Cara Memilih Sepatu Gunung untuk Jalur Basah dan Berbatu

Cara Memilih Sepatu Gunung untuk Jalur Basah dan Berbatu
Beli Sekarang di Blibli

Sol yang Menggigit Batu Basah Mengalahkan Bahan Atas

Pilih sepatu gunung untuk jalur basah dan berbatu dari bagian bawahnya dulu: sol karet lunak dengan kembangan dalam, busa tengah yang tidak lembek, dan ruang depan yang cukup untuk jari saat menuruni jalur. Lapisan tahan air bersifat tambahan, bukan syarat, sebab air yang sudah masuk dari atas sulit keluar lagi.

Sebelum memutuskan, Anda dapat melihat pilihan Sepatu di Cari sebagai referensi awal.

Batu vulkanik yang basah dan akar berlumut licin bagi sol yang salah, semahal apa pun sepatunya. Di jalur gunung yang lembap, tergelincir hampir selalu berawal dari bawah kaki: karet yang keras, kembangan yang dangkal, atau kembangan di tumit yang sudah rata dimakan jalan beton menuju pos pendakian.

Bahan atas, nama pabrik, dan label tahan air mendapat perhatian terbesar di toko, padahal tiga bagian lain bekerja lebih keras. Cengkeraman diatur oleh sol luar. Busa tengah menentukan seberapa cepat telapak lelah. Ruang di dalam sepatu menentukan apakah kuku jari Anda selamat setelah tiga jam menuruni jalur.

Jalur basah mengubah cara menimbang. Sepatu yang menahan hujan dari luar bisa menjadi kolam kecil begitu air masuk lewat bibir sepatu, sedangkan sepatu berbahan jaring yang kuyup kering dalam beberapa jam di bawah matahari. Pertanyaan pertama karena itu bukan sepatu mana yang terbaik, melainkan jalur seperti apa yang akan Anda lewati paling sering.

Jalur berbatu menambah soal lain. Batu runcing menekan telapak lewat sol yang terlalu tipis, dan tanjakan batu mengikis ujung sol dengan cepat. Sepatu lari jalanan bersol tengah empuk dan berkembangan rata. Di aspal sepatu itu nyaman, tetapi di tempat seperti ini ia tidak menggigit dan tidak melindungi.

Ukuran adalah masalah ketiga, dan paling terlambat disadari. Kaki membengkak oleh panas dan guncangan selama berjam-jam, sehingga sepatu yang terasa pas di toko pada pagi hari menjadi sempit di jam keempat. Ujung jari yang terbentur saat turun menghitamkan kuku, dan kuku itu butuh berbulan-bulan untuk pulih.

Warna dan model tali nyaris tidak memengaruhi keselamatan Anda di jalur, jadi keduanya boleh dipilih paling akhir.

Kembangan Dalam dan Karet Lunak Menentukan Cengkeraman

Dua sifat saling tarik pada sol luar: kelunakan karet dan bentuk kembangan. Karet lunak menempel kuat karena ia menyesuaikan diri dengan butiran batu, tetapi ia lebih cepat aus. Karet keras awet namun licin di batu basah. Tidak ada sol yang unggul di keduanya, sehingga Anda memilih berdasarkan medan yang paling sering dilewati.

Karet di batu basah

Untuk jalur yang didominasi batu, akar, dan aliran air tipis, ambil karet yang lebih lunak dan terima bahwa umurnya lebih pendek. Tekan kuku ke permukaan sol di toko. Karet lunak meninggalkan bekas sesaat, sedangkan karet sekeras plastik tidak bereaksi sama sekali. Berjalan kaki di aspal menuju kaki gunung mempercepat aus, jadi pakai sepatu lain untuk jalan datar dan ganti sebelum mulai mendaki bila memungkinkan.

Tekuk sepatu dengan dua tangan. Bagian depan yang hampir tidak melengkung melindungi telapak dari batu runcing, tetapi terasa kaku di jalan datar. Telapak akan terasa setiap kali Anda menginjak ujung batu bila sol melengkung seperti sepatu olahraga biasa.

