaki di bulan itu. Perhitungan lembur pada hari libur memakai pengali yang lebih besar dan berbeda antara enam dan lima hari kerja seminggu, jadi minta rinciannya bila Anda lembur di akhir pekan.
Pajak Penghasilan Pasal 21 Dipotong dengan Tarif Efektif Bulanan
Baris pajak penghasilan paling membingungkan, karena angkanya berubah antarbulan padahal gaji tetap. Penyebabnya ada pada cara pemotongan yang dipakai pemberi kerja sejak aturan tarif efektif rata-rata berlaku.
Januari hingga November
Pada sebelas bulan pertama, pajak dihitung dengan mengalikan penghasilan bruto sebulan dengan tarif efektif bulanan menurut status pajak. Perhitungannya satu langkah dan tidak memakai lapisan tarif. Anda bisa mengujinya dengan membagi pajak di slip dengan penghasilan bruto bulan itu, lalu mencocokkan hasilnya dengan tabel tarif efektif dari Direktorat Jenderal Pajak.
Bulan Desember
Desember memakai cara tahunan. Penghasilan setahun dikurangi biaya jabatan dan iuran pensiun, lalu dikurangi penghasilan tidak kena pajak, lalu dikenai tarif berlapis, dan hasilnya dikurangi pajak yang sudah dipotong dari Januari hingga November. Selisihnya menjadi potongan Desember.
Biaya jabatan adalah 5 persen dari penghasilan bruto dengan batas Rp500.000 sebulan atau Rp6.000.000 setahun. Contoh: karyawan lajang tanpa tanggungan yang bergaji Rp10.000.000 sebulan memiliki penghasilan Rp120.000.000 setahun. Dikurangi biaya jabatan Rp6.000.000 dan penghasilan tidak kena pajak Rp54.000.000, sisanya Rp60.000.000. Lapisan pertama 5 persen berlaku sampai angka itu, sehingga pajak setahun Rp3.000.000, atau rata-rata Rp250.000 sebulan. Hitungan ini belum memasukkan iuran pensiun yang dibayar pegawai, jadi pajak di slip bisa lebih rendah.
Potongan Desember bisa lebih besar atau lebih kecil dari bulan lain, dan bisa nol bila pajak yang dipotong sebelumnya sudah cukup. Itu bukan kesalahan selama jumlah setahunnya sama dengan hitungan tahunan.
Status Pajak yang Salah Mengubah Potongan Setiap Bulan
Kode status seperti TK/0 atau K/1 tercantum di slip atau di bukti potong, dan menentukan penghasilan tidak kena pajak serta kelompok tarif efektif. TK berarti tidak kawin dan K berarti kawin, sedangkan angka di belakang garis miring adalah jumlah tanggungan. Penghasilan tidak kena pajak untuk TK/0 adalah Rp54.000.000 setahun, sedangkan K/0 Rp58.500.000. Setiap tanggungan menambah Rp4.500.000.
Perbedaan Rp4.500.000 itu berarti pajak setahun lebih rendah Rp225.000 bagi orang yang penghasilan kena pajaknya masih di lapisan 5 persen. Jumlah per bulan tidak besar, tetapi kesalahan status bisa terbawa bertahun-tahun, terutama setelah menikah atau punya anak yang tidak dilaporkan. Laporkan perubahan ke bagian personalia lewat dokumen yang diminta, bukan hanya lewat obrolan.
Potongan Internal Perusahaan Harus Punya Dasar Tertulis
Di luar iuran dan pajak, slip dapat memuat kasbon, cicilan koperasi, pinjaman karyawan, atau denda keterlambatan. Potongan ini bukan kewajiban dari negara, jadi dasarnya adalah perjanjian atau peraturan perusahaan. Baris yang tidak Anda kenal layak ditanyakan, dan mintalah penjelasan tertulis yang menyebut asal serta sisa jumlahnya.
Pinjaman yang dicicil lewat gaji harus berhenti di bulan terakhir. Cek bulan itu pada slip, bukan hanya pada catatan Anda.
Mencocokkan Slip dengan Rekening dan Bukti Potong
Rekening bulan ini
Hitung gaji bersih dengan cara mudah: gaji kotor dikurangi iuran pekerja, pajak, dan potongan internal. Pada contoh, Rp7.550.000 dikurangi Rp280.000 menjadi Rp7.270.000, lalu dikurangi pajak dan potongan lain yang tertera. Hasilnya harus sama dengan uang masuk ke rekening. Beda beberapa ribu rupiah biasanya hanya pembulatan.
