Strategi Keuangan untuk Ibu Rumah Tangga
Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Angka: Rasio, Dana Darurat, dan Bunga yang Sebenarnya
Keuangan rumah tangga lebih mudah dikendalikan ketika diukur, bukan dirasakan. Empat rasio sederhana menunjukkan apakah cicilan sudah terlalu berat, apakah tabungan cukup, dan berapa lama dana darurat akan terkumpul. Semuanya bisa dihitung dengan kalkulator telepon dan catatan satu bulan terakhir, tanpa perlu aplikasi khusus.
Nasihat keuangan rumah tangga hampir selalu berbentuk perintah: catat pengeluaran, hindari boros, sisihkan tabungan. Perintah itu benar, tetapi tidak memberi tahu apa pun tentang keadaan sebuah keluarga hari ini. Yang memberi tahu adalah perbandingan antarangka. Cicilan dibandingkan penghasilan menghasilkan satu persen tertentu, dan persen itu punya batas yang dipakai lembaga keuangan ketika menilai pengajuan kredit. Dana darurat dibandingkan pengeluaran bulanan menghasilkan jumlah bulan, bukan jumlah rupiah, sehingga angkanya tetap berarti bertahun-tahun kemudian. Bunga yang tertulis pada brosur dibandingkan total yang benar-benar dibayar sering menghasilkan dua angka yang sangat berbeda. Semua perbandingan ini bisa dikerjakan sendiri di meja makan, dan hasilnya bertahan jauh lebih lama daripada daftar penghematan mana pun, sebab yang dibandingkan adalah dua angka yang sama-sama ikut bergerak ketika keadaan berubah.
Empat Rasio yang Bisa Dihitung Sendiri dalam Sepuluh Menit
Rasio bekerja karena hasilnya tidak berubah ketika harga naik. Penghasilan dan pengeluaran sama-sama bergerak, sedangkan perbandingannya bertahan sebagai ukuran yang sama dari tahun ke tahun.
Rasio Cicilan dan Rasio Kebutuhan Pokok
Jumlahkan seluruh cicilan bulanan, termasuk cicilan barang dan pembayaran bertempo, lalu bagi dengan penghasilan bersih rumah tangga. Batas yang lazim dipakai lembaga keuangan ketika menilai kemampuan bayar berada di sekitar 30 persen, dengan sebagian menoleransi sampai 35 persen. Angka di atas itu bukan berarti gagal bayar besok, melainkan berarti hampir tidak ada ruang tersisa ketika satu hal tak terduga muncul.
Rasio kedua memakai pembilang yang berbeda: kebutuhan pokok, yaitu makan, tempat tinggal, listrik, air, transportasi, dan pendidikan. Ketika angkanya melewati sekitar 70 persen dari penghasilan, sisa 30 persen harus menanggung cicilan, tabungan, dan semua kejutan sekaligus. Mengetahui satu angka ini lebih berguna daripada daftar penghematan sepanjang apa pun, sebab angka inilah yang menentukan apakah masalahnya ada di belanja harian atau di biaya tetap yang jauh lebih besar.
Rasio Menabung dan Rasio Likuiditas
Rasio menabung adalah bagian penghasilan yang disisihkan sebelum dibelanjakan, dan angka 10 persen dipakai luas sebagai titik awal. Rasio likuiditas berbeda bentuknya karena satuannya bulan: bagi seluruh dana yang bisa dicairkan hari ini dengan pengeluaran bulanan. Hasil 3 berarti keluarga sanggup bertahan tiga bulan tanpa pemasukan. Untuk rumah tangga dengan satu sumber penghasilan dan anak yang masih sekolah, rentang 6 hingga 12 lebih masuk akal daripada 3.
Memotong Pengeluaran Bekerja Dua Arah Sekaligus
Menghemat biasanya dipahami sebagai menambah uang yang masuk tabungan. Sebenarnya ia melakukan dua hal sekaligus, dan hal kedua yang jarang disebut justru yang mempercepat segalanya: memotong pengeluaran juga menurunkan target dana darurat, sebab targetnya dihitung dari pengeluaran itu sendiri.
