Cara Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga
Cara Menghemat Pengeluaran Rumah Tangga dan Bersiap untuk Biaya Mendadak
Menghemat pengeluaran rumah tangga paling efektif dimulai dari pos besar yang berulang, bukan dari jajan kecil. Catat pengeluaran selama dua minggu, pisahkan biaya tetap dari biaya yang bisa ditekan, lalu ubah biaya tahunan seperti pajak kendaraan dan tahun ajaran baru menjadi setoran bulanan agar tidak lagi terasa mendadak.
Banyak keluarga merasa sudah berhemat tetapi tetap kaget setiap beberapa bulan. Tagihan sekolah datang bersamaan dengan pajak motor, undangan kondangan menumpuk dalam satu bulan, dan tabungan yang dikumpulkan dengan susah payah habis dalam seminggu. Masalahnya jarang terletak pada kurangnya disiplin. Pengeluaran yang sebenarnya bisa diperkirakan diperlakukan seolah datang tiba-tiba, sementara tenaga untuk berhemat habis di pos yang nilainya kecil. Dua hal paling menentukan justru jarang dibahas: biaya tahunan yang tidak pernah disiapkan, dan alat rumah yang menyala berjam-jam tanpa diperhatikan. Kopi dan jajan ada jauh di bawah keduanya.
Catat Dulu Dua Minggu Sebelum Memotong Apa Pun
Dorongan pertama saat ingin berhemat biasanya langsung memangkas sesuatu. Kopi dihentikan dan langganan dibatalkan. Dua minggu kemudian semuanya kembali seperti semula, dan tidak ada yang tahu apakah penghematan itu berarti. Pencatatan selama dua minggu cukup untuk menangkap pola belanja harian dan mingguan. Biaya bulanan dan tahunan belum tertangkap dalam waktu sesingkat itu, jadi untuk keduanya buka riwayat mutasi rekening dan dompet digital tiga bulan terakhir.
Catatannya tidak perlu rapi. Buku tulis, catatan di ponsel, atau foto struk sudah cukup, asalkan pengeluaran dicatat pada hari yang sama. Pencatatan yang ditunda sampai akhir minggu hampir selalu melewatkan pembelian tunai kecil, padahal justru itu yang paling sering luput.
Memisahkan Biaya Tetap dari Biaya yang Bisa Ditawar
Setelah dua minggu, kelompokkan catatan Anda. Biaya tetap nilainya sama setiap bulan, misalnya sewa atau cicilan rumah dan iuran sekolah. Biaya rutin nilainya naik turun menurut kebiasaan, misalnya makan, listrik, bensin, dan pulsa. Lalu ada biaya yang jarang datang tetapi pasti, yang dibahas di bagian berikutnya.
Penghematan paling cepat terasa pada biaya rutin. Biaya tetap hanya berubah lewat keputusan besar seperti pindah rumah atau melunasi cicilan lebih awal. Biaya jarang tidak bisa dihemat dengan cara biasa, hanya bisa disiapkan jauh hari.
Pos Mana yang Layak Diurus Lebih Dulu
Urutkan biaya rutin dari yang terbesar. Pada kebanyakan rumah tangga, makan dan belanja dapur berada di urutan teratas, disusul listrik dan transportasi. Memangkas sepuluh persen dari pos terbesar menghasilkan lebih banyak daripada menghapus pos terkecil sepenuhnya, dan pos terkecil itu biasanya kopi saset atau jajan sore.
Biaya Mendadak yang Sebenarnya Bisa Dijadwalkan
Sebagian besar pengeluaran yang terasa tak terduga sebenarnya punya tanggal. Pajak kendaraan jatuh tempo setiap tahun pada tanggal yang tertera di STNK, dan setiap lima tahun ada penggantian STNK serta pelat nomor yang biayanya lebih besar. Tahun ajaran baru membawa seragam, buku, dan uang pangkal pada pertengahan tahun. Lebaran membawa baju baru, kue, ongkos mudik, dan amplop untuk keponakan. Servis kendaraan, penggantian ban, dan perpanjangan sewa kost juga datang dengan jarak yang bisa diperkirakan.
Yang benar-benar tak terduga jauh lebih sedikit, misalnya sakit atau kehilangan pekerjaan. Untuk itulah dana darurat dibuat. Mencampur keduanya dalam satu tabungan membuat dana darurat terus terkuras oleh hal yang sebenarnya sudah bisa diketahui sejak Januari, dan ketika musibah sungguhan datang, dananya sudah tidak ada.
