Cara Membuat Dana Darurat
Cara Membangun Dana Darurat Bertahap dan Realistis
Dana darurat dihitung dari pengeluaran wajib bulanan Anda, bukan dari penghasilan. Kalikan angka itu dengan jumlah bulan yang ingin Anda tanggung, simpan di rekening terpisah yang mudah dicairkan, dan tambah sedikit demi sedikit setiap gajian. Mulailah dari target satu bulan, bukan enam.
Banyak orang menunda dana darurat karena angka idealnya terdengar mustahil. Padahal kebutuhan pertama biasanya kecil: ban motor bocor, tagihan klinik, atau gaji telat sepekan. Yang membuat satu kejadian kecil berubah menjadi utang adalah tidak adanya bantalan sama sekali. Panduan ini menunjukkan cara menghitung target dari pengeluaran Anda sendiri, di mana menyimpannya, dan kapan dana itu boleh disentuh.
Hitung Pengeluaran Wajib, Bukan Seluruh Pengeluaran
Dana darurat menutup hidup minimum, bukan gaya hidup biasa. Jumlahkan hanya yang tetap berjalan meski penghasilan berhenti: sewa kos atau kontrakan, cicilan, listrik PLN, air, makan pokok, transportasi ke tempat kerja, pulsa atau paket data yang dipakai bekerja, dan biaya sekolah anak bila ada. Langganan hiburan, makan di luar, dan belanja keinginan tidak ikut dihitung.
Cara mengumpulkan angkanya
Buka catatan transaksi dari rekening dan dompet digital selama tiga bulan terakhir. Tandai setiap pengeluaran yang akan tetap Anda bayar bila kehilangan pekerjaan besok. Ambil rata-ratanya. Hasilnya, misalnya, sepuluh satuan per bulan.
Jangan lupa pengeluaran yang datang setahun sekali
Pajak kendaraan, uang pangkal sekolah, dan perpanjangan asuransi tidak muncul tiap bulan, tetapi tetap harus dibayar. Bagi totalnya dengan dua belas lalu masukkan ke angka bulanan.
Tentukan Jumlah Bulan Sesuai Risiko Anda
Pedoman yang lazim dipakai adalah tiga sampai enam kali pengeluaran bulanan, dan lebih panjang bagi yang berpenghasilan tidak tetap atau menanggung keluarga. Itu pedoman, bukan hukum. Karyawan tetap yang lajang dan tinggal di kos biasanya cukup dengan angka bawah. Pekerja lepas, pemilik usaha kecil, atau pencari nafkah tunggal sebaiknya menargetkan angka atas atau lebih.
Dengan sepuluh satuan pengeluaran bulanan, tiga bulan berarti tiga puluh satuan dan enam bulan berarti enam puluh satuan. Bila Anda menyisihkan satu satuan per bulan, target enam puluh baru tercapai dalam lima tahun. Karena itu target awalnya satu bulan saja.
Mulai dari Satu Bulan
Satu bulan pengeluaran, sepuluh satuan dalam contoh tadi, menutup sebagian besar kejadian kecil: servis kendaraan, periksa dokter, atau jeda gaji. Dengan menyisihkan satu satuan tiap bulan, tahap ini selesai dalam sepuluh bulan. Bila Anda sanggup dua satuan, cukup lima bulan. Setelah itu naikkan ke dua bulan, lalu tiga, tanpa membuat target baru yang terasa mustahil.
Sisihkan di Hari Gajian, Bukan Sisa Akhir Bulan
Uang yang menunggu sisa akhir bulan hampir tidak pernah ada. Pindahkan nominal tetap ke rekening dana darurat pada hari gajian, sebelum pengeluaran lain berjalan. Bila memungkinkan, atur pemindahan otomatis. Dengan begitu menabung bukan keputusan yang harus Anda ulang setiap bulan.
Bila penghasilan Anda tidak tetap, sisihkan persentase tetap dari setiap pemasukan yang masuk, misalnya sepersepuluh, bukan nominal tetap. Pemasukan besar menyumbang lebih banyak, pemasukan kecil tetap menyumbang sesuatu.
Simpan di Tempat yang Terpisah dan Sedikit Merepotkan
Rekening terpisah dari rekening harian membuat dana darurat tidak ikut terpakai untuk makan siang atau belanja daring. Pilih tempat yang bisa dicairkan dalam satu atau dua hari kerja tanpa kehilangan nilai pokok. Hindari menaruhnya di instrumen yang nilainya naik turun atau memerlukan waktu lama untuk dijual, karena darurat jarang menunggu pasar pulih. Letakkan aplikasi rekening ini di folder terpisah dan jangan pasang notifikasi saldo yang menggoda.
