Perbedaan SBN Ritel dan Deposito untuk Dana Jangka Menengah

Perbedaan SBN Ritel dan Deposito untuk Dana Jangka Menengah
Daftar & Aktifkan Allo PayLater Sekarang

Pajak Lebih Ringan, tetapi Uang Lebih Terkunci

SBN ritel layak dipilih untuk dana yang tidak akan Anda sentuh selama dua tahun atau lebih, sebab kuponnya dipotong pajak final 10 persen, separuh dari pajak bunga deposito yang 20 persen. Deposito lebih cocok untuk uang yang mungkin terpakai dalam hitungan bulan, karena bisa dibuka kapan saja dengan jatuh tempo yang Anda pilih sendiri.

Dua produk ini hampir selalu dibandingkan lewat angka bunga di spanduk. Padahal selisih yang menentukan hasil ada di tempat lain: pajak, akses ke uang sebelum jatuh tempo, dan siapa yang menjamin. Ambil dana Rp100 juta dengan angka 6 persen setahun di kedua produk. Pajak deposito Rp1,2 juta, pajak SBN ritel Rp600 ribu. Selisih Rp600 ribu itu muncul tanpa Anda berbuat apa pun, dan bunga nominal yang tampak lebih tinggi di deposito bisa kalah setelah pajak dipotong. Dalam lima tahun, selisih itu menjadi Rp3 juta pada dana yang sama.

Dana jangka menengah berarti uang untuk tujuan dua hingga lima tahun lagi: uang muka rumah, biaya sekolah anak masuk jenjang berikutnya, atau modal usaha kecil yang belum jadi dijalankan. Uang seperti ini terlalu lama dibiarkan di rekening tabungan biasa, tetapi terlalu dekat untuk dimasukkan ke produk yang nilainya naik turun.

Jarak waktu itulah yang membuat deposito dan SBN ritel bersaing. Keduanya memberi imbal hasil yang sudah diketahui sejak awal dan tidak bergantung pada naik turunnya pasar saham. Bedanya, deposito dijual setiap hari oleh bank, sedangkan SBN ritel hanya bisa dibeli saat pemerintah membuka masa penawaran. Pembelian dimulai dari Rp1 juta, dan hanya warga negara perorangan yang boleh membeli di pasar perdana. Angka kupon maupun bunga berubah di setiap penawaran, jadi hitungannya perlu diulang setiap kali.

Soal keamanan, keduanya bukan pilihan yang satu lebih aman. Simpanan di bank umum dijamin Lembaga Penjamin Simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, sedangkan pokok dan kupon SBN ritel dijamin negara. Dua jaminan itu datang dari dua lembaga dengan syarat berbeda, dan syarat deposito punya jebakan yang jarang dibaca.

Empat Jenis SBN Ritel yang Perlu Dibedakan

SBN adalah singkatan Surat Berharga Negara, yaitu surat utang yang diterbitkan pemerintah dan dijual kepada warga negara perorangan. Anda meminjamkan uang ke negara, negara membayar kupon setiap bulan, lalu mengembalikan pokok saat jatuh tempo. Yang membingungkan hanya pembagian jenisnya.

Obligasi negara ritel (ORI) memakai kupon tetap sepanjang tenor dan bisa dijual lagi di pasar sekunder. Sukuk ritel (SR) bekerja serupa, tetapi berbasis akad syariah. Savings bond ritel (SBR) dan sukuk tabungan (ST) berbeda: kuponnya mengambang dengan batas bawah, tidak bisa diperjualbelikan, tetapi sebagian pokoknya boleh dicairkan sebelum jatuh tempo. Tenor yang pernah ditawarkan berkisar dua hingga enam tahun, tergantung jenis dan serinya.

Pajak 10 Persen Melawan 20 Persen

Kementerian Keuangan menyebut dalam penjelasan resmi penawaran ORI bahwa kupon dikenai pajak penghasilan final 10 persen, lebih rendah dari 20 persen pada deposito. Karena sifatnya final, Anda tidak menghitung ulang sendiri. Yang masuk ke rekening sudah bersih.