Menghitung Setoran Bulanan untuk Biaya Tahunan
Tulis semua biaya jarang dalam setahun beserta perkiraan jumlahnya, jumlahkan, lalu bagi dua belas. Hasilnya adalah angka yang disisihkan setiap bulan ke rekening atau amplop terpisah.
Contoh dalam satuan relatif: jika total biaya tahunan keluarga setara dengan satu kali gaji bulanan, setorannya sekitar 8,3 persen dari gaji setiap bulan. Jika totalnya setara satu setengah kali gaji, setorannya menjadi 12,5 persen. Bagi kebanyakan keluarga angka ini lebih besar dari perkiraan, dan selisihnya kira-kira sama dengan kejutan yang selama ini datang beberapa kali setahun.
Jika Anda menerima THR, yang menurut aturan ketenagakerjaan dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya, sebagian biaya Lebaran bisa dikeluarkan dari daftar ini karena sudah ada sumber dananya sendiri.
Sebaliknya, pekerja lepas dan pemilik usaha kecil yang tidak menerima THR perlu memasukkan seluruh biaya Lebaran ke dalam setoran bulanan, karena tidak ada pemasukan tambahan yang datang menjelang hari raya.
Lebaran yang Maju Setiap Tahun
Idulfitri mengikuti kalender hijriah, sehingga tanggalnya maju sekitar sebelas hari setiap tahun dalam kalender masehi. Dalam beberapa tahun, Lebaran bisa bergeser mendekati tahun ajaran baru. Pada tahun ketika keduanya berdekatan, dua biaya terbesar keluarga jatuh dalam jarak beberapa minggu. Periksa tanggal keduanya setiap awal tahun dan geser jadwal setoran bila perlu.
Listrik: Mulai dari Alat yang Menyala Paling Lama
Lampu yang lupa dimatikan jarang menjadi penyebab utama tagihan tinggi. Yang lebih menentukan adalah alat yang menyala berjam-jam setiap hari: kulkas, pompa air, pendingin ruangan, dan penanak nasi yang dibiarkan menghangatkan nasi dari pagi sampai malam. Daya kecil yang menyala lama bisa menghabiskan lebih banyak listrik daripada daya besar yang hanya menyala sebentar.
Menghitung Biaya Menghangatkan Nasi
Stiker spesifikasi di bagian bawah atau belakang penanak nasi biasanya mencantumkan dua angka daya, satu untuk memasak dan satu untuk menghangatkan. Daya menghangatkan jauh lebih kecil, umumnya puluhan watt, tetapi menyala jauh lebih lama.
Rumusnya: daya menghangatkan dalam watt, dikali jumlah jam per hari, dikali 30, lalu dibagi 1.000. Hasilnya adalah kWh per bulan. Misalnya stiker menulis 40 watt dan nasi dihangatkan 14 jam sehari: 40 × 14 × 30 ÷ 1.000 = 16,8 kWh sebulan. Pada rumah yang memakai 120 kWh sebulan, itu sekitar 14 persen dari seluruh pemakaian listrik, hanya untuk menjaga nasi tetap hangat.
Jika nasi di rumah Anda biasanya habis dalam beberapa jam setelah dimasak, fungsi menghangatkan hampir tidak berpengaruh dan tidak perlu diubah.
Sebaliknya, pada rumah yang memasak sekali di pagi hari untuk seharian, mematikan penanak nasi setelah makan malam dan tidak membiarkannya menyala sampai pagi langsung memangkas beberapa jam dari perhitungan di atas setiap hari.
Membaca Meteran Sebelum Tidur dan Saat Bangun
Untuk pelanggan prabayar, catat sisa kWh di meteran sebelum tidur, lalu catat lagi saat bangun. Selisihnya adalah pemakaian malam hari ketika hampir semua alat tidak dipakai. Bagi dengan jumlah jam di antara dua catatan, dan Anda mendapat beban dasar rumah per jam. Kulkas termasuk di dalamnya, begitu juga pendingin ruangan jika menyala semalaman. Pelanggan pascabayar bisa melakukan hal yang sama dengan membaca angka pada meteran.
Jika angkanya tetap tinggi pada malam tanpa pendingin ruangan, cabut satu per satu alat yang selalu tersambung, seperti dispenser air panas, dekoder televisi, dan pengisi daya, lalu ulangi pencatatan malam berikutnya. Alat yang membuat angka turun paling banyak adalah yang perlu diubah cara pakainya.
