Cara Kerja Penjaminan LPS untuk Tabungan dan Deposito di Bank

Cara Kerja Penjaminan LPS untuk Tabungan dan Deposito di Bank
Daftar & Aktifkan Allo PayLater Sekarang

Batas Dua Miliar Berlaku untuk Setiap Bank Terpisah

Lembaga Penjamin Simpanan mengganti simpanan nasabah bank hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, dihitung dari pokok ditambah bunga yang masih berada di bawah batas bunga penjaminan. Semua rekening Anda di satu bank dijumlahkan menjadi satu angka, sedangkan simpanan di bank lain dihitung sendiri. Penggantian dimulai setelah izin usaha bank dicabut.

Sebelum memutuskan, Anda dapat melihat pilihan Bank di Cari sebagai referensi awal.

Angka Rp2 miliar terdengar jauh dari saldo kebanyakan orang. Penjaminan pun jarang dibahas sampai ada kabar bank bermasalah, padahal aturannya sudah berlaku sejak Anda membuka rekening pertama. Namun aman tidaknya dana Anda tidak ditentukan oleh angka itu saja. Tiga hal ikut bekerja: jenis produk yang Anda pegang, tingkat bunga yang Anda terima, dan jumlah seluruh simpanan Anda di bank yang sama.

Banyak kebingungan lahir dari satu salah paham, yaitu batas dihitung per rekening. Itu keliru. Tabungan, giro, dan deposito atas nama Anda di satu bank dijadikan satu total, lalu total itu dibandingkan dengan Rp2 miliar. Dua rekening di bank yang sama tidak menggandakan perlindungan, sedangkan satu rekening di bank lain membuka batas yang baru.

Hitungan jaminan ikut memperhitungkan bunga. Deposito yang dibiarkan bertambah setiap bulan pelan-pelