Perbandingan Biaya Hidup: Mana yang Lebih Boros, Belanja Online atau Offline?
Belanja: Online vs. Offline, Mana Lebih Hemat?
Pertanyaan tentang mana yang lebih boros antara belanja online dan offline adalah pertanyaan yang tampak sederhana tetapi yang jawabannya jauh lebih bergantung pada perilaku individu dari pada karakteristik inheren dari masing-masing saluran belanja. Belanja online tidak secara otomatis lebih hemat hanya karena lebih mudah membandingkan harga, dan belanja offline tidak secara otomatis lebih boros hanya karena tidak ada kemampuan perbandingan instan. Yang menentukan mana yang menghasilkan pengeluaran lebih besar untuk individu tertentu adalah kombinasi dari mekanisme psikologis yang dipicu oleh masing-masing saluran, kebiasaan penggunaan yang terbentuk, dan apakah ada sistem yang melindungi dari pembelian yang tidak direncanakan di saluran yang paling rentan untuk yang bersangkutan.
Kerangka Evaluasi yang Jujur tentang Kedua Saluran
Perbandingan yang berguna antara belanja online dan offline bukan tentang mana yang secara universal lebih hemat tetapi tentang saluran mana yang untuk pola pembelian dan kerentanan psikologis spesifik seseorang menghasilkan pengeluaran yang lebih terkendali. Seseorang yang sangat rentan terhadap pembelian impulsif yang dipicu oleh notifikasi dan promo online mungkin lebih terkendali pengeluarannya ketika belanja offline, sementara seseorang yang mudah tergoda oleh display toko dan taktik penjualan tatap muka mungkin lebih terkendali ketika belanja online dengan daftar yang sudah dipersiapkan. Beberapa faktor perlu dievaluasi untuk menilai mana yang lebih menguntungkan untuk kondisi spesifik yang ada.
Total pengeluaran aktual dari masing-masing saluran dalam beberapa bulan terakhir karena ini adalah data yang paling langsung menjawab pertanyaan untuk situasi spesifik yang dialami daripada generalisasi tentang saluran mana yang lebih murah. Proporsi pembelian yang direncanakan versus tidak direncanakan di masing-masing saluran karena pembelian tidak direncanakan adalah komponen yang paling sering membuat satu saluran lebih mahal dari yang lain untuk individu tertentu. Biaya tersembunyi dari masing-masing saluran seperti ongkos kirim dan biaya transportasi yang perlu diperhitungkan dalam total pengeluaran aktual bukan hanya harga produk.
Waktu yang dihabiskan untuk berbelanja karena waktu memiliki nilai yang berbeda untuk setiap orang dan yang sering tidak diperhitungkan dalam perbandingan biaya antara kedua saluran. Kualitas keputusan pembelian yang dihasilkan dari masing-masing saluran karena harga yang lebih murah dari saluran tertentu tidak memberikan nilai jika menghasilkan pembelian yang tidak memuaskan atau yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
Mekanisme yang Membuat Belanja Online Cenderung Meningkatkan Pengeluaran
Belanja online memiliki beberapa karakteristik yang secara konsisten terbukti mendorong pengeluaran yang lebih besar dari yang direncanakan jika tidak ada sistem yang melindungi darinya.
Gesekan Transaksi yang Sangat Rendah
Salah satu inovasi terbesar belanja online dari perspektif platform adalah pengurangan gesekan yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi. Informasi pembayaran yang tersimpan, tombol beli sekali klik, dan proses checkout yang dipersingkat semuanya dirancang untuk membuat keputusan dari tertarik menjadi membeli terjadi secepat dan semudah mungkin. Gesekan dalam proses transaksi adalah salah satu mekanisme perlindungan alami terhadap pembelian impulsif karena memberikan waktu dan upaya yang memungkinkan evaluasi ulang keputusan sebelum transaksi diselesaikan. Ketika gesekan dihilangkan, momen evaluasi tersebut tidak ada dan keputusan yang dibuat dalam kondisi impulsif tidak sempat dikoreksi sebelum menjadi transaksi yang sudah selesai.
