Cara Memilih Aki Motor Basah dan Kering Sesuai Kebutuhan Motor Harian
Aki Basah Perlu Dicek, Aki Kering Cukup Dipakai
Aki kering bebas perawatan cocok untuk motor harian yang jarang dibuka joknya, sedangkan aki basah cocok untuk Anda yang bersedia memeriksa tinggi cairan sebulan sekali. Jenisnya boleh dipilih bebas, asalkan kapasitas Ah, ukuran kotak, dan letak kutubnya sama dengan aki bawaan motor.
Sebutan aki kering menyesatkan karena di dalamnya tetap ada cairan asam sulfat. Bedanya, cairan itu terserap dalam sekat serat kaca atau dibuat menjadi gel, wadahnya tersegel, dan pemilik tidak bisa menambah air. Aki basah menyimpan cairan bebas yang perlahan menguap, sehingga tinggi cairannya harus dilihat lewat dinding bening di sisi aki.
Keputusannya jatuh pada dua hal. Pertama, apakah Anda mau membuka jok dan melihat garis batas cairan setiap bulan. Kedua, apakah motor membawa beban listrik tambahan seperti alarm, lampu tambahan, atau pengisi daya USB, karena beban itu terus menarik arus saat motor diparkir.
Aki yang baru dibeli lalu lemah dalam beberapa minggu belum tentu salah jenis. Penyebabnya bisa pengisian dari motor yang bermasalah, kapasitas yang terlalu kecil untuk beban tambahan, atau aki yang terlalu lama menganggur di rak toko sebelum terjual. Ketiganya bisa dicegah sebelum membayar, dan sebagian besar memang tidak ada hubungannya dengan basah atau kering. Karena itu pemeriksaan di toko dan pengukuran tegangan di rumah mendapat porsi sebesar pilihan jenisnya.
Untuk pemilik yang tidak pernah membuka jok, aki basah berisiko: cairan yang menyusut sampai pelatnya terbuka ke udara merusak aki tanpa tanda apa pun. Untuk pemilik yang disiplin, aki basah tidak kalah dari aki kering dan perawatannya memakan waktu beberapa menit setiap bulan. Keunggulan nyata aki kering ada pada posisi pasang yang lebih longgar dan tidak adanya cairan yang perlu ditambah.
Ah di badan aki serta ukuran kotak di bawah jok menentukan apakah aki bisa dipasang tanpa memaksa kabel. Dua hal itu lebih menentukan daripada label di kardus, dan keduanya diuraikan setelah perbedaan jenis.
Isi Cairan di Dalam Aki Menentukan Siapa yang Merawat
Di toko, tiga jenis ini bercampur dalam satu rak dan satu sebutan. Ketiganya berbeda dalam cara dipakai pertama kali dan cara dirawat selama bertahun-tahun.
Aki basah konvensional
Cairan asam sulfat mengisi tiap sel dan menutupi pelat timbal. Cairan itu berkurang karena menguap dan terurai saat pengisian, tetapi yang hilang hanya airnya, bukan asamnya. Karena itu perawatannya berupa menambah air khusus aki sampai garis batas atas, bukan menambah cairan asam. Aki jenis ini harus dipasang tegak supaya cairan tidak tumpah, dan lubang pembuangnya tersambung ke selang yang tidak boleh tertekuk.
Aki kering bebas perawatan
Jenis yang dikenal dengan singkatan MF ini dijual dalam keadaan sudah berisi dan sudah diisi daya. Tutupnya tersegel sehingga air tidak perlu ditambah, dan posisi pasangnya lebih longgar selama tidak terbalik. Sebagian besar aki kering modern memakai sekat serat kaca (AGM), yang tahan getaran jalan rusak dan lebih tahan disimpan tanpa diisi ulang dibanding aki basah. Kelemahannya, aki ini tidak bisa diperbaiki dengan menambah cairan. Aki yang sudah rusak diganti seluruhnya. Aki yang dibiarkan kosong tetap rusak, apa pun jenisnya.
