Cara Memilih Sepatu Safety untuk Kerja Lapangan yang Tidak Bikin Kaki Lelah

Cara Memilih Sepatu Safety untuk Kerja Lapangan yang Tidak Bikin Kaki Lelah
Beli Sekarang di Shopee

Kode di Lidah Sepatu Menentukan Perlindungan, Bukan Penampilan

Pilih sepatu safety dari kode standar yang tercetak di lidah atau sisi sepatu: SB atau S1 untuk lantai kering dan rata, S1P atau S3 bila ada paku, kawat, atau tanah basah. Setelah kode cocok dengan bahaya, uji ruang jari pada sore hari dengan kaus kaki kerja, sebab kaki lelah paling sering berasal dari ujung yang sempit.

Sebelum memutuskan, Anda dapat melihat pilihan Sepatu di Cari sebagai referensi awal.

Sepatu safety yang sama bisa sempurna untuk gudang dan keliru untuk proyek bangunan. Bedanya ada pada huruf dan angka seperti S1P atau S3, bukan pada seberapa kokoh sepatu terlihat di rak. Setiap kode memuat daftar perlindungan yang sudah diuji. Daftar itu hanya berguna bila Anda lebih dulu tahu bahaya di tempat kerja: benda jatuh, paku di lantai, genangan, atau minyak.

Pelindung ujung kaki ada di hampir semua sepatu jenis ini. Pelindung itu diuji menahan benturan 200 joule dan tekanan 15 kilonewton. Angka pertama setara dengan beban 20 kg yang jatuh dari ketinggian sekitar 1 meter, yaitu 20 kali 9,8 kali 1, hasilnya sekitar 196 joule. Palu 5 kg yang jatuh dari 4 meter membawa energi yang sama. Benda yang lebih berat atau jatuh dari tempat lebih tinggi sudah melewati batas uji, dan tutup ujung kaki mana pun tidak menjamin apa-apa di sana.

Setelah bahaya ditetapkan, tersisa tiga keputusan yang terpisah: bahan pelindung ujung, perlu tidaknya pelat anti tusukan di sol, dan jenis sol yang tidak selip di lantai tempat Anda berdiri. Kenyamanan menyusul sebagai keputusan keempat. Urutannya paling akhir, tetapi nilainya paling besar: sepatu pelindung yang melecetkan tumit akan dilepas saat istirahat siang dan tidak dipakai lagi, sehingga perlindungannya tidak berguna. Delapan jam berdiri di beton membuat Anda merasakan setiap milimeter ruang jari yang salah.

Perusahaan tempat Anda bekerja mungkin sudah menetapkan kode minimum dalam aturan keselamatan kerjanya. Tanyakan ke bagian keselamatan lebih dulu. Kode di bawah ketentuan itu tidak layak dibeli, sedangkan kode di atasnya boleh dipilih selama kaki tetap nyaman. Pembeli perorangan, misalnya tukang lepas atau montir yang membeli sendiri, bebas memilih dan karena itu paling perlu membaca kode.

Arti Kode pada Lidah Sepatu dan Perlindungan di Dalamnya

Awalan S menandakan sepatu pengaman dengan ujung pelindung. Huruf dan angka sesudahnya menambah lapisan perlindungan secara bertingkat, jadi kode yang lebih tinggi memuat isi kode di bawahnya. Ada satu pengecualian: S1P tidak berada di antara S1 dan S2, melainkan cabang sendiri yang menambah penahan tusukan tanpa menambah penahan air. Karena itu urutan angka tidak bisa dibaca sebagai peringkat mutu.

SB dan S1: Ujung Kaki Saja atau Ditambah Tumit

SB hanya menjamin ujung pelindung dengan batas 200 joule dan 15 kilonewton. S1 memuat itu, lalu menambah sifat antistatik dan penyerap benturan di tumit. Untuk gudang berlantai beton kering, tempat bahayanya adalah palet dan kardus yang terjatuh ke jari kaki, S1 sudah memenuhi kebutuhan.

S1P, S2, dan S3: Tusukan dan Air

Tambahan huruf P berarti ada lapisan penahan tusukan di sol, jadi S1P adalah S1 dengan perlindungan dari paku. Lalu S2 menambahkan penahan rembesan air lewat bagian atas sepatu. Kode S3 menggabungkan S2 dengan penahan tusukan dan alur sol yang dalam, sehingga ia paling lengkap di antara keempatnya untuk tanah berlumpur atau sisa bongkaran.

