Cara Memilih Alat Sedot Ingus Bayi untuk Hidung Tersumbat saat Pilek
Pompa Karet Berujung Lembut Cukup untuk Pilek Biasa
Untuk pilek yang datang sesekali, pilih pompa karet berujung silikon lembut yang bisa dibongkar sehingga bagian dalamnya terlihat dan kering. Alat elektrik atau selang sedot mulut berguna bila Anda ingin hisapan yang lebih terkendali, asalkan tingkat hisapnya rendah dan bagian yang harus dicuci tidak terlalu banyak.
Bayi kecil bernapas terutama lewat hidung, sehingga lendir yang menutup satu lubang saja sudah membuat menyusu terputus-putus dan tidur gelisah. Alat sedot ingus membantu mengeluarkan lendir itu, tetapi hanya lendir di bagian depan hidung yang sudah cukup encer. Lendir kering yang menempel jauh di dalam tidak ikut keluar, sekuat apa pun hisapannya.
Di pasaran ada tiga jenis. Pompa karet diperas dengan tangan. Selang sedot mulut memakai napas orang tua dengan saringan di tengahnya. Alat elektrik memakai motor atau baterai. Ketiganya bekerja dengan prinsip yang sama, yaitu menciptakan tekanan rendah di ujung yang menempel pada lubang hidung. Bedanya ada pada kekuatan hisap, jumlah bagian yang harus dicuci, dan kenyamanan ujung untuk hidung yang sangat kecil.
Daya hisap besar bukan ukuran alat yang baik. Selaput hidung bayi tipis dan mudah bengkak. Panduan KidsHealth membatasi pemakaian pompa karet sekitar tiga kali sehari karena pemakaian berlebihan bisa membuat hidung iritasi dan membengkak, dan itu justru memperparah sumbatan. Alat ini dipakai saat sumbatan mengganggu menyusu atau tidur, bukan setiap kali bayi bersin atau hidungnya berbunyi. Hidung bayi yang berbunyi namun masih menyusu lancar biasanya dibiarkan saja.
Ada tiga hal yang menentukan pilihan: kelembutan dan ukuran ujung, kemampuan alat dibongkar sampai bagian dalamnya terlihat, dan kekuatan hisap yang tidak melebihi kebutuhan. Harga serta jumlah fitur menyusul jauh di belakang, sebab alat termahal pun tidak berguna kalau Anda malas membongkarnya pada pukul dua pagi. Alat yang sulit dibongkar menyimpan lendir sisa di bagian yang tidak bisa Anda lihat atau keringkan, dan alat seperti itu cepat berhenti dipakai.
Larutan Garam Dulu, Baru Alat Sedot
Lendir kental yang menempel di dinding hidung tidak ikut tersedot hanya karena alatnya kuat. Tetesan larutan garam melunakkannya lebih dulu. Panduan KidsHealth menyebut dua hingga tiga tetes per lubang hidung dengan bayi berbaring, lalu kepala dibiarkan sedikit mendongak sekitar satu menit sebelum disedot.
Larutan garam kemasan steril lebih aman. Racikan sendiri menambah risiko kuman dari air dan kadar garam yang keliru, sedangkan kemasan sudah diukur untuk hidung. Cairan ini masuk daftar belanja yang sama dengan alat sedotnya, sebab alat tanpa tetesan hanya menarik lendir yang kebetulan sudah encer.
Ujung botol tetes yang menyentuh hidung bayi tidak boleh dipakai bergantian dengan anggota keluarga lain. Botol itu dibersihkan dengan cara yang sama seperti alat sedotnya.
Tiga Jenis Alat dengan Cara Kerja Berbeda
Pompa karet
Tekan bola karet dengan jempol hingga udaranya keluar, tempelkan ujung ke lubang hidung sampai menutup rapat, lalu lepaskan jempol perlahan agar lendir tertarik masuk. Setelah ujung dilepas, lendir diperas ke tisu. Seluruh kekuatan hisap berasal dari kecepatan Anda melepas jempol, jadi bayi kecil bisa disedot dengan sangat pelan.
Kelemahannya ada di dalam. Bola karet berongga kecil yang sulit dikeringkan, dan model satu badan tidak memperlihatkan sisa lendir sama sekali. Model yang bisa dilepas menjadi dua bagian jauh lebih mudah diperiksa.
Selang sedot mulut dengan saringan
Orang tua menyedot lewat selang, sedangkan ujung lainnya menempel di hidung bayi. Saringan di tengah selang menahan lendir agar tidak sampai ke mulut Anda. Kekuatan hisap dikendalikan napas Anda sendiri, sehingga mudah dibuat sangat lembut. Saringan yang sudah basah atau tersumbat tidak lagi bekerja dan perlu diganti, jadi sediakan saringan cadangan sebelum alat dipakai pertama kali.
