Cara Memilih Kain untuk Dijahit di Penjahit agar Tidak Menyusut Setelah Dicuci
Cuci Kain Dulu, Baru Serahkan ke Penjahit
Samakan cara mencuci kain dengan cara Anda merawat bajunya nanti, ukur seberapa banyak ukurannya berubah, lalu baru potong dan jahit. Katun menyusut sekitar 3 hingga 5 persen, linen 2 hingga 5 persen, poliester kurang dari 1 persen. Hitung tambahan meter dari angka itu, bukan dari perkiraan.
Baju yang dijahit dari kain mentah menyimpan satu kejutan. Ukuran yang pas saat diambil dari penjahit bisa berubah di cucian pertama. Gamis katun sepanjang 130 cm kehilangan 3,9 hingga 6,5 cm dari panjangnya pada susut 3 hingga 5 persen. Pinggang rok 80 cm yang menyusut 3 persen kehilangan 2,4 cm, dan selisih sebesar itu terasa di kancing.
Penjahit mengukur badan Anda dengan teliti, tetapi ia tidak bisa mengukur kain yang belum pernah kena air. Selisih kecil itu tidak terlihat di meja potong. Kainnya masih rata. Ia baru terasa saat kerah menekan leher atau ujung lengan naik ke atas pergelangan.
Memilih kain untuk dijahit tidak berhenti pada motif dan jatuhnya kain. Jenis serat, cara kain dibuat, dan perlakuan sebelum digunting menentukan apakah baju tetap seukuran badan Anda setelah puluhan kali cuci. Poliester nyaris tidak berubah. Katun dan linen berubah nyata di cucian pertama. Viskosa lebih sulit ditebak dan wajib diuji sebelum dipotong. Angka susut tidak tercatat di nota, dan tidak ada di ukuran badan yang dicatat penjahit.
Kain eceran di pasar kain hampir tidak pernah membawa keterangan susut. Penjual bisa menyebut jenis serat, tetapi jarang tahu berapa persen kain itu berubah setelah dicuci, dan penjahit menerima kain apa adanya. Tanggung jawab menghitungnya jatuh kepada pembeli. Kain yang tampak sama bisa menyusut berbeda di dua toko.
Pengujiannya murah dan bisa dikerjakan di rumah dengan gunting, penggaris, dan spidol permanen. Hasilnya berupa satu angka persen, dan angka itu menentukan berapa meter yang harus dibeli, berapa lebar yang tersisa untuk pola, dan apakah kain itu layak dijadikan baju yang harus pas.
Ukuran Kain di Toko Belum Ukuran Akhirnya
Selama diproduksi, kain ditarik berulang kali di mesin tenun, mesin celup, dan penggulung. Air dan panas melepas tarikan itu, lalu kain kembali ke ukuran yang lebih pendek. Karena itu, kain yang tampak rata dan rapi di gulungan toko tetap bisa menyusut. Cucian pertama adalah saat tarikan itu paling banyak terlepas, dan di situlah ukuran berubah paling nyata. Lebarnya ikut berkurang.
Kain dengan label perawatan yang jelas memudahkan, tetapi kain eceran di toko kain sering dijual tanpa label sama sekali. Perlakukan kain tanpa keterangan serat sebagai katun sampai potongan uji membuktikan sebaliknya.
Serat Menentukan Seberapa Besar Susutnya
Angka berikut adalah ancang-ancang untuk menghitung, bukan pengganti uji. Dua kain katun dari toko berbeda bisa menyusut dengan selisih satu hingga dua persen.
Katun dan Linen
Setelah cucian pertama, katun menyusut sekitar 3 hingga 5 persen. Linen berada pada 2 hingga 5 persen, dengan perubahan tambahan yang kecil sesudahnya. Kemeja, gamis, rok panjang, dan mukena dari kedua serat ini termasuk kelompok yang perlu dicuci dahulu, apalagi bila potongannya sudah dibuat pas di badan.
Poliester dan Campuran
Poliester menyusut kurang dari 1 persen, jadi kain ini praktis tidak butuh meter tambahan. Kain campuran katun dan poliester berada di antaranya: semakin besar porsi katun, semakin dekat susutnya ke angka katun. Label komposisi di ujung gulungan, misalnya 65 persen poliester dan 35 persen katun, memberi petunjuk arah, tetapi angka pastinya tetap datang dari potongan uji.
Viskosa dan Rayon
Dua serat turunan selulosa ini dikenal mudah berubah ukuran saat basah, dan hasilnya bisa berbeda antara panjang dan lebar. Kain yang licin dan sejuk di tangan sebaiknya tidak dipotong sebelum diuji, termasuk bila penjual menyebutnya anti susut.