Huruf Tambahan di Belakang Kode

WR berarti seluruh sepatu kedap air, bukan hanya bagian atasnya. HRO berarti sol tahan panas bila menyentuh permukaan panas, dan CI berarti sol menahan dingin dari lantai. Huruf SRA, SRB, dan SRC menyangkut ketahanan selip. Bagian tersendiri di bawah membahasnya.

Sifat antistatik pada S1 hanya membuang muatan listrik statis dari tubuh. Ia bukan pelindung dari kabel bertegangan. Untuk pekerjaan di dekat jaringan listrik, cari sepatu berisolasi listrik yang ditandai tersendiri.

Ujung Baja atau Komposit pada Pelindung Jari

Dua bahan ini lulus uji yang sama, yaitu 200 joule dan 15 kilonewton, jadi keduanya melindungi pada tingkat yang setara. Perbedaannya ada pada ketebalan, cara menghantar suhu, serta reaksi terhadap detektor logam.

Pelindung Baja

Baja paling tipis. Dengan begitu ruang jari di dalamnya lebih lega pada ukuran yang sama. Logam menghantar panas dan dingin dengan cepat, jadi jari terasa terbakar di bawah terik dan membeku di ruang pendingin. Baja juga berbunyi pada detektor logam dan bisa berkarat bila lapisannya terkelupas. Bengkel dan proyek bangunan cocok dengan pilihan ini.

Pelindung Komposit

Komposit lebih tebal, jadi sebagian orang perlu naik setengah ukuran agar jari tidak menyentuh tutupnya. Komposit tidak menghantar suhu dan tidak memicu detektor logam di pintu masuk bandara atau pabrik tertentu. Pelat dan kerangka sol tetap perlu diperiksa karena sepatu berlabel bebas logam masih bisa berbunyi bila di dalamnya ada pelat baja. Selisih bobot tutup ujung hanya puluhan gram per sepatu, jadi bobot bukan alasan memilih komposit.

Untuk ruang pendingin dan area berdetektor logam, komposit menjadi pilihan yang jelas. Di luar kedua kondisi itu, baja yang lebih tipis sudah cukup, dan ruang jari yang lebih lega membantu kenyamanan.

Pelat Anti Tusukan Hanya untuk Lantai yang Berpaku

Pelat di sol menahan paku, kawat, dan potongan besi yang tertancap dari bawah. Lapisan ini diperlukan di proyek bangunan, area pembongkaran, dan lahan tempat papan bekas berserakan. Gudang berlantai beton tidak memerlukannya. Pelat itu membuat bagian tengah sol lebih kaku dan sepatu sedikit lebih berat, dua hal yang terasa pada jam kelima bila bahayanya tidak ada.

Sol yang Menahan Selip di Lantai Basah dan Berminyak

Jatuh karena terpeleset adalah bahaya yang lebih dekat daripada tertimpa benda jatuh di sebagian besar tempat kerja. Ketahanan selip diuji pada dua permukaan. SRA diuji di lantai keramik yang dibasahi larutan sabun, SRB di lantai baja yang dilumuri gliserin, dan SRC berarti sepatu lulus kedua uji itu.

Dapur industri, pabrik makanan, dan lantai ubin yang sering dipel menuntut minimal SRA. Bengkel dan area pelumas memerlukan SRC karena minyak jauh lebih licin daripada air sabun. Bila lembar data sepatu tidak mencantumkan satu pun dari ketiga huruf itu, anggap ketahanan selipnya belum teruji.

Pola sol juga memengaruhi. Alur yang dalam dan renggang, seperti pada S3, mencengkeram tanah dan kerikil. Di lantai halus, alur yang rapat dan dangkal memberi luas kontak lebih besar. Sol yang aus sampai polanya rata kehilangan cengkeraman itu, apa pun kode di lidahnya.

Tinggi Sepatu Mengikuti Medan Kerja

Model Pendek di Bawah Mata Kaki

Model pendek ringan dan cepat dilepas, cocok untuk lantai rata di gudang dan pabrik, serta pekerjaan yang banyak berjalan. Mata kaki tidak terlindungi.

Model Setinggi Mata Kaki atau Lebih

Model ini menyangga pergelangan di tanah miring dan tidak rata, serta menahan percikan lumpur dan serpihan. Tali sampai atas mencegah tumit terangkat. Di proyek dengan medan berbatu atau berlumpur, tinggi ini sepadan dengan tambahan bobotnya. Di lantai licin dan rata, bobot ekstra itu cuma membuat langkah lebih berat.

