Yang Perlu Dicek sebelum Membeli Jaket Kulit agar Tidak Retak dan Berjamur
Jaket kulit rusak di lipatan, jahitan, dan lapisan dalam
Periksa empat hal sebelum membayar: jenis dan keaslian kulit pada tepi potongan, ukuran bahu yang pas karena kulit nyaris tidak melar, jahitan serta ritsleting di titik tarik, dan tanda lembap atau bau apek di lapisan dalam. Model dan warna paling akhir dinilai.
Jaket kulit yang bagus di cermin toko belum tentu bagus setahun kemudian. Kerusakannya muncul di tempat yang sama: lipatan siku, kerah, ketiak, dan lapisan dalam yang menempel pada kulit. Pemeriksaan sebelum membeli perlu mengarah ke bagian itu, bukan ke model atau warna.
Pilihan pertama adalah bahan. Kulit asli dari domba, kambing, atau sapi bertahan bertahun-tahun dengan perawatan sederhana, tetapi harganya jauh lebih tinggi dan beratnya terasa di bahu. Bahan sintetis murah dan rapi di hari pertama. Lapisan plastiknya lalu mulai terkelupas di lipatan, terutama di udara lembap.
Pertimbangan kedua adalah ukuran. Kulit tidak melar seperti kain rajut, jadi jaket yang sempit di bahu akan tetap sempit. Ketiga, lapisan dalam dan lubang udara, sebab jaket kulit menahan panas jauh lebih banyak daripada jaket katun, dan di kota bersuhu 30 derajat itu menentukan apakah jaket benar-benar keluar dari lemari.
Kelembapan menjadi pemeriksaan terakhir. Lemari tertutup tanpa sirkulasi udara di musim hujan cukup untuk menumbuhkan jamur pada kulit dan kain dalamnya. Jaket yang tampak bersih di toko pun bisa membawa bercak di bawah kerah, dan jaket bekas menuntut pemeriksaan tambahan di bagian yang aus.
Harga bukan satu-satunya pembeda. Dua jaket dengan label sama bisa terbuat dari lapisan atas utuh atau lapisan belahan yang jauh lebih rapuh, dan pembeli baru sulit melihat bedanya dari jauh. Karena itu pemeriksaan fisik atau foto dekat lebih berguna daripada deskripsi produk.
Di iklim tropis, jaket kulit paling masuk akal bagi pengguna yang berangkat pagi atau pulang malam, bekerja di ruangan ber-AC, atau sesekali bepergian ke daerah dingin. Untuk kebutuhan tampilan saja, jaket kulit domba yang tipis sudah cukup. Jaket sintetis berumur pendek pun tidak merugikan bila dibeli dengan harapan itu sejak awal.
Jenis Kulit Menentukan Berat, Kelembutan, dan Umur Pakai
Nama jenis hewan di label lebih berguna daripada kata "kulit asli" saja, karena tiga jenis yang paling umum untuk jaket berperilaku sangat berbeda di badan.
Kulit domba
Kulit domba tipis dan ringan. Jatuhnya lembut mengikuti badan, sehingga cocok untuk jaket yang dipakai di dalam ruangan atau saat malam. Kelemahannya ada di permukaan: goresan kuku dan tali tas serta gesekan sabuk pengaman meninggalkan bekas yang terlihat. Kulit setipis ini juga lebih cepat menipis di siku bila jaket dipakai setiap hari untuk berkendara.
Kulit kambing
Kulit kambing lebih padat dan butirnya lebih kasar daripada kulit domba, jadi lebih tahan gesekan dengan bobot yang masih ringan hingga sedang. Pori-porinya membentuk pola tak beraturan yang khas. Untuk pemakaian harian dengan tas selempang atau ransel, jenis ini adalah jalan tengah yang paling aman bagi kebanyakan pembeli.
Kulit sapi
Kulit sapi tebal dan kaku di awal. Ia terasa berat di bahu dan memerlukan masa melunak sebelum nyaman. Sebagai gantinya, ia bertahan paling lama terhadap gesekan dan terkena hujan ringan. Jaket kulit sapi cocok bagi Anda yang memakainya sepanjang tahun di tempat berpendingin udara atau di dataran tinggi, dan kurang cocok bagi Anda yang berjalan kaki di siang hari.
