Cara Memilih Perlengkapan Olahraga Harian
Dua Hal yang Menentukan Perlengkapan Terpakai atau Tidak
Perlengkapan yang menuntut persiapan sebelum dipakai jarang benar-benar dipakai, sebab setiap langkah tambahan sebelum mulai menjadi kesempatan untuk berhenti. Untuk sepatu, patokan 500 sampai 800 kilometer perlu dibaca dengan hati-hati, sebab penelitian menemukan pemakainya hampir tidak dapat merasakan perubahan bantalannya.
Mengapa Perlengkapan yang Lebih Baik Sering Lebih Jarang Dipakai
Ada pola yang mudah dikenali di banyak rumah. Barang olahraga yang paling mahal sering justru yang paling jarang dipakai, sementara yang murah dan tergeletak di dekat pintu dipakai hampir setiap hari.
Setiap Langkah Persiapan Adalah Kesempatan Berhenti
Perlengkapan yang harus dikeluarkan dari lemari, dipompa, dirakit, atau diisi daya lebih dulu menambah jarak antara memutuskan dan memulai. Jarak itu terdengar sepele ketika dibayangkan pada hari yang lapang.
Pada hari yang sibuk, jarak itulah yang menentukan apakah olahraganya terjadi, dan bukan seberapa besar keinginan Anda untuk berolahraga pada pagi itu.
Akibatnya bagi Keputusan Membeli
Perbandingan yang benar bukan antara perlengkapan yang lebih baik dan yang lebih sederhana, melainkan antara perlengkapan yang dipakai dan yang tidak. Perlengkapan sederhana yang dipakai empat kali sepekan mengalahkan perlengkapan unggul yang dipakai sekali sebulan pada hampir semua ukuran yang masuk akal.
Menyusun Perlengkapan agar Hambatannya Kecil
Penyelesaiannya tidak menuntut pembelian apa pun, hanya menuntut penempatan yang berbeda.
Letakkan pada Jalur yang Sudah Anda Lewati
Letakkan perlengkapan pada jalur yang bagaimanapun Anda lewati setiap pagi, bukan pada tempat penyimpanan yang paling rapi. Kerapian dan pemakaian sering menarik ke arah yang berlawanan, dan pada tahap awal pemakaian lebih penting.
Kurangi Keputusan, Bukan Hanya Waktu
Siapkan pakaian pada malam sebelumnya bila olahraganya dilakukan pagi hari. Memilih pakaian adalah keputusan yang paling mudah ditunda saat masih mengantuk, dan penundaan kecil pada pagi hari biasanya berakhir dengan keseluruhannya batal.
Kurangi pula jumlah pilihan dengan memakai perlengkapan yang sama setiap kali sampai kebiasaannya terbentuk. Setelah kebiasaan berjalan beberapa bulan, penambahan baru menjadi masuk akal, dan pada saat itu Anda sudah mengetahui apa yang benar-benar kurang.
Sepatu, Satu-Satunya Tempat Angka Benar-Benar Berlaku
Di antara seluruh perlengkapan olahraga harian, sepatu adalah satu-satunya yang memiliki angka penggantian yang banyak dikutip. Angka itu layak diperiksa sebelum dipercaya.
Dari Mana Angka 500 sampai 800 Kilometer Berasal
Asal-usulnya ditelusuri ke penelitian pertengahan tahun 1980 an, dan sebagian penulis menyebutnya patokan yang sederhana dan tidak berdiri di atas bukti yang kuat.
Rentangnya juga sangat lebar, dan lebarnya bukan kebetulan. Usia pakai dipengaruhi berat badan pemakai, permukaan yang dilalui, dan susunan sepatunya, sehingga satu angka tunggal memang tidak mungkin berlaku untuk semua orang.
Temuan yang Berlawanan dengan Dugaan
Sebuah penelitian pada tahun 2017 menemukan bahwa bahan bantalan mulai mengeras bahkan setelah sekitar 160 kilometer. Yang mengejutkan adalah bagian keduanya, yaitu pelari hampir tidak merasakan perubahan apa pun pada jarak tersebut.
Bahkan setelah 640 kilometer, perbedaan yang dirasakan hanya sekitar 3 persen. Perubahannya berlangsung sangat bertahap sehingga sulit dikenali oleh pemakainya, dan menunggu sampai sepatu terasa mati karena itu bukan cara yang dapat diandalkan.