Personalisasi yang Terus-menerus Memunculkan Produk Relevan
Algoritma rekomendasi yang dijalankan oleh platform belanja online terus-menerus mempelajari pola pembelian dan perilaku browsing untuk menyajikan produk yang kemungkinan besar diminati. Efektivitas algoritma ini berarti pengguna yang aktif menggunakan platform belanja online terus-menerus terekspos pada produk yang relevan dengan minat dan kebutuhan mereka, bahkan saat tidak sedang mencari produk tertentu. Eksposur yang terus-menerus terhadap produk yang relevan meningkatkan kemungkinan pembelian yang tidak direncanakan karena menciptakan kesadaran tentang produk yang tidak ada sebelum eksposur tersebut dan yang kemudian terasa seperti kebutuhan yang perlu dipenuhi meski sebenarnya tidak ada sebelum terekspos pada produk tersebut.
Mekanisme Urgensi dan Kelangkaan Buatan
Flash sale, penghitung waktu mundur, indikator stok terbatas, dan notifikasi tentang berapa banyak orang yang sedang melihat produk yang sama adalah mekanisme yang dirancang untuk menciptakan urgensi yang mendorong keputusan segera daripada evaluasi yang lebih tenang. Mekanisme ini sangat efektif karena memanfaatkan kecenderungan manusia untuk merespons kelangkaan dan batas waktu dengan tindakan yang menghindari kehilangan. Dalam kondisi urgensi yang diciptakan secara artifisial ini, evaluasi yang jernih tentang apakah produk benar-benar dibutuhkan jauh lebih sulit dari dalam kondisi tanpa tekanan waktu. Banyak pembelian yang diselesaikan dalam kondisi urgensi ini disesali setelah urgensi tersebut hilang.
Aksesibilitas Belanja Dua Puluh Empat Jam dari Manapun
Belanja online bisa dilakukan kapan saja dari manapun termasuk pada malam hari sebelum tidur, saat istirahat kerja, atau dalam kondisi bosan yang meningkatkan kerentanan terhadap pembelian impulsif. Belanja offline secara alami dibatasi oleh jam operasional toko dan kebutuhan untuk secara fisik pergi ke lokasi belanja, yang menambahkan hambatan alami yang tidak ada dalam belanja online. Dalam penggunaan sehari-hari, pembeli yang menghabiskan waktu menjelajahi platform belanja online sebagai hiburan tanpa niat pembelian yang spesifik hampir selalu menghasilkan pembelian yang tidak direncanakan dari sesi tersebut karena eksposur yang memadai kepada produk yang relevan dan mekanisme promo yang ada di platform.
Jika kebiasaan menjelajahi platform belanja online sebagai hiburan sudah terbentuk dan konsisten menghasilkan pembelian yang tidak direncanakan, mengevaluasi apakah kebiasaan ini adalah kontributor utama terhadap pengeluaran online yang melebihi rencana memberikan informasi yang berguna untuk mengidentifikasi perubahan kebiasaan yang paling berdampak. Sebaliknya, pengguna yang sudah berhasil memisahkan browsing sebagai hiburan dari sesi belanja yang terencana dan yang konsisten hanya membuka platform belanja ketika ada tujuan pembelian yang spesifik bisa menggunakan keunggulan perbandingan harga dari belanja online tanpa terekspos pada mekanisme yang mendorong pembelian tidak direncanakan.
Mekanisme yang Membuat Belanja Offline Cenderung Meningkatkan Pengeluaran
Belanja offline memiliki mekanisme yang berbeda tetapi yang sama efektifnya dalam mendorong pengeluaran yang melebihi rencana untuk pembeli yang rentan terhadap tekanan yang spesifik untuk saluran ini.
Pengalaman Sensorik yang Menciptakan Keinginan
Melihat, menyentuh, mencoba, dan mencium produk secara langsung menciptakan keinginan yang lebih kuat dan lebih segera dari melihat foto produk di layar. Toko fisik dirancang dengan sangat cermat untuk menciptakan pengalaman sensorik yang memaksimalkan keinginan terhadap produk yang dijual melalui pencahayaan, suhu, aroma, musik, dan tata letak yang semuanya bekerja untuk menciptakan kondisi yang mendukung pembelian. Ketika seseorang secara fisik menyentuh dan mencoba produk, keputusan untuk tidak membelinya terasa lebih sulit dari keputusan yang sama saat hanya melihat gambar di layar karena ada sense of ownership yang terbentuk dari interaksi fisik dengan produk.