Alat elektrik atau berbaterai
Motor menghasilkan hisapan yang sama pada setiap penekanan tombol, tanpa bergantung pada genggaman tangan. Cocok untuk Anda yang tangannya sudah penuh menahan bayi yang berontak. Harganya tidak menjadi persoalan utama. Yang perlu dilihat adalah ada tidaknya pengaturan tingkat hisap, suara motor yang bisa mengagetkan bayi, dan jumlah bagian yang menyentuh lendir.
Ujung yang Lembut dan Pas di Lubang Hidung
Silikon lunak dengan tepi membulat lebih aman daripada plastik keras. Bagian yang masuk tidak perlu dalam. Cukup menempel di mulut lubang hidung sampai membentuk sumbat yang rapat, dan itu cukup untuk menarik lendir bagian depan.
Ukurannya harus sesuai dengan lubang hidung bayi. Bayi baru lahir memerlukan ujung yang kecil. Hidung bayi terus membesar selama beberapa bulan, jadi paket berisi dua ukuran ujung layak dipilih. Uji di rumah dengan menempelkan ujung dan melihat apakah ia menutup rata di tepi lubang tanpa menekan kulit. Ukuran yang menuntut tekanan agar rapat berarti keliru.
Daya Hisap Besar Tidak Sama dengan Hasil Lebih Baik
Pompa karet dan sedot mulut
Pada kedua jenis ini kekuatan ada di tangan dan napas Anda sendiri, sehingga bisa diturunkan sampai terasa sangat pelan. Untuk bayi baru lahir, mulailah dari hisapan paling lemah lalu tambah hanya bila lendir tidak bergerak. Hisapan yang terlalu keras dapat mengiritasi selaput hidung hingga membengkak, dan lubang hidung justru lebih sempit sesudahnya.
Alat elektrik
Pada alat bermotor kekuatan ditentukan pabrik. Alat dengan satu tingkat hisap tidak memberi ruang bila ternyata terlalu keras untuk bayi kecil. Alat berbagai tingkat lebih layak, dan pemakaian selalu dimulai dari yang terendah. Alat yang hanya menjual diri lewat angka hisapan besar patut dihindari untuk bayi di bawah beberapa bulan.
Kalau lendir tetap tidak keluar setelah tetesan garam dan beberapa kali percobaan lembut, menaikkan kekuatan bukan jawabannya. Sumbatannya mungkin berada lebih dalam, atau penyebabnya memerlukan pemeriksaan dokter.
Kebersihan Alat Menentukan Layak Pakai atau Tidak
Alat dicuci setiap habis dipakai, dengan air hangat bersabun. Air panas tidak dianjurkan. Bilas bersih, buang sisa air, lalu keringkan di udara terbuka. Tangan Anda juga dicuci sebelum dan sesudah menyedot, dan sisa lendir di kulit sekitar hidung diseka dengan tisu agar kulit tidak lecet.
Pompa karet dan bagian satu badan
Peras air sabun hangat masuk dan keluar dari bola karet beberapa kali, bilas dengan cara yang sama, lalu peras habis sisa airnya. Pada model yang tidak bisa dilepas, tidak ada cara memeriksa apakah sisa lembap masih terperangkap. Lembap yang terperangkap menimbulkan bau dan jamur, jadi model dua bagian lebih unggul untuk pemakaian berulang.
Alat elektrik dan jumlah bagian
Bagian yang terkena lendir, yaitu ujung, selang, dan wadah penampung, dicuci seperti pompa karet. Bagian motor tidak boleh terendam atau terbilas air. Hitung jumlah bagian yang harus dicuci. Pada tiga kali pemakaian sehari, alat dengan lima bagian lepas berarti 15 bagian dicuci setiap hari, sedangkan pompa karet dua bagian hanya 6. Untuk Anda yang mengurus bayi sendirian, selisih itu cukup menentukan apakah alat akan dipakai atau menumpuk di laci.
Waktu Terbaik Menyedot dan Batas Sehari
Saat paling berguna adalah sebelum menyusu atau sebelum tidur. Hidung yang lega membuat bayi bisa mengisap tanpa terputus. Jangan menyedot segera setelah menyusu, karena perut yang penuh dan alat di hidung dapat membuat bayi muntah.