Aki kering yang diisi cairan sendiri
Sebagian aki dijual dengan cairan dalam kemasan terpisah, yang harus dituang ke dalam sel sebelum aki dipakai pertama kali. Aki seperti ini belum siap pasang begitu keluar dari kardus. Pembeli yang tidak terbiasa menangani asam sulfat sebaiknya memilih aki yang sudah diisi dan diisi daya oleh toko, karena kesalahan penuangan merusak aki sejak hari pertama dan cipratan asam melukai kulit dan mata.
Aki Basah Dicek Sebulan Sekali
Buka jok sebulan sekali dan lihat dinding bening aki. Permukaan cairan harus berada di antara garis batas bawah dan batas atas. Tambahkan air khusus aki, bukan air keran dan bukan cairan asam, sampai mendekati garis atas, lalu tutup kembali sel yang dibuka. Pastikan selang pembuangan di sisi aki tidak tertekuk dan ujungnya tidak tersumbat. Baut kutub yang longgar membuat starter terasa lemah padahal aki sehat, jadi kencangkan setelah dibersihkan. Kutub yang berselimut serbuk putih kehijauan dibersihkan dengan sikat dan air, setelah kabel dilepas.
Cairan yang cepat berkurang bukan penguapan biasa. Penyebabnya bisa tegangan pengisian yang berlebih, jadi periksa dulu dengan multimeter seperti pada bagian pengisian. Penambahan air terus-menerus pada aki yang sama tanpa memeriksa pengisian hanya menunda kerusakan.
Gunakan sarung tangan karet dan jauhkan wajah dari lubang sel. Cipratan cairan aki yang mengenai kulit dibilas dengan air mengalir yang banyak.
Angka Ah dan Ukuran Kotak Harus Cocok dengan Aki Bawaan
Membaca angka pada badan aki
Aki motor bertegangan 12 V dan kapasitas dalam Ah tercetak pada badan aki. Aki 5 Ah secara teori mampu melayani arus 1 A selama 5 jam, atau 0,5 A selama 10 jam. Motor yang dijual dengan aki 3 Ah atau 5 Ah dirancang dengan angka itu karena starter listriknya hanya perlu menarik arus besar beberapa detik.
Aki dengan Ah lebih kecil dari bawaan membuat aki cepat tekor. Satu tingkat di atas bawaan aman selama kotak akinya muat, dan berguna untuk motor yang memikul beban tambahan. Hitungannya mudah: alarm dan pengisi daya USB yang bersama-sama menarik 0,05 A menghabiskan aki 3 Ah dalam 60 jam, yaitu 3 dibagi 0,05, atau sekitar dua setengah hari. Aki 5 Ah bertahan 100 jam, sekitar empat hari. Dalam praktik waktunya lebih singkat karena starter masih memerlukan cadangan tenaga.
Sebagian aki mencantumkan CCA, yaitu arus yang sanggup dikeluarkan aki penuh selama 30 detik pada suhu sekitar minus 18 derajat Celsius. Nilai itu penting di negara bersalju. Untuk motor di sini, Ah dan kecocokan ukuran lebih berguna daripada membandingkan CCA.
Motor yang tidak membawa tambahan apa pun cukup memakai kapasitas yang sama dengan aki bawaan. Menaikkan kapasitas tanpa alasan hanya menambah ukuran dan bobot.
Ukuran kotak dan letak kutub
Panjang, lebar, dan tinggi kotak aki di bawah jok diukur dalam sentimeter, lalu dibandingkan dengan ukuran aki pengganti. Aki yang lebih tinggi menekan tutup kotak, dan yang lebih pendek bergeser saat motor melewati jalan rusak. Letak kutub positif dan negatif harus sama dengan aki lama. Kutub yang terbalik membuat kabel bawaan tidak sampai atau menyentuh badan motor.
Aki basah dan aki kering dengan ukuran, Ah, dan letak kutub yang sama bisa saling menggantikan. Perhatikan satu syarat. Pada aki basah, selang pembuangan tetap harus tersambung dan lurus.