Berat jaket adalah ukuran praktis yang bisa dicoba di toko. Pakai jaket selama lima menit sambil berdiri, lalu rasakan apakah bahu mulai tertarik ke bawah. Jaket kulit sapi tebal yang terasa berat pada menit pertama akan terasa lebih berat setelah satu jam di kendaraan umum. Kulit domba jarang menimbulkan keluhan itu, tetapi tepinya lebih cepat menipis.
Ketebalan juga memengaruhi masa melunak. Kulit tebal memerlukan beberapa minggu pemakaian sebelum lekuk siku dan bahunya mengikuti badan. Kulit tipis langsung nyaman, namun di lipatan yang sama setiap hari akan terbentuk garis yang tidak hilang.
Ada pula kulit yang dibelah menjadi lapisan bawah lalu diberi cetakan dan lapisan plastik di atasnya. Bahan semacam ini masih berasal dari hewan, tetapi kekuatannya jauh di bawah lapisan atas yang utuh, dan di tepinya terlihat serat pendek yang tidak sekuat bagian atas. Tanyakan kepada penjual apakah yang dipakai adalah lapisan atas utuh atau lapisan belahan.
Membedakan Kulit Asli dari Sintetis Tanpa Alat
Tepi potongan dan sisi dalam
Tepi potongan adalah petunjuk paling jujur. Kulit asli menampakkan serat berlapis yang kusut dan tidak rata di tepi, seperti kain kempa yang padat. Bahan sintetis menampakkan lapisan kain atau jaring di bawah, dengan satu lapisan plastik tipis di atasnya yang rata sempurna. Lihat juga bagian dalam saku dan lipatan bawah kerah, tempat kulit tidak diberi lapisan penutup.
Pori dan lipatan
Pori kulit asli tidak seragam, ada yang rapat dan ada yang renggang. Polanya berbeda di setiap area. Pola pada bahan sintetis berulang dengan jarak yang sama, seperti stempel. Tekuk lengan jaket hingga membentuk kerutan: kulit asli membuat kerutan halus yang tersebar, sementara bahan sintetis membuat lipatan lebar yang tajam dan terlihat seperti plastik.
Aroma dan label
Kulit asli berbau khas penyamakan, hangat dan agak mirip bau kayu. Aroma plastik yang tajam menandakan lapisan sintetis. Label yang hanya menulis "kulit" tanpa menyebut jenis hewan atau jenis lapisan belum menjawab apa pun. Minta penjual menyebut jenis kulit dan bagian yang dipakai, dan perhatikan bila jawabannya berubah-ubah.
Permukaan Alami atau Permukaan Berlapis Pelindung
Kulit yang hanya dicelup warna tanpa lapisan pelindung terasa lembut dan menampilkan pori-pori aslinya. Kulit semacam itu menyerap noda minyak dan bercak air dengan cepat, dan bercak yang jatuh di lengan atau dada sulit hilang. Kulit berlapis pigmen lebih tahan percikan dan lebih mudah dilap, tetapi terasa lebih rata dan kurang lentur.
Untuk pengguna yang mengenakan jaket di jalan, di warung, atau di kendaraan umum, permukaan berlapis lebih masuk akal. Permukaan alami layak dipilih bila jaket hanya dipakai untuk acara tertentu dan disimpan dengan benar sesudahnya.
Ukuran Bahu dan Lengan, Karena Kulit Tidak Melar Banyak
Bahu
Jahitan bahu harus jatuh tepat di ujung tulang bahu. Jahitan yang turun ke lengan membuat jaket tampak tenggelam, sedangkan jahitan yang naik ke leher menekan otot dan membatasi gerak. Ukur lebar bahu jaket lama yang paling nyaman di rumah dengan meteran dari jahitan bahu kiri ke kanan, lalu bandingkan dengan jaket yang akan dibeli. Selisih lebih dari 1 cm sudah terasa pada kulit.
Lengan dan gerakan
Angkat kedua tangan ke depan seperti memegang setang atau mengetik. Jaket yang pas tidak menarik bahu ke depan dan tidak menaikkan ujung lengan melewati pergelangan. Peregangan kulit hanya terjadi sedikit di siku dan pinggang setelah dipakai beberapa minggu, jadi jangan membeli jaket yang sempit dengan harapan akan longgar sendiri.
