Perbedaan Tabungan, Deposito, dan Reksa Dana untuk Pemula

Perbedaan Tabungan, Deposito, dan Reksa Dana untuk Pemula
Lihat Informasi Lengkap & Detail Layanan Maybank Digital

Menguak Perbedaan Tabungan, Deposito, & Reksa Dana

Tiga instrumen keuangan ini sering disebut berdampingan dalam diskusi tentang cara mengelola uang, tetapi perbedaan di antara keduanya lebih dari sekadar soal bunga yang berbeda. Tabungan, deposito, dan reksa dana bekerja dengan mekanisme yang fundamental berbeda, memberikan perlindungan yang berbeda, cocok untuk tujuan yang berbeda, dan memiliki profil risiko yang sangat tidak sama. Seseorang yang menempatkan seluruh uangnya di satu instrumen karena tidak memahami perbedaan di antara ketiganya hampir pasti tidak mengoptimalkan kondisi finansialnya, baik karena terlalu konservatif dengan menaruh semua di tabungan, atau terlalu agresif dengan menaruh dana darurat di reksa dana saham. Memahami ketiga instrumen ini dari dasar memberikan fondasi untuk keputusan penempatan dana yang lebih tepat sasaran.

Sebelum memutuskan, Anda dapat melihat pilihan Bank di Cari sebagai referensi awal.

Kerangka Memahami Ketiga Instrumen Sebelum Memilih

Tabungan, deposito, dan reksa dana melayani kebutuhan yang berbeda dalam pengelolaan keuangan pribadi dan idealnya ketiganya digunakan secara bersamaan untuk tujuan yang berbeda daripada memilih salah satu sebagai satu-satunya tempat menyimpan seluruh uang. Tabungan cocok untuk dana yang perlu bisa diakses kapan saja. Deposito cocok untuk dana yang bisa dikunci dalam jangka waktu tertentu dengan imbalan bunga yang lebih tinggi. Reksa dana cocok untuk dana yang tujuannya di masa depan dengan horizon waktu yang cukup panjang untuk memanfaatkan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi sambil mentoleransi risiko yang menyertainya.

Beberapa faktor menentukan instrumen mana yang paling sesuai untuk dana tertentu. Kapan dana tersebut kemungkinan dibutuhkan karena instrumen yang tepat bergantung sangat besar pada apakah dana tersebut mungkin dibutuhkan dalam minggu ini, dalam beberapa bulan, atau baru dalam beberapa tahun ke depan. Toleransi terhadap fluktuasi nilai karena instrumen yang berbeda memiliki karakteristik nilai yang sangat berbeda dari yang nilainya selalu stabil hingga yang nilainya bisa turun signifikan dalam jangka pendek sebelum berpotensi tumbuh dalam jangka panjang. Tujuan penempatan dana karena dana darurat, dana pendidikan anak, dan dana pensiun memiliki karakteristik yang sangat berbeda yang memerlukan instrumen berbeda.

Pemahaman tentang mekanisme kerja instrumen yang dipilih karena menempatkan uang di instrumen yang tidak dipahami cara kerjanya menghasilkan ekspektasi yang tidak akurat dan keputusan yang salah saat kondisi berubah. Status hukum dan perlindungan yang tersedia karena tabungan dan deposito di bank yang terdaftar mendapat perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan sementara reksa dana adalah produk investasi yang tidak mendapat penjaminan serupa dan hanya bisa ditawarkan oleh pihak yang berizin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Tabungan: Aksesibilitas sebagai Keunggulan Utama

Rekening tabungan adalah instrumen keuangan yang paling familiar dan paling banyak dimiliki, tetapi familiaritas ini sering membuat karakteristiknya dianggap sudah diketahui padahal beberapa aspek pentingnya jarang dipahami secara mendalam.