Daya terpasang ikut membentuk kebiasaan. Pada rumah dengan daya 900 VA, beberapa alat berdaya besar tidak bisa menyala bersamaan tanpa listrik padam, sehingga kebiasaan memakai alat bergantian terbentuk dengan sendirinya. Pada 1300 VA ke atas batas itu lebih longgar, dan pemakaian yang tumpang tindih lebih mudah terjadi tanpa disadari.
Saat Kulkas atau Pendingin Ruangan Perlu Diganti
Di sinilah keputusan belanja paling berpengaruh pada tagihan listrik selama bertahun-tahun. Pendingin ruangan dan kulkas kini wajib memakai label tanda hemat energi dari Kementerian ESDM, dengan jumlah bintang yang menunjukkan tingkat efisiensinya. Makin banyak bintang, makin sedikit listrik untuk kerja yang sama.
Harga beli yang lebih mahal belum tentu rugi. Hitung dengan satuan relatif: jika model yang lebih efisien memakai listrik 20 persen lebih sedikit, dan alat itu dipakai sepuluh tahun, penghematannya setara dua tahun penuh tagihan listrik alat tersebut. Bandingkan angka itu dengan selisih harga kedua model. Untuk kulkas yang menyala 24 jam, selisih harga itu lebih mungkin tertutup. Untuk pendingin ruangan di kamar tamu yang jarang dipakai, sering tidak.
Memeriksa Kebocoran Air dengan Meteran
Kebocoran kecil pada kloset atau pipa di dalam dinding bisa berlangsung berbulan-bulan tanpa terlihat. Tutup semua keran, pastikan tidak ada yang memakai air, catat angka pada meteran PDAM, lalu tunggu sekitar setengah jam. Jika angkanya bergerak, ada air yang mengalir di suatu tempat. Mulailah dari tangki kloset, karena katup pengisi yang aus bisa membuat air terus merembes tanpa suara. Rumah yang memakai pompa air sumur punya tanda lain: pompa yang sesekali menyala sendiri padahal tidak ada keran terbuka.
Belanja Dapur yang Dimulai dari Menu
Belanja dapur adalah pos rutin yang paling bisa ditekan. Cara paling andal adalah tahu apa yang akan dimasak sebelum berangkat. Mencari tempat termurah baru berguna setelah itu. Susun menu kasar untuk satu minggu, turunkan menjadi daftar belanja, dan periksa isi kulkas serta lemari dapur sebelum pergi. Bahan yang terbuang karena lupa masih ada adalah pemborosan yang tidak pernah tercatat di struk mana pun.
Pasar pagi dan pasar swalayan punya kelebihan masing-masing. Sayur dan bumbu segar sering lebih murah di pasar pagi, sementara barang kemasan kadang lebih murah di pasar swalayan saat ada potongan harga. Tidak perlu memilih satu tempat untuk semuanya.
Membandingkan Harga per Gram, Bukan per Bungkus
Kemasan besar tidak otomatis lebih murah. Bagi harga dengan berat atau isi bersih yang tertera di kemasan, lalu bandingkan hasilnya. Dua ukuran dari barang yang sama kadang menghasilkan harga per gram yang hampir sama, dan sesekali kemasan kecil yang sedang diberi potongan harga justru lebih murah. Perhitungannya hanya butuh kalkulator ponsel dan satu menit di depan rak.
Kapan Membeli Banyak Justru Merugikan
Jika Anda tinggal di rumah tipe 36 atau kost dengan lemari dapur sempit, stok besar sering berakhir di tempat yang tidak ideal, di dekat kompor atau di lantai, dan barang yang tertutup tumpukan kedaluwarsa sebelum terpakai.
Sebaliknya, rumah dengan gudang atau lemari yang kering bisa menyimpan stok bulanan dengan aman dan benar-benar menikmati selisih harganya.
Musim hujan menambah satu pertimbangan. Beras dan tepung yang disimpan lama di udara lembap lebih mudah berkutu dan berjamur, jadi pada bulan-bulan basah, membeli untuk dua minggu sering lebih aman daripada untuk dua bulan.