Menghitung Berapa Bulan Dana Darurat Terkumpul
Anggap targetnya enam bulan pengeluaran. Keluarga yang menyisihkan 10 persen penghasilan membelanjakan 90 persen sisanya, sehingga targetnya setara 5,4 kali penghasilan bulanan sementara yang terkumpul 0,1 kali per bulan. Dana darurat penuh tercapai dalam 54 bulan, sekitar empat setengah tahun.
Naikkan penyisihan menjadi 20 persen. Targetnya turun menjadi 4,8 kali penghasilan bulanan dan setorannya naik menjadi 0,2 kali per bulan, sehingga waktunya menjadi 24 bulan. Menggandakan penyisihan tidak memotong waktu menjadi setengah, melainkan menjadi kurang dari setengah, karena pembilang dan penyebutnya bergerak berlawanan arah. Pada penyisihan 5 persen, waktunya justru membengkak menjadi 114 bulan.
Perbedaan antara empat setengah tahun dan dua tahun untuk selisih sepuluh persen penghasilan adalah alasan mengapa memangkas satu biaya tetap yang besar lebih menentukan daripada memangkas sepuluh biaya kecil. Hitungan ini juga bisa dipakai terbalik: tentukan berapa bulan yang diinginkan, lalu cari penyisihan yang menghasilkannya.
Bunga Flat Terlihat Kecil karena Dihitung dari Angka yang Sudah Berubah
Cicilan barang dan pinjaman jangka pendek biasanya memakai bunga flat, yang dihitung dari pokok awal dan tidak berubah sampai lunas. Angkanya terlihat rendah justru karena dasarnya tidak pernah dikoreksi.
Mengapa Angkanya Hampir Dua Kali Lipat
Utang menyusut setiap bulan. Pada cicilan dua belas bulan, sisa utang rata-rata sepanjang tenor hanya sekitar setengah dari pokok awal, sebab bulan pertama masih penuh dan bulan terakhir hampir kosong. Bunga flat tetap menagih persentase yang sama dari pokok awal, sehingga beban sesungguhnya terhadap uang yang benar-benar masih dipinjam mendekati dua kali lipat angka yang tertulis. Bunga flat 1 persen sebulan pada tenor satu tahun berperilaku seperti bunga efektif sekitar 22 persen setahun.
Memeriksanya cukup dengan penjumlahan. Jumlahkan seluruh cicilan sampai lunas, kurangi harga tunai barangnya, lalu bagi selisih itu dengan harga tunai. Hasilnya adalah biaya tambahan dalam persen untuk seluruh tenor, dan angka itu bisa langsung dibandingkan dengan menunda pembelian beberapa bulan sambil menabung. Biaya administrasi yang dipotong di muka membuat angka sebenarnya lebih tinggi lagi, karena uang yang diterima lebih kecil daripada utang yang dicatat.
Dana Darurat Diukur dalam Bulan Pengeluaran
Menyatakan dana darurat dalam rupiah membuat targetnya usang setiap kali harga bergerak. Menyatakannya dalam jumlah bulan pengeluaran membuatnya tetap benar tanpa perlu dihitung ulang.
Dana ini juga perlu terpisah secara fisik, bukan hanya secara niat. Rekening yang berbeda dari rekening belanja harian, tanpa kartu yang selalu ada di dompet, menghilangkan sebagian besar godaan memakainya untuk hal rutin. Yang tidak kalah penting adalah menuliskan lebih dulu apa yang dianggap darurat, sebab definisi itu selalu melebar ketika dibuat pada saat uangnya sedang dibutuhkan.