Untuk batas sehari, panduan KidsHealth menyarankan sekitar tiga kali. Dalam satu sesi, tiap lubang hidung boleh diulang beberapa kali sampai lendir terlihat habis, tetapi sesi itu sendiri dihitung satu. Sumbatan yang masih mengganggu setelah tiga sesi sehari perlu dibicarakan dengan tenaga kesehatan, seperti dijelaskan pada bagian gejala di bawah.
Memegang Bayi dan Memasang Ujung dengan Aman
Posisi bayi
Baringkan bayi telentang dan buat ia diam. Bantuan orang kedua yang memegang kepala dan tangan bayi membuat prosesnya jauh lebih cepat dan aman. Tanpa bantuan, bedong bayi dengan lengan di sisi badan agar tangannya tidak menepis alat.
Gerakan tangan
Tahan alat dengan satu tangan, tempelkan ujung sampai rapat, dan lepaskan hisapan perlahan. Satu lubang hidung dikerjakan sampai selesai sebelum pindah ke lubang lainnya. Jangan memutar atau menekan ujung ke arah dalam.
Gejala yang Tidak Selesai dengan Alat
Alat sedot tidak mengobati pilek. Panduan KidsHealth meminta orang tua menghubungi penyedia layanan kesehatan bila sumbatan tetap ada setelah disedot dan bayi sulit menyusu, atau bila muncul batuk, rewel, atau gejala baru lainnya. Bayi di atas tiga bulan yang demam juga perlu dihubungkan dengan dokter.
Napas yang cepat atau tampak sulit termasuk keadaan darurat. Pada bayi di bawah tiga bulan, suhu 38 derajat Celsius atau lebih yang diukur di dubur juga memerlukan penanganan segera menurut panduan yang sama. Pada kasus seperti ini jangan menunda dengan mencoba alat yang lebih kuat.
Bayi yang Belum Perlu Alat Sedot
Bayi yang menyusu lancar dan tidur tenang walau hidungnya berbunyi belum memerlukan alat ini. Menurut panduan Cincinnati Children's, menyedot dilakukan hanya bila diperlukan. Anda bisa menunda pembelian sampai sumbatan benar-benar mengganggu, selama larutan garam kemasan steril sudah ada di rumah.
Ujung Cadangan dan Kelengkapan Saat Membeli
Sebelum membayar, periksa empat hal: alat bisa dilepas hingga bagian dalamnya terlihat, ujung cadangan atau saringan pengganti dijual terpisah, ada pegangan atau penutup untuk wadah penampung, dan petunjuk perawatan tertulis jelas dalam kemasan. Alat dengan ujung yang tidak bisa diganti harus dibuang seluruhnya saat ujungnya rusak atau berjamur.
Kesimpulan
Bila pilek bayi Anda datang sesekali dan Anda mengurusnya sendirian, pompa karet dua bagian berujung silikon dengan larutan garam kemasan sudah memenuhi hampir semua kebutuhan. Pindah ke alat elektrik hanya masuk akal bila tangan Anda sering tidak cukup untuk menahan bayi sambil memeras bola karet, dan alatnya punya tingkat hisap yang bisa diturunkan. Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap di Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Bisakah alat sedot ingus dipakai pada bayi baru lahir?
Bisa, selama ukurannya sesuai. Ambil ujung kecil yang lembut dan menempel rapat di mulut lubang hidung tanpa ditekan masuk. Untuk bayi sekecil itu, hisapan dimulai dari yang paling lemah: pada pompa karet jempol dilepas sangat pelan, pada alat elektrik dipilih tingkat terendah. Alat dipakai saat sumbatan mengganggu menyusu atau tidur, bukan setiap kali bayi bersin. Seandainya bayi berusia di bawah tiga bulan dan suhunya di dubur 38 derajat Celsius atau lebih, hubungi tenaga kesehatan segera dan jangan menunda dengan mencoba alat. Hidung yang hanya berbunyi sementara bayi menyusu lancar belum membutuhkan alat sama sekali, sehingga pembelian bisa menunggu.
Apakah menyedot ingus bisa merusak hidung bayi?
Pemakaian berlebihan dapat membuat selaput hidung iritasi dan membengkak, lalu sumbatan malah bertambah parah. Dua hal yang bisa Anda kendalikan adalah kekuatan hisap dan jumlah sesi dalam sehari. Pada bayi yang pilek berhari-hari, pakai hisapan terendah yang masih menggerakkan lendir dan batasi sekitar tiga sesi sehari. Ujung yang dipaksa masuk atau ditekan ke kulit perlu dihentikan, sebab ujung cukup menempel rapat di mulut lubang hidung. Sisa lendir di kulit sekitar hidung diseka dengan tisu supaya kulit tidak lecet, dan sesi dikurangi bila kulit mulai tampak iritasi.