Berapa bunga deposito yang menyamai kupon

Setelah pajak, kupon SBN ritel tersisa 90 persen dan bunga deposito tersisa 80 persen. Agar hasil bersihnya sama, bunga deposito harus 1,125 kali kupon SBN. Kupon 6 persen setara bunga deposito 6,75 persen, dan kupon 8 persen setara 9 persen. Rumus ini berlaku di semua tingkat suku bunga, sebab hanya membandingkan dua pengali pajak.

Deposito perlu menawarkan bunga lebih tinggi sekitar seperdelapan dari kupon SBN baru impas. Selisih yang lebih kecil dari itu berarti SBN ritel menang pada hasil bersih.

Hadiah bukan bunga tambahan

Beberapa bank menarik nasabah baru dengan hadiah atau potongan di luar bunga. Hadiah itu bukan tambahan hasil yang pasti, dan untuk urusan jaminan simpanan nilainya dihitung sebagai bagian dari bunga. Bandingkan hanya angka bunga per tahun yang tertulis dalam perjanjian.

Siapa yang Menjamin Uang Anda

Jaminan negara untuk SBN ritel

Pembayaran kupon dan pokok SBN dijamin negara berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, dengan dana yang dialokasikan dalam anggaran negara setiap tahun.

Penjaminan simpanan untuk deposito

Lembaga Penjamin Simpanan menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Batas itu dihitung dari seluruh rekening Anda di bank yang sama, jadi tabungan, giro, dan deposito di satu bank dijumlahkan. Dana di atas batas perlu dipecah ke bank lain.

Syarat yang jarang dibaca adalah tingkat bunga penjaminan. Tawaran bunga dari bank tidak boleh melampaui tingkat yang ditetapkan LPS, dan tingkat itu diubah dari waktu ke waktu. Bila bunga ditambah hadiah melampaui batas, simpanan tersebut tidak dijamin. Cek angka terbaru di situs resmi LPS sebelum menempatkan dana besar, terutama saat ada bank yang menawarkan bunga jauh di atas bank lain.

Mengambil Uang Sebelum Waktunya

Di titik inilah dua produk paling berbeda. Untuk uang yang kebutuhannya bisa maju, bagian ini lebih menentukan daripada selisih pajak. Hasil bersih yang tinggi tidak berguna bila uangnya terkunci saat Anda memerlukannya. Cara keluarnya berbeda di tiap jenis, dan masing-masing membawa risiko sendiri.

Deposito: penalti ditentukan bank

Deposito bisa dicairkan sebelum jatuh tempo, tetapi aturan penalti dan bunga yang hilang ditetapkan masing-masing bank. Tanyakan sebelum membuka: berapa potongan bunga saat dicairkan lebih awal, dan apakah ada biaya tambahan. Tenor pendek seperti satu atau tiga bulan membatasi kerugian bila rencana berubah.

ORI dan SR: dijual di pasar sekunder

Dua jenis ini tidak bisa dicairkan ke pemerintah. Jalan keluarnya menjual kepada pembeli lain lewat mitra distribusi tempat Anda membeli, yang akan memberi penawaran harga saat itu. Anda tidak menentukan harga sendiri. Anda menerima atau menolak penawaran itu. Penjualan baru dibuka setelah masa tahan awal selesai. Harga yang Anda terima bisa di atas atau di bawah nilai awal, seperti dijelaskan pada bagian harga pasar sekunder.

SBR dan ST: cairkan sebagian

Kedua jenis ini tidak bisa dijual ke pihak lain, tetapi pemegangnya boleh mencairkan sebagian pokok sebelum jatuh tempo, sampai 50 persen dari setiap pesanan, tanpa biaya dari pemerintah. Pada seri yang pernah terbit, sisa kepemilikan di satu mitra distribusi minimal Rp2 juta. Pencairan berlangsung pada nilai pokok. Tidak ada risiko harga turun. Sisa yang tidak dicairkan terus membayar kupon sampai jatuh tempo. Bagi dana yang mungkin terpakai separuh di tengah jalan, inilah pilihan paling sesuai.