Cara Kerja Rekening Tabungan

Tabungan adalah simpanan di bank yang bisa ditambah dan diambil kapan saja melalui berbagai saluran termasuk ATM, transfer digital, atau langsung di kantor bank. Bunga tabungan dihitung dari saldo yang ada dan dikreditkan secara berkala, umumnya setiap bulan, langsung ke rekening yang bersangkutan. Bunga tabungan di sebagian besar bank konvensional berada di level yang rendah dan hampir selalu di bawah tingkat inflasi, yang berarti nilai riil dari dana yang disimpan di tabungan mengalami erosi dari waktu ke waktu meski saldonya terus bertambah dari bunga yang dikreditkan. Ini bukan kelemahan yang perlu diperbaiki dari tabungan tetapi karakteristik yang memang sesuai dengan tujuan utamanya yaitu menyediakan dana yang bisa diakses segera. Bank digital yang beroperasi secara legal dengan izin OJK sering menawarkan bunga tabungan yang lebih kompetitif dari bank konvensional sebagai strategi akuisisi nasabah, yang bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk dana yang memang perlu disimpan di tabungan karena alasan aksesibilitas.

Perlindungan Dana di Rekening Tabungan

Simpanan di bank yang terdaftar sebagai anggota Lembaga Penjamin Simpanan dijamin hingga dua miliar rupiah per nasabah per bank. Penjaminan ini berarti bahkan jika bank mengalami kondisi yang mengakibatkan tidak bisa memenuhi kewajiban kepada nasabah, LPS akan membayarkan dana yang dijamin kepada nasabah yang memenuhi syarat penjaminan. Syarat untuk mendapat penjaminan LPS mencakup simpanan yang tercatat dalam pembukuan bank, nasabah yang tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, dan bunga yang diterima tidak melampaui bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Informasi tentang tingkat bunga penjaminan yang berlaku bisa diperiksa di situs resmi LPS.

Untuk Tujuan Apa Tabungan Paling Tepat

Tabungan paling tepat digunakan untuk dana darurat yang perlu bisa diakses tanpa hambatan dalam kondisi apapun, dana operasional yang digunakan untuk pengeluaran sehari-hari dan bulanan, dan dana yang tujuan penggunaannya sangat dekat yaitu dalam beberapa minggu atau bulan ke depan sehingga risiko dari instrumen dengan potensi imbal hasil lebih tinggi tidak terjustifikasi. Menempatkan dana yang tujuannya masih jauh di masa depan sepenuhnya di tabungan menghasilkan erosi nilai riil yang kumulatif cukup signifikan karena bunga tabungan yang di bawah inflasi berarti daya beli dana tersebut terus berkurang meski saldonya bertambah.

Dalam penggunaan sehari-hari, perbedaan antara seseorang yang memahami tujuan tabungan dan yang tidak paling terasa ketika mereka mulai bertanya-tanya mengapa saldo tabungan terus bertambah tetapi kemampuan belinya terasa tidak berkembang sejalan, karena erosi nilai dari inflasi tidak terlihat secara langsung tetapi efeknya nyata dalam jangka panjang. Jika seluruh simpanan saat ini ada di rekening tabungan tanpa mempertimbangkan apakah ada bagian yang tujuannya cukup jauh di masa depan untuk terjustifikasi menempatkannya di instrumen yang berpotensi memberikan pertumbuhan yang lebih baik, mengevaluasi hal ini bisa menghasilkan keputusan alokasi yang lebih optimal tanpa perlu mengubah instrumen untuk dana yang memang peruntukannya jangka pendek.

Sebaliknya, seseorang yang sudah memiliki rekening tabungan khusus untuk dana darurat yang terpisah dari rekening operasional dan yang jumlahnya sudah sesuai dengan kebutuhan dana darurat sudah menggunakan tabungan sesuai peruntukannya dan bisa mengevaluasi apakah ada dana lain yang bisa dioptimalkan melalui instrumen yang berbeda.

Deposito: Bunga Lebih Tinggi dengan Konsekuensi Likuiditas

Deposito adalah simpanan berjangka yang memberikan bunga lebih tinggi dari tabungan sebagai kompensasi atas kesediaan nasabah untuk tidak mengambil dana selama jangka waktu yang disepakati.

