Langkah Sederhana Mengontrol Pengeluaran

Langkah Sederhana Mengontrol Pengeluaran
Daftar & Aktifkan Allo PayLater Sekarang

Mengontrol Pengeluaran: Ukur Dua Pekan Dulu, Baru Tetapkan Batas

Pengeluaran lebih mudah dikendalikan setelah diketahui bentuknya. Dua pekan pencatatan tanpa mengubah apa pun memberi angka dasar yang benar, jumlah keputusan yang dituntut sebuah penghematan menentukan apakah penghematan itu bertahan, dan harga yang diterjemahkan ke jam kerja mengubah rasa mahal menjadi ukuran yang bisa dijawab.

Nasihat mengontrol pengeluaran biasanya dimulai dari perintah menahan diri. Perintah itu meleset dari urutan yang sebenarnya, sebab batas yang ditetapkan sebelum ada angka dasar hanya menebak, dan tebakan yang meleset pada pekan kedua hampir selalu ditinggalkan. Urutan yang bertahan dimulai dari pengukuran, dilanjutkan dengan memilih penghematan yang paling sedikit menuntut keputusan berulang, dan ditutup dengan mengubah beberapa keadaan yang selama ini memancing pembelian. Ketiganya bisa dikerjakan dengan catatan di ponsel dan mutasi rekening tiga bulan terakhir, tanpa aplikasi khusus dan tanpa mengubah penghasilan. Yang berubah hanyalah urutan pekerjaannya, dan urutan itu menentukan apakah usahanya masih berjalan pada bulan ketiga atau sudah berhenti pada pekan kedua seperti kebanyakan percobaan sebelumnya.

Batas yang Ditetapkan Sebelum Diukur Hampir Selalu Meleset

Angka batas yang dibuat dari perkiraan biasanya terlalu rendah, sebab yang teringat hanyalah pengeluaran besar sementara yang tidak teringat justru yang paling sering terjadi. Batas semacam itu dilanggar pada pekan pertama, dan pelanggaran pertama biasanya mengakhiri seluruh usahanya.

Dua Pekan Tanpa Mengubah Apa Pun

Catat semua pengeluaran selama dua pekan penuh sambil belanja seperti biasa. Tahap ini bukan tahap berhemat. Yang dicari hanya angka yang benar. Menahan diri selama pencatatan justru merusak hasilnya, karena angka yang keluar menggambarkan pekan yang tidak biasa dan tidak akan terulang.

Sesudah dua pekan, jumlahkan dan kalikan dua untuk mendapat gambaran satu bulan. Angka itulah titik berangkatnya. Batas yang masuk akal berada sedikit di bawah angka tersebut, bukan di bawah angka yang terasa pantas, sebab yang pertama sudah terbukti bisa dijalani sementara yang kedua belum pernah diuji.

Satu Keputusan Berulang Mengalahkan Ratusan Keputusan Harian

Dua penghematan bisa bernilai sama pada akhir tahun tetapi menuntut usaha yang sangat berbeda. Yang membedakan adalah berapa kali seseorang harus memutuskan ulang.

Menghitung Ongkos Keputusan

Anggap satu langganan bulanan yang jarang dipakai bernilai setara sepuluh kali jajan harian. Menghentikan langganan itu adalah satu keputusan, dan penghematannya berjalan sendiri dua belas kali sepanjang tahun. Mengejar jumlah yang sama lewat jajan berarti menahan diri seratus dua puluh kali, setiap kali di depan penjualnya, sering dalam keadaan lapar atau terburu-buru.

Satu berbanding seratus dua puluh adalah alasan mengapa penghematan yang bertahan hampir selalu berbentuk biaya tetap yang dipangkas sekali. Urutan yang berguna karena itu dimulai dari daftar pengeluaran yang berulang otomatis, lalu turun ke pengeluaran yang menuntut keputusan setiap kali. Bagian kedua bukan tidak penting, tetapi biayanya berupa tenaga, dan tenaga habis lebih cepat daripada uang.