Kaki Lelah Berasal dari Ujung Sempit dan Tumit yang Longgar

Pelindung itu kaku. Kulit biasa melunak setelah dipakai, sedangkan baja dan komposit tetap pada bentuk awalnya. Jadi sepatu yang menekan jari di toko akan menekan sepanjang masa pakainya.

Mencoba pada Sore Hari dengan Kaus Kaki Kerja

Kaki membengkak ringan setelah berdiri dan berjalan seharian, jadi ukuran pagi lebih kecil daripada ukuran sore. Coba sepatu pada sore hari, memakai kaus kaki setebal yang akan Anda pakai bekerja. Sisakan ruang selebar ibu jari, sekitar 1 cm, di depan jari terpanjang.

Memeriksa Gerak Kaki di Dalam Sepatu

Berdiri, jongkok, lalu miring ke depan seperti menuruni tangga. Jari tidak boleh menyentuh tutup saat kaki meluncur ke depan, dan tumit tidak boleh terangkat saat Anda berjalan. Tumit yang naik turun menimbulkan lecet lebih cepat daripada ujung yang sedikit sempit. Kencangkan tali sampai ujung atas sebelum menilainya.

Sol Dalam dan Bobot

Sol dalam yang bisa dilepas memungkinkan Anda memakai alas lain bila yang bawaan terlalu datar. Alas pengganti hanya muat bila ruang jari masih tersisa, karena tutup ujung tidak memberi tambahan tinggi. Coba sepatu bersama alas itu, bukan sebelum dipasang. Untuk berdiri berjam-jam di beton, alas yang menahan lengkung kaki membuat betis tidak cepat pegal. Sepatu yang terlalu berat baru terasa pada sore hari, jadi pegang dua atau tiga pasang di tangan sebelum membeli, lalu berjalan bolak-balik dengan masing-masing. Ayunan tumit yang berat melelahkan paha lebih dulu daripada telapak.

Panas, Dingin, dan Genangan di Tempat Kerja

Tiga kondisi ini menentukan huruf tambahan yang layak dicari. Area las, aspal panas, dan lantai pabrik yang menyimpan panas memerlukan HRO pada sol. Ruang pendingin memerlukan CI, dan komposit lebih nyaman di sana karena tutup ujungnya tidak menghantar dingin ke jari.

Untuk genangan dan lumpur, perbedaan antara S2 dan WR penting. Pada S2, rembesan lewat bagian atas tertahan, tetapi lidah dan sambungan masih bisa bocor bila air masuk dari atas tepi sepatu. WR berarti seluruh sepatu kedap, dan itu pilihan untuk pekerjaan yang membuat Anda berdiri di air, dengan konsekuensi sirkulasi udara lebih buruk dan kaki yang lebih berkeringat.

Label dan Tanda SNI yang Perlu Dibaca Sebelum Membayar

Sepatu yang benar-benar diuji mencantumkan nama standar, kode, dan ukuran pada label di lidah atau sol dalam. Standar nasional untuk sepatu pengaman di negara ini adalah SNI 8877, yang menggabungkan tiga SNI sebelumnya untuk sepatu kulit bersol karet cetak dan sepatu kulit jahit, ditambah sepatu bersol polimer. Tanda SNI atau nama standar internasional seperti EN ISO 20345 pada label menandakan sepatu itu diuji menurut standar tersebut.

Sepatu berlabel safety tanpa nama standar atau kode tidak memberi jaminan tutup ujungnya diuji. Tekan ujung dengan ibu jari: tutup yang benar-benar baja atau komposit tidak melesak. Ketuk dengan buku jari, dan ujung pelindung terdengar keras, bukan seperti plastik tipis.

Perawatan dan Tanda Sepatu Harus Pensiun

Keringkan sepatu di tempat teduh setelah basah dan keluarkan sol dalamnya, sebab sepatu yang lembap seharian memperpendek umur lem dan jahitan. Bersihkan lumpur dari alur sol karena alur yang tersumbat tidak mencengkeram.

Sepatu yang pernah menahan benturan berat harus diganti, walaupun sepatunya terlihat utuh, sebab tutup yang sudah penyok atau retak tidak lagi menyerap benturan berikutnya seperti saat baru. Sol yang polanya sudah rata dan sepatu yang pelatnya mulai terlihat dari bawah juga sudah waktunya pensiun.