Pengeluaran Kecil yang Baru Terasa Setelah Dijumlah
Jajan sore, ongkos kirim pesanan makanan, biaya administrasi transfer antarbank, langganan aplikasi yang lupa dibatalkan. Masing-masing kecil. Kalikan satu pengeluaran harian dengan 22 hari kerja, atau pengeluaran mingguan dengan empat, lalu bandingkan hasilnya dengan tagihan listrik bulan lalu. Tidak semuanya perlu dihapus. Jajan sore yang dinikmati seluruh keluarga mungkin layak dipertahankan, sementara langganan yang tidak dibuka tiga bulan bisa dihentikan hari ini juga.
Transportasi, dari Tekanan Ban sampai Ongkos Mudik
Untuk keluarga dengan sepeda motor atau mobil, tekanan ban berpengaruh langsung pada bensin. Ban yang kurang angin membuat mesin bekerja lebih keras dan ban lebih cepat aus. Tekanan yang dianjurkan pabrik tertera di buku manual, dan pada mobil biasanya juga di stiker dekat pintu pengemudi. Periksa sebulan sekali di bengkel atau pom bensin yang menyediakan pengisi angin.
Menggabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan sering lebih berpengaruh daripada mencari rute tercepat. Belanja, mengantar anak, dan membayar tagihan dalam satu putaran menghemat bensin sekaligus waktu.
Merencanakan Ongkos Mudik Jauh Hari
Mudik Lebaran adalah pengeluaran transportasi terbesar dalam setahun bagi banyak keluarga, dan ongkosnya naik tajam mendekati hari raya. Tiket kereta dan pesawat untuk periode Lebaran biasanya dijual jauh sebelumnya dan cepat habis.
Jika keluarga Anda mudik dengan kendaraan umum, pantau tanggal pembukaan penjualan tiket dan masukkan ongkosnya ke setoran bulanan sejak awal tahun, karena harga termurah hanya tersedia bagi yang membeli paling awal.
Sebaliknya, jika mudik memakai kendaraan sendiri, biaya terbesarnya ada pada bensin, tol, dan servis sebelum berangkat. Semuanya lebih mudah diperkirakan dan bisa dicicil lewat setoran yang sama.
Kebutuhan Anak dan Tahun Ajaran Baru
Pengeluaran anak sulit dipangkas tanpa rasa bersalah, dan memang tidak semuanya perlu dipangkas. Yang bisa diatur adalah waktunya. Tahun ajaran baru dimulai pada Juli, dan toko perlengkapan sekolah paling ramai pada minggu-minggu menjelang tanggal itu. Tunggu daftar kebutuhan resmi dari sekolah sebelum membeli, sebab banyak sekolah menentukan jenis buku dan warna sepatu. Tas dan botol minum biasanya bebas, jadi keduanya bisa dibeli lebih awal saat tidak ada desakan. Seragam untuk anak yang sedang cepat tumbuh lebih masuk akal dibeli satu ukuran di atas daripada pas badan, selama tidak terlalu longgar untuk dipakai. Buku paket dan seragam bekas kakak kelas atau saudara juga layak ditanyakan sebelum membeli baru.
Menunda Pembelian dan Menghadapi Tekanan Sosial
Pembelian yang tidak direncanakan jarang terjadi saat kepala dingin. Ia muncul tengah malam saat menggulir toko daring, saat ada potongan harga tanggal kembar, atau saat teman kantor membeli barang yang sama. Aturan paling sederhana yang bisa dipegang lama: barang yang tidak ada di daftar ditunda sampai gajian berikutnya. Masukkan ke keranjang kalau perlu, tetapi jangan dibayar. Sebagian besar akan terlupakan dalam seminggu.
Barang yang masih diingat setelah sebulan biasanya memang dibutuhkan, dan waktu tunggu itu sebaiknya dipakai untuk membandingkan. Cek harga barang yang sama di beberapa toko, lalu tambahkan ongkos kirim dan biaya layanan sebelum membandingkan, karena harga yang tampil di halaman depan jarang sama dengan jumlah yang akhirnya dibayar. Untuk barang di bawah harga sekali makan di luar, perbandingan ini tidak sepadan dengan waktunya. Untuk kulkas, kasur, atau ponsel, selalu sepadan.
Kondangan, Arisan, dan Oleh-oleh
Tekanan sosial di lingkungan sekitar punya bentuk yang nyata: amplop kondangan, iuran arisan, sumbangan acara kampung, oleh-oleh setelah bepergian. Pengeluaran ini sulit ditolak dan tidak perlu ditolak, tetapi bisa diberi batas. Tetapkan satu angka amplop kondangan untuk semua undangan dari lingkaran yang sama, sehingga Anda tidak memutuskan ulang setiap kali. Jika ada bulan yang biasanya penuh undangan, seperti musim nikah setelah Lebaran, masukkan perkiraannya ke dalam setoran biaya jarang.