Jika penghasilan datang sekali sebulan sebagai gaji, pemangkasan biaya tetap paling mudah dilakukan tepat setelah tanggal gaji ketika semua tagihan baru terlihat berbaris. Sebaliknya, jika pemasukan datang harian dari berdagang, biaya tetap justru lebih mudah dilihat pada tanggal yang sama setiap bulan, sebab arus hariannya terlalu ramai untuk dibaca.

Harga Diterjemahkan ke Jam Kerja

Angka harga tidak memberi tahu apa pun tentang mahal atau murah sampai dibandingkan dengan sesuatu. Pembanding yang paling jujur adalah waktu yang dipakai untuk memperolehnya.

Membuat Angka Per Jam Sendiri

Bagi penghasilan bersih sebulan dengan jumlah jam kerja sebulan. Dua puluh dua hari kerja dikali delapan jam menghasilkan 176 jam, dan pembagian itu memberi penghasilan per jam. Sesudah angka tersebut ada di kepala, setiap harga bisa dibagi olehnya.

Hasilnya sering mengejutkan. Barang seharga seperlima penghasilan bulanan berarti sekitar 35 jam kerja, hampir satu pekan penuh di tempat kerja. Barang seharga sepersepuluh berarti hampir dua hari. Pertanyaannya berubah bentuk, dari apakah harganya wajar menjadi apakah barangnya sepadan dengan dua hari kerja. Perjalanan pulang pergi juga layak dimasukkan ke dalam jam kerja, sebab waktu itu ikut ditukar meski tidak dibayar.

Audit Tarikan Otomatis di Mutasi Tiga Bulan

Pembayaran yang berjalan sendiri berhenti terlihat setelah beberapa bulan, dan yang berhenti terlihat berhenti dievaluasi. Karena itu satu pemeriksaan tahunan lebih berguna daripada niat berhemat sepanjang tahun.

Buka mutasi rekening dan tagihan kartu tiga bulan terakhir, lalu tandai setiap transaksi yang nominalnya berulang persis sama. Kumpulan tanda itu adalah biaya tetap yang sebenarnya, dan isinya biasanya memuat dua sampai empat hal yang sudah lama tidak dipakai. Hentikan yang tidak terpakai pada hari yang sama, karena niat menghentikannya nanti hampir tidak pernah dilaksanakan.

Tiga bulan dipilih dengan alasan tertentu. Tarikan yang ditagih setahun sekali tidak akan muncul dalam rentang sependek itu, sehingga daftarnya perlu dilengkapi dengan satu penelusuran dua belas bulan sekali setahun. Perpanjangan otomatis sesudah masa percobaan juga baru terlihat pada bulan kedua, jauh setelah alasan mendaftarnya dilupakan.

Untuk yang masih terpakai, periksa apakah paket yang lebih kecil sudah cukup dan apakah pembayaran tahunan lebih murah daripada dua belas kali pembayaran bulanan. Menurunkan satu tingkat langganan adalah keputusan tunggal yang penghematannya berulang, jenis penghematan yang paling jarang berhenti sendiri.

Uang Tunai Mengembalikan Umpan Balik yang Hilang

Dompet yang menipis memberi tahu keadaan tanpa diminta. Pembayaran non-tunai menghapus tanda itu, sebab saldo hanya terlihat ketika sengaja dibuka, dan biasanya baru dibuka ketika sudah terlambat.

Yang menentukan sebenarnya jarak waktu antara membelanjakan dan mengetahui. Pada uang tunai jaraknya nol detik, pada kartu jaraknya sebulan, dan keputusan berikutnya selalu diambil sebelum informasinya tiba. Jadi yang perlu diperbaiki adalah kecepatan kabarnya, dan alat pembayarannya boleh tetap sama.