Kain Rajut
Kaus dan kain jersey bisa memendek di panjang sekaligus berubah di lebar, dan besarnya tidak sama di kedua arah. Pada potongan uji, ukur keduanya dan hitung tambahan meter dari perubahan yang paling besar.
Potongan Uji 20 cm Memberi Angka untuk Kain Anda
Tanpa angka dari kain itu sendiri, semua perhitungan meter tambahan hanya tebakan. Potongan uji mengubah tebakan menjadi persen yang bisa dihitung di rumah.
Membuat potongan uji
Gunting persegi sekitar 25 cm, lalu gambar kotak 20 x 20 cm di atasnya dengan spidol permanen, sisi-sisinya sejajar benang. Tepi kain dijahit tangan atau diberi lem kain agar benang tidak rontok selama dicuci. Untuk kain yang belum dibeli, beli potongan 25 cm lebih dulu bila toko mau menjualnya, atau minta sisa potongan dari gulungan yang sama.
Masukkan kain uji itu ke cucian biasa, dengan suhu dan cara pengeringan yang akan Anda pakai untuk bajunya. Biarkan kering tanpa disetrika, karena setrika mengubah ukuran sebelum Anda sempat mengukur.
Membaca hasilnya
Ukur panjang dan lebar kotak setelah kering. Rumusnya: 20 dikurangi hasil ukur, dibagi 20, dikali 100. Kotak yang tinggal 19,4 cm berarti 3 persen. Itu mudah. Kotak 19 cm berarti 5 persen. Kotak 19,8 cm berarti 1 persen, dan itu selisih yang bisa diabaikan untuk kebanyakan baju.
Panjang dan lebar sering memberi angka berbeda. Pakai angka yang lebih besar untuk menghitung meter. Simpan kedua angka untuk penjahit.
Meter Tambahan Dihitung dengan Membagi
Kesalahan umum adalah menambah 5 persen dengan mengalikan. Kain yang menyusut 5 persen kehilangan 5 persen dari panjang awalnya, bukan dari panjang akhir, sehingga kebutuhannya dihitung dengan pembagian. Misalnya penjahit menyebut gamis Anda butuh 2,5 meter kain sesudah dicuci.
Dengan 5 persen, belilah 2,5 dibagi 0,95, yaitu 2,63 meter. Kain itu menyusut kembali menjadi 2,63 kali 0,95, atau sekitar 2,5 meter. Pada susut 3 persen, hasilnya 2,5 dibagi 0,97, yaitu 2,58 meter. Pada susut 1 persen, hasilnya 2,53 meter. Selisih 3 cm itu tidak perlu dipikirkan.
Jadi katun yang menyusut 5 persen menuntut tambahan sekitar 13 cm untuk kebutuhan 2,5 meter, dan poliester hampir tidak menuntut tambahan. Bulatkan ke atas ke kelipatan 10 cm yang dijual toko. Hasil 2,63 menjadi 2,7 meter.
Lebar Kain Ikut Berubah dan Mengubah Pola
Lebar yang tersisa
Meter yang cukup belum tentu lebar yang cukup. Kain berlebar 110 cm yang menyusut 3 persen tersisa 106,7 cm, jadi 3,3 cm hilang dari lebar yang dipakai untuk meletakkan pola. Selisih ini jarang berarti untuk kemeja biasa. Pada rok lingkar atau gamis berpotongan lebar, 3 cm bisa memaksa penjahit menyambung kain atau mengurangi lebar bawah.
Kain yang lebih lebar, sekitar 150 cm, memberi ruang lebih bagi potongan besar dan sering mengurangi jumlah meter yang dibutuhkan. Kain selebar itu tetap menyusut dengan persen yang sama, jadi berikan lebar sesudah cuci kepada penjahit, bukan lebar di gulungan.
Arah benang
Pola juga perlu diletakkan lurus mengikuti arah benang. Potongan yang miring dari arah benang cenderung memuntir setelah dicuci, sehingga kelim tampak berputar di badan.
Pelapis dan Keras Perekat Punya Susutnya Sendiri
Kerah, manset, dan tepi tempat kancing biasanya diberi lapisan pengeras. Bila lapisan itu menyusut berbeda dari kain luarnya, kerah mengerut dan tepinya bergelombang meski kainnya sendiri sudah dicuci. Tanyakan kepada penjahit apakah pelapisnya sudah diuap atau dicuci lebih dulu, dan minta yang sudah diperlakukan bila kemeja itu akan dicuci tiap minggu. Pada kemeja kerja, kerah adalah bagian yang paling cepat memperlihatkan masalah ini. Gelombang kecil di tepi kerah sudah cukup membuat kemeja tampak murahan.
Cara Mencuci Kain Sebelum Dipotong
Tujuan cuci awal adalah meniru nasib baju, bukan membersihkan kain. Karena itu cara cucinya harus sama dengan cara Anda merawat bajunya nanti.