Apa yang Dianggap Darurat
Darurat berarti pengeluaran yang tidak bisa ditunda, tidak bisa diduga, dan menyangkut kebutuhan pokok: kehilangan penghasilan, biaya rawat inap, perbaikan yang membuat Anda tidak bisa bekerja, atau kerabat yang sakit mendadak. Diskon besar, tiket mudik yang terlambat dibeli, dan ponsel yang ingin diganti tidak termasuk. Tulis dua daftar singkat dan simpan di catatan ponsel, agar Anda tidak berdebat dengan diri sendiri saat sedang tergoda.
Menggunakannya Bukan Kegagalan
Dana darurat dibuat untuk dipakai. Setelah terpakai, tugas berikutnya adalah mengisinya kembali dengan nominal yang sama seperti sebelumnya, bukan menghukum diri dengan target baru yang lebih besar.
Asuransi dan BPJS Tidak Menggantikan Dana Darurat
Jaminan kesehatan menutup sebagian biaya rawat sesuai kepesertaan dan aturannya, tetapi tidak menutup penghasilan yang hilang selama Anda tidak bekerja, ongkos pendamping, atau biaya di luar cakupan. Dana darurat menutup celah itu. Periksa sendiri apa yang ditanggung dan apa yang tidak sebelum menganggap Anda sudah aman.
Dana Darurat dan Cicilan atau Utang Konsumtif
Bila Anda punya utang berbunga tinggi, tetap bangun satu bulan bantalan lebih dulu. Tanpa bantalan, satu kejadian kecil memaksa Anda berutang lagi, dan utang baru sering lebih mahal. Setelah satu bulan terkumpul, bagi dana Anda antara pelunasan utang dan penambahan bantalan.
Tinjau Angkanya Tiap Tahun
Pindah kos, punya anak, atau naik jabatan mengubah pengeluaran wajib Anda. Hitung ulang setahun sekali, misalnya setelah THR cair, lalu sesuaikan target.
Kesimpulan
Hitung pengeluaran wajib, kalikan dengan jumlah bulan yang cocok bagi risiko Anda, dan mulai dari satu bulan. Pindahkan nominal tetap pada hari gajian ke rekening terpisah, lalu pakai hanya untuk kondisi yang tidak bisa ditunda. Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Apakah dana darurat harus besar sejak awal?
Tidak. Mulailah dari satu bulan pengeluaran wajib, lalu naikkan perlahan. Dengan pengeluaran wajib sepuluh satuan per bulan, target awal sepuluh satuan; bila Anda menyisihkan satu satuan tiap bulan, tahap itu selesai dalam sepuluh bulan, dan bila dua satuan, dalam lima bulan. Satu bulan bantalan sudah menutup banyak kejadian kecil seperti servis kendaraan atau biaya klinik. Setelah itu tambah menjadi dua bulan, tiga bulan, dan seterusnya sampai sesuai risiko Anda.
Berapa bulan pengeluaran yang sebaiknya disiapkan?
Pedoman umum adalah tiga sampai enam bulan, dan lebih panjang bagi pekerja lepas, pemilik usaha kecil, atau pencari nafkah tunggal. Itu patokan, bukan aturan baku. Lajang dengan penghasilan tetap yang tinggal di kos biasanya cukup dengan angka bawah. Orang yang menanggung keluarga atau bergantung pada pesanan yang naik turun sebaiknya mengambil angka atas. Hitung dari pengeluaran wajib saja, bukan seluruh pengeluaran, supaya angkanya tidak membengkak.
Apa saja yang masuk dalam pengeluaran wajib?
Hanya yang tetap berjalan bila penghasilan berhenti: sewa kos atau kontrakan, cicilan, listrik, air, makan pokok, transportasi kerja, pulsa atau paket data untuk bekerja, dan biaya sekolah anak. Langganan hiburan, makan di luar, dan belanja keinginan tidak dihitung. Jangan lupakan pengeluaran tahunan seperti pajak kendaraan atau uang pangkal sekolah: bagi totalnya dengan dua belas dan masukkan ke angka bulanan.
Di mana sebaiknya menyimpan dana darurat?
Di rekening terpisah dari rekening harian, yang dapat dicairkan dalam satu atau dua hari kerja tanpa kehilangan nilai pokok. Hindari menaruhnya di instrumen yang nilainya naik turun atau lama dijual, karena kebutuhan darurat jarang menunggu harga pulih. Jangan jadikan rekening ini yang paling sering Anda buka, supaya godaan memakainya berkurang. Periksa juga biaya administrasi bulanan agar tidak menggerus saldo yang kecil.