Tekanan Sosial dari Interaksi dengan Staf Penjualan
Interaksi tatap muka dengan staf penjualan menciptakan tekanan sosial yang tidak ada dalam belanja online. Staf yang terlatih untuk membantu pelanggan menemukan produk yang sesuai juga terlatih untuk mengidentifikasi peluang untuk menawarkan produk tambahan, upgrade, atau aksesoris yang menambah nilai transaksi. Menolak rekomendasi staf penjualan secara tatap muka memerlukan upaya sosial yang tidak diperlukan dalam belanja online, dan banyak pembeli yang lebih mudah setuju dengan rekomendasi yang disampaikan secara langsung dari yang secara sadar tidak setuju dalam situasi tatap muka.
Pengeluaran Terkait Perjalanan Belanja
Perjalanan ke pusat perbelanjaan hampir selalu membawa pengeluaran tambahan di luar tujuan belanja awal. Makanan dan minuman, parkir, dan eksposur ke toko-toko lain yang tidak direncanakan dalam perjalanan dari pintu masuk ke toko tujuan adalah sumber pengeluaran yang tidak diperhitungkan ketika merencanakan perjalanan belanja tetapi yang secara konsisten menambah total biaya dari sesi belanja offline.
Kesulitan Perbandingan Harga secara Instan
Belanja offline mempersulit perbandingan harga secara instan antara toko yang berbeda karena membandingkan harga memerlukan perjalanan fisik ke toko lain atau setidaknya pencarian yang lebih aktif. Kesulitan ini memberikan keuntungan bagi penjual offline karena pembeli yang tidak mudah membandingkan harga lebih mungkin menerima harga yang ditawarkan tanpa mengevaluasi apakah harga tersebut kompetitif. Namun kesulitan ini juga melindungi dari pembelian impulsif tertentu karena upaya yang diperlukan untuk membandingkan dan akhirnya membeli memberikan lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan apakah pembelian memang diperlukan.
Banyak pengguna menemukan bahwa perjalanan belanja offline yang dimulai dengan tujuan spesifik dan terbatas sering berakhir dengan pembelian di toko-toko yang tidak ada dalam rencana awal karena eksposur fisik ke produk selama perjalanan ke tujuan utama menciptakan keinginan yang tidak ada sebelum eksposur tersebut. Jika evaluasi jujur tentang pola belanja offline menunjukkan bahwa sebagian besar pembelian dalam sesi belanja offline adalah pembelian yang tidak ada dalam rencana awal sebelum pergi, ini adalah informasi yang berguna tentang kerentanan spesifik terhadap mekanisme yang bekerja di lingkungan belanja fisik.
Sebaliknya, pembeli yang konsisten bisa membatasi pembelian offline pada yang ada dalam daftar awal tanpa terpengaruh secara signifikan oleh mekanisme toko fisik bisa mendapat manfaat dari kualitas evaluasi produk secara langsung yang tidak tersedia dalam belanja online.
Biaya Tersembunyi yang Sering Tidak Diperhitungkan
Perbandingan yang jujur antara biaya belanja online dan offline memerlukan perhitungan semua biaya yang relevan, bukan hanya harga produk.
Biaya Nyata Belanja Online
Ongkos kirim yang tidak selalu gratis adalah biaya langsung yang perlu ditambahkan ke harga produk untuk mendapat harga efektif yang akurat. Biaya ini sering diabaikan dalam keputusan pembelian karena ditampilkan secara terpisah dari harga produk dan karena banyak platform yang menawarkan ongkos kirim gratis dalam kondisi tertentu yang tidak selalu terpenuhi. Biaya pengembalian produk yang tidak sesuai adalah biaya potensial yang lebih relevan untuk belanja online dari offline karena ketidakmampuan untuk mengevaluasi produk secara fisik sebelum membeli menghasilkan tingkat ketidaksesuaian yang lebih tinggi. Waktu menunggu pengiriman yang dalam beberapa kondisi memaksa pembelian alternatif segera sementara menunggu produk yang dipesan juga adalah biaya yang tidak diperhitungkan.
Biaya Nyata Belanja Offline
Biaya transportasi ke dan dari lokasi belanja yang untuk beberapa pembeli di kota besar bisa cukup signifikan per perjalanan adalah biaya yang jarang diperhitungkan dalam perbandingan harga antara toko fisik dan online. Waktu yang dihabiskan dalam perjalanan dan dalam toko yang memiliki nilai yang berbeda per individu tetapi yang nyata sebagai komponen biaya dari belanja offline. Harga yang umumnya lebih tinggi di toko fisik untuk banyak kategori produk karena biaya operasional yang lebih tinggi dari toko fisik dibandingkan platform online adalah perbedaan yang sistematis meski tidak berlaku untuk semua produk dan semua kategori.