Percobaan sepekan cukup untuk merasakan bedanya. Ambil satu jumlah tunai untuk pengeluaran harian selama tujuh hari, simpan kartu, lalu jalani pekan itu seperti biasa. Yang berubah hanya kapan keadaannya terlihat. Sesudah percobaan itu, memeriksa saldo pada jam yang tetap setiap hari memberi hasil yang mirip tanpa perlu kembali ke tunai. Satu hal lagi membantu: memakai satu alat pembayaran saja untuk pengeluaran harian, sebab catatan yang terpecah di beberapa tempat praktis tidak pernah dibaca.

Pembelian Tak Terencana Terjadi di Beberapa Tempat yang Sama

Pembelian di luar rencana jarang tersebar merata. Hampir semuanya lahir di segelintir tempat dan waktu yang berulang, dan daftar tempat itu bisa dibuat dalam lima menit.

Daftar Dua Puluh Pembelian Terakhir

Tulis dua puluh pembelian tak terencana yang terakhir, lalu tandai di mana dan kapan masing-masing terjadi. Yang muncul biasanya beberapa titik saja: jalur pulang yang melewati pusat perbelanjaan, aplikasi belanja yang dibuka menjelang tidur, atau kunjungan ke pasar dalam keadaan lapar. Mengubah keadaannya jauh lebih murah daripada melawannya berulang kali, misalnya dengan mengubah jalur pulang, memindahkan aplikasi ke halaman terakhir, atau makan lebih dulu sebelum berbelanja.

Jika belanja bulanan dilakukan bersama anak-anak, jumlah barang di luar daftar hampir selalu naik, sehingga memisahkan belanja besar dari jalan-jalan keluarga menghemat lebih banyak daripada tawar-menawar. Sebaliknya, jika belanja dilakukan sendirian tetapi sesudah pulang kerja dalam keadaan lelah, memindahkannya ke pagi hari libur mengubah hasilnya tanpa mengubah daftarnya.

Menunda Berbeda dari Menolak

Menolak menuntut alasan dan meninggalkan rasa kehilangan, sedangkan menunda hanya menuntut satu catatan. Perbedaan itu terlihat pada berapa lama aturannya bertahan, sebab aturan yang menuntut perlawanan setiap kali akan lebih dulu kehabisan tenaga daripada kehabisan alasan.

Tulis barang yang ingin dibeli beserta tanggalnya di satu daftar, lalu tetapkan jeda menurut besarnya: satu malam untuk yang kecil, satu pekan untuk yang setara beberapa jam kerja, satu bulan untuk yang setara beberapa hari kerja. Sesudah jeda itu, buka kembali daftarnya. Sebagian barang sudah tidak menarik lagi tanpa perlu ditolak siapa pun, dan sebagian lagi bertahan justru karena memang dibutuhkan.

Daftarnya sendiri lama-lama menjadi bukti. Nama yang muncul berulang kali selama dua bulan hampir selalu menunjuk kebutuhan yang nyata, sehingga membelinya berhenti terasa sebagai kelemahan. Nama yang hanya muncul sekali lalu tidak pernah dicari lagi menunjukkan hal sebaliknya. Menghitung berapa banyak baris yang akhirnya dicoret tanpa dibeli juga memberi angka yang menenangkan pada bulan-bulan berikutnya, sebab angka itu memperlihatkan jeda tersebut memang bekerja.

Catatan Berhenti karena Terlalu Rinci

Pencatatan yang gagal hampir selalu gagal dengan cara yang sama: terlalu banyak kolom pada pekan pertama, lalu terlewat sehari, lalu ditinggalkan. Ketelitian berlebihan bukan tanda kesungguhan, melainkan penyebab paling umum berhentinya kebiasaan itu.

Empat Kategori dan Setengah Menit

Empat sampai lima kategori sudah cukup untuk mengambil keputusan, misalnya makan, transportasi, rumah tangga, dan lain-lain. Pencatatan sesederhana itu memakan sekitar setengah menit sehari, dan setengah menit adalah beban yang masih sanggup dijalani pada hari yang buruk sekalipun. Rincian yang lebih halus baru berguna ketika satu kategori terbukti membengkak dan perlu dibongkar selama dua pekan, sesudah itu bisa kembali disederhanakan.