Dua Lokasi Kerja dengan Satu Pasang Sepatu

Mereka yang berpindah antara gudang dan proyek sering memakai satu pasang untuk keduanya. Pilih kode untuk bahaya yang lebih tinggi, yaitu S3 atau S1P dengan SRC. Terima tambahan bobotnya. Memakai sepatu S1 ringan di proyek berarti pelat penahan tusukan tidak ada di tempat yang paling membutuhkannya.

Bila anggaran memungkinkan, dua pasang yang dipakai bergantian punya keuntungan lain: tiap pasang punya satu hari penuh untuk mengering, dan sol dalamnya tidak terus lembap.

Kesimpulan

Di gudang berlantai beton kering cukup dengan S1 atau S1P berujung baja dan sol SRA. Proyek bangunan memerlukan S3 setinggi mata kaki dengan SRC, dan komposit hanya bila ada ruang pendingin atau detektor logam. Apa pun kodenya, sepatu yang menekan jari saat dicoba sore hari tidak akan melonggar.

Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap di Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.

Pertanyaan / Jawaban

Apa bedanya sepatu safety S1, S1P, dan S3 untuk pekerja gudang?

Untuk gudang berlantai beton kering, S1 sudah menjamin ujung pelindung dan penyerap benturan di tumit. S1P hanya menambah pelat penahan tusukan, jadi pilih bila di lantai gudang ada paku palet, kawat pengikat, atau serpihan logam. S3 melengkapi itu dengan penahan rembesan air dan alur sol dalam, yang berguna di halaman bongkar muat berlumpur tetapi sia-sia di lantai rata. Petugas yang hanya mengangkat kardus di dalam ruangan tidak memerlukan S3, dan sepatu itu justru lebih berat. Karena S1P berdiri sendiri di antara S1 dan S3, petugas yang bekerja di dalam dan sesekali ke halaman bisa memilihnya tanpa membayar bobot S3 penuh.

Berapa berat beban yang bisa ditahan ujung baja pada sepatu safety?

Dalam uji, ujung pelindung menahan benturan 200 joule dan tekanan 15 kilonewton. Untuk gambaran di lapangan, itu setara beban 20 kg yang jatuh dari sekitar 1 meter, atau palu 5 kg yang jatuh dari 4 meter. Untuk pekerja di bawah perancah, artinya alat sekelas palu masih tercakup, sedangkan batang besi tulangan atau balok yang jatuh dari lantai atas sudah melampaui jaminan sepatu. Dua angka itu berbeda tugas: 200 joule untuk benda yang jatuh, 15 kilonewton untuk beban yang menindih. Sepatu yang lulus keduanya belum tentu melindungi mata kaki, sebab jaminan itu hanya berlaku untuk ujung. Model pendek yang berhenti di bawah mata kaki tidak melindunginya, jadi pekerja yang sering melangkah di tanah tidak rata lebih aman dengan model setinggi mata kaki.

Mana yang lebih nyaman, ujung baja atau komposit?

Baja lebih tipis sehingga jari punya ruang lebih lega pada ukuran sepatu yang sama, tetapi ia menghantar panas dan dingin. Bahan komposit lebih tebal, jadi pemilik kaki lebar mungkin perlu naik setengah ukuran, namun ia tidak membuat jari panas atau beku. Montir di bengkel terbuka cocok dengan baja, sedangkan petugas gudang pendingin lebih nyaman dengan komposit. Selisih bobot hanya puluhan gram per sepatu, jadi jangan menjadikannya alasan. Kedua bahan juga memberi tingkat perlindungan yang sama, sehingga kenyamanan jari dan suhu kerja menjadi pembeda utama. Untuk Anda yang berganti antara ruang pendingin dan area terbuka, tempat berdiri paling lama menentukan pilihan: komposit di ruang pendingin, baja yang lebih lega di bengkel terbuka.

Bagaimana cara mencoba sepatu safety supaya tidak lecet di minggu pertama?

Datang ke toko pada sore hari dengan kaus kaki setebal yang dipakai bekerja, karena kaki sudah membengkak ringan pada jam itu. Sisakan ruang selebar ibu jari di depan jari terpanjang, kencangkan tali sampai atas, lalu berdiri dan jongkok, kemudian miring ke depan. Coba ukuran atau model lain bila ujung jari menyentuh tutup atau tumit terangkat saat Anda berjalan. Ujung kaku tidak akan melar seperti kulit biasa, jadi jangan membeli dengan harapan sepatu itu akan menyesuaikan. Untuk komposit, timbang setengah ukuran lebih besar karena tutupnya lebih tebal, lalu ulangi uji yang sama.