Kupon Tetap, Kupon Mengambang, dan Bunga yang Diperbarui

Deposito memberi kepastian hanya selama satu periode. Saat jatuh tempo dan diperpanjang otomatis, bunga mengikuti tawaran bank pada hari itu, bisa naik, bisa turun. Untuk tujuan empat tahun lagi, Anda bertaruh pada suku bunga yang belum diketahui di setiap perpanjangan.

ORI dan SR mengunci kupon sampai jatuh tempo. Setelah Anda membeli, penurunan suku bunga di pasar tidak mengubah kupon Anda. Kenaikan suku bunga pun tidak, jadi Anda terkunci pada kupon lama.

SBR dan ST memakai kupon mengambang dengan batas bawah. Kupon mengikuti suku bunga acuan bank sentral ditambah selisih tetap, disesuaikan setiap tiga bulan, dan tidak turun di bawah batas minimum yang ditetapkan saat penerbitan. Untuk Anda yang khawatir suku bunga naik, jenis ini paling melindungi.

Masa Penawaran dan Cara Membeli

SBN ritel tidak dijual setiap hari. Pemerintah membuka masa penawaran untuk tiap seri, dan di luar masa itu Anda hanya bisa membeli di pasar sekunder. Pembeli pertama memerlukan KTP, nomor identitas investor, rekening dana, dan rekening surat berharga; mitra distribusi membantu membukakan yang belum ada. Kode pembayaran berlaku singkat; pada penawaran yang pernah terbit, batasnya tiga jam.

Kupon Bulanan sebagai Arus Kas

SBN ritel membayar kupon setiap bulan, bukan di akhir tenor. Untuk Rp10 juta berkupon 6 persen setahun, kupon kotor Rp600 ribu, setelah pajak 10 persen tersisa Rp540 ribu, atau Rp45 ribu per bulan. Pada sebagian produk, deposito juga membayar bunga bulanan, tetapi ada yang menambahkannya ke pokok saat jatuh tempo. Cek pilihannya sebelum membuka.

Harga di Pasar Sekunder Bisa Turun

Mengapa nilai surat lama berubah

Misalkan Anda memegang ORI berkupon 6 persen, lalu pemerintah menerbitkan seri baru berkupon 7 persen. Pembeli tidak mau membayar harga penuh untuk kupon yang lebih rendah, jadi surat Anda baru laku bila harganya diturunkan. Sebaliknya, bila kupon seri baru lebih rendah, surat lama dihargai di atas nilai awal.

Siapa yang perlu waspada

Risiko ini hanya muncul saat Anda menjual sebelum jatuh tempo. Pemegang yang menahannya sampai akhir tetap menerima pokok penuh dan semua kupon. Karena itu ORI dan SR tidak cocok untuk dana yang waktu pakainya tidak pasti.

Membagi Dana Menurut Tanggal Pemakaian

Pembagian termudah mengikuti kapan uang itu dipakai. Dana yang hampir pasti terpakai dalam dua belas bulan, misalnya biaya masuk sekolah tahun depan, ditempatkan di deposito dengan tenor sesuai tanggal bayarnya. Dana yang tidak akan disentuh tiga tahun atau lebih cocok ke ORI atau SR, karena pajaknya lebih ringan dan kuponnya terkunci.

Dana di tengah, yang bisa terpakai tetapi belum tentu, sebaiknya ke SBR atau ST, karena sebagian bisa dicairkan pada nilai pokok penuh. Dana darurat dipisahkan dan tidak dimasukkan ke SBN ritel yang menunggu masa penawaran.

Dana di atas Rp2 miliar di satu bank perlu dibagi ke bank lain atau sebagian ke SBN ritel. Membeli SBN pada beberapa masa penawaran menghasilkan jatuh tempo berurutan, sehingga sebagian uang kembali ke tangan Anda setiap tahun.

Kesimpulan

Satu pertanyaan memutuskan hampir semuanya: apakah tanggal pakai uang itu sudah pasti dan lebih dari dua tahun lagi. Jawaban ya berarti SBN ritel memberi hasil bersih lebih besar. Jawaban tidak berarti tetap di deposito bertenor pendek atau di SBR dan ST yang bisa dicairkan sebagian. Periksa bunga penjaminan LPS sebelum tergoda angka bunga yang terlalu tinggi.

Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.

Pertanyaan / Jawaban

Berapa pajak bunga deposito dan kupon SBN ritel?

Pajak final 20 persen dipotong dari bunga deposito, dan kupon SBN ritel hanya 10 persen. Contoh: bunga 5 persen pada deposito tersisa 4 persen setelah pajak, sedangkan kupon 5 persen tersisa 4,5 persen. Agar deposito menyamai kupon 6 persen, bunganya harus 6,75 persen. Karena pajaknya final, Anda tidak perlu menyetor sendiri dan angka yang masuk ke rekening sudah bersih, jadi pembandingan cukup memakai angka setelah dipotong. Pada dana Rp100 juta dengan angka 6 persen di kedua produk, deposito kehilangan Rp1,2 juta untuk pajak dan SBN ritel Rp600 ribu, sehingga SBN ritel menyisakan lebih banyak setiap tahun.

Mana yang lebih aman, SBN ritel atau deposito?

Keduanya dijamin. Pihak yang menjamin berbeda. Pokok dan kupon SBN dijamin negara, sedangkan deposito dijamin LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank dan hanya bila bunganya tidak melampaui tingkat bunga penjaminan. Untuk dana Rp3 miliar di satu bank, Rp1 miliar sisanya di luar jaminan, jadi perlu dipecah ke bank lain atau sebagian dialihkan ke SBN. Untuk dana kecil, perbedaan keamanan praktis tidak menentukan pilihan, karena yang membedakan adalah pajak dan cara mengambil uang. Cek juga bahwa bunga yang ditawarkan bank tidak melampaui batas penjaminan.

Bisakah SBN ritel dicairkan sewaktu-waktu seperti deposito?

Tidak, dan jalan keluarnya bergantung pada jenis. ORI dan SR dijual lewat pasar sekunder pada harga saat itu, sedangkan SBR dan ST bisa dicairkan sebagian sampai 50 persen dari setiap pesanan. Pada pembelian Rp10 juta, SBR memungkinkan pencairan Rp5 juta pada nilai pokok, asalkan sisa kepemilikan tetap di atas batas minimal yang disyaratkan seri tersebut. Untuk kebutuhan mendadak, pencairan sebagian terasa lebih pasti daripada menjual ORI saat harga sedang turun. Pemegang ORI yang perlu uang di tengah tenor menerima harga yang mengikuti kupon seri baru, bisa lebih rendah dari nilai awal. Itu risiko yang nyata bagi dana yang waktu pakainya belum pasti, karena harga tidak bisa Anda tentukan sendiri.

Berapa modal minimal membeli SBN ritel?

Pembelian minimum Rp1 juta per pesanan pada penawaran yang pernah terbit, lewat mitra distribusi. Anda memerlukan KTP, nomor identitas investor, rekening dana, dan rekening surat berharga, dan mitra distribusi membantu membukakan yang belum ada. Dengan Rp3 juta Anda bisa membeli tiga kali jumlah minimum, tetapi pembelian hanya bisa dilakukan saat masa penawaran dibuka. Dana yang sudah siap sebelum penawaran dibuka sebaiknya disimpan sementara di tempat yang bisa ditarik kapan saja. Pesanan Rp1 juta cocok untuk mencoba prosesnya lebih dulu, lalu menambah di masa penawaran berikutnya.

Mana yang lebih cocok untuk dana dua sampai lima tahun?

Tanggal pakai yang pasti membuat SBN ritel lebih menguntungkan setelah pajak, sedangkan uang yang bisa terpakai lebih awal lebih aman di deposito bertenor pendek atau di SBR dan ST. Uang muka rumah yang akan dibayar tiga tahun lagi cocok untuk ORI yang ditahan sampai jatuh tempo. Dana sekolah tahun depan lebih baik di deposito dengan tenor sesuai tanggal bayar, sebab dua belas bulan terlalu pendek untuk menunggu masa penawaran dan risiko harga di pasar sekunder. Dana yang separuhnya mungkin terpakai di tengah jalan cocok untuk SBR, sebab sampai 50 persen pokoknya bisa diambil tanpa menunggu pembeli. Dana darurat tidak masuk hitungan ini dan disimpan terpisah.