Memeriksa Sepatu dengan Mata, Bukan dengan Perasaan
Karena perasaan tidak dapat diandalkan, pemeriksaannya perlu berupa hal yang bisa dilihat.
Tiga Pemeriksaan yang Bisa Dilakukan Sekarang
Pertama, lihat keausan pada telapak luar, terutama apakah polanya sudah rata atau justru aus berat pada satu sisi. Kedua, tekan sisi tengah sepatu dengan jempol dan perhatikan apakah bahan bantalannya memperlihatkan kerutan yang dalam dan menetap.
Ketiga, letakkan sepatu di atas permukaan datar lalu lihat dari belakang. Sepatu yang berdiri miring menandakan bantalannya sudah tertekan tidak merata.
Mencatat Tanpa Merepotkan
Tuliskan tanggal pembelian di dalam lidah sepatu memakai pena permanen. Langkah itu memakan waktu beberapa detik dan menyelesaikan seluruh persoalan pencatatan tanpa aplikasi apa pun.
Untuk pemakaian harian yang jaraknya tidak dicatat, penggantian setiap enam sampai dua belas bulan adalah patokan kasar yang bisa dipakai, disesuaikan dengan seberapa sering sepatunya dipakai.
Ketika Nyeri Muncul
Munculnya nyeri baru setelah berolahraga layak diperhatikan, terutama bila muncul pada lutut atau tumit tanpa perubahan lain pada latihan Anda. Keluhan yang menetap sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan, sebab tulisan ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan.
Yang Benar-Benar Dibutuhkan untuk Memulai
Urutan pembelian yang paling umum berjalan terbalik dari yang masuk akal.
Dua Barang Sudah Memadai
Untuk sebagian besar kegiatan harian seperti berjalan cepat, berlari ringan, atau latihan di rumah, sepatu yang sesuai dan pakaian yang tidak mengganggu gerakan sudah memadai.
Menambah barang sebelum kebiasaannya terbentuk adalah urutan yang terbalik, karena yang paling sering gagal bukan perlengkapannya melainkan kelangsungannya.
Menunggu sampai Keterbatasan Terasa
Belilah tambahan setelah satu keterbatasan benar-benar terasa berulang kali dalam pemakaian nyata. Cara ini memberi keterangan yang jauh lebih baik tentang apa yang sebenarnya Anda butuhkan daripada perkiraan yang dibuat sebelum memulai, karena perkiraan semacam itu dibuat tanpa pengalaman apa pun.
Biaya per Pemakaian sebagai Penyaring
Perhitungan ini menuntut satu angka yang tidak dimiliki siapa pun sebelum memulai, yaitu berapa kali sebuah barang benar-benar akan dipakai, dan itulah alasan ia baru berguna setelah beberapa bulan berjalan.
Perhitungannya
Bagi harga perlengkapan dengan perkiraan jumlah pemakaian sepanjang usia pakainya, lalu bandingkan hasilnya antar pilihan. Perlengkapan yang dipakai empat kali sepekan menghasilkan angka per pemakaian yang jauh lebih kecil daripada yang dipakai sebulan sekali, meski harganya lebih tinggi.
Berhati-hati pada Kegiatan yang Belum Pernah Dijalani
Untuk jenis kegiatan yang belum pernah Anda jalani sama sekali, perkiraan pemakaian sebaiknya dibuat sangat berhati-hati. Niat pada saat membeli hampir selalu lebih besar daripada pemakaian yang sebenarnya terjadi, dan selisih itulah yang mengisi gudang di banyak rumah.
Penyimpanan yang Mendukung, Bukan yang Menghambat
Membereskan perlengkapan ke dalam kotak di atas lemari terasa seperti menyelesaikan sesuatu, padahal langkah itu baru saja menambah tiga langkah pada setiap sesi berikutnya.
Terlihat dan Terjangkau
Perlengkapan yang terlihat lebih sering dipakai daripada yang tersimpan di dalam kotak tertutup, meski kotak tertutup terlihat lebih rapi. Bila ruangnya terbatas, pilih perlengkapan yang bisa disandarkan atau digantung alih-alih yang harus dibongkar pasang.
Kelembapan dan Bau
Di iklim lembap, keringkan perlengkapan sebelum disimpan dan jangan menyimpannya di dalam tas yang tertutup semalaman. Perlengkapan yang berbau membuat orang enggan memakainya, dan keengganan itu bekerja persis seperti hambatan lainnya.