Kembangan di lumpur dan tanah liat

Tanah liat basah menempel pada kembangan yang rapat dan dangkal sampai sol berubah licin seperti sol rata. Kembangan berbentuk blok besar dengan jarak lebar melepas lumpur setiap kali kaki terangkat. Periksa juga tumit: blok yang terpisah dan menghadap ke depan menahan Anda saat menuruni tanah miring, sedangkan tumit berkembangan datar membuat Anda menggelincir.

Sepatu bekas atau yang lama disimpan perlu dilihat dari bagian tumit luar. Di situ kembangan paling cepat rata. Tumit yang sudah licin tidak bisa diperbaiki dengan perawatan apa pun.

Membran Tahan Air Belum Tentu Membuat Kaki Lebih Kering

Membran adalah lapisan tipis di antara bahan atas dan lapisan dalam. Tetesan dari luar tertahan, sementara uap keringat dilewatkan. Uap berpindah dari sisi yang lebih lembap ke sisi yang kurang lembap, sehingga di udara jalur tropis yang sudah jenuh, perpindahannya lambat dan keringat tertahan. Air yang masuk dari atas pun tidak punya jalan keluar.

Saat membran berguna

Pada musim hujan, dengan lumpur dangkal dan genangan setinggi sol, membran menjaga kaus kaki tetap kering selama hujan terus turun. Jalur dingin di ketinggian juga cocok, karena kaki basah di udara dingin cepat membuat tidak nyaman. Pastikan celana menutup bibir sepatu supaya air tidak mengalir turun ke dalam.

Saat membran merugikan

Penyeberangan sungai setinggi mata kaki memasukkan air lewat bibir sepatu, dan membran mengurungnya di dalam sepanjang sisa hari. Jalur panas di siang hari membuat kaki berkeringat lebih banyak daripada yang bisa diteruskan oleh lapisan itu. Untuk dua keadaan ini, pilih bahan jaring atau sintetis berlubang kecil yang kering dalam beberapa jam, dan bawa sepasang kaus kaki cadangan.

Bahan jaring tidak sebanding dengan membran dalam hujan sepanjang hari. Jaring memang basah, tetapi basahnya cepat berlalu dan tidak menimbulkan uap tertahan.

Potongan Rendah, Menengah, dan Tinggi Melayani Beban yang Berbeda

Potongan rendah

Yang setinggi mata kaki ringan dan sejuk, cocok untuk jalur landai dengan ransel harian. Kerikil dan pasir mudah masuk dari atas, dan lumpur yang dalam melewati bibir sepatu. Pilih ini bila kaki Anda sudah kuat dan jalur yang dilewati jelas.

Potongan menengah dan tinggi

Tingkat menengah menutup mata kaki dan menahan kerikil, lumpur, serta pasir. Potongan tinggi memberi lebih banyak penahan di sisi pergelangan, tetapi menambah bobot dan panas, dan sulit dipakai di jalur berair karena airnya cepat sampai ke bibir. Penahan itu tidak menggantikan kekuatan kaki dan cara melangkah. Untuk pendaki pemula di jalur campuran basah dan berbatu, potongan menengah adalah titik tengah yang paling mudah dipertahankan.

Ransel yang membuat langkah goyah di turunan menuntut potongan satu tingkat lebih tinggi. Betis yang cepat lelah menuntut satu tingkat lebih rendah.

Busa Tengah dari EVA Ringan dan dari PU Lebih Padat

Di antara sol luar dan telapak ada busa tengah. EVA ringan dan empuk, tetapi memipih seiring pemakaian sehingga bantalan terasa hilang sebelum kembangan habis. PU lebih padat dan stabil, namun yang berbasis poliester bisa lapuk karena uap air walau sepatu hanya tersimpan di lemari. Sepatu lama dengan sol yang remuk seperti remah mengalami hal itu.