Cara Kerja Deposito

Dana yang ditempatkan di deposito tidak bisa diambil sebelum jatuh tempo tanpa penalti. Jangka waktu deposito bervariasi dari satu bulan, tiga bulan, enam bulan, hingga dua belas bulan atau lebih, dengan bunga yang umumnya lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih panjang meski hubungan ini tidak selalu linear dan bergantung pada kebijakan bank serta kondisi pasar. Bunga deposito dikreditkan sesuai perjanjian, baik di muka saat deposito dibuka, setiap bulan selama jangka waktu, atau pada saat jatuh tempo. Pilihan cara pengkreditan bunga mempengaruhi kapan bunga tersedia untuk digunakan dan bagaimana bunganya bisa diakumulasikan melalui reinvestasi.

Pada saat jatuh tempo, deposito bisa diperpanjang secara otomatis dengan tingkat bunga yang berlaku saat perpanjangan, atau dicairkan sesuai pilihan nasabah. Memperhatikan tanggal jatuh tempo dan memutuskan apakah akan diperpanjang atau dicairkan adalah bagian dari pengelolaan deposito yang tidak boleh diabaikan karena perpanjangan otomatis pada kondisi yang tidak menguntungkan bisa mengunci dana pada bunga yang tidak optimal.

Perlindungan dan Regulasi Deposito

Seperti tabungan, deposito di bank yang terdaftar sebagai anggota LPS mendapat penjaminan yang sama yaitu hingga dua miliar rupiah per nasabah per bank dengan syarat yang sama. Perlindungan ini memberikan keamanan yang setara dengan tabungan meski mekanisme produknya berbeda. Deposito hanya bisa ditempatkan di bank yang sudah mendapat izin dari OJK. Penawaran deposito dengan bunga yang sangat tinggi yang jauh melampaui bunga penjaminan LPS dari pihak yang tidak jelas status izinnya perlu diwaspadai karena bisa merupakan penawaran dari entitas yang tidak beroperasi secara legal sebagai bank.

Untuk Tujuan Apa Deposito Paling Tepat

Deposito paling tepat untuk dana yang sudah memiliki tujuan yang jelas di masa depan dalam jangka waktu yang mendekati jangka waktu deposito, yang tidak perlu diakses sebelum jatuh tempo dengan tingkat keyakinan yang cukup tinggi, dan yang pemiliknya ingin mendapat kepastian imbal hasil tanpa risiko fluktuasi nilai. Dana pendidikan yang akan digunakan dalam satu hingga dua tahun, dana pernikahan yang sudah memiliki perkiraan waktu yang cukup pasti, atau dana cadangan yang bukan merupakan lapisan pertama dana darurat adalah contoh tujuan yang cocok untuk deposito.

Menempatkan dana darurat sepenuhnya di deposito adalah kesalahan yang cukup umum karena aksesibilitas yang terbatas sebelum jatuh tempo bertentangan dengan kebutuhan dana darurat yang bisa diakses kapan saja. Demikian pula dengan menempatkan dana yang tujuannya masih sepuluh hingga dua puluh tahun di masa depan seluruhnya di deposito yang imbal hasilnya mungkin tidak cukup untuk mengimbangi inflasi dalam jangka panjang yang panjang. Banyak pengguna menemukan bahwa strategi memecah deposito menjadi beberapa periode yang berbeda, misalnya sebagian tiga bulan, sebagian enam bulan, dan sebagian dua belas bulan, memberikan fleksibilitas yang lebih baik dari menempatkan seluruhnya dalam satu periode panjang karena selalu ada deposito yang mendekati jatuh tempo dan bisa dicairkan jika dibutuhkan.

Jika deposito yang dimiliki saat ini memiliki jangka waktu yang tidak sesuai dengan tujuan dana tersebut, misalnya deposito dua belas bulan untuk dana yang mungkin dibutuhkan dalam enam bulan, mengevaluasi apakah perlu ada penyesuaian saat jatuh tempo berikutnya memberikan kesempatan untuk mengoptimalkan tanpa harus menerima penalti pencairan lebih awal. Sebaliknya, seseorang yang sudah memiliki struktur deposito yang jangka waktunya sesuai dengan tujuan dana masing-masing bisa mengevaluasi apakah bunga yang diperoleh masih kompetitif dibandingkan penawaran dari bank lain atau instrumen lain untuk tujuan serupa.