Kain yang boleh dicuci dengan air
Pakai suhu air dan cara pengeringan yang akan Anda pakai untuk baju jadi. Anda yang nanti mencuci tangan dan menjemur di tempat teduh harus menguji dengan cara itu pula. Anda yang memakai mesin cuci dan pengering harus mengujinya di mesin. Suhu tinggi dan pengering panas menghasilkan susut yang lebih besar, jadi ukuran yang diuji dengan cara lembut bisa meleset bila bajunya nanti dicuci keras.
Setelah kering, lipat atau gantung kain, setrika bila perlu, lalu serahkan ke penjahit dengan kabar bahwa kain itu sudah dicuci.
Kain yang hanya boleh dicuci kering
Kain wol tebal dan beberapa kain berlapis tidak diberi air di rumah. Serahkan kain itu ke binatu dan tanyakan apakah bisa diuap sebelum dipotong. Potongan uji ikut diserahkan dan diukur sesudahnya, sehingga penjahit mendapat angka susut juga untuk kain jenis ini.
Uji luntur untuk kain berwarna
Dalam cuci awal, kelihatan juga apakah warna keluar. Rendam potongan kecil dalam air, lalu tempelkan pada kain putih atau tisu basah. Warna yang berpindah berarti kain itu harus dicuci terpisah sampai airnya jernih. Kain gelap dan merah paling perlu diuji sebelum dipakai bersama kain terang dalam satu baju.
Kain yang Hampir Tidak Menyusut Tetap Punya Risiko Lain
Poliester tidak butuh meter tambahan, tetapi bukan berarti bebas masalah. Setrika yang terlalu panas membuatnya mengilap atau meleleh, dan kain berwarna pekat tetap bisa luntur. Kain ini juga lebih sulit diperbaiki setelah dijahit. Ukuran badan harus tepat sejak awal. Campuran poliester dengan katun mengikuti aturan katun menurut porsinya.
Percakapan dengan Penjahit Sebelum Kain Digunting
Sampaikan dua hal: kain sudah dicuci, dan berapa persen susutnya menurut potongan uji. Dengan dua informasi itu penjahit bisa menghitung ulang kebutuhan meter dan menaksir lebar yang tersisa tanpa menebak.
Bila Anda tidak sempat mencuci kain, minta penjahit meninggalkan lipatan kelim dan kampuh yang lebih lebar daripada biasa, supaya baju masih bisa dipanjangkan atau dilonggarkan setelah susut. Untuk kain yang sudah dicuci dan diuji, kelonggaran semacam itu tidak perlu, dan baju dijahit mengikuti ukuran badan secara langsung.
Kesimpulan
Hasil potongan uji yang memutuskan. Di bawah 2 persen, kain dibeli sesuai kebutuhan penjahit tanpa tambahan. Pada 3 hingga 5 persen, kebutuhan dibagi dengan 0,97 hingga 0,95 dan kain dicuci dahulu. Panjang dan lebar yang berbeda jauh, atau warna yang terus keluar, berarti kain itu sebaiknya diganti untuk baju yang harus pas.
Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap di Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Berapa persen kain katun menyusut setelah dicuci?
Katun menyusut sekitar 3 hingga 5 persen, dan linen sekitar 2 hingga 5 persen. Untuk kemeja dengan panjang badan 75 cm, angka itu berarti hilang 2,25 hingga 3,75 cm sesudah cucian pertama, cukup untuk membuat ujung kemeja naik dari ikat pinggang. Linen yang menyusut 2 persen pada kemeja yang sama kehilangan 1,5 cm. Dua gulungan katun dari toko berbeda bisa selisih satu hingga dua persen, jadi rentang itu bukan angka akhir. Ambil angka dari potongan uji 20 cm, pakai yang lebih besar antara panjang dan lebar, lalu hitung meter yang dibeli dengan pembagian. Dengan begitu kemeja tidak naik dari ikat pinggang di cucian pertama.
Perlukah kain dicuci dulu sebelum diberikan ke penjahit?
Perlu untuk katun, linen, viskosa, rayon, dan kain campuran yang banyak mengandung katun, karena semuanya berubah ukuran di cucian pertama. Bayangkan Anda membeli 3 meter katun untuk dua kemeja. Dengan susut 5 persen, kebutuhan sebenarnya 3 dibagi 0,95, yaitu 3,16 meter. Penjahit tidak bisa menebak bahwa kain mentah itu masih akan memendek, jadi ia memotong berdasarkan ukuran di meja. Setelah kain dicuci, kabari penjahit bahwa kain sudah dicuci agar hitungan meter dan lebar pola memakai ukuran akhir, bukan ukuran di gulungan. Untuk kain berlebar 110 cm yang susut 3 persen, sampaikan lebar 106,7 cm, sebab lebar itulah yang tersedia untuk meletakkan pola.