Tekan sisi busa dengan ibu jari. Bantalan yang langsung kembali masih hidup. Lekukan yang bertahan lama atau tepi yang berpasir menandakan busa tidak layak dipakai, sekalipun kembangan di bawahnya masih dalam.

Pengelupasan sol luar dari bahan atas terjadi di sini juga. Perekat menua oleh lembap dan panas, bukan hanya oleh jarak tempuh.

Ukuran Diuji Sore Hari dengan Kaus Kaki Pendakian

Kaki membengkak setelah berjam-jam bergerak. Karena itu uji sepatu sore hari, memakai kaus kaki yang sama dengan yang akan Anda pakai di jalur, dan ikat tali penuh sebelum berjalan keliling toko.

Ruang di depan jari

Saat berdiri, jari terpanjang harus punya jarak selebar ibu jari Anda sampai ujung sepatu. Cek di rumah: gambar tapak kaki di kertas, keluarkan alas dalam sepatu, lalu letakkan di atas gambar. Selisih panjang alas dan gambar itulah ruang Anda. Gambar kedua kaki, karena yang satu hampir selalu sedikit lebih besar dan sepatu mengikuti kaki yang lebih besar. Alas dalam bawaan boleh diganti dengan yang lebih tipis bila ruang masih kurang, tetapi itu pelengkap, bukan pengganti ukuran yang benar. Selisih yang kurang dari lebar ibu jari berarti jari akan menabrak ujung sepatu setiap kali Anda menuruni jalur, dan Anda perlu naik satu ukuran.

Uji juga di bidang miring bila toko menyediakannya. Berdirilah menghadap bawah dan dorong tubuh ke depan. Jari yang menyentuh ujung sepatu pada posisi itu akan terbentur pada setiap langkah turun.

Tumit yang tidak terangkat

Tumit yang terangkat setiap melangkah menggosok kulit hingga lepuh. Setelah tali diikat penuh, naik turun tangga atau papan miring dan rasakan apakah tumit bergeser. Simpul tambahan pada dua lubang tali teratas, yang menahan tumit ke belakang sepatu, menyelesaikan masalah ringan tanpa harus berganti ukuran. Tumit yang masih bergeser setelah itu menandakan ukuran atau bentuk sepatu tidak cocok dengan kaki Anda.

Lebar bagian depan

Sempit di bagian kelingking menimbulkan nyeri setelah dua jam. Bentuk sepatu berbeda antarpabrik, sehingga dua sepatu berukuran sama bisa terasa lain. Jari harus bisa digerakkan, namun sisi kaki tidak boleh bergeser saat berjalan miring.

Tali dan lidah sepatu

Ikat tali penuh lalu berjalan beberapa menit. Tekanan yang menumpuk di punggung kaki, tepat di bawah silang tali, menandakan lidah sepatu terlalu tipis atau tali terlalu keras ditarik. Kendurkan sedikit di bagian itu dan kencangkan di dekat bibir sepatu. Aliran darah di punggung kaki yang tertekan terasa sebagai kesemutan di jari setelah satu jam, jadi uji ini tidak boleh dilewatkan.

Kaus Kaki Menahan Lepuh Lebih Baik daripada Tambahan Ruang di Sepatu

Katun menahan air dan menggosok kulit saat basah, jadi lepuh muncul lebih cepat di jalur lembap. Wol tipis atau serat sintetis menyalurkan lembap lebih cepat dan tetap hangat saat basah. Kaus kaki tebal mengurangi ruang sepatu. Beli sepatu dengan kaus kaki yang sama dengan yang akan dipakai, bukan kaus kaki harian dari rumah.

Bawa sepasang cadangan di kantong kedap air untuk pendakian bermalam. Mengganti kaus kaki basah dengan yang kering di pos istirahat sering lebih menolong kaki daripada mengganti sepatu.