Target enam bulan juga terlalu jauh untuk dipakai sebagai sasaran pertama. Satu bulan pengeluaran sudah cukup menutup sebagian besar kejadian tunggal seperti perbaikan mendadak atau biaya berobat sekali jalan, dan tahap itu tercapai jauh lebih cepat sehingga jarang ditinggalkan di tengah jalan. Susun tangganya: satu bulan, lalu tiga, lalu enam, dan catat tanggal setiap tahap tercapai supaya kemajuannya terlihat. Bentuk simpanannya menyusul dari tugasnya, yaitu bisa diambil dalam hitungan hari, bukan yang memberi hasil paling tinggi tetapi baru cair setelah menunggu.
Anggaran Berbasis Bulan Terendah untuk Penghasilan Tidak Tetap
Anggaran yang disusun dari penghasilan rata-rata akan meleset pada setiap bulan yang di bawah rata-rata, dan bulan seperti itu selalu ada. Untuk rumah tangga yang pemasukannya berubah-ubah, dasar yang lebih aman adalah bulan terendah dalam enam bulan terakhir.
Susun kebutuhan pokok dan cicilan agar muat di dalam angka terendah itu. Kelebihan pada bulan yang baik tidak dipakai menaikkan taraf hidup; uangnya langsung dipindahkan ke dana darurat atau ke pos yang sudah ditentukan sebelumnya. Cara ini membuat bulan sepi terasa biasa saja, sedangkan anggaran berbasis rata-rata membuat bulan sepi selalu terasa sebagai kegagalan.
Jika pemasukan datang harian dari warung atau berdagang, menyetorkannya sekali sepekan ke satu tempat penyimpanan baru membuat angka bulanannya terlihat. Sebaliknya, jika penghasilan berupa gaji yang masuk sekali sebulan, godaannya terletak di minggu pertama, dan memindahkan tabungan pada hari gaji diterima menghilangkan hampir seluruh masalah itu.
Kebocoran Kecil Ditentukan Frekuensinya
Besarnya sebuah pengeluaran tidak menentukan dampaknya. Yang menentukan adalah perkalian antara nominal dan berapa kali ia terjadi dalam sebulan.
Pengeluaran harian terjadi tiga puluh kali dalam sebulan. Artinya kebiasaan harian yang nilainya hanya sepertiga puluh tagihan listrik sudah setara dengan seluruh tagihan listrik itu, meskipun tidak pernah terasa sebagai pengeluaran besar. Kebiasaan mingguan dikalikan 4,3, dan kebiasaan dua mingguan dikalikan 2,2.
Karena itu pencatatan lebih berguna bila dikelompokkan menurut frekuensi, bukan menurut jenis barang: harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Ubah setiap kelompok menjadi angka bulanan dengan pengali di atas, lalu urutkan dari yang terbesar. Urutan yang muncul hampir selalu berbeda dari dugaan, dan kelompok harian biasanya naik beberapa peringkat begitu dikalikan tiga puluh. Pembelian besar yang hanya terjadi sekali setahun justru sering turun peringkat.
Listrik Bisa Diukur, Bukan Ditebak
Tagihan listrik sering diperlakukan sebagai angka yang datang begitu saja, padahal isinya bisa dihitung alat per alat dengan satu rumus.
Watt Dikali Jam Dibagi Seribu
Daya alat tertulis pada badan atau label belakangnya dalam satuan watt. Kalikan dengan jumlah jam pemakaian sehari, lalu bagi seribu, dan hasilnya adalah kilowatt jam per hari. Penanak nasi yang dibiarkan pada mode penghangat menyerap kira-kira 50 hingga 70 watt terus-menerus. Dibiarkan 24 jam, alat itu sendiri menghabiskan sekitar 1,2 hingga 1,7 kilowatt jam sehari, atau 36 hingga 50 kilowatt jam sebulan, hanya untuk menghangatkan nasi yang sudah matang.