Bagaimana cara mengetahui kain akan menyusut sebelum membeli?
Dari tampilan dan rabaan, tidak ada cara yang andal. Cara yang bisa dipegang adalah membeli potongan 25 cm lebih dulu bila toko mau menjualnya, atau meminta sisa potongan dari gulungan yang sama, lalu menguji dengan kotak 20 cm di rumah. Sisa dari gulungan yang sama mewakili kain yang akan Anda terima, sedangkan sampel dari gulungan lain belum tentu. Bila kain di toko tidak punya label serat dan Anda tidak sempat menguji, perlakukan sebagai katun yang menyusut sampai 5 persen. Hitung meter pembelian dengan angka itu, dan minta penjahit meninggalkan kelim yang lebih lebar daripada biasa agar baju masih bisa dipanjangkan.
Berapa meter tambahan yang perlu dibeli untuk kain kebaya empat meter?
Jawabannya mengikuti hasil potongan uji, karena kebutuhan dihitung dengan pembagian. Dengan susut 5 persen, 4 dibagi 0,95 menghasilkan 4,21 meter. Pada susut 3 persen, hasilnya 4 dibagi 0,97, yaitu 4,12 meter. Pada susut 1 persen, hasilnya 4,04 meter, dan selisih sekecil itu tidak memerlukan tambahan. Bulatkan ke atas ke kelipatan 10 cm, sehingga katun yang menyusut 5 persen dibeli 4,3 meter, sedangkan poliester cukup 4 meter. Jangan menambah kain dengan perkiraan sepuluh persen untuk semua jenis serat, sebab poliester akan menyisakan kain yang tidak terpakai.
Bagaimana mencuci kain sebelum dijahit bila Anda biasa mencuci tangan?
Lakukan pengujian dengan tangan juga, termasuk kainnya, lalu keringkan di tempat yang sama seperti Anda mengeringkan baju. Cara uji harus meniru cara merawat baju jadi. Kain yang diuji di mesin cuci dan pengering panas memberi angka susut lebih besar daripada kenyataan di rumah Anda. Akibatnya meter yang dibeli berlebih dan baju yang dijahit terlalu longgar. Kebalikannya juga berlaku: kain yang diuji lembut lalu dicuci keras di rumah akan menyusut lebih banyak daripada angka ujinya. Pakai satu cara cuci untuk uji dan untuk pemakaian. Anda yang mencuci tangan dan menjemur di tempat teduh cukup mengikuti cara itu, dan hasilnya langsung berlaku untuk meter yang dibeli.
Apakah kain poliester tetap perlu dicuci sebelum dijahit?
Untuk ukuran, tidak perlu: poliester menyusut kurang dari 1 persen, sehingga kebutuhan 2,5 meter hanya naik menjadi 2,53 meter. Untuk warna, tetap aman mencuci potongan kecil terlebih dahulu, terutama pada kain pekat atau merah, karena warna yang luntur akan mengotori kain terang dalam satu baju. Setrika juga harus diatur rendah, sebab poliester bisa mengilap atau meleleh pada panas tinggi. Kain campuran dengan katun mengikuti aturan katun menurut porsinya, jadi ujilah seperti katun.
Bagaimana menguji susut kain wol atau kain yang hanya boleh dicuci kering?
Gunting potongan uji dengan kotak 20 cm, lalu serahkan bersama kainnya ke binatu. Tanyakan apakah kain bisa diuap sebelum dipotong, karena kain jenis ini tidak diberi air di rumah. Setelah kain dan potongan uji kembali, ukur kotaknya seperti biasa dan hitung persennya. Angka itu Anda berikan kepada penjahit bersama kabar bahwa kain sudah diperlakukan, sehingga hitungan meter dan pola memakai ukuran kain sesudah diuap. Dengan cara ini kain mahal tidak perlu dipotong lebih dulu hanya untuk mengetahui susutnya.
Mengapa kain berwarna gelap perlu diuji luntur sebelum dijahit?
Warna gelap dan merah paling mudah berpindah ke kain terang. Bayangkan gamis merah tua dengan kerah dan manset putih. Kain yang luntur akan membuat cucian pertama mengotori bagian putih itu sebelum Anda sempat memakainya. Rendam potongan kecil dalam air, lalu tempelkan pada kain putih atau tisu basah. Warna yang berpindah berarti kain itu harus dicuci terpisah sampai airnya jernih. Pengujian ini bisa dikerjakan bersamaan dengan potongan uji susut. Dengan satu kali cuci awal, Anda mendapat angka susut sekaligus kabar apakah warnanya aman dipadukan.