Sony ZV-E10 II: Kamera vlogging generasi baru dengan sensor 26 MP dan video 4K 60p

Sony ZV-E10 II: Kamera vlogging generasi baru dengan sensor 26 MP dan video 4K 60p

Sony memperkenalkan penerus kamera vlogging populernya, ZV-E10 II, yang dirancang khusus untuk para kreator konten, YouTuber, dan videografer yang ingin kualitas profesional dalam bentuk ringkas. Dengan sensor baru, prosesor cepat, dan fitur video canggih, kamera ini membawa pengalaman vlogging ke level berikutnya.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat cari Elektronik di Cari sebagai referensi sebelum membeli.

Desain dan ergonomi: ringan, ringkas, dan mudah digunakan

Sony ZV-E10 II mempertahankan tampilan klasik dari generasi sebelumnya, dengan bodi kecil dan bobot ringan sekitar 370 gram. Layar sentuhnya dapat diputar ke depan, ke samping, maupun ke atas, memudahkan pengguna untuk merekam diri sendiri dari berbagai sudut.

Grip yang lebih tebal membuat kamera terasa stabil di tangan, sementara tombol rekam besar di bagian atas menjadikannya praktis digunakan untuk perekaman cepat. Desain ini cocok untuk pemula maupun kreator berpengalaman yang sering bekerja solo.

Sensor dan prosesor baru

Sony membekali ZV-E10 II dengan sensor 26 megapiksel APS-C BSI Exmor R — sama seperti yang digunakan pada model profesional seperti a6700 dan FX30. Sensor ini menawarkan detail tinggi, dynamic range luas, dan performa sangat baik di kondisi cahaya rendah.

Prosesor BIONZ XR yang baru memberikan kecepatan pemrosesan hingga delapan kali lebih cepat dari generasi sebelumnya, sehingga kamera mampu merekam video 4K 60 fps dengan bit-depth 10-bit dan kompresi 4:2:2. Hasilnya, warna lebih alami dan gradasi lebih halus — cocok untuk konten sinematik.

Kemampuan video: 4K 60p dengan warna sinematik

ZV-E10 II mampu merekam video 4K hingga 60p dengan oversampling dari 5,6K, menghasilkan kualitas gambar yang tajam tanpa noise berlebih. Selain itu, kamera mendukung profil warna profesional seperti S-Log3, HLG, dan S-Cinetone, yang biasa digunakan di produksi film Sony.

Fitur baru Cinematic Vlog Mode memungkinkan pengguna mendapatkan tampilan filmik secara instan, lengkap dengan tone warna hangat, kontras lembut, dan depth-of-field yang natural. Mode ini sangat membantu bagi kreator yang ingin hasil profesional tanpa harus mengedit terlalu lama di komputer.

Autofokus tercepat di kelasnya

Sony terkenal dengan sistem autofocus yang sangat cepat, dan ZV-E10 II melanjutkan tradisi tersebut. Kamera ini memiliki 759 titik deteksi fase dan teknologi Real-Time Eye AF untuk manusia dan hewan. Dengan fitur Real-Time Tracking, kamera otomatis mengikuti subjek yang bergerak tanpa kehilangan fokus, bahkan dalam pencahayaan sulit.

Fitur tambahan Product Showcase Mode juga kembali hadir, memungkinkan fokus cepat berpindah dari wajah ke objek produk saat pengguna menunjukkan barang di depan kamera — sangat berguna untuk review video.

Mikrofon pintar tiga kapsul

Salah satu fitur paling disukai di seri ZV adalah mikrofon internalnya. ZV-E10 II kini dilengkapi mikrofon tiga arah (3-Capsule Directional Mic) yang bisa menyesuaikan arah tangkapan suara — depan, belakang, atau otomatis.

Sony juga menyertakan wind screen di paket penjualan untuk mengurangi suara angin saat merekam di luar ruangan. Bagi pengguna profesional, tersedia juga jack 3,5 mm untuk mikrofon eksternal dan headphone monitoring.

Stabilisasi dan perekaman handheld

Meskipun kamera ini belum memiliki stabilisasi in-body (IBIS), Sony menyertakan Active Electronic Stabilization yang cukup efektif untuk vlog berjalan atau handheld pendek. Mode ini menstabilkan video dengan sedikit crop pada frame, tapi hasilnya tetap halus dan stabil.

Untuk hasil terbaik, pengguna bisa menambahkan gimbal kecil atau grip Bluetooth GP-VPT2BT dari Sony, yang juga berfungsi sebagai tripod mini dan remote.

Baterai dan konektivitas

ZV-E10 II menggunakan baterai NP-FZ100, sama seperti kamera profesional Sony seri Alpha full-frame. Kapasitasnya meningkat signifikan dibanding model lama, memberikan waktu perekaman hingga 3 jam nonstop dalam mode video.

Kamera ini juga bisa digunakan sambil diisi daya melalui port USB-C Power Delivery, sehingga ideal untuk live streaming atau perekaman panjang. Tersedia Wi-Fi, Bluetooth, dan koneksi langsung ke smartphone untuk transfer cepat via aplikasi Sony Imaging Edge Mobile.

Pengalaman penggunaan

Bagi kreator konten, ZV-E10 II terasa cepat, ringan, dan intuitif. Tombol-tombol ditempatkan dengan ergonomi baik, menu touchscreen responsif, dan layar terang di luar ruangan. Mode otomatis pintar mengenali wajah dan cahaya sekitar, memudahkan pengguna baru untuk langsung menghasilkan video yang bagus tanpa pengaturan rumit.

Bagi pengguna berpengalaman, kontrol manual tetap lengkap — termasuk pengaturan shutter, aperture, ISO, hingga fokus manual dengan peaking.

Kelebihan dan kekurangan

Kelebihan:

Kekurangan:

  • Tidak memiliki stabilisasi in-body
  • Tidak ada viewfinder (EVF)
  • Crop ringan saat menggunakan stabilisasi aktif
  • Harga sedikit lebih tinggi dari ZV-E10 generasi pertama
  • Kesimpulan

    Sony ZV-E10 II adalah kamera vlogging yang berhasil menggabungkan kualitas profesional dengan kemudahan penggunaan. Sensor baru, prosesor cepat, dan fitur video sinematik menjadikannya pilihan kuat untuk kreator yang ingin meningkatkan kualitas produksi tanpa membawa peralatan besar.

    Jika Anda serius membuat konten di YouTube, TikTok, atau media sosial lainnya, ZV-E10 II adalah salah satu kamera terbaik tahun 2025 untuk memulai — ringan, pintar, dan hasilnya menakjubkan.

    FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

    Q: Apakah ZV-E10 II bisa merekam video 4K 60 fps?

    A: Ya, mendukung 4K hingga 60p dengan warna 10-bit 4:2:2.

    Q: Apakah kamera ini punya stabilisasi gambar internal?

    A: Tidak, namun ada stabilisasi elektronik aktif yang cukup baik.

    Q: Apakah cocok untuk vlogging pemula?

    A: Sangat cocok. Menu mudah digunakan dan mode otomatisnya cerdas.

    Q: Bisa digunakan untuk live streaming?

    A: Ya, kamera dapat terhubung langsung ke komputer atau ponsel melalui USB-C.

    Q: Berapa lama daya tahan baterainya?

    A: Hingga sekitar 3 jam perekaman nonstop.

    Q: Apakah bisa menggunakan mikrofon eksternal?

    A: Ya, tersedia port 3,5 mm untuk mikrofon dan headphone monitoring.

    Cari Elektronik di Cari