Pemeriksaan langsungnya lebih meyakinkan daripada hitungan mana pun. Matikan semua alat, catat angka pada meteran, nyalakan satu alat saja selama satu jam, lalu catat lagi. Selisihnya adalah konsumsi nyata alat itu, dan angka tersebut sering berbeda dari label. Jika rumah memakai listrik prabayar, perubahan pulsa harian lebih mudah dibaca dan hasil pemeriksaan langsung terlihat. Sebaliknya, jika memakai pascabayar, meteran perlu dicatat pada tanggal yang sama setiap pekan agar polanya muncul sebelum tagihan datang.
Harga Satuan Menjawab Pertanyaan yang Harga Kemasan Sembunyikan
Kemasan besar tidak selalu lebih murah. Yang bisa dibandingkan hanyalah harga per satuan yang sama, misalnya per 100 gram atau per liter, dan pembagian itu memakan waktu beberapa detik di depan rak.
Untuk sebagian barang, satuan yang lebih tepat bukan berat melainkan pemakaian. Deterjen, sabun cuci piring, dan pelembut dibandingkan paling jujur sebagai biaya sekali pakai, yaitu harga kemasan dibagi jumlah takaran yang bisa dikeluarkan darinya. Kemasan pekat yang terlihat mahal sering menang telak pada hitungan ini, dan kemasan encer yang terlihat murah sering kalah. Angka takaran per pemakaian biasanya tercetak pada label bagian belakang.
Diskon mengikuti aturan yang sama. Potongan harga menjadi penghematan hanya bila barangnya memang akan dibeli. Pada barang yang tidak direncanakan, potongan sebesar apa pun tetap menaikkan total pengeluaran bulan itu, dan yang berkurang hanyalah angka yang dibandingkan di kepala.
Nilai Simpanan Menyusut Tanpa Terlihat
Uang yang disimpan tanpa bunga kehilangan daya beli secara perlahan, dan lajunya bisa diperkirakan dengan pembagian sederhana. Bagi angka 70 dengan laju kenaikan harga tahunan dalam persen, dan hasilnya adalah jumlah tahun sampai daya beli tinggal separuh. Pada laju 3 persen, waktunya sekitar 23 tahun; pada laju 5 persen, hanya 14 tahun.
Ada pengurang kedua yang lebih mudah diperiksa. Rekening tabungan biasa memotong biaya administrasi setiap bulan dan memotong pajak dari bunga yang diberikan. Buka mutasi tiga bulan terakhir, jumlahkan bunga yang masuk, lalu kurangi biaya yang keluar. Pada saldo kecil, selisihnya kerap negatif bahkan sebelum kenaikan harga ikut dihitung. Dana darurat tetap layak berada di tempat yang cepat dicairkan meski begitu, sebab tugasnya adalah tersedia, bukan bertumbuh.
Kesalahan yang Membuat Anggaran Meleset Meski Belanja Sudah Hemat
Yang paling sering merusak anggaran adalah biaya yang tidak muncul setiap bulan. Biaya yang datang sekali setahun seperti pajak kendaraan, biaya tahun ajaran baru, dan perbaikan besar tidak muncul di catatan bulan mana pun, lalu tiba-tiba hadir sekaligus dan dianggap sebagai kegagalan berhemat. Perbaikannya berupa satu langkah: jumlahkan seluruh biaya tahunan, bagi dua belas, dan perlakukan hasilnya sebagai pengeluaran bulanan yang tetap.
Kesalahan kedua berbentuk urutan. Menabung dari sisa uang di akhir bulan menempatkan tabungan pada antrean terakhir, dan antrean terakhir hampir selalu kosong. Memindahkannya pada hari pemasukan diterima mengubah tabungan menjadi tagihan yang harus dibayar seperti tagihan lain, dan hanya perubahan urutan inilah yang membedakan.
Jika tunjangan hari raya diterima menjelang Lebaran, membaginya lebih dulu ke dalam pos yang sudah ditentukan mencegahnya habis sebelum kebutuhan mudik dihitung. Sebaliknya, jika penghasilan tambahan datang tanpa jadwal, aturan tetap yang lebih berguna adalah menentukan persentase yang langsung disimpan sebelum uangnya sempat masuk ke belanja harian.