Pakai jaket dengan pakaian setebal yang akan Anda kenakan sehari-hari. Di kota tropis itu biasanya kaus atau kemeja tipis, bukan kaus tebal, sehingga jaket yang dipotong untuk pakaian dalam tebal terasa kebesaran dan kurang rapi.
Kain Dalam dan Lubang Udara Menentukan Rasa Gerah
Lapisan dalam poliester licin dan mudah dipakai, tetapi tidak menyerap keringat, sehingga ketiak terasa lengket dalam waktu singkat. Kain katun menyerap keringat dan terasa lebih nyaman di kulit, tetapi lambat kering dan menyimpan bau lebih lama. Jaket tanpa lapisan atau berlapis tipis jaring cocok untuk kota panas, meskipun terasa kurang tebal.
Perhatikan juga apakah lapisan dalam bisa dibalik atau dibuka untuk dijemur. Lubang udara di bawah ketiak atau punggung membantu mengurangi panas, dan jahitannya perlu rapat agar tidak robek saat lengan diangkat.
Ritsleting, Kancing, dan Jahitan di Titik yang Ditarik
Tusukan benang
Tarik perlahan dua sisi jahitan di bahu dan ketiak. Pada jahitan yang baik, celah tidak terbuka dan benangnya tidak terurai. Jarak antar tusukan yang rapat dan seragam menandakan kekuatan, sedangkan tusukan jarang dan miring menandakan pengerjaan terburu-buru. Tepi kulit yang dilipat ke dalam dan dijahit lebih awet daripada tepi yang hanya dipotong dan dicat.
Ritsleting
Buka dan tutup ritsleting sepanjang jaket sebanyak lima kali. Gigi yang logam dan seragam bergerak halus, sedangkan ritsleting plastik tipis cepat menyangkut pada kulit. Perhatikan juga bahwa kain di sekeliling ritsleting tidak berkerut dan kulit tidak tertarik saat ritsleting dikancingkan sampai atas.
Tanda Jamur dan Lembap yang Perlu Dicari di Toko
Jamur pada kulit bermula dari lembap, dan lembap bertahan paling lama di lapisan dalam serta lipatan bawah kerah. Di toko, balik kerah dan periksa jahitan di bawah ketiak. Bintik putih seperti tepung, bercak hijau kebiruan, atau permukaan yang terasa lengket menandakan jaket pernah tersimpan dalam keadaan lembap.
Aroma apek yang menusuk lebih penting daripada tampilan. Ia menyatu dengan serat dan kain dalam, dan tidak hilang hanya dengan dijemur. Jaket seperti itu sebaiknya ditinggalkan walau harganya jauh lebih murah, karena pembersihannya memerlukan jasa khusus dan hasilnya tidak selalu sempurna.
Di musim hujan, pertanyaan yang perlu diajukan kepada penjual adalah bagaimana jaket disimpan di gudang atau etalase. Jaket yang tergantung di ruang berpendingin udara jauh lebih aman daripada jaket yang tertumpuk dalam plastik.
Perawatan di Rumah agar Kulit Tidak Retak
Gantung jaket di gantungan berbahu lebar, bukan gantungan kawat yang membuat bahu menggembung dan melengkung. Simpan di lemari yang diberi ventilasi, jauh dari dinding yang lembap. Jangan memasukkannya ke kantong plastik tertutup karena kulit perlu bernapas. Kantong penyerap lembap di dalam lemari membantu selama musim hujan.
Jaket yang terkena hujan dikeringkan perlahan di tempat teduh dengan sirkulasi udara, tidak di depan kipas pemanas dan tidak di bawah matahari langsung. Panas yang tinggi mengeraskan kulit sehingga lipatannya retak. Lap noda ringan dengan kain lembap yang sudah diperas, dan serahkan noda minyak atau noda besar kepada jasa binatu khusus kulit, bukan mesin cuci rumah.
Kondisioner kulit sebaiknya dioleskan tipis dan merata sekali setelah jaket lama tidak dipakai, bukan berulang-ulang, karena kulit yang terlalu jenuh minyak menjadi lembek dan menarik debu. Apek ringan pada jaket yang disimpan lama dapat dikurangi dengan menggantungnya di tempat teduh berangin selama beberapa hari.