Bentuk catatannya juga boleh sekasar mungkin. Memotret struk lalu memasukkan angkanya sekali sehari sama sahnya dengan mengetik saat itu juga, asalkan tidak menumpuk lebih dari sehari. Yang perlu dibaca ulang setiap pekan cukup satu hal, yaitu kategori terbesar pekan itu, sebab kategori terbesar adalah satu-satunya tempat perubahan kecil masih terasa hasilnya.

Kesalahan yang Menghentikan Kontrol di Pekan Kedua

Yang pertama adalah kekakuan. Anggaran tanpa pos bebas menjadikan setiap pengeluaran kecil di luar rencana sebagai kegagalan, dan rasa gagal itu yang menghentikan pencatatan, bukan uangnya. Satu pos kecil yang boleh dipakai tanpa penjelasan justru membuat sisanya bertahan.

Yang kedua lebih halus: mencatat tanpa pernah memutuskan apa pun. Pencatatan terasa seperti kemajuan karena menuntut kedisiplinan setiap hari, padahal catatan hanya alat dan tidak menghemat sepeser pun dengan sendirinya. Aturan yang mencegahnya sederhana, yaitu satu keputusan per bulan yang lahir langsung dari catatan itu, entah menghentikan satu tarikan otomatis, menurunkan satu tingkat langganan, atau mengubah satu jalur pulang. Satu keputusan sebulan berarti dua belas perubahan setahun, dan itu jauh lebih banyak daripada yang dihasilkan pencatatan tanpa tindak lanjut selama bertahun-tahun.

Jika pengeluaran naik tajam menjelang Lebaran, kenaikan itu lebih baik dianggarkan sejak beberapa bulan sebelumnya daripada dianggap sebagai kegagalan pada bulan tersebut. Sebaliknya, jika kenaikan datang dari kebutuhan yang tidak bisa diperkirakan seperti perbaikan mendadak, yang perlu diperiksa adalah besarnya pos cadangan, bukan disiplinnya.

Kesimpulan

Hampir semua langkah di atas menghemat tenaga, dan tenaga itulah yang biasanya habis lebih dulu daripada uang. Mengukur dua pekan menghapus kebutuhan menebak. Memangkas satu biaya tetap menghapus seratus dua puluh perlawanan kecil. Mengubah satu jalur pulang menghapus godaan yang selama ini dilawan setiap sore. Semuanya bekerja dengan cara yang sama, yaitu memindahkan usaha dari kemauan harian ke keputusan yang cukup diambil sekali.

Sisanya tinggal menjaga catatan tetap sederhana dan memastikan setiap bulan menghasilkan satu perubahan nyata, karena catatan yang tidak pernah mengubah apa pun sama saja dengan catatan yang berhenti. Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.

Pertanyaan / Jawaban

Mulai dari mana kalau ingin mengontrol pengeluaran?

Mulailah dengan mengukur, dan tahan dulu keinginan berhemat. Selama dua pekan, catat semua yang keluar sambil berbelanja persis seperti biasa, sebab yang dicari adalah angka yang benar dan bukan angka yang enak dilihat. Berhemat selama masa pencatatan justru merusak hasilnya, karena yang terekam menjadi pekan yang tidak mewakili bulan mana pun. Kalikan hasilnya dengan dua untuk memperoleh gambaran sebulan, lalu turunkan sedikit sebagai batas pertama. Angka semacam itu punya peluang jauh lebih besar untuk bertahan, sebab berasal dari kehidupan yang memang sudah dijalani.

Mengapa batas pengeluaran yang dibuat sendiri sering dilanggar?