Kesimpulan
Urutan pengerjaannya menentukan hasilnya. Mulai dengan mengukur dua rasio yang menggambarkan keadaan hari ini, yaitu cicilan terhadap penghasilan dengan batas sekitar 30 persen dan kebutuhan pokok terhadap penghasilan dengan batas sekitar 70 persen. Setelah keadaan terlihat, tentukan persentase yang disisihkan, sebab angka itulah yang memutuskan apakah dana darurat terkumpul dalam dua tahun atau empat setengah tahun. Terakhir, periksa setiap kewajiban berjalan dengan menghitung total yang benar-benar dibayar sampai lunas.
Ketiganya memakai bahan yang sama, yaitu catatan satu bulan terakhir dan pembagian sederhana, dan ketiganya menghasilkan angka yang tetap berlaku bertahun-tahun kemudian. Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Berapa besar cicilan yang masih aman bagi rumah tangga?
Kumpulkan lebih dulu semua kewajiban bulanan yang bersifat mengikat, termasuk pembayaran bertempo untuk barang, lalu bandingkan totalnya dengan penghasilan bersih yang benar-benar masuk. Lembaga keuangan biasanya berhenti di sekitar 30 persen ketika menilai kemampuan bayar, dengan sebagian membuka ruang sampai 35 persen. Melewati garis itu tidak otomatis berarti bermasalah, tetapi berarti kejadian tak terduga berikutnya tidak punya tempat berpijak. Perhitungan yang sama sebaiknya dijalankan sebelum menambah kewajiban baru, dengan calon cicilan dimasukkan lebih dulu ke dalam penjumlahan.
Berapa idealnya dana darurat sebuah keluarga?
Ukurannya dinyatakan dalam bulan. Ambil uang yang bisa dicairkan hari ini, bagi dengan pengeluaran satu bulan, dan hasilnya memberi tahu berapa lama rumah tangga sanggup berjalan tanpa pemasukan. Tiga adalah titik awal yang umum dipakai, sementara keluarga yang bergantung pada satu sumber penghasilan dan masih menanggung biaya sekolah lebih aman di kisaran 6 sampai 12. Keuntungan tambahan dari satuan bulan adalah targetnya ikut menyesuaikan diri ketika harga bergerak, tanpa perlu dihitung ulang.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan dana darurat?
Waktunya memendek dengan cepat begitu persentase yang disisihkan naik sedikit saja. Untuk target enam bulan pengeluaran, penyisihan 5 persen menuntut 114 bulan, penyisihan 10 persen menuntut 54 bulan, dan penyisihan 20 persen cukup 24 bulan. Angka-angka itu tidak berbanding lurus karena menghemat mengerjakan dua hal sekaligus: uang yang masuk bertambah, sementara sasarannya ikut mengecil sebab sasaran itu diturunkan dari pengeluaran. Menggandakan penyisihan karena itu memangkas waktu lebih dari separuh.
Apa bedanya bunga flat dan bunga efektif?
Perbedaannya terletak pada dasar perhitungan. Skema flat mengunci bunga pada pokok awal dan tidak pernah menyesuaikannya, sedangkan skema efektif menagih dari sisa utang yang mengecil tiap bulan. Sepanjang tenor, utang yang benar-benar dipegang rata-rata tinggal sekitar separuh pokok awal, sehingga beban nyata pada skema flat mendekati dua kali angka yang tercetak. Satu persen sebulan secara flat pada tenor dua belas bulan kira-kira setara dengan bunga efektif 22 persen setahun. Menyandingkan dua penawaran tanpa menyamakan dasar perhitungannya akan menyesatkan.
Bagaimana mengetahui biaya sebenarnya dari sebuah cicilan?