Arisan perlu dilihat dengan jujur. Ia tidak menghasilkan bunga, tetapi juga bukan pemborosan selama iurannya tidak memaksa Anda mengurangi pos lain. Kalau iuran arisan membuat pembayaran tagihan tertunda, jumlahnya sudah terlalu besar.
Membicarakan Uang dengan Seisi Rumah
Satu orang yang berhemat sementara anggota keluarga lain tidak tahu tujuannya akan cepat lelah. Tunjukkan catatan dua minggu tadi kepada pasangan dan anak yang sudah cukup besar. Tujuannya supaya semua orang melihat angka yang sama, dan pembicaraan tidak berubah menjadi soal siapa yang paling boros. Anak usia sekolah bisa diajak memilih satu pos yang ingin mereka bantu tekan, misalnya jajan atau listrik kamar. Tujuan bersama yang konkret, seperti ongkos mudik tahun depan, lebih mudah dijaga daripada sekadar kata hemat.
Evaluasi Bulanan yang Cukup Lima Belas Menit
Di akhir bulan, bandingkan pengeluaran nyata dengan rencana untuk pos-pos terbesar saja. Lihat pos mana yang melewati rencana dan apa penyebabnya: kejadian sekali, atau kebiasaan lama yang mulai kembali. Periksa juga saldo rekening biaya jarang. Jika saldonya habis sebelum biaya tahunan tiba, setoran bulanannya perlu dinaikkan, atau ada biaya yang terlewat dari daftar.
Tanda Penghematan Terlalu Ketat
Anggaran yang terlalu keras biasanya runtuh dalam dua atau tiga bulan, lalu diikuti belanja besar sebagai pelampiasan. Jika Anda terus melampaui batas pada pos yang sama setiap bulan, yang keliru mungkin batasnya, bukan disiplin Anda. Naikkan sedikit batas itu dan cari penghematan di pos lain.
Kesimpulan
Kalau bulan ini hanya ada waktu untuk satu langkah, buat daftar biaya tahunan dan mulai setorannya. Dapur dan listrik bisa menyusul bulan depan. Jajan dan langganan kecil paling akhir, karena pengaruhnya paling kecil. Sebelum membeli barang besar yang menyala setiap hari, bandingkan harga dan label hemat energinya lebih dulu. Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Mengapa pengeluaran tak terduga terus muncul walaupun sudah berhemat?
Karena sebagian besar biaya itu sebenarnya terjadwal tetapi tidak pernah disiapkan. Pajak kendaraan, tahun ajaran baru, Lebaran, servis kendaraan, dan perpanjangan sewa datang pada waktu yang bisa diperkirakan. Ketika semuanya dibayar dari uang bulanan biasa, setiap kedatangannya terasa seperti kejutan dan menggerus tabungan. Penghematan harian tidak bisa menutup lubang ini. Yang menutupnya adalah setoran bulanan khusus untuk biaya jarang, terpisah dari dana darurat, sehingga ketika tagihan tahunan tiba, uangnya sudah menunggu.
Berapa lama pencatatan pengeluaran perlu dilakukan?
Dua minggu cukup untuk melihat pola belanja harian dan mingguan, seperti makan, jajan, bensin, dan pulsa. Biaya bulanan dan tahunan tidak akan tertangkap dalam waktu sesingkat itu, jadi lengkapi dengan riwayat mutasi rekening dan dompet digital tiga bulan terakhir. Yang terpenting adalah mencatat pada hari yang sama. Pencatatan yang ditunda sampai akhir minggu hampir selalu melewatkan pembelian tunai kecil, dan justru pembelian semacam itulah yang paling sering membuat catatan tidak cocok dengan saldo.
Bagaimana menghitung setoran bulanan untuk biaya tahunan?
Tulis semua biaya jarang dalam setahun beserta perkiraan jumlahnya, jumlahkan, lalu bagi dua belas. Jika totalnya setara satu kali gaji bulanan, setorannya sekitar 8,3 persen dari gaji setiap bulan. Jika setara satu setengah kali gaji, setorannya 12,5 persen. Simpan setoran itu di rekening atau amplop terpisah supaya tidak terpakai untuk belanja harian. Di akhir setiap bulan, periksa saldonya. Jika uangnya habis sebelum biaya tahunan tiba, naikkan setoran atau cari biaya yang terlewat dari daftar.