Reksa Dana: Potensi Pertumbuhan dengan Risiko yang Perlu Dipahami

Reksa dana adalah instrumen investasi yang cara kerjanya paling berbeda dari dua instrumen sebelumnya dan yang paling sering disalahpahami oleh pemula karena istilah-istilah yang digunakan tidak semudah tabungan atau deposito.

Cara Kerja Reksa Dana

Reksa dana adalah wadah yang mengumpulkan dana dari banyak investor kemudian menginvestasikannya dalam portofolio aset sesuai dengan kebijakan investasi yang ditetapkan, dikelola oleh Manajer Investasi yang sudah mendapat izin dari OJK. Investor memiliki unit penyertaan yang nilainya berubah setiap hari mengikuti nilai portofolio yang dimiliki reksa dana tersebut. Nilai per unit yang disebut Nilai Aktiva Bersih per unit bisa naik atau turun tergantung pada pergerakan nilai aset dalam portofolio. Berbeda dari tabungan dan deposito yang nilainya selalu bertambah dari bunga meski pertumbuhannya kecil, reksa dana bisa menghasilkan kerugian dalam jangka pendek jika nilai portofolionya turun.

Jenis reksa dana yang paling umum mencakup reksa dana pasar uang yang berinvestasi di instrumen pasar uang dan yang volatilitasnya sangat rendah, reksa dana pendapatan tetap yang berinvestasi di obligasi dan yang volatilitasnya sedang, reksa dana campuran yang berinvestasi di saham dan obligasi dengan proporsi bervariasi, serta reksa dana saham yang berinvestasi mayoritas di saham dan yang volatilitasnya paling tinggi sekaligus memiliki potensi imbal hasil jangka panjang yang paling tinggi.

Regulasi dan Perlindungan dalam Reksa Dana

Reksa dana adalah produk investasi yang hanya bisa ditawarkan oleh Manajer Investasi yang sudah mendapat izin dari OJK dan dijual melalui platform yang terdaftar sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana yang juga berizin OJK. Verifikasi izin ini melalui situs resmi OJK di ojk.go.id adalah langkah yang wajib dilakukan sebelum berinvestasi di reksa dana melalui platform manapun. Dana investasi dalam reksa dana disimpan terpisah dari aset Manajer Investasi pada bank kustodian yang bertugas menyimpan dan mengadministrasikan aset reksa dana. Pemisahan ini memberikan perlindungan bahwa jika Manajer Investasi mengalami kesulitan, aset reksa dana tidak tercampur dengan aset perusahaan Manajer Investasi tersebut. Reksa dana tidak dijamin LPS karena bukan produk simpanan di bank tetapi produk investasi. Ini berarti risiko penurunan nilai adalah risiko yang sepenuhnya ditanggung oleh investor, meski ada regulasi yang membatasi cara Manajer Investasi mengelola reksa dana untuk melindungi kepentingan investor.

Untuk Tujuan Apa Reksa Dana Paling Tepat

Reksa dana cocok untuk dana yang tujuannya di masa depan dengan horizon waktu yang cukup panjang untuk mengakomodasi fluktuasi nilai jangka pendek, yang pemiliknya memahami dan bisa mentoleransi kemungkinan nilai investasi turun dalam jangka pendek, dan yang diinvestasikan secara rutin dalam jangka panjang untuk memanfaatkan efek rata-rata biaya yang mengurangi dampak dari masuk di waktu yang tidak tepat. Reksa dana pasar uang yang volatilitasnya sangat rendah bisa menjadi pilihan untuk bagian dari dana darurat yang bukan lapisan pertama atau untuk dana dengan tujuan jangka menengah yang ingin mendapat imbal hasil lebih baik dari tabungan dengan risiko yang masih sangat terbatas.

Reksa dana saham paling sesuai untuk tujuan jangka panjang seperti dana pensiun atau dana pendidikan anak yang masih belasan tahun lagi karena horizon waktu yang panjang memberikan kesempatan untuk melewati periode penurunan dan memanfaatkan potensi pertumbuhan jangka panjang yang lebih tinggi dari instrumen lain. Pemula yang baru mulai berinvestasi di reksa dana perlu memulai dengan memahami bahwa penurunan nilai dalam jangka pendek adalah hal yang normal dan bukan tanda bahwa keputusan investasi salah, selama reksa dana yang dipilih sesuai dengan tujuan dan horizon waktu yang relevan.