Biaya yang Sering Luput dari Perhitungan
Pembelian tidak direncanakan yang dipicu oleh eksposur di masing-masing saluran adalah biaya yang paling sering tidak diperhitungkan karena tidak terasa seperti biaya dari saluran yang dipilih tetapi terasa seperti keputusan individu. Namun jika pola tidak direncanakan ini secara sistematis lebih sering terjadi di satu saluran dibanding yang lain untuk individu tertentu, pola tersebut adalah komponen biaya efektif dari saluran tersebut. Dalam penggunaan sehari-hari, pembeli yang menghitung total pengeluaran per sesi belanja termasuk semua komponen biaya untuk kedua saluran selama beberapa bulan mendapatkan data yang jauh lebih akurat tentang mana yang lebih mahal untuk pola belanja spesifik mereka dari generalisasi tentang mana yang lebih murah secara umum.
Jika perbandingan antara total biaya belanja online dan offline belum pernah dilakukan secara eksplisit termasuk semua komponen biaya yang relevan, melakukannya untuk tiga bulan terakhir menggunakan data pencatatan pengeluaran yang tersedia memberikan jawaban yang spesifik untuk kondisi pribadi yang tidak bisa diperoleh dari generalisasi. Sebaliknya, pembeli yang sudah memiliki data tentang total pengeluaran dari masing-masing saluran dan yang sudah mengoptimalkan penggunaan masing-masing berdasarkan data tersebut bisa fokus pada mempertahankan sistem yang sudah terbukti efektif dan menyesuaikannya jika ada perubahan dalam kebiasaan atau kondisi yang relevan.
Strategi Mengoptimalkan Pengeluaran dari Kedua Saluran
Alih-alih memilih satu saluran dan menghindari yang lain, pendekatan yang lebih efektif adalah menggunakan kedua saluran secara strategis berdasarkan kekuatan masing-masing sambil memiliki perlindungan terhadap kelemahan masing-masing.
Menggunakan Saluran yang Tepat untuk Kategori yang Tepat
Belanja online paling efisien untuk produk yang spesifikasinya sudah diketahui dan yang tidak memerlukan evaluasi fisik sebelum pembelian, produk yang perbandingan harga antar penjual memberikan penghematan yang signifikan, dan produk yang tersedianya di toko fisik terdekat terbatas atau yang harganya secara konsisten lebih tinggi di toko fisik. Belanja offline paling efisien untuk produk yang ukuran, tekstur, atau kualitas fisiknya perlu dievaluasi langsung sebelum pembelian karena ketidaksesuaian hasil dalam ketidakpuasan yang menghasilkan biaya pengembalian atau pembelian ulang, produk yang kebutuhannya segera dan yang menunggu pengiriman bukan opsi yang praktis, dan produk yang keahlian staf toko fisik dalam memberikan rekomendasi memberikan nilai yang lebih besar dari kemudahan perbandingan harga online.
Membangun Perlindungan Spesifik untuk Kerentanan di Masing-masing Saluran
Perlindungan yang paling efektif terhadap pembelian tidak direncanakan di belanja online mencakup tidak menjelajahi platform belanja tanpa tujuan pembelian yang spesifik, menonaktifkan notifikasi dari aplikasi belanja, dan menggunakan daftar keinginan sebagai penampung produk yang menarik untuk dievaluasi kembali setelah minimal dua puluh empat jam sebelum diputuskan untuk dibeli. Perlindungan yang paling efektif terhadap pembelian tidak direncanakan di belanja offline mencakup pergi dengan daftar yang spesifik dan berkomitmen untuk tidak membeli di luar daftar tanpa evaluasi yang dilakukan di luar lingkungan toko, membatasi waktu yang dihabiskan di area toko yang bukan tujuan awal, dan pergi dengan anggaran tunai yang membatasi total pengeluaran secara fisik.