Jaket Kulit Bekas dan Titik Aus yang Menceritakan Pemakaian
Jaket bekas bagus bila kulitnya tebal dan jahitannya utuh, sebab kulit yang sudah melunak terasa lebih nyaman daripada jaket baru. Periksa siku dan kerah lebih dulu. Kulit yang mengilap dan tipis di bagian itu sudah menghabiskan sebagian besar umurnya.
Cari retakan halus pada lipatan siku dengan menekuk lengan di bawah cahaya terang. Retak yang baru muncul pada permukaan bisa dirawat, tetapi retak yang tembus hingga tampak serat di bawahnya tidak dapat diperbaiki. Cium juga bagian ketiak: noda keringat lama menyatu dengan kulit dan membuat bau kembali setiap kali jaket hangat.
Untuk jaket sintetis bekas, kulit yang mulai mengelupas dengan serpihan tipis menandakan lapisannya sudah terlepas dari kain dasar. Proses itu tidak berhenti dan tidak bisa diperbaiki, jadi jaket seperti itu tidak layak dibeli walau harganya sangat rendah.
Kapan Jaket Kulit Memang Tidak Masuk Akal
Jaket kulit asli yang dua kali lebih mahal dan awet empat kali lebih lama membuat biaya per pemakaian turun menjadi setengahnya, dengan syarat jaket benar-benar dipakai. Jaket yang hanya keluar sepuluh kali setahun karena terlalu panas tidak akan memenuhi hitungan itu, dan di kasus itu jaket sintetis berumur dua tahun lebih masuk akal.
Jaket kulit juga bukan perlengkapan berkendara. Kulit tipis untuk gaya tidak memiliki pelindung di siku dan bahu, dan jahitannya tidak dibuat untuk menahan gesekan di aspal. Pengendara motor yang menginginkan perlindungan sebaiknya mencari jaket khusus untuk itu.
Bagi pengguna yang tinggal di dataran rendah dan jarang memakai ruangan berpendingin udara, jaket kulit lebih sering menjadi barang lemari daripada pakaian harian. Jaket kulit sapi yang tebal bahkan hanya tertolong oleh udara dingin di pegunungan atau kantor dengan AC rendah.
Kesimpulan
Keputusan akhir terletak pada dua pertanyaan: seberapa dingin tempat Anda memakainya dan seberapa kering tempat Anda menyimpannya. Di kota panas dengan lemari lembap, pilih kulit domba atau kambing berlapis pelindung dengan lapisan dalam tipis. Bahu harus pas. Untuk tempat sejuk dan lemari kering, kulit sapi yang tebal akan melunak dan bertahan paling lama.
Cari sebagai panduan belanja independen membantu Anda membandingkan jenis produk dan menimbang pilihan sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Bagaimana cara membedakan jaket kulit asli dan sintetis dari foto penjual?
Minta foto dekat dari tepi potongan dan sisi dalam saku. Pada kulit asli, tepi menampakkan serat kusut yang tidak rata, sedangkan bahan sintetis menampakkan lapisan kain dengan plastik rata di atasnya. Pori kulit asli tidak seragam, dan pola yang berulang dengan jarak sama menandakan cetakan. Penjual yang menolak mengirim foto tepi patut dicurigai menjual bahan sintetis. Jawaban penjual tentang jenis kulit dan bagian yang dipakai juga perlu konsisten dari satu pertanyaan ke pertanyaan berikutnya. Setelah barang tiba, ulangi pemeriksaan yang sama pada tekukan lengan dan bandingkan dengan foto: kerutan halus yang tersebar menunjukkan kulit asli, lipatan lebar yang tajam menunjukkan bahan sintetis. Cara itu membantu menilai apakah deskripsi penjual jujur.
Mana yang lebih cocok untuk kota panas, kulit domba atau kulit sapi?
Kulit domba atau kambing lebih masuk akal untuk kota panas karena ringan dan jatuhnya lembut. Kulit sapi yang tebal terasa berat di bahu dan menahan panas, sehingga baru layak bila Anda memakainya di dataran tinggi atau ruangan ber-AC sepanjang hari. Untuk jalan kaki di siang hari, pilih kulit domba atau kambing dengan lapisan dalam tipis atau tanpa lapisan, supaya ketiak tidak cepat lengket oleh keringat. Untuk berangkat pagi dan pulang malam di kota dataran rendah, kulit domba atau kambing tetap jadi pilihan yang masuk akal, sedangkan kulit sapi lebih cocok bila tujuan Anda daerah dingin.