Jika reksa dana yang saat ini dimiliki atau yang sedang dipertimbangkan adalah reksa dana saham tetapi tujuan dananya hanya dalam dua hingga tiga tahun ke depan, ada ketidaksesuaian antara profil risiko instrumen dan horizon waktu tujuan yang perlu dievaluasi karena dua hingga tiga tahun tidak selalu cukup untuk melewati periode penurunan yang bisa terjadi pada reksa dana saham. Sebaliknya, seseorang yang sudah memiliki investasi reksa dana yang jenis dan profil risikonya sesuai dengan tujuan dan horizon waktu yang relevan bisa fokus pada konsistensi investasi rutin dan menghindari keputusan menjual saat nilai turun yang mengaktualisasikan kerugian yang seharusnya hanya bersifat sementara jika investasi dipertahankan.

Perbandingan Praktis Ketiga Instrumen

Memahami perbedaan secara berdampingan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana ketiga instrumen saling melengkapi daripada bersaing sebagai pilihan.

Aksesibilitas Dana

Tabungan memberikan aksesibilitas tertinggi karena dana bisa diambil kapan saja tanpa biaya atau penalti yang signifikan. Deposito memberikan aksesibilitas terendah karena pengambilan sebelum jatuh tempo dikenai penalti yang mengurangi bunga yang sudah diperoleh. Reksa dana berada di antara keduanya karena pencairan memerlukan waktu satu hingga tujuh hari kerja tergantung jenis reksa dana dan proses administrasi, tetapi tidak ada jangka waktu minimal yang mengharuskan dana dikunci seperti deposito.

Kepastian Imbal Hasil

Tabungan memberikan bunga yang relatif pasti meski kecil. Deposito memberikan kepastian bunga yang lebih tinggi dari tabungan selama jangka waktu yang disepakati. Reksa dana tidak memberikan kepastian imbal hasil karena nilainya bergantung pada pergerakan pasar yang tidak bisa diprediksi, meski reksa dana pasar uang memiliki volatilitas yang sangat rendah dan jarang mengalami penurunan nilai yang signifikan.

Potensi Pertumbuhan Jangka Panjang

Tabungan dan deposito memberikan pertumbuhan yang relatif terbatas dan yang dalam kondisi bunga rendah mungkin tidak cukup untuk mengimbangi inflasi. Reksa dana, terutama reksa dana saham, memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang lebih tinggi yang secara historis melampaui inflasi dalam horizon waktu yang panjang, meski dengan fluktuasi yang lebih besar dalam jangka pendek. Dalam penggunaan sehari-hari, seseorang yang memahami perbandingan ini bisa mengalokasikan dana yang berbeda ke instrumen yang berbeda berdasarkan karakteristik dana tersebut yaitu kapan dibutuhkan, seberapa besar toleransi terhadap fluktuasi nilai, dan apa tujuannya, daripada menggunakan satu instrumen untuk semua keperluan.

Jika seluruh dana selain yang di rekening tabungan saat ini ada di satu jenis instrumen saja, mengevaluasi apakah ada bagian yang lebih tepat ditempatkan di instrumen yang berbeda berdasarkan tujuan dan horizon waktunya memberikan kesempatan untuk optimasi yang tidak memerlukan perubahan besar tetapi yang dampak jangka panjangnya cukup signifikan. Sebaliknya, seseorang yang sudah mengalokasikan dana ke beberapa instrumen berbeda sesuai tujuan masing-masing bisa mengevaluasi secara berkala apakah alokasi yang ada masih sesuai dengan kondisi yang berubah seperti tujuan yang sudah lebih dekat atau kondisi pasar yang mengubah proporsi yang optimal.