Sumbernya ingatan, dan ingatan tidak adil. Yang tersimpan adalah pembelian besar yang jarang terjadi, sementara pengeluaran yang paling sering justru paling mudah terlupakan. Batas yang lahir dari sana selalu terlalu rendah, jebol pada pekan pertama, dan kejebolan pertama biasanya mengakhiri seluruh usahanya sekaligus. Batas yang berangkat dari pengukuran nyata bertahan jauh lebih lama karena angkanya sudah terbukti bisa dijalani, dan penurunannya cukup dilakukan sedikit demi sedikit tiap bulan.

Lebih baik memangkas pengeluaran kecil harian atau biaya tetap bulanan?

Nilainya bisa sama, ongkos tenaganya tidak. Satu langganan bulanan yang dihentikan menuntut satu keputusan saja, sesudah itu penghematannya berjalan sendiri dua belas kali sepanjang tahun tanpa perlu diingat lagi. Mengumpulkan jumlah yang setara dari jajan harian menuntut kira-kira seratus dua puluh kali menahan diri, hampir selalu di tempat penjualnya dan sering dalam keadaan lapar atau tergesa. Perbandingan satu berbanding seratus dua puluh itulah alasan daftar biaya tetap layak dibereskan lebih dulu.

Bagaimana menilai apakah sebuah barang layak dibeli?

Terjemahkan harganya ke dalam waktu. Bagi penghasilan bersih sebulan dengan jumlah jam kerja sebulan; dua puluh dua hari dikali delapan jam menghasilkan 176 jam, dan hasil pembagiannya adalah penghasilan per jam. Sesudah angka itu diketahui, harga apa pun bisa dibagi olehnya. Barang seharga seperlima penghasilan bulanan ternyata berarti sekitar 35 jam, hampir sepekan penuh di tempat kerja. Pertanyaan mahal atau murah lalu berubah menjadi pertanyaan sepadan atau tidak dengan sekian hari kerja, dan yang kedua jauh lebih mudah dijawab.

Bagaimana menemukan langganan yang sudah tidak terpakai?

Bukti lengkapnya sudah ada di mutasi rekening. Buka tiga bulan terakhir bersama tagihan kartu, lalu tandai setiap transaksi yang nominalnya berulang persis sama; kumpulan tanda itu adalah biaya tetap yang sebenarnya. Isinya hampir selalu memuat dua sampai empat hal yang sudah lama tidak disentuh. Hentikan yang tidak terpakai pada hari yang sama, karena menundanya berarti membayar satu bulan lagi tanpa alasan. Untuk yang masih dipakai, cek apakah paket yang lebih kecil sudah mencukupi.

Apakah memakai uang tunai membantu menekan pengeluaran?

Membantu, dan penyebabnya adalah kecepatan kabarnya, bukan tunainya. Dompet yang menipis melapor seketika, sedangkan saldo pada aplikasi baru terbaca kalau sengaja dibuka, biasanya sesudah beberapa keputusan berikutnya terlanjur diambil. Coba sepekan dengan satu jumlah tunai untuk pengeluaran harian dan kartu disimpan, lalu perhatikan bedanya. Sesudah percobaan itu, memeriksa saldo pada jam yang tetap tiap hari memberi efek yang mirip, apalagi bila pengeluaran harian dipusatkan pada satu alat pembayaran saja.

Bagaimana mengurangi pembelian di luar rencana?

Ubah tempatnya, jangan andalkan niat. Tulis dua puluh pembelian tak terencana yang paling akhir lengkap dengan tempat dan waktunya, dan yang muncul hampir selalu cuma segelintir titik: pusat perbelanjaan yang kebetulan dilewati sepulang kerja, layar ponsel menjelang tidur, atau kunjungan ke pasar dengan perut kosong. Menutup satu titik sekali jauh lebih murah daripada melawannya berulang, entah dengan memilih jalur lain, menyembunyikan aplikasinya, atau makan lebih dulu sebelum berangkat.

Berapa lama sebaiknya menunda sebuah pembelian?