Berapa ukuran jaket kulit yang pas, lebih baik longgar atau ketat?
Pilih yang pas di bahu. Jahitan bahu harus jatuh di ujung tulang bahu, dan selisih lebih dari 1 cm dibandingkan jaket lama yang nyaman sudah terasa. Kulit hanya melar sedikit di siku dan pinggang, jadi ukuran sempit tidak akan longgar sendiri. Coba jaket dengan kaus atau kemeja tipis yang Anda pakai sehari-hari, lalu angkat tangan ke depan seperti memegang setang. Ukuran longgar hanya aman di dada dan pinggang, tidak di bahu. Bahu yang tertarik ke depan berarti ukuran perlu naik satu tingkat. Longgar sedikit di dada masih bisa dipakai, sedangkan bahu yang sempit akan terus mengganggu. Untuk pembelian lewat toko daring, ukur jaket lama di rumah dan cocokkan dengan tabel ukuran, dengan selisih lebar bahu paling banyak 1 cm.
Mengapa jaket kulit berbau apek dan bisakah baunya dihilangkan?
Lembap yang masuk ke serat menimbulkan aroma apek pada kulit dan kain dalam, biasanya karena jaket disimpan tertutup atau tertumpuk di musim hujan. Jaket yang disimpan lama dengan aroma ringan dapat membaik setelah digantung di tempat teduh berangin beberapa hari. Aroma menusuk yang disertai bintik putih atau bercak hijau kebiruan sudah menyatu dengan serat, sehingga jaket tersebut lebih baik ditinggalkan saat membeli, apalagi jaket bekas. Pembersihan memerlukan jasa khusus dan hasilnya tidak selalu sempurna, jadi harga murah tidak menolong.
Bolehkah jaket kulit dicuci mesin atau dipakai saat hujan?
Mesin cuci tidak cocok untuk jaket kulit karena air dan putaran mengeraskan serta merusak bentuknya. Noda ringan dilap dengan kain lembap yang sudah diperas, sedangkan noda minyak atau noda besar diserahkan kepada jasa binatu khusus kulit. Hujan ringan di perjalanan pendek masih aman, asalkan jaket dikeringkan perlahan di tempat teduh berangin, bukan di depan pemanas atau di bawah matahari langsung. Permukaan berlapis pelindung lebih aman untuk pengguna yang kerap berjalan di luar, karena percikan air dan noda ringan tidak langsung meresap. Jaket yang basah sampai ke lapisan dalam sebaiknya dijauhkan dari lemari tertutup sampai benar-benar kering, supaya tidak berjamur.
Perlukah membeli jaket kulit bekas, dan apa yang harus dicek?
Jaket kulit bekas layak dibeli bila kulitnya tebal dan jahitannya utuh, tanpa aroma apek. Periksa siku dan kerah: kulit yang mengilap dan tipis menandakan umurnya sudah banyak terpakai. Kulit yang sudah melunak terasa nyaman sejak hari pertama, sedangkan kulit tipis yang sudah mengilap menandakan umurnya hampir habis. Tekuk lengan di bawah cahaya terang untuk mencari retak yang tembus hingga serat. Cium ketiak karena noda keringat lama membuat bau kembali. Jaket sintetis bekas dengan serpihan yang mengelupas sebaiknya dilewati walau harganya sangat rendah. Bila penjual tidak menyebut jenis kulit, perlakukan jaket itu seperti barang baru yang asalnya tidak jelas: periksa tepinya dan tanyakan apakah kulitnya lapisan atas utuh atau lapisan belahan.
Apakah jaket sintetis yang mengelupas bisa diperbaiki?
Tidak. Lapisan plastik yang terlepas dari kain dasar terus meluas di lipatan dan titik gesek, dan tidak ada cara rumahan yang membuatnya menempel kembali. Karena itu, jaket sintetis dibeli dengan perkiraan umur pendek. Jaket sintetis bekas yang sudah mulai bersisik tidak layak dibeli. Lipatan siku dan kerah yang terus ditekuk mempercepat kerusakan itu, sehingga bagian tersebut pula yang perlu diperiksa lebih dulu bila Anda tetap ingin membeli bahan sintetis dengan umur pendek. Untuk pemakaian lebih dari itu, jaket kulit asli yang dipakai secara rutin akan menurunkan biaya per pemakaian.