Kesimpulan

Tabungan, deposito, dan reksa dana bukan pilihan yang bersaing satu sama lain tetapi instrumen yang saling melengkapi untuk tujuan yang berbeda dalam pengelolaan keuangan pribadi yang komprehensif. Memahami perbedaan mendasar di antara ketiganya memungkinkan keputusan alokasi yang lebih tepat sasaran untuk setiap jenis dana yang dimiliki berdasarkan kapan dibutuhkan, seberapa besar toleransi terhadap fluktuasi, dan apa tujuan jangka panjangnya. Seseorang yang paling diuntungkan dari pemahaman ini adalah pemula yang selama ini menempatkan semua simpanan di rekening tabungan karena tidak memahami alternatif yang tersedia, atau yang sebaliknya menempatkan dana yang mungkin dibutuhkan dalam waktu dekat di instrumen dengan volatilitas tinggi karena tertarik pada potensi imbal hasilnya tanpa memahami risiko penurunan nilai yang menyertainya.

Langkah paling konkret adalah menginventarisasi semua dana yang dimiliki saat ini beserta tujuan dan perkiraan waktu penggunaannya, kemudian mengevaluasi apakah instrumen tempat setiap dana tersebut disimpan sudah sesuai dengan karakteristiknya. Sebelum menempatkan dana di instrumen investasi apapun termasuk reksa dana, selalu verifikasi bahwa pihak yang menawarkan produk tersebut sudah mendapat izin dari OJK melalui situs resmi di ojk.go.id.

Pertanyaan / Jawaban

Apakah mungkin kehilangan seluruh uang yang diinvestasikan di reksa dana?

Kemungkinan kehilangan seluruh investasi di reksa dana yang dikelola oleh Manajer Investasi yang berizin OJK sangat kecil karena portofolio reksa dana terdiri dari banyak aset yang berbeda sehingga kegagalan satu aset tidak mengakibatkan kehilangan seluruh nilai. Risiko yang lebih relevan adalah penurunan nilai yang signifikan dalam jangka pendek terutama untuk reksa dana saham saat kondisi pasar sedang buruk, bukan kehilangan total. Yang perlu diwaspadai adalah penawaran investasi yang mengklaim sebagai reksa dana atau produk investasi tetapi yang ditawarkan oleh pihak yang tidak memiliki izin dari OJK karena risiko kehilangan seluruh dana jauh lebih besar dalam situasi tersebut.

Apakah perlu memilih antara menabung di deposito atau berinvestasi di reksa dana, atau bisa keduanya dilakukan bersamaan?

Keduanya bisa dan sebaiknya dilakukan bersamaan jika ada dana yang tujuan dan karakteristiknya sesuai dengan masing-masing instrumen. Deposito cocok untuk dana dengan tujuan jangka menengah yang sudah jelas dan yang kepastian imbal hasilnya lebih diprioritaskan dari potensi pertumbuhan yang lebih tinggi. Reksa dana cocok untuk dana dengan tujuan jangka panjang yang toleran terhadap fluktuasi jangka pendek. Menempatkan seluruh dana di salah satunya berarti tidak memanfaatkan keunggulan instrumen lainnya untuk tujuan yang memang lebih cocok dilayani oleh instrumen tersebut.

Apakah ada jumlah minimum yang perlu dipenuhi untuk mulai berinvestasi di reksa dana?

Banyak platform reksa dana yang berizin OJK memungkinkan investasi dengan jumlah yang sangat kecil, ada yang memulai dari sepuluh ribu rupiah, yang menjadikan reksa dana jauh lebih aksesibel dari persepsi umum yang sering menganggap investasi memerlukan modal besar. Jumlah minimum yang berlaku berbeda antar Manajer Investasi dan antar jenis reksa dana, sehingga memeriksa syarat minimum yang berlaku di platform yang akan digunakan memberikan informasi yang paling akurat. Memulai dengan jumlah kecil untuk memahami mekanisme reksa dana secara praktis sebelum meningkatkan jumlah investasi adalah pendekatan yang mengurangi risiko dari ketidakpahaman tentang cara instrumen ini bekerja.

Bagaimana cara memilih reksa dana yang tepat sebagai pemula tanpa pengetahuan investasi yang mendalam?

Reksa dana pasar uang adalah titik awal yang paling sering direkomendasikan untuk pemula karena volatilitasnya sangat rendah, pencairan relatif cepat, dan cara kerjanya paling mudah dipahami dari jenis reksa dana lainnya. Dari sana, pemula bisa mempelajari karakteristik reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran sebelum mempertimbangkan reksa dana saham jika memang ada tujuan investasi jangka panjang yang relevan. Yang paling penting adalah memastikan Manajer Investasi dan platform yang digunakan sudah berizin OJK, dan membaca prospektus reksa dana yang bersangkutan untuk memahami kebijakan investasinya sebelum menempatkan dana.