Bobot Sepatu Terasa di Betis pada Jam Kelima

Beban di kaki terasa jauh lebih berat daripada beban yang sama di punggung, karena setiap langkah mengangkatnya. Sepatu berat dan kaku melindungi lebih baik, tetapi menguras tenaga lebih cepat. Jalur satu hari tanpa ransel berat cocok dengan yang ringan, dan sepatu berbahan jaring dengan potongan rendah ada di ujung itu. Pendakian bermalam di batu runcing memerlukan sol kaku dan bahan atas kuat, dan di situ beberapa gram tambahan sepadan dengan perlindungan telapak. Timbang kedua sepatu yang Anda taksir di tangan: selisih yang terasa jelas di tangan akan berlipat di betis.

Bahan Atas dari Kulit Penuh, Kain Jaring, atau Sintetis Berlapis

Kulit penuh tahan gesekan batu dan terasa kokoh, tetapi berat, lambat kering, dan perlu dioles minyak atau lilin perawatan agar tidak retak. Kain jaring ringan dan kering dalam beberapa jam, namun sobek lebih mudah oleh batu tajam dan membiarkan pasir masuk. Sintetis berlapis berada di tengah: lebih ringan dari kulit, lebih kuat dari jaring tunggal.

Perhatikan ujung depan. Bantalan karet yang naik melewati ujung jari melindungi dari batu yang tersandung, dan ini jauh lebih berguna di jalur berbatu daripada tambahan lapisan di sisi sepatu. Jahitan di titik tekuk jari juga perlu dilihat: jahitan yang menonjol bersentuhan dengan kulit dan menimbulkan lecet.

Kulit penuh cocok untuk pendaki yang mau merawat sepatu dan berjalan di batu tajam. Jaring cocok untuk jalur basah bersungai. Pemula tanpa kebiasaan merawat sepatu lebih aman dengan sintetis berlapis.

Perawatan Setelah Jalur Berlumpur Menentukan Umur Sol

Membersihkan dan mengeringkan

Lepaskan tali dan alas dalam, sikat lumpur selagi masih basah, lalu bilas dengan air biasa. Keringkan di tempat teduh yang berangin. Terik langsung, api unggun, dan pemanas ruangan melunakkan perekat dan membuat busa menyusut, jadi hindari ketiganya. Kertas koran yang digulung di dalam sepatu mempercepat pengeringan dan diganti saat sudah lembap.

Menyimpan di rumah lembap

Simpan di rak terbuka atau kotak berventilasi, bukan di kantong plastik tertutup. Rumah di daerah lembap mempercepat lapuk pada sol dan jamur pada bahan atas, jadi sepatu yang tidak dipakai berbulan-bulan sebaiknya dikeluarkan dan diperiksa sesekali. Kulit penuh dioles setelah kering, bukan saat basah. Sepatu yang disimpan sebelum dibersihkan paling cepat rusak, sebab lumpur menahan lembap di sela kembangan.

Satu Pasang untuk Gunung Landai dan Jalur Licin Sekaligus

Pendaki yang naik dua atau tiga kali setahun cukup dengan satu pasang berpotongan menengah, sol karet lunak berkembangan dalam, dan bahan sintetis berlapis. Tambahkan membran hanya bila rute Anda didominasi hujan dan lumpur dangkal tanpa penyeberangan sungai. Pendaki yang berjalan tiap pekan di tanah liat dan batu sebaiknya menyiapkan dua pasang: satu bermembran untuk musim hujan, satu berbahan jaring untuk sisa tahun.

Sepatu lari jalanan hanya masuk akal untuk jalur setapak landai yang kering, misalnya kebun teh pada pagi cerah. Begitu ada batu runcing atau tanah licin, kembangan dan sol tengahnya gagal, dan Anda membayarnya dengan tergelincir atau telapak yang memar.

Kesimpulan

Cengkeraman sol dan ruang depan yang cukup memutuskan nyaman tidaknya pendakian di jalur basah dan berbatu, sedangkan membran hanya menjawab satu keadaan khusus. Untuk memilih di antara dua sepatu yang sama menariknya, ambil yang kembangan solnya lebih dalam dan jarinya punya ruang lebih lega, lalu uji dengan kaus kaki pendakian pada sore hari.

Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap di Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.

Pertanyaan / Jawaban

Bisakah sepatu lari biasa dipakai untuk mendaki gunung?

Untuk jalan setapak landai yang kering, bisa. Untuk gunung yang basah dan berbatu, tidak, karena kembangan yang rata kehilangan cengkeraman di tanah liat basah dan sol tengah yang empuk tidak melindungi telapak dari batu runcing. Contoh: pendakian bermalam dengan ransel besar melewati batu dan akar licin menuntut sol lebih kaku dan kembangan lebih dalam dari yang dimiliki sepatu lari. Jalan pagi di kebun teh yang kering masih aman dengan sepatu itu, asalkan Anda tidak melewati tanah liat yang licin atau batu yang runcing di sepanjang rute. Rencana yang masih bercampur antara keduanya paling aman dijawab dengan sepatu berpotongan menengah supaya satu pasang cukup untuk dua keadaan.

Perlukah memilih sepatu gunung tahan air untuk jalur di musim hujan?

Perlu bila rute Anda hujan dan lumpur dangkal tanpa penyeberangan sungai, sebab membran menjaga kaus kaki kering selama hujan turun. Tidak perlu bila jalur melewati aliran setinggi mata kaki atau siang hari panas, apalagi bila Anda mendaki di ketinggian rendah yang hangat. Air yang masuk lewat bibir sepatu terkurung, dan keringat tidak sempat keluar. Satu pendakian dua hari yang diawali sungai dangkal lebih cocok dengan sepatu jaring dan sepasang kaus kaki cadangan di kantong kedap air, sedangkan pendakian yang hanya basah oleh hujan di jalur setapak lumpur lebih cocok dengan sepatu bermembran dan celana yang menutup bibir sepatu.

Berapa ruang kosong yang pas di ujung sepatu gunung?

Selebar ibu jari Anda antara jari terpanjang dan ujung sepatu saat berdiri. Ukurlah di rumah dengan menggambar tapak kaki di kertas dan membandingkannya dengan alas dalam sepatu yang dikeluarkan. Selisih yang kurang dari lebar ibu jari berarti naikkan satu ukuran, lalu uji lagi dengan kaus kaki pendakian pada sore hari saat kaki paling besar. Pendaki berukuran 42 yang hanya punya setengah lebar ibu jari sebaiknya mencoba 43, lalu mengecek tumit lagi di papan miring, sebab ruang depan yang lega tidak boleh dibeli dengan tumit yang bergeser. Siapa pun yang pernah menghitamkan kuku saat turun hampir pasti memakai sepatu yang terlalu pas, dan jawabannya bukan menambah tebal kaus kaki, sebab kaus kaki tebal justru mengurangi ruang yang sudah sempit.

Mana yang lebih cocok untuk pemula, potongan rendah atau tinggi?

Potongan menengah. Tingkat ini menahan kerikil dan lumpur serta memberi sedikit penahan di pergelangan tanpa panas dan bobot potongan tinggi. Pemula yang menanjak gunung landai dengan ransel harian bisa memakai potongan rendah, tetapi pendaki yang membawa ransel untuk bermalam di jalur berbatu lebih tenang dengan potongan menengah, sebab langkahnya tidak goyah. Dalam kedua keadaan, Anda tidak perlu potongan tinggi kecuali betis Anda tidak cepat lelah dan jalur Anda kering, karena potongan tinggi di jalur berair justru lebih cepat kemasukan air.

Bagaimana mencegah lepuh di tumit saat menuruni gunung?

Pastikan ukuran tidak kebesaran di tumit, pakai kaus kaki wol tipis atau sintetis yang sama dengan saat mencoba sepatu, dan ikat simpul tambahan pada dua lubang tali teratas supaya tumit tertahan di belakang sepatu. Contoh: orang yang tumitnya naik setiap melangkah di papan miring toko hampir pasti lepuh di jalur turun. Simpul tambahan yang tidak menghentikannya menandakan bentuk sepatu tidak cocok dengan kaki Anda, dan ukuran baru tidak akan menyelesaikannya. Untuk pendakian bermalam, bawa sepasang kaus kaki cadangan supaya tumit tidak berendam sepanjang sore. Kaus kaki katun menahan air dan menggosok kulit saat basah, jadi pendaki yang memakainya di jalur lembap akan lepuh lebih cepat daripada yang memakai wol tipis, bahkan dengan ukuran sepatu yang benar.