Bukti potong dan simpanan slip
Bukti potong PPh 21 diserahkan setelah tahun pajak berakhir, dan angkanya dipakai untuk mengisi SPT Tahunan. Jumlah pajak di bukti potong harus sama dengan jumlah dua belas slip. Simpan slip gaji, karena slip adalah catatan rinci yang bisa Anda tunjukkan sebagai bukti pendapatan. Cek pula saldo Jaminan Hari Tua di aplikasi resmi BPJS Ketenagakerjaan agar jumlahnya cocok dengan 5,7 persen upah yang dihitung di atas.
Bulan THR Membawa Potongan Pajak Lebih Besar
Pada bulan tunjangan hari raya atau bonus, penghasilan bruto bulan itu jauh lebih besar dan dicari ulang pada tabel tarif efektif, sehingga tarifnya naik ke tingkat yang lebih tinggi. Potongan bulan itu melonjak, tetapi uang bersih yang diterima tetap lebih besar dari bulan biasa. Perhitungan Desember kemudian menyesuaikan jumlah setahunnya.
Kesimpulan
Dua baris yang paling layak diperiksa setiap bulan adalah total iuran wajib, yang mendekati 4 persen dari upah, dan status pajak, yang harus cocok dengan keadaan keluarga Anda sekarang. Komponen lain mengikuti dari keduanya atau bersifat internal perusahaan. Simpan slip dan bandingkan dengan rekening setiap gajian, karena kesalahan kecil yang cepat ditemukan jauh lebih mudah diperbaiki.
Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap di Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Berapa persen gaji karyawan yang dipotong untuk BPJS?
Potongan dari gaji karyawan berjumlah 4 persen dari upah: 1 persen untuk kesehatan, 2 persen untuk Jaminan Hari Tua, dan 1 persen untuk Jaminan Pensiun. Pada karyawan berupah Rp4.500.000, kesehatan Rp45.000, hari tua Rp90.000, dan pensiun Rp45.000, sehingga totalnya Rp180.000. Kecelakaan kerja dan kematian tidak dipotong dari gaji karena ditanggung perusahaan. Uang makan harian tidak ikut menjadi dasar, sehingga angka Rp180.000 itu tidak berubah walau uang makan bulan ini lebih banyak. Bagi karyawan berupah di bawah batas, total yang jauh dari 4 persen layak ditanyakan. Tanyakan lebih dulu apakah dasar yang dipakai perusahaan adalah upah atau gaji kotor, sebab dasar yang berbeda memberi total yang berbeda.
Mengapa gaji yang masuk rekening lebih kecil dari gaji di kontrak?
Kontrak menyebut gaji kotor, sedangkan rekening menerima gaji kotor setelah dikurangi iuran pekerja, pajak, dan potongan internal. Ambil karyawan berupah Rp5.000.000 tanpa tunjangan lain: iuran 4 persen mengambil Rp200.000, sehingga uang yang masuk paling banyak Rp4.800.000 sebelum pajak dan potongan koperasi atau kasbon. Rp200.000 itu pasti terpotong, jadi perbedaan yang lebih besar harus dicari di baris pajak atau potongan internal. Potongan seperti kasbon atau koperasi pun perlu punya dasar tertulis, sehingga Anda berhak menanyakan asal dan sisa jumlahnya.
Bisakah saya meminta perusahaan memperbaiki status pajak di slip?
Bisa, dan sebaiknya segera setelah keadaan berubah. Pegawai yang menikah dan berubah dari TK/0 menjadi K/0 mendapat penghasilan tidak kena pajak Rp58.500.000, naik Rp4.500.000 dari sebelumnya. Bagi yang penghasilan kena pajaknya masih di lapisan 5 persen, pajak setahun turun Rp225.000, atau sekitar Rp18.750 sebulan. Laporkan lewat bagian personalia dengan dokumen yang diminta, bukan hanya secara lisan, lalu lihat apakah kode status di slip bulan berikutnya sudah berubah. Kode itu juga tercantum di bukti potong akhir tahun, jadi status yang terlambat diperbaiki akan terbawa sampai pengisian SPT Tahunan.
Berapa uang yang masuk ke saldo Jaminan Hari Tua setiap bulan?