Apa yang terjadi jika bank tempat menabung atau menyimpan deposito mengalami masalah keuangan?

Jika bank yang menjadi anggota LPS mengalami kondisi yang mengakibatkan pencabutan izin usaha, LPS akan melakukan proses penyelesaian yang mencakup pembayaran simpanan yang dijamin kepada nasabah yang memenuhi syarat penjaminan. Simpanan yang dijamin mencakup tabungan dan deposito hingga dua miliar rupiah per nasabah per bank, dengan syarat simpanan tercatat dalam pembukuan bank, bunga yang diterima tidak melampaui bunga penjaminan LPS, dan nasabah tidak menyebabkan bank menjadi tidak sehat. Informasi lengkap tentang syarat penjaminan dan prosedur klaim tersedia di situs resmi LPS.

Apakah keuntungan dari reksa dana dikenakan pajak dan bagaimana cara penghitungannya?

Pajak atas keuntungan reksa dana di Indonesia memiliki ketentuan yang berbeda untuk jenis reksa dana yang berbeda dan yang bisa berubah sesuai peraturan perpajakan yang berlaku. Karena ketentuan perpajakan adalah area yang kompleks dan yang regulasinya bisa berubah, informasi paling akurat dan terkini tentang kewajiban pajak dari investasi reksa dana bisa diperoleh dari Direktorat Jenderal Pajak melalui situs resmi pajak.go.id, atau dari konsultan pajak yang berwenang. Manajer Investasi juga biasanya menyediakan informasi tentang perlakuan pajak yang berlaku untuk reksa dana yang mereka kelola dalam prospektus atau materi informasi yang tersedia.

Tertarik menggunakan layanan digital banking?

Maybank Digital Banking menyediakan kemudahan transaksi dan pengelolaan keuangan secara online

Lihat Detail & Informasi

Gunakan Cari untuk membandingkan pilihan Bank dari berbagai toko sebelum memutuskan.

Artikel Terkait tentang Tips Keuangan

Hemat Tanpa Terasa Tersiksa: Pendekatan Keuangan yang Realistis
Tips Keuangan

Hemat Tanpa Terasa Tersiksa: Pendekatan Keuangan yang Realistis

Penghematan ketat yang terasa menyiksa jarang bertahan lama. Kenali pendekatan keuangan yang realistis, sistem yang bekerja otomatis, dan cara memberi ruang untuk kenikmatan tanpa merusak kemajuan.

17 min
Dana Darurat: Berapa Jumlah Ideal dan di Mana Sebaiknya Disimpan?
Tips Keuangan

Dana Darurat: Berapa Jumlah Ideal dan di Mana Sebaiknya Disimpan?

Dana darurat yang ideal bergantung pada profil risiko dan pengeluaran aktual Anda. Ketahui berapa bulan yang cukup untuk situasi Anda dan instrumen penyimpanan yang menyeimbangkan akses dan pertumbuhan.

15 min
Manfaat Mencatat Pengeluaran Harian Meski Hanya lewat Aplikasi Sederhana
Tips Keuangan

Manfaat Mencatat Pengeluaran Harian Meski Hanya lewat Aplikasi Sederhana

Mencatat pengeluaran harian mengubah estimasi kabur menjadi data konkret. Ketahui manfaat nyata yang sudah bisa dirasakan dalam minggu pertama dan cara menjaga konsistensi jangka panjang.

15 min
Apakah Paylater Benar-Benar Membantu atau Justru Membebani Keuangan?
Tips Keuangan

Apakah Paylater Benar-Benar Membantu atau Justru Membebani Keuangan?

Paylater membantu atau membebani keuangan tergantung kondisinya? Pastikan total semua kewajiban bulanan tidak melebihi 30 persen penghasilan, selalu hitung biaya efektif bukan hanya harga cicilan, dan verifikasi izin penyelenggara di ojk.go.id sebelum menggunakan.

16 min
Lihat semua artikel Tips Keuangan →