Motor Injeksi dan Mesin Mati Otomatis Menuntut Tegangan Stabil
Motor injeksi memakai pompa bahan bakar listrik dan unit pengendali elektronik, yang bekerja baik hanya dengan tegangan yang stabil. Gejala aki lemah karena itu cepat terasa: starter berat, lampu meredup saat mesin dihidupkan, atau mesin gagal menyala. Motor yang masih bisa dihidupkan dengan engkol dapat ditolong saat aki lemah, tetapi bukan alasan untuk memilih kapasitas yang lebih kecil dari bawaan.
Motor dengan fitur mesin mati otomatis saat berhenti menuntut aki yang kuat dinyalakan berulang kali. Ikuti jenis yang tertulis di buku manual, bukan sekadar kapasitas yang sama.
Aki Baru yang Cepat Lemah Biasanya Pertanda Pengisian Bermasalah
Aki hanya menyimpan listrik, bukan membuatnya. Yang mengisinya adalah alternator, dan yang menahan tegangannya agar tidak berlebihan adalah kiprok atau pengatur tegangan. Bila salah satunya rusak, aki baru pun ikut rusak dalam hitungan minggu.
Mengukur tegangan dengan multimeter
Dalam keadaan mesin mati, sentuhkan kabel multimeter ke kutub aki. Aki 12 V yang penuh menunjukkan sekitar 12,6 hingga 12,8 V. Hidupkan mesin, naikkan putarannya, lalu ukur lagi. Tegangan di kutub aki seharusnya naik ke kisaran 13,5 hingga 14,5 V.
Hasil yang tetap di bawah 13,5 V menandakan pengisian lemah, yaitu aki tidak terisi walau motor menyala. Hasil di atas 14,5 V menandakan tegangan berlebih dan aki akan cepat panas serta kehilangan cairan. Kedua kondisi itu perlu dibawa ke bengkel sebelum aki baru dipasang. Berhati-hatilah dengan bagian mesin yang berputar saat mengukur, dan jangan sampai kabel multimeter menyentuh badan motor sekaligus kutub positif.
Mengisi Daya Aki dengan Pengisi Daya Arus Kecil
Pilih pengisi daya yang cocok
Pengisi daya aki motor 12 V adalah alat yang berbeda dari pengisi daya aki mobil yang berarus besar. Arus besar memanaskan aki kecil, terutama aki kering tersegel yang tidak bisa dibuka untuk menambah air. Pilih pengisi daya arus kecil yang dapat berhenti sendiri saat penuh.
Tempat dan cara mengisi
Isi daya di ruangan yang berventilasi, jauh dari api dan percikan, karena aki melepaskan gas hidrogen saat diisi. Sambungkan kabel pengisi daya ke aki dahulu baru colokkan ke listrik, dan cabut dengan urutan terbalik. Aki yang lama kosong sulit pulih. Kristal sulfat pada pelatnya mengeras, sehingga kapasitas yang hilang sulit kembali. Isi ulang aki yang melemah sebelum benar-benar kosong.
Motor yang Ditinggal Berminggu-minggu Perlu Perlakuan Khusus
Motor yang ditinggal mudik atau dinas luar kota akan kehilangan muatan aki sedikit demi sedikit, karena alarm dan jam digital tetap menarik arus. Untuk parkir lebih dari dua minggu, lepas kabel kutub negatif lebih dulu. Aki yang tersimpan dengan tegangan sekitar 12,7 hingga 12,8 V berada pada kondisi terbaik. Untuk motor yang hanya dipakai akhir pekan, aki kering berbahan serat kaca lebih menguntungkan karena lebih tahan disimpan tanpa diisi ulang. Pemilik aki basah pada motor akhir pekan sebaiknya mengukur tegangan sebulan sekali.
Aki yang dilepas disimpan di tempat kering dan berventilasi, bukan langsung di lantai beton yang lembap. Tegangannya diperiksa setiap dua bulan. Saat turun mendekati 12,5 V, aki diisi daya sebelum dipasang kembali.
Memeriksa Aki di Toko Sebelum Dibayar
Minta penjual mengukur tegangan aki dengan multimeter di depan Anda. Aki baru seharusnya menunjukkan sedikitnya 12,6 V. Aki dengan tegangan lebih rendah sudah lama di rak dan melepas muatan sendiri, sehingga harus diisi daya dulu atau ditukar.