Saldo bertambah 5,7 persen dari upah, yaitu 2 persen dari gaji Anda dan 3,7 persen dari perusahaan. Untuk upah Rp5.000.000, potongan di slip Rp100.000, tetapi saldo bertambah Rp285.000 karena iuran perusahaan Rp185.000 ikut dicatat. Dalam setahun jumlahnya Rp3.420.000 sebelum hasil pengembangan. Saldo di aplikasi resmi BPJS Ketenagakerjaan yang jauh lebih kecil dari hitungan ini patut dibandingkan dengan slip, lalu ditanyakan ke bagian personalia. Tunjangan tidak tetap tidak ikut dihitung dalam angka tersebut, sehingga uang makan yang naik bulan ini tidak menambah saldo itu.
Mengapa pajak di slip Desember berbeda dari bulan sebelumnya?
Desember adalah bulan perhitungan ulang. Pajak setahun dihitung dengan tarif berlapis, lalu dikurangi pajak yang sudah dipotong dari Januari hingga November. Ambil karyawan lajang berpenghasilan Rp10.000.000 sebulan, yang pajak setahunnya Rp3.000.000. Dengan Rp2.750.000 yang sudah terpotong selama sebelas bulan, potongan Desember tinggal Rp250.000. Dengan Rp2.500.000 yang sudah terpotong, potongan Desember Rp500.000. Angka itu tidak salah selama jumlah setahun sama dengan hitungan tahunan, dan hitungan tahunan itu belum memasukkan iuran pensiun yang bisa menurunkannya.
Apakah potongan BPJS Kesehatan terus naik saat gaji naik?
Naik hingga upah Rp12.000.000, setelah itu berhenti. Pada upah Rp9.000.000, potongan kesehatan 1 persen sama dengan Rp90.000. Pada upah Rp12.000.000, jumlahnya Rp120.000. Pada upah Rp15.000.000, jumlahnya tetap Rp120.000 karena perhitungan berhenti di batas. Potongan hari tua 2 persen tetap mengikuti upah, jadi kenaikan gaji kotor tidak seluruhnya sampai ke rekening. Pajak ikut naik ketika penghasilan bruto membesar, sehingga kenaikan gaji harus dibaca dari angka bersih, bukan dari angka kotor. Contohnya, kenaikan Rp1.000.000 pada upah di atas batas kesehatan hanya terkena potongan hari tua 2 persen dan pensiun 1 persen, yaitu Rp30.000, ditambah pajak yang naik.
Apa bedanya gaji pokok dan tunjangan tidak tetap pada slip?
Gaji pokok dan tunjangan tetap membentuk upah yang menjadi dasar iuran, sedangkan tunjangan tidak tetap hanya menambah gaji kotor. Karyawan dengan gaji kotor sama, Rp7.550.000, bisa membayar iuran yang berbeda. Yang berupah Rp7.000.000 membayar Rp280.000 sedangkan yang berupah Rp6.000.000 dengan tunjangan tidak tetap Rp1.550.000 membayar Rp240.000. Cek susunan komponen di slip sebelum membandingkan dua tawaran kerja, karena selisih Rp40.000 itu muncul setiap bulan dan cenderung terlewat saat orang hanya melihat angka kotor.
Bagaimana cara menghitung upah lembur di slip gaji?
Bagi upah sebulan dengan 173 untuk mendapat upah sejam, lalu kalikan dengan jam lembur yang dibobot: 1,5 untuk jam pertama dan 2 untuk jam berikutnya pada hari kerja. Untuk upah Rp5.000.000, upah sejam sekitar Rp28.900. Lembur dua jam bernilai 3,5 kali upah sejam, yaitu sekitar Rp101.000. Jumlah di slip yang jauh di bawah angka ini perlu ditanyakan ke bagian personalia. Pada hari libur pengalinya lebih besar, sehingga hitungan di atas tidak berlaku. Minta rincian jam dan pengali dari bagian personalia sebelum menyimpulkan jumlahnya kurang. Uang lembur ikut menambah gaji kotor dan karena itu ikut dipajaki di bulan itu. Dasar upah sebulan yang dipakai adalah upah, bukan gaji kotor yang sudah termasuk uang makan.
Butuh cicilan tanpa kartu kredit?
Allo PayLater dari Allo Bank memudahkan belanja dengan cicilan fleksibel langsung dari aplikasi
Daftar Allo PayLater Sekarang