Kapan dana darurat boleh dipakai?
Saat pengeluaran tidak bisa ditunda, tidak bisa diduga, dan menyangkut kebutuhan pokok: kehilangan penghasilan, biaya rawat inap, perbaikan yang membuat Anda tidak bisa bekerja, atau kerabat sakit mendadak. Diskon besar, tiket mudik yang telat dibeli, dan keinginan mengganti ponsel tidak termasuk. Tulis daftar boleh dan tidak boleh sebelum Anda tergoda, sehingga keputusan tidak diambil saat emosi sedang tinggi.
Bagaimana jika dana darurat terpakai?
Itu berarti dananya bekerja sesuai fungsi. Isi kembali dengan nominal bulanan yang sama seperti sebelumnya, tanpa menaikkan target secara drastis. Bila penggunaannya besar, mulai dari satu bulan lagi dan naikkan bertahap. Catat juga apa yang terjadi, karena kejadian itu bisa menunjukkan risiko yang belum tercakup, misalnya perlunya asuransi tambahan atau penyesuaian jumlah bulan.
Apakah BPJS atau asuransi sudah cukup tanpa dana darurat?
Tidak. Jaminan kesehatan menutup sebagian biaya perawatan sesuai aturannya, tetapi tidak menutup penghasilan yang hilang selama Anda tidak bekerja, ongkos pendamping, atau biaya di luar cakupan. Dana darurat menutup celah itu. Periksa sendiri apa yang ditanggung dan apa yang tidak, termasuk batas penggantian dan masa tunggu, sebelum menganggap diri Anda aman.
Mana yang didahulukan, melunasi utang atau membangun dana darurat?
Bangun satu bulan bantalan lebih dulu, lalu bagi dana antara pelunasan utang berbunga tinggi dan penambahan bantalan. Tanpa bantalan, satu kejadian kecil memaksa Anda berutang lagi, dan utang baru sering lebih mahal. Setelah satu bulan terkumpul, utang dengan bunga paling tinggi layak mendapat bagian lebih besar. Hitung bunga yang Anda bayar tiap bulan agar keputusan didasarkan pada angka, bukan perasaan.
Seberapa sering sebaiknya target dana darurat ditinjau?
Minimal setahun sekali, misalnya setelah THR cair, dan setiap kali hidup berubah: pindah kos, menikah, punya anak, atau berganti pekerjaan. Hitung ulang pengeluaran wajib dengan angka terbaru, lalu sesuaikan jumlah bulan bila risiko Anda berubah. Dana yang dulu cukup bisa menjadi terlalu kecil setelah tanggungan bertambah.
Bagaimana memulai bila penghasilan sudah pas-pasan?
Mulailah dari nominal yang nyaris tidak terasa, bahkan bila hanya setengah satuan dari sepuluh satuan penghasilan bulanan. Kebiasaan memindahkan uang pada hari gajian lebih penting daripada besar nominal di awal. Setelah tiga bulan berjalan, tinjau pengeluaran wajib dan cari satu pos yang bisa dikurangi, lalu arahkan selisihnya ke rekening dana darurat. Bila ada pemasukan tambahan seperti THR atau bonus, sisihkan sebagian untuk mempercepat tahap satu bulan.
Apakah dana darurat perlu berbunga tinggi?
Tidak. Tujuan utamanya adalah keamanan dan kemudahan pencairan, bukan imbal hasil. Bunga kecil dapat diterima selama nilai pokok aman dan dana bisa dicairkan dalam satu atau dua hari kerja. Mengejar imbal hasil lebih tinggi dengan menaruh dana di instrumen yang nilainya naik turun justru dapat membuat dana kurang pada saat Anda paling membutuhkannya.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun dana darurat?
Bagi target dengan nominal bulanan yang sanggup Anda sisihkan. Dengan pengeluaran wajib sepuluh satuan, target tiga bulan berarti tiga puluh satuan; menyisihkan dua satuan per bulan membutuhkan lima belas bulan, sedangkan satu satuan per bulan membutuhkan tiga puluh bulan. Angka ini bergerak cepat bila Anda menambahkan THR atau bonus. Karena itu mulailah dari target satu bulan agar kemajuan terasa sejak awal.
Butuh cicilan tanpa kartu kredit?
Allo PayLater dari Allo Bank memudahkan belanja dengan cicilan fleksibel langsung dari aplikasi
Daftar Allo PayLater Sekarang