Ukur jedanya dari besarnya, bukan dari kuatnya keinginan. Satu malam memadai untuk barang kecil, satu pekan untuk yang setara beberapa jam kerja, dan satu bulan untuk yang setara beberapa hari kerja. Catat barangnya beserta tanggal pada satu daftar, lalu tengok lagi sesudah jedanya habis. Sebagian nama sudah kehilangan daya tariknya tanpa pernah ditolak siapa pun, sementara nama yang muncul berulang selama dua bulan justru menunjuk kebutuhan yang nyata dan pantas dibeli tanpa rasa bersalah. Menghitung berapa baris yang akhirnya dicoret tanpa pernah dibeli juga memperlihatkan bahwa jedanya memang bekerja.

Seberapa rinci pencatatan pengeluaran perlu dilakukan?

Serinci yang sanggup dijalani pada hari terburuk, dan itu biasanya tidak rinci sama sekali. Empat sampai lima kategori sudah memadai untuk mengambil keputusan, misalnya makan, transportasi, rumah tangga, dan lain-lain, dengan beban sekitar setengah menit sehari. Struk yang difoto dan dijumlahkan sekali sehari sudah termasuk catatan yang sah. Kegagalan pencatatan hampir selalu berawal dari terlalu banyak kolom pada pekan pertama, dan yang perlu dibaca ulang tiap pekan cukup satu hal: kategori terbesarnya.

Mengapa usaha berhemat sering berhenti pada pekan kedua?

Ada dua sebab yang berulang. Aturan yang terlalu kaku membuat satu pengeluaran kecil di luar rencana terasa sebagai kegagalan, dan rasa gagal itulah yang menghentikan pencatatan, bukan uangnya; satu pos kecil yang boleh dipakai tanpa penjelasan justru menyelamatkan sisanya. Sebab kedua adalah cakupan: biaya yang datang setahun sekali tidak pernah masuk hitungan bulanan, lalu tiba sekaligus dan merusak angka yang sudah dijaga. Kumpulkan biaya tahunan, bagi dua belas, perlakukan sebagai pengeluaran bulanan tetap.

Butuh cicilan tanpa kartu kredit?

Allo PayLater dari Allo Bank memudahkan belanja dengan cicilan fleksibel langsung dari aplikasi

Daftar Allo PayLater Sekarang

Artikel Terkait tentang Tips Keuangan

Tips Keuangan

Manfaat Evaluasi Keuangan Bulanan untuk Mencapai Target Finansial Lebih Cepat

Evaluasi keuangan bulanan mengubah tujuan finansial dari aspirasi pasif menjadi rencana yang aktif dikelola. Ketahui empat komponen evaluasi yang efektif dan cara mengubah temuannya menjadi keputusan konkret bulan depan.

16 min
Tips Keuangan

Kenali Tanda-Tanda Kamu Sudah Terlalu Bergantung pada Paylater

Paylater bisa bergeser dari alat yang nyaman menjadi ketergantungan tanpa satu momen yang jelas. Kenali lima tanda peringatan dini dan langkah konkret untuk mengevaluasi kondisi penggunaan paylater yang ada sekarang.

18 min
Tips Keuangan

Apakah Belanja di Marketplace Luar Negeri Benar-Benar Lebih Murah?

Harga murah di marketplace luar negeri belum tentu lebih hemat setelah bea masuk, ongkos kirim, dan konversi mata uang diperhitungkan. Ketahui cara menghitung biaya total yang akurat sebelum memutuskan untuk membeli.

17 min
Tips Keuangan

Strategi Mengelola Keuangan saat Harga Kebutuhan Pokok Terus Naik

Kenaikan harga kebutuhan pokok tidak bisa diatasi hanya dengan berhemat lebih keras. Ketahui cara mengukur dampak aktual, strategi efisiensi yang tepat sasaran, dan kapan harus fokus memperkuat sisi pendapatan.

17 min
Lihat semua artikel Tips Keuangan →