Untuk sepatu, keringkan dengan melepas tali dan mengeluarkan alas dalamnya, lalu letakkan di tempat berangin dan bukan di bawah sinar matahari langsung. Panas yang berlebihan mempercepat pengerasan bahan bantalannya, sehingga cara mengeringkan ikut menentukan usia pakainya.
Bagi yang tinggal di kamar sempit, gantungan di balik pintu sering menjadi satu-satunya tempat yang memenuhi dua syarat sekaligus, yaitu terlihat dan tidak memakan lantai.
Yang Layak Diperiksa Sebelum Membeli
Pertanyaan yang paling menentukan tidak ada pada lembar spesifikasi mana pun, yaitu berapa langkah yang dibutuhkan dari memutuskan sampai benar-benar mulai bergerak.
Tiga Pertanyaan Menurut Urutan Pengaruhnya
Pertama, berapa lama persiapannya dan apakah persiapan itu akan Anda lakukan pada hari tersibuk. Ujian yang cukup jujur adalah membayangkan pagi yang paling buruk dalam sebulan terakhir, bukan pagi yang lapang.
Kedua, apakah barangnya muat disimpan di tempat yang terlihat, sebab tempat penyimpanan menentukan pemakaian sebagaimana dijelaskan di atas.
Ketiga, apakah bagian yang aus lebih dulu bisa diganti secara terpisah. Tali, alas dalam, dan karet pegangan biasanya aus jauh sebelum bagian utamanya, dan barang yang memungkinkan penggantian bagian tersebut bertahan beberapa kali lebih lama dengan biaya kecil.
Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap dalam bahasa Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Kesimpulan
Yang menentukan apakah perlengkapan olahraga terpakai bukan mutunya melainkan jarak antara memutuskan dan memulai. Setiap langkah persiapan menjadi kesempatan untuk berhenti, dan itulah alasan barang paling mahal di rumah sering justru yang paling jarang dipakai.
Untuk sepatu, patokan 500 sampai 800 kilometer berasal dari penelitian pertengahan tahun 1980 an dan disebut sebagian penulis tidak berdiri di atas bukti yang kuat. Penelitian pada 2017 menemukan bantalan mulai mengeras setelah sekitar 160 kilometer sementara pemakainya hampir tidak merasakannya, dan bahkan setelah 640 kilometer perbedaan yang dirasakan hanya sekitar 3 persen.
Yang perlu dihindari adalah menunggu sampai sepatu terasa mati, membeli tambahan sebelum kebiasaannya terbentuk, dan menyimpan perlengkapan di tempat yang rapi tetapi jauh. Langkah berikutnya adalah menuliskan tanggal pembelian di dalam lidah sepatu yang sedang Anda pakai, lalu memindahkan perlengkapan Anda ke jalur yang bagaimanapun Anda lewati setiap pagi.
Pertanyaan / Jawaban
Kapan sepatu olahraga sebaiknya diganti?
Angka yang paling sering disebut adalah 500 sampai 800 kilometer, dan angka itu perlu dibaca dengan hati-hati. Asal-usulnya ditelusuri ke penelitian pertengahan tahun 1980 an, dan sebagian penulis menyebutnya patokan yang sederhana dan tidak berdiri di atas bukti yang kuat. Rentangnya juga sangat lebar, dan lebarnya bukan kebetulan. Usia pakai dipengaruhi berat badan pemakai, permukaan yang dilalui, dan susunan sepatunya, sehingga satu angka tunggal memang tidak mungkin berlaku untuk semua orang. Yang lebih berguna daripada satu angka adalah menggabungkan catatan jarak dengan pemeriksaan keadaan sepatunya secara berkala. Untuk pemakaian harian yang tidak dicatat jaraknya, penggantian setiap enam sampai dua belas bulan adalah patokan kasar yang bisa dipakai.
Apakah bisa mengandalkan perasaan untuk menilai bantalan sepatu?
Justru tidak, dan inilah temuan yang paling berlawanan dengan dugaan. Sebuah penelitian pada tahun 2017 menemukan bahwa bahan bantalan mulai mengeras bahkan setelah sekitar 160 kilometer, sementara pelari hampir tidak merasakan perubahan apa pun pada jarak tersebut. Bahkan setelah 640 kilometer, perbedaan yang dirasakan hanya sekitar 3 persen. Artinya perubahan berlangsung sangat bertahap sehingga sulit dikenali oleh pemakainya. Menunggu sampai sepatu terasa mati karena itu bukan cara yang dapat diandalkan, dan catatan jarak atau tanggal jauh lebih berguna. Menuliskan tanggal pembelian di dalam lidah sepatu memakan waktu beberapa detik dan menyelesaikan seluruh persoalan pencatatan.