Pengukuran ini juga membedakan aki dari satu rak yang sama. Dua aki dengan merek dan kapasitas serupa bisa menunjukkan tegangan berbeda karena umur penyimpanannya tidak sama. Angka di toko mengukur kesegaran, sedangkan kapasitas Ah menentukan daya tahan di jalan.
Lihat juga kode tanggal pada badan atau stiker aki dan pilih yang terbaru. Tolak aki yang kutubnya berkarat, badannya menggembung, atau ada bekas rembesan cairan.
Pemasangan dan Pembuangan Aki Lama
Matikan mesin. Cabut kunci kontak sebelum menyentuh aki. Lepas kabel negatif lebih dulu, baru positif. Pasang dalam urutan terbalik: positif dahulu, negatif terakhir. Dengan urutan itu, obeng yang tergelincir dan menyentuh badan motor tidak menciptakan percikan besar.
Aki lama mengandung timbal dan asam. Serahkan ke penjual yang menerima tukar tambah atau tempat pengumpulan aki bekas, jangan dibuang ke selokan atau tempat sampah rumah tangga.
Aki Gel dan Lithium Hanya untuk Kebutuhan Khusus
Aki gel peka terhadap tegangan pengisian yang tinggi, dan aki lithium memerlukan pengatur muatan sendiri di dalamnya. Untuk motor harian dengan sistem pengisian standar, aki basah dan aki kering biasa sudah memadai.
Kesimpulan
Motor yang dipakai setiap hari, dipasangi alarm, dan jarang dibuka joknya paling cocok dengan aki kering bebas perawatan satu tingkat di atas kapasitas bawaan, selama kotaknya muat. Motor yang berangkat kerja dengan jadwal tetap dan dirawat sendiri oleh pemiliknya bisa tetap memakai aki basah, asal tinggi cairannya diperiksa. Aki baru yang tetap lemah menuntut pemeriksaan pengisian lebih dulu.
Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap di Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.
Pertanyaan / Jawaban
Apa bedanya aki basah dan aki kering untuk motor matic?
Untuk motor matic yang distarter listrik setiap pagi, perbedaan utamanya ada pada perawatan. Aki basah meminta Anda membuka jok, melihat garis batas cairan, dan menambah air khusus aki. Aki kering bebas perawatan tersegel dan tidak memerlukan semua itu. Kapasitas Ah, ukuran kotak, dan letak kutub tetap harus sama dengan aki bawaan, apa pun jenisnya. Pemilik yang jarang membuka jok sebaiknya memilih aki kering, sedangkan pemilik yang mau memeriksa sebulan sekali tetap aman dengan aki basah. Matic dengan alarm dan pengisi daya USB menarik arus saat parkir, jadi kapasitas satu tingkat di atas bawaan lebih menolong daripada pilihan basah atau kering.
Bisakah aki kering menggantikan aki basah bawaan motor?
Bisa, selama ukuran, Ah, dan letak kutubnya sama dengan aki lama. Ukur kotak aki di bawah jok dalam sentimeter dan cocokkan dengan aki pengganti, lalu pastikan kutub positif berada di sisi yang sama supaya kabel bawaan sampai. Aki kering lebih longgar soal posisi pasang, tetapi tidak boleh terbalik, dan aki basah harus tegak. Selang pembuangan hanya diperlukan pada aki basah. Pemilik yang pindah dari aki basah ke aki kering justru terbebas dari kewajiban menambah air, jadi cukup mengukur tegangannya sesekali. Untuk motor akhir pekan, jenis kering berserat kaca juga lebih tahan disimpan tanpa diisi ulang, sehingga pindah jenis memang masuk akal.
Berapa Ah aki yang cocok untuk motor dengan alarm dan lampu tambahan?