Apakah dana darurat boleh dipakai untuk biaya Lebaran atau tahun ajaran baru?
Sebaiknya tidak. Dana darurat disiapkan untuk hal yang benar-benar tidak bisa diperkirakan, seperti sakit atau kehilangan pekerjaan. Lebaran dan tahun ajaran baru punya tanggal yang bisa diketahui jauh hari, sehingga lebih tepat dibiayai dari setoran biaya jarang. Jika keduanya dicampur, dana darurat terus terkuras oleh pengeluaran yang terjadwal, dan ketika musibah sungguhan datang dananya sudah tidak ada. Lebaran juga maju sekitar sebelas hari setiap tahun, jadi jadwal setorannya perlu diperiksa setiap awal tahun.
Alat listrik apa yang paling perlu diperiksa lebih dulu?
Mulailah dari alat yang menyala paling lama, bukan yang dayanya paling besar. Kulkas, pompa air, pendingin ruangan, dan penanak nasi yang menghangatkan seharian termasuk di dalamnya. Untuk penanak nasi, kalikan daya menghangatkan di stiker dengan jumlah jam per hari dan 30, lalu bagi 1.000 untuk mendapat kWh per bulan. Untuk melihat beban dasar rumah, catat angka meteran sebelum tidur dan saat bangun, lalu cabut alat yang selalu tersambung satu per satu dan ulangi pencatatan pada malam berikutnya.
Bagaimana cara mengetahui ada kebocoran air di rumah?
Tutup semua keran dan pastikan tidak ada yang memakai air. Catat angka pada meteran PDAM, tunggu sekitar setengah jam, lalu lihat lagi. Jika angkanya bergerak, ada air yang mengalir di suatu tempat walaupun tidak terlihat. Tangki kloset adalah tempat pertama yang layak diperiksa, karena katup pengisi yang aus bisa membuat air merembes terus tanpa suara. Pada rumah yang memakai pompa air sumur, tandanya berbeda: pompa sesekali menyala sendiri padahal semua keran tertutup.
Apakah membeli kemasan besar selalu lebih hemat?
Tidak selalu. Bagi harga dengan berat atau isi bersih di kemasan, lalu bandingkan harga per gramnya. Kadang dua ukuran hampir sama, dan sesekali kemasan kecil yang sedang diberi potongan harga justru lebih murah. Tempat penyimpanan juga menentukan. Di rumah tipe 36 atau kost dengan lemari sempit, stok besar mudah tertumpuk dan kedaluwarsa sebelum terpakai. Pada musim hujan, beras dan tepung yang disimpan lama lebih mudah berkutu dan berjamur, sehingga membeli untuk dua minggu sering lebih aman daripada untuk dua bulan.
Bagaimana menghadapi tekanan pengeluaran seperti kondangan dan arisan?
Pengeluaran sosial tidak perlu ditolak, tetapi perlu diberi batas yang ditetapkan sebelumnya. Tentukan satu angka amplop kondangan untuk semua undangan dari lingkaran yang sama, supaya Anda tidak memutuskan ulang setiap kali ada undangan. Bulan yang biasanya ramai undangan, seperti musim nikah setelah Lebaran, bisa dimasukkan ke dalam setoran biaya jarang. Untuk arisan, ukurannya sederhana: selama iurannya tidak membuat pembayaran tagihan tertunda, jumlahnya masih wajar. Jika sudah menggeser tagihan, iurannya terlalu besar.
Seberapa sering pengeluaran perlu dievaluasi?
Sebulan sekali sudah cukup, dan tidak perlu lama. Bandingkan pengeluaran nyata dengan rencana untuk pos-pos terbesar saja, lalu cari tahu apakah kelebihannya berasal dari kejadian sekali atau kebiasaan lama yang kembali. Periksa juga saldo rekening biaya jarang. Jika Anda melampaui batas pada pos yang sama setiap bulan, kemungkinan batasnya terlalu ketat. Naikkan sedikit batas itu dan cari penghematan di pos lain, karena anggaran yang terlalu keras biasanya runtuh dalam dua atau tiga bulan.
Butuh cicilan tanpa kartu kredit?
Allo PayLater dari Allo Bank memudahkan belanja dengan cicilan fleksibel langsung dari aplikasi
Daftar Allo PayLater Sekarang