Perlukah pelat anti tusukan untuk kerja di gudang?

Perlu hanya bila lantai atau halaman gudang Anda punya paku, kawat, atau potongan logam yang bisa tertancap dari bawah, misalnya di area bongkar muat tempat palet kayu dibongkar. Di lantai beton bersih, pelat itu hanya menambah bobot dan membuat sol tengah lebih kaku tanpa ada bahaya yang ditahannya. Dalam kasus itu S1 dengan sol SRA atau SRC lebih masuk akal daripada S1P. Gudang makanan beku, misalnya, lebih memerlukan CI dan ketahanan selip daripada pelat.

Apakah sepatu safety antistatik aman untuk pekerjaan listrik?

Tidak. Sifat antistatik pada kode S1 ke atas hanya membuang muatan statis dari tubuh. Teknisi yang menyentuh kabel bertegangan memerlukan sepatu berisolasi listrik yang ditandai tersendiri, dan sepatu S1 atau S3 biasa tidak dapat menggantikannya. Pekerja instalasi harus mencari tanda isolasi listrik pada label sebelum membeli, bukan sekadar memilih bahan ujung. Tukang yang bekerja di dekat panel dan kabel tidak boleh menganggap huruf S sebagai tanda perlindungan listrik.

Bagaimana memastikan sepatu safety yang dibeli benar-benar lolos standar?

Baca label di lidah atau sol dalam: harus ada nama standar seperti SNI 8877 atau EN ISO 20345, kode seperti S1P atau S3, serta ukuran. Tekan ujung dengan ibu jari, dan tutup yang asli tidak melesak. Ketuk dengan buku jari. Bunyinya harus keras, bukan seperti plastik tipis. Sepatu yang hanya bertuliskan safety tanpa kode tidak memberi jaminan apa pun tentang ujungnya, dan sol tanpa huruf SRA, SRB, atau SRC berarti ketahanan selipnya belum teruji. Pembeli perorangan yang tidak punya bagian keselamatan di kantornya paling perlu memeriksa label sendiri sebelum membayar.

Sepatu safety yang pernah tertimpa barang berat masih boleh dipakai?

Tidak, bila tutup ujungnya penyok, retak, atau berubah bentuk, walaupun kulit luarnya masih mulus dan Anda tidak merasakan apa-apa saat berjalan. Tutup yang rusak tidak lagi menyerap benturan berikutnya seperti saat baru, jadi sepatu perlu diganti. Cek juga sol yang polanya sudah rata atau pelat yang mulai terlihat dari bawah. Keduanya menandakan sepatu sudah waktunya pensiun.

Tertarik dengan produk ini?

Temukan harga terbaik di Shopee

Belanja Sekarang di Shopee

Gunakan Cari untuk membandingkan pilihan Sepatu dari berbagai toko sebelum memutuskan.

Artikel Terkait tentang Fashion

Fashion

Cara Memilih Kain untuk Dijahit di Penjahit agar Tidak Menyusut Setelah Dicuci

Katun menyusut 3 hingga 5 persen, jadi baju jahitan bisa sempit setelah cucian pertama. Cuci kain dulu, ukur potongan uji 20 cm, lalu hitung tambahan meter sebelum ke penjahit.

11 min
Fashion

Cara Memilih Legging Wanita yang Tidak Menerawang dan Tidak Melorot

Legging menerawang karena kainnya ditarik terlalu jauh di pinggul, dan melorot karena pita sempit. Cek rajutan, hitung regangan ukuran, dan pilih legging wanita berpita lebar.

12 min
Fashion

Cara Memilih Bahan Hijab Segi Empat yang Tidak Menerawang dan Mudah Dibentuk

Voal, paris, sifon, dan satin berbeda pada tenunan, serat, dan kelicinan. Bandingkan bahan hijab segi empat supaya tidak menerawang, tidak melorot, dan mudah dibentuk di kepala.

13 min
Fashion

Cara Memilih Sarung Pria yang Adem, Tidak Melorot, dan Awet Dicuci

Sarung adem dan tidak melorot ditentukan oleh benang, serat, kerapatan tenun, dan lingkar tabung. Bandingkan kain tenun dengan kain cetak serta katun, rayon, dan poliester.

11 min
Lihat semua artikel Fashion →