Bandingkan total yang keluar dari dompet dengan harga tunainya. Kalikan besar angsuran dengan jumlah bulan, kurangi harga tunai barang, lalu bagi selisih tersebut dengan harga tunai itu. Hasilnya berupa persentase biaya tambahan untuk seluruh tenor, dan angka itu sudah siap dibandingkan dengan pilihan menunggu beberapa bulan sambil menabung. Cek pula potongan di muka seperti biaya administrasi, sebab uang yang benar-benar diterima menjadi lebih kecil daripada utang yang tercatat, dan biaya sesungguhnya naik sekali lagi.
Bagaimana menyusun anggaran jika penghasilan tidak tetap?
Ambil enam bulan terakhir dan cari bulan dengan pemasukan paling kecil, lalu pastikan kebutuhan pokok dan kewajiban bulanan muat di dalam angka itu. Anggaran yang disusun dari rata-rata pasti meleset di setiap bulan di bawah rata-rata, dan bulan seperti itu selalu datang. Kelebihan pada bulan yang ramai tidak dipakai menaikkan taraf hidup, melainkan dipindahkan ke dana darurat atau ke pos yang sudah disepakati sebelumnya, sehingga bulan sepi berhenti dianggap sebagai kegagalan.
Mengapa pengeluaran kecil terasa tidak berpengaruh padahal berpengaruh?
Dampaknya ditentukan oleh nominal dikalikan berapa kali pengeluaran itu terjadi. Kebiasaan harian muncul tiga puluh kali dalam sebulan, kebiasaan mingguan 4,3 kali, dan kebiasaan dua mingguan 2,2 kali. Setelah semuanya diubah ke angka bulanan dengan pengali itu, urutan pengeluaran terbesar sering berubah total, dan kelompok harian biasanya melompat naik beberapa peringkat. Karena itu catatan lebih berguna bila dikelompokkan menurut frekuensi daripada menurut jenis barang, sebab jenis barang menyembunyikan justru hal yang paling sering terjadi.
Bagaimana cara mengetahui alat mana yang paling boros listrik?
Ada dua cara yang saling melengkapi. Yang pertama memakai label: angka watt pada badan alat dikalikan jam pemakaian sehari lalu dibagi seribu, hasilnya kilowatt jam per hari. Penanak nasi yang dibiarkan menghangat menyerap kira-kira 50 sampai 70 watt tanpa henti, jadi sehari penuh berarti 1,2 sampai 1,7 kilowatt jam hanya untuk nasi yang sudah matang. Cara kedua memakai meteran: matikan semua alat, catat angkanya, nyalakan satu alat selama satu jam, catat lagi, dan selisihnya adalah pemakaian nyata yang kerap tidak sama dengan label.
Apakah kemasan besar selalu lebih murah?
Pembuktiannya hanya butuh satu pembagian. Samakan dulu satuannya dengan membagi harga oleh isi kemasan, misalnya per 100 gram atau per liter. Untuk barang seperti deterjen dan sabun cuci, satuan yang lebih jujur justru sekali pakai, yaitu harga kemasan dibagi jumlah takaran yang bisa dikeluarkan darinya, dan kemasan pekat yang tampak mahal sering menang pada hitungan tersebut. Potongan harga tunduk pada logika yang sama: ia baru menghemat bila barangnya sudah masuk rencana belanja sejak awal.
Mengapa uang yang disimpan lama terasa menyusut nilainya?
Nominalnya diam sementara harga terus bergerak. Perkiraan kasarnya dapat diambil dengan membagi 70 dengan laju kenaikan harga tahunan dalam persen, dan hasil pembagian itu adalah jumlah tahun sampai daya beli tinggal separuh. Pada laju 3 persen berarti sekitar 23 tahun, sedangkan pada laju 5 persen tinggal 14 tahun. Dana darurat tetap wajar disimpan dalam bentuk yang cepat dicairkan walau tergerus, sebab tugasnya memang tersedia saat dibutuhkan. Uang di luar dana darurat dinilai dengan pertimbangan yang lain.
Butuh cicilan tanpa kartu kredit?
Allo PayLater dari Allo Bank memudahkan belanja dengan cicilan fleksibel langsung dari aplikasi
Daftar Allo PayLater Sekarang