Bagaimana mengeringkan sepatu gunung yang basah dan berlumpur?

Sikat lumpur selagi basah, bilas, keluarkan alas dalam dan tali, lalu taruh di tempat teduh berangin dengan koran digulung di dalam yang diganti saat lembap. Hindari menjemur di terik atau mendekatkan ke api unggun dan pemanas, sebab perekat melunak dan busa menyusut. Setelah pendakian akhir pekan di tanah liat, sepatu kulit penuh butuh waktu lebih lama kering daripada sepatu jaring, dan jangan mengoleskan lilin perawatan sebelum kulitnya benar-benar kering. Sepatu yang malam itu belum kering sebaiknya tidak dimasukkan ke kantong plastik tertutup, melainkan dibiarkan di rak terbuka dengan koran baru sampai pagi. Perekat dan busa yang terkena panas langsung tidak akan pulih, jadi sabar menunggu satu hari lebih baik daripada mempercepatnya dengan api.

Mengapa sol sepatu gunung lama bisa hancur padahal jarang dipakai?

Lapuknya busa tengah berbahan PU berbasis poliester berasal dari uap air, walau sepatu tersimpan di lemari. Rumah di daerah lembap mempercepat proses itu, apalagi bila sepatu ditutup dalam kantong plastik. Sepatu yang dipakai sekali setahun lalu disimpan sebelum dibersihkan paling berisiko, sebab lumpur menahan lembap di sela kembangan. Remuk seperti remah menandakan sepatu tidak layak dipakai lagi, dan sepatu bekas dengan tanda itu sebaiknya dilewatkan sebelum dibeli, sekalipun kembangannya masih dalam dan tampak baru. Tekan sisi busa dengan ibu jari di toko bekas: bantalan yang langsung kembali masih layak, sedangkan lekukan yang bertahan lama menandakan busa sudah habis.

Tertarik dengan produk ini?

Temukan harga terbaik di Blibli

Belanja Sekarang di Blibli

Gunakan Cari untuk membandingkan pilihan Sepatu dari berbagai toko sebelum memutuskan.

Artikel Terkait tentang Lifestyle & Hobi

Lifestyle & Hobi

Cara Memilih Pensil Warna untuk Pemula yang Ingin Menggambar dan Mewarnai

Set 72 warna belum tentu lebih baik dari 24. Bandingkan pensil warna inti lilin dan minyak, kelas pelajar dan seniman, ketahanan cahaya, serta kertas yang cocok untuk pemula.

11 min
Lifestyle & Hobi

Cara Memilih Matras Berkemah yang Hangat dan Tidak Kempis

Panas tubuh lari ke tanah lewat punggung, sehingga nilai R dan ukuran lebih penting daripada empuknya. Pahami matras berkemah busa padat, mengembang sendiri, dan matras tiup.

12 min
Lifestyle & Hobi

Cara Memilih Teleskop untuk Pemula yang Ingin Melihat Bulan dan Planet

Teleskop berdiameter 70 mm hanya berguna hingga perbesaran 140 kali, sekalipun kardusnya menjanjikan 350 kali. Pahami diameter, jenis tabung, dan dudukan sebelum membeli teleskop.

14 min
Lifestyle & Hobi

Cara Memilih Teropong untuk Mengamati Burung dan Alam Terbuka

Angka 8x42 berarti perbesaran delapan kali dan lensa depan 42 mm. Hitung pupil keluar, bidang pandang, dan jarak nyaman mata sebelum memilih teropong untuk mengamati burung.

13 min
Lihat semua artikel Lifestyle & Hobi →