Bisakah kupon SBN ritel turun setelah dibeli?

Pada ORI dan SR, kupon tetap sampai jatuh tempo. Pada SBR dan ST, kupon mengambang tetapi punya batas bawah, jadi bisa naik mengikuti suku bunga acuan tanpa turun di bawah batas minimum. Deposito paling mudah berubah, karena mengikuti tawaran bank setiap kali diperpanjang. Untuk tujuan empat tahun lagi, kupon tetap memberi kepastian yang tidak dimiliki deposito yang diperpanjang berkali-kali. Pada SBR dan ST, kupon disesuaikan setiap tiga bulan, jadi penghasilan bulanan Anda bisa bergeser mengikuti suku bunga acuan.

Bagaimana cara membeli SBN ritel pertama kali?

Siapkan KTP, lalu pilih mitra distribusi, bisa bank, perusahaan sekuritas, atau platform teknologi finansial yang ditunjuk pemerintah. Mitra akan membantu membukakan nomor identitas investor, rekening dana, dan rekening surat berharga bila belum ada. Setelah pesanan terverifikasi, bayar sebelum kode pembayaran kedaluwarsa, dalam tiga jam pada penawaran yang pernah terbit. Pembelian hanya dilakukan saat masa penawaran dibuka, jadi pastikan dana sudah ada sebelum itu. Siapkan saldo di rekening yang Anda pakai sebelum memesan.

Bunga deposito jauh di atas bank lain, masih dijamin LPS?

Belum tentu. Simpanan itu tidak dijamin saat bunga ditambah hadiah melampaui tingkat bunga penjaminan LPS. Untuk dana besar, bandingkan tawaran bank dengan angka penjaminan terbaru di situs resmi LPS, lalu hitung bunganya setelah pajak 20 persen. Bunga yang tampak menarik tetapi di luar batas penjaminan berarti Anda menanggung risiko bank sendiri, tanpa perlindungan seperti jaminan negara pada SBN. Karena batas jaminan LPS dihitung per bank, memecah dana ke dua bank juga membuat masing-masing tetap di bawah Rp2 miliar.

Butuh cicilan tanpa kartu kredit?

Allo PayLater dari Allo Bank memudahkan belanja dengan cicilan fleksibel langsung dari aplikasi

Daftar Allo PayLater Sekarang

Artikel Terkait tentang Tips Keuangan

Tips Keuangan

Perbedaan Bunga Flat dan Bunga Efektif pada Cicilan

Ketahui cara membedakan bunga flat dan bunga efektif pada cicilan, hitung beban nyata dari angka persen yang sama, lalu pilih tawaran dengan total bayar paling kecil lebih dulu.

13 min
Tips Keuangan

Manfaat Evaluasi Keuangan Bulanan untuk Mencapai Target Finansial Lebih Cepat

Evaluasi keuangan bulanan mengubah tujuan finansial dari aspirasi pasif menjadi rencana yang aktif dikelola. Ketahui empat komponen evaluasi yang efektif dan cara mengubah temuannya menjadi keputusan konkret bulan depan.

16 min
Tips Keuangan

Kenali Tanda-Tanda Kamu Sudah Terlalu Bergantung pada Paylater

Paylater bisa bergeser dari alat yang nyaman menjadi ketergantungan tanpa satu momen yang jelas. Kenali lima tanda peringatan dini dan langkah konkret untuk mengevaluasi kondisi penggunaan paylater yang ada sekarang.

18 min
Tips Keuangan

Apakah Belanja di Marketplace Luar Negeri Benar-Benar Lebih Murah?

Harga murah di marketplace luar negeri belum tentu lebih hemat setelah bea masuk, ongkos kirim, dan konversi mata uang diperhitungkan. Ketahui cara menghitung biaya total yang akurat sebelum memutuskan untuk membeli.

17 min
Lihat semua artikel Tips Keuangan →