Tanda apa yang menunjukkan sepatu perlu diganti?
Periksa tiga hal yang bisa dilihat dengan mata dan bukan dinilai dari perasaan. Pertama, keausan pada telapak luar, terutama apakah polanya sudah rata atau justru aus berat pada satu sisi. Kedua, kerutan yang dalam dan menetap pada bahan bantalan, yang paling mudah terlihat dengan menekan sisi tengah sepatu memakai jempol. Ketiga, apakah sepatu berdiri miring ketika diletakkan di atas permukaan datar dan dilihat dari belakang. Munculnya nyeri baru setelah berolahraga juga layak diperhatikan, terutama bila muncul pada lutut atau tumit tanpa perubahan lain pada latihan Anda. Keluhan yang menetap sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan, sebab tulisan ini bersifat informasi umum.
Mengapa perlengkapan yang membutuhkan persiapan jarang dipakai?
Karena setiap langkah tambahan sebelum mulai menjadi kesempatan untuk berhenti. Perlengkapan yang harus dikeluarkan dari lemari, dipompa, dirakit, atau diisi daya lebih dulu menambah jarak antara memutuskan dan memulai. Pada hari yang sibuk, jarak itulah yang menentukan apakah olahraganya terjadi, dan bukan seberapa besar keinginan Anda untuk berolahraga pada pagi itu. Perlengkapan yang tergeletak siap pakai di tempat yang terlihat jauh lebih sering benar-benar dipakai dibanding perlengkapan yang lebih baik tetapi tersimpan rapi. Ini menjelaskan mengapa barang yang paling mahal di rumah sering justru yang paling jarang dipakai.
Bagaimana menyusun perlengkapan agar mengurangi hambatan memulai?
Letakkan perlengkapan pada jalur yang bagaimanapun Anda lewati, bukan pada tempat penyimpanan yang paling rapi. Siapkan pakaian pada malam sebelumnya bila olahraganya dilakukan pagi hari. Memilih pakaian adalah keputusan yang paling mudah ditunda saat masih mengantuk, dan penundaan kecil pada pagi hari biasanya berakhir dengan keseluruhannya batal. Kurangi jumlah keputusan yang harus diambil sebelum mulai, misalnya dengan memakai perlengkapan yang sama setiap kali sampai kebiasaannya terbentuk. Setelah kebiasaan berjalan beberapa bulan, penambahan baru menjadi masuk akal, dan pada saat itu Anda sudah mengetahui apa yang benar-benar kurang.
Perlengkapan apa yang benar-benar dibutuhkan untuk memulai?
Untuk sebagian besar kegiatan harian seperti berjalan cepat, berlari ringan, atau latihan di rumah, sepatu yang sesuai dan pakaian yang tidak mengganggu gerakan sudah memadai. Menambah barang sebelum kebiasaannya terbentuk adalah urutan yang terbalik, karena yang paling sering gagal bukan perlengkapannya melainkan kelangsungannya. Belilah tambahan setelah satu keterbatasan benar-benar terasa berulang kali dalam pemakaian nyata. Cara ini juga memberi keterangan yang lebih baik tentang apa yang sebenarnya Anda butuhkan daripada perkiraan yang dibuat sebelum memulai, karena perkiraan semacam itu dibuat tanpa pengalaman apa pun.
Bagaimana menilai apakah sebuah perlengkapan sepadan dengan harganya?
Bagi harganya dengan perkiraan jumlah pemakaian sepanjang usia pakainya, lalu bandingkan hasilnya antar pilihan. Perlengkapan yang dipakai empat kali sepekan menghasilkan angka per pemakaian yang jauh lebih kecil daripada perlengkapan yang dipakai sebulan sekali, meski harganya lebih tinggi. Perhitungan ini memindahkan pertanyaan dari seberapa murah harganya menjadi seberapa sering barangnya akan dipakai, dan pertanyaan kedua itulah yang menentukan apakah uangnya terbuang. Untuk jenis kegiatan yang belum pernah Anda jalani sama sekali, perkiraan pemakaian sebaiknya dibuat sangat berhati-hati, sebab niat pada saat membeli hampir selalu lebih besar daripada pemakaian yang sebenarnya terjadi.
Tertarik dengan produk ini?
Temukan harga terbaik di Decathlon Indonesia
Belanja Sekarang di Decathlon Indonesia