Memanfaatkan Perbandingan Harga Online untuk Pembelian Offline
Memeriksa harga online untuk produk yang direncanakan untuk dibeli secara offline memberikan referensi yang memungkinkan evaluasi apakah harga di toko fisik kompetitif atau apakah pembelian online memberikan penghematan yang signifikan. Referensi ini juga memberikan posisi negosiasi dalam kondisi di mana harga di toko fisik bisa dinegosiasikan. Jika belum ada strategi yang jelas tentang kapan menggunakan saluran online dan kapan offline untuk kategori produk yang berbeda dan keputusan selama ini dibuat secara spontan berdasarkan kondisi saat itu, menetapkan panduan sederhana tentang saluran yang lebih sesuai untuk kategori utama dalam pengeluaran bulanan menghasilkan konsistensi yang mengurangi total biaya dari kedua saluran. Sebaliknya, pembeli yang sudah memiliki strategi yang jelas tentang penggunaan masing-masing saluran dan yang konsisten menjalankannya bisa mengevaluasi apakah ada kategori yang strategi penggunaannya perlu diperbarui berdasarkan perubahan dalam kondisi, kebiasaan, atau ketersediaan produk.
Kesimpulan
Tidak ada jawaban universal tentang mana yang lebih boros antara belanja online dan offline karena keduanya memiliki mekanisme yang berbeda dalam mendorong pengeluaran tidak direncanakan dan keduanya memiliki kekuatan yang berbeda untuk kategori produk yang berbeda. Yang paling menentukan mana yang lebih mahal untuk individu tertentu adalah seberapa rentan individu tersebut terhadap mekanisme spesifik masing-masing saluran dan apakah ada sistem perlindungan yang efektif terhadap kerentanan tersebut. Pembeli yang paling diuntungkan dari pemahaman ini adalah mereka yang selama ini menganggap satu saluran secara otomatis lebih hemat dari yang lain tanpa pernah menghitung total pengeluaran aktual dari masing-masing saluran termasuk semua komponen biaya, dan mereka yang menggunakan satu saluran secara eksklusif tanpa mempertimbangkan apakah saluran lain lebih sesuai untuk kategori tertentu.
Langkah paling konkret adalah menghitung total pengeluaran dari belanja online dan offline masing-masing dalam tiga bulan terakhir termasuk ongkos kirim, biaya transportasi, dan estimasi nilai pembelian tidak direncanakan di masing-masing saluran, kemudian menggunakan data tersebut untuk membuat keputusan yang berbasis fakta tentang saluran mana yang lebih efisien untuk kondisi dan pola belanja spesifik yang ada. Untuk mendapatkan referensi harga dari berbagai penjual baik online maupun offline sebelum memutuskan di mana pembelian paling efisien dilakukan, Cari sebagai platform perbandingan harga dan belanja membantu pembeli mendapat gambaran harga yang lengkap sebelum keputusan saluran diambil.
Pertanyaan / Jawaban
Apakah belanja online secara konsisten lebih murah untuk semua kategori produk atau ada kategori yang lebih murah di toko fisik?
Ada perbedaan yang cukup nyata antar kategori. Elektronik, buku, dan produk dengan spesifikasi yang standar dan mudah dibandingkan umumnya lebih murah secara online karena persaingan harga antar penjual yang lebih mudah terlihat dan biaya operasional penjual online yang lebih rendah. Produk segar seperti buah, sayuran, dan makanan yang kualitasnya perlu dievaluasi langsung sering lebih baik dibeli secara offline karena risiko ketidaksesuaian kualitas yang lebih tinggi dalam pembelian online menghasilkan biaya tersembunyi yang mengurangi keunggulan harga yang mungkin ada. Pakaian dan alas kaki dengan ukuran yang perlu dicoba sering memiliki biaya pengembalian yang mengurangi keunggulan harga online. Produk lokal dan hasil kerajinan tangan yang tersedia terbatas secara online bisa lebih murah dan lebih beragam pilihannya di pasar fisik tertentu.
Bagaimana cara menghitung apakah ongkos kirim sudah membuat belanja online lebih mahal dari offline untuk pembelian tertentu?
Kalkulasi yang paling sederhana membandingkan harga produk ditambah ongkos kirim untuk pembelian online dengan harga produk ditambah estimasi biaya transportasi per produk untuk pembelian offline. Biaya transportasi per produk untuk pembelian offline paling akurat dihitung dengan membagi total biaya perjalanan belanja dengan jumlah produk yang dibeli dalam satu perjalanan, bukan per produk secara individual karena perjalanan belanja umumnya membeli lebih dari satu produk. Dalam banyak kondisi ongkos kirim yang tampak besar menjadi lebih kecil per produk ketika pembelian dikumpulkan dalam satu pesanan untuk memanfaatkan kebijakan ongkos kirim gratis dengan minimum pembelian tertentu.