Berapa kali sehari ingus bayi boleh disedot?
Acuannya sekitar tiga kali sehari menurut panduan KidsHealth. Satu sesi boleh mencakup beberapa ulangan pada setiap lubang hidung sampai lendir habis, tetapi seluruhnya dihitung satu sesi. Bayi yang hidungnya kembali tersumbat menjelang tidur padahal tiga sesi hari itu sudah terpakai tidak disedot lagi. Sumbatan yang masih mengganggu menyusu menjadi alasan menghubungi tenaga kesehatan, bukan alasan membeli alat yang lebih kuat atau menambah sesi. Hal yang sama berlaku untuk bayi yang tiba-tiba batuk, rewel, atau menunjukkan gejala baru, karena alat sedot tidak mengobati pilek.
Mana yang lebih baik, pompa karet atau alat sedot ingus elektrik?
Tergantung siapa yang mengurus bayi dan seberapa sering sumbatan muncul. Bagi Anda yang mengurus bayi sendirian dengan tiga sesi sehari, pompa karet dua bagian menambah 6 bagian untuk dicuci, sedangkan alat elektrik berbagian lima menambah 15. Alat elektrik layak dipilih bila tangan Anda tidak cukup untuk menahan bayi sambil memeras bola karet, dan alatnya punya beberapa tingkat hisap yang bisa dimulai dari terendah. Untuk pilek yang hanya muncul sesekali, pompa karet berujung silikon yang bisa dibongkar lebih ringkas dan lebih mudah diperiksa bagian dalamnya. Pompa karet satu badan yang tidak bisa dibuka layak dilewati sebab sisa lembap di dalamnya tidak terlihat.
Perlukah meneteskan larutan garam sebelum menyedot?
Perlu, karena lendir kental tidak ikut tersedot hanya dengan hisapan. Teteskan dua hingga tiga tetes ke setiap lubang hidung saat bayi berbaring, biarkan kepalanya sedikit mendongak sekitar satu menit, lalu mulai menyedot. Larutan garam kemasan steril lebih aman daripada racikan sendiri yang menambah risiko kuman dan kadar garam yang keliru. Botol tetes tidak dipakai bergantian dengan anggota keluarga lain karena ujungnya menyentuh hidung bayi, dan dicuci seperti alat sedotnya. Tanpa tetesan, hasil terbaik dari alat termahal pun terbatas pada lendir yang kebetulan sudah encer.
Kapan waktu terbaik menyedot ingus bayi?
Sebelum menyusu atau sebelum tidur, saat hidung yang lega paling berguna. Bayi yang menolak menyusu karena hidungnya tertutup sebaiknya disedot sebelum sesi menyusu berikutnya, bukan sesudahnya. Perut yang baru terisi membuat bayi mudah muntah ketika ada alat di hidungnya. Hidung yang masih berbunyi tepat sesudah menyusu ditunggu sampai menjelang sesi berikutnya atau menjelang tidur, lalu dimulai dengan tetesan larutan garam supaya lendir melunak lebih dulu. Semua sesi itu tetap dihitung dalam batas sekitar tiga sesi sehari.
Bagaimana cara membersihkan alat sedot ingus setelah dipakai?
Cuci setiap kali habis dipakai dengan air hangat bersabun, bukan air panas, lalu bilas dan keringkan di udara terbuka. Pada pompa karet, peras air sabun masuk dan keluar dari bola beberapa kali, bilas dengan cara yang sama, lalu peras habis airnya. Pada alat elektrik, cuci ujung, selang, dan wadah penampung, sedangkan bagian motor tidak boleh terendam. Untuk selang sedot mulut, saringan yang basah atau tersumbat diganti dengan saringan cadangan. Tangan Anda dicuci sebelum dan sesudahnya, dan alat dibiarkan kering sebelum dipakai lagi. Alat yang bagian dalamnya tidak terlihat sulit dipastikan bersihnya, sehingga model yang bisa dibongkar lebih layak dipakai berulang.
Bagaimana menyedot ingus bayi yang berontak?
Cari bantuan orang kedua yang memegang kepala dan tangan bayi sementara Anda memegang alat. Tanpa bantuan, bedong bayi dengan lengan di sisi badan agar tangannya tidak menepis alat, lalu baringkan telentang. Tempelkan ujung sampai rapat, lepaskan hisapan perlahan, dan selesaikan satu lubang hidung sebelum pindah ke lubang lainnya. Ujung tidak diputar atau ditekan ke dalam. Alat elektrik yang suara motornya mengagetkan bayi membuat proses ini lebih sulit, sehingga pompa karet lebih tenang untuk bayi yang mudah kaget.