Ambil kapasitas satu tingkat di atas aki bawaan, selama kotak akinya muat. Motor yang bawaannya 3 Ah bisa naik ke 5 Ah. Dengan beban tambahan 0,05 A, aki 3 Ah habis secara teori dalam 60 jam, sedangkan aki 5 Ah bertahan 100 jam. Selisih itu memberi cadangan lebih untuk starter setelah motor diparkir beberapa hari. Perbandingan angka CCA pada kemasan tidak perlu menjadi bahan pertimbangan untuk motor harian. Motor tanpa tambahan apa pun cukup memakai kapasitas yang sama dengan bawaan, karena kapasitas lebih besar hanya menambah ukuran dan bobot.
Mengapa aki baru cepat tekor dan mati lagi?
Periksa pengisiannya lebih dulu, bukan jenis akinya. Ukur tegangan aki saat mesin mati, lalu saat mesin menyala dengan putaran dinaikkan. Pada aki 12 V yang sehat, angkanya sekitar 12,6 hingga 12,8 V saat mesin mati dan 13,5 hingga 14,5 V saat mesin menyala. Hasil di bawah 13,5 V berarti aki tidak terisi, sedangkan hasil di atas 14,5 V berarti aki kelebihan tegangan dan cepat panas. Bawa motor ke bengkel untuk memeriksa alternator dan kiprok sebelum Anda membeli aki lagi, karena aki baru berikutnya akan mengalami nasib yang sama. Aki basah yang airnya cepat habis juga patut dicurigai mengalami tegangan berlebih.
Bagaimana cara mengisi daya aki kering di rumah?
Pakai pengisi daya arus kecil yang cocok untuk aki motor 12 V dan dapat berhenti sendiri saat penuh. Arus besar dari pengisi daya aki mobil memanaskan aki kering tersegel yang tidak bisa dibuka untuk menambah air. Isi di ruangan berventilasi dan jauh dari api, karena aki melepaskan gas hidrogen saat diisi. Sambungkan kabel ke aki dahulu baru colokkan ke listrik, lalu cabut dengan urutan terbalik. Teras terbuka lebih baik daripada kamar tidur yang tertutup. Aki yang sudah lama benar-benar kosong sulit pulih, jadi isi ulang sebelum habis total.
Perlukah aki dilepas saat motor ditinggal mudik lebih dari dua minggu?
Perlu, karena alarm dan jam digital tetap menarik arus saat motor diparkir. Lepas kabel kutub negatif lebih dulu, lalu bawa aki ke dalam rumah. Aki yang dilepas disimpan di tempat kering dan berventilasi, bukan langsung di lantai beton yang lembap. Tegangan terbaik untuk simpanan sekitar 12,7 hingga 12,8 V. Setelah dua bulan, ukur lagi dan isi daya bila sudah mendekati 12,5 V, sebelum aki dipasang kembali ke motor.
Bolehkah air keran dipakai untuk menambah aki basah?
Jangan. Aki basah hanya boleh ditambah air khusus aki sampai mendekati garis batas atas, dan cairan asam tidak ditambahkan sama sekali. Yang menguap hanya airnya. Asam di dalam sel tidak perlu diganti. Pemeriksaan dilakukan sebulan sekali dengan sarung tangan karet dan wajah dijauhkan dari lubang sel. Cipratan yang mengenai kulit dibilas dengan air mengalir yang banyak. Aki dengan garis batas bawah yang sudah terlewati perlu ditambah segera, karena pelat yang terbuka ke udara merusak aki. Bila airnya berkurang cepat sekali, periksa tegangan pengisian lebih dulu sebelum menambah lagi.
Berapa tegangan yang wajar untuk aki baru di toko?
Sedikitnya 12,6 V. Minta penjual mengukurnya dengan multimeter di depan Anda. Aki dengan tegangan lebih rendah sudah lama di rak dan melepas muatan sendiri, jadi minta diisi daya dahulu atau tukar dengan yang lain. Pembelian tanpa pengukuran berarti Anda memulai dengan aki yang sudah lelah. Motor yang Anda pakai ke kantor setiap hari akan menanggung akibatnya sejak hari pertama. Cek juga kode tanggal pada badan atau stiker dan pilih yang paling baru. Tolak aki yang kutubnya berkarat, badannya menggembung, atau ada bekas rembesan cairan, sekalipun tegangannya bagus.