Apakah ada bukti bahwa satu saluran menghasilkan penyesalan pembelian yang lebih sering dari yang lain?
Belanja online secara konsisten menghasilkan tingkat pengembalian produk yang lebih tinggi dari belanja offline, yang merupakan indikasi bahwa ketidaksesuaian antara ekspektasi dan realita produk lebih sering terjadi dalam pembelian online. Ketidaksesuaian ini berasal dari ketidakmampuan untuk mengevaluasi produk secara fisik sebelum membeli, dari deskripsi produk yang tidak selalu akurat, dan dari keputusan yang dibuat lebih cepat karena rendahnya gesekan transaksi. Belanja offline menghasilkan penyesalan dari jenis yang berbeda yaitu lebih sering dari pembelian impulsif yang dipicu oleh eksposur fisik ke produk di lingkungan toko yang didesain untuk menciptakan keinginan. Keduanya menghasilkan penyesalan tetapi dari mekanisme yang berbeda dan untuk kategori produk yang berbeda.
Bagaimana cara memastikan belanja online tidak menjadi kegiatan hiburan yang secara tidak sadar meningkatkan pengeluaran?
Cara yang paling efektif adalah memisahkan secara eksplisit antara sesi browsing untuk informasi atau hiburan dan sesi belanja dengan tujuan pembelian yang spesifik. Menggunakan mode penyamaran atau tidak login ke akun saat browsing untuk informasi mengurangi personalisasi yang mendorong pembelian dan mencegah perilaku yang terekam dalam profil yang digunakan algoritma untuk rekomendasi selanjutnya. Menonaktifkan notifikasi dari aplikasi belanja mengurangi pemicu eksternal yang membawa perhatian kembali ke platform tanpa ada niat yang mendahuluinya. Menggunakan fitur daftar keinginan sebagai buffer antara menemukan produk yang menarik dan membelinya dengan komitmen untuk tidak membeli langsung dari sesi browsing menghasilkan evaluasi yang lebih jernih dari kondisi tanpa tekanan platform yang aktif.
Apakah ada perbedaan dalam kualitas keputusan pembelian antara kedua saluran yang mempengaruhi nilai yang diperoleh?
Kualitas keputusan pembelian berbeda antar saluran dengan cara yang bergantung pada kategori produk. Untuk produk yang spesifikasinya bisa dievaluasi dari informasi tertulis dan gambar, belanja online sering menghasilkan keputusan yang lebih informasi karena akses ke ulasan dari banyak pembeli sebelumnya yang memberikan perspektif yang tidak tersedia di toko fisik. Untuk produk yang kualitasnya bergantung pada evaluasi sensorik yang tidak bisa dikomunikasikan melalui teks dan gambar, belanja offline menghasilkan keputusan yang lebih akurat karena ada evaluasi langsung sebelum pembelian. Pembelian yang menghasilkan keputusan yang lebih tepat salurannya menghasilkan kepuasan yang lebih tinggi dan lebih jarang disesali terlepas dari apakah harganya lebih murah dari saluran alternatif.
Apakah pola belanja generasi yang berbeda menunjukkan kecenderungan yang konsisten tentang mana yang menghasilkan pengeluaran lebih besar?
Data tentang pola belanja menunjukkan bahwa pengguna yang tumbuh dengan belanja online sebagai saluran yang familiar cenderung lebih efisien dalam menggunakannya karena lebih terbiasa dengan mekanisme yang ada dan lebih mampu menavigasi pilihan yang tersedia. Namun familiaritas yang lebih tinggi dengan platform online juga berarti lebih banyak waktu yang dihabiskan di platform tersebut yang meningkatkan eksposur terhadap produk dan promo. Pengguna yang lebih terbiasa dengan belanja offline cenderung lebih rentan terhadap taktik penjualan tatap muka yang tidak mereka sadari sebagai mekanisme yang dirancang untuk mendorong pembelian. Yang paling konsisten dari semua kelompok adalah bahwa pembelian tidak direncanakan adalah komponen terbesar dari kelebihan pengeluaran di saluran manapun, dan kerentanan terhadap pembelian tidak direncanakan bergantung lebih pada karakteristik individual dari pada pada kelompok usia.
Tertarik menggunakan layanan digital banking?
Maybank Digital Banking menyediakan kemudahan transaksi dan pengelolaan keuangan secara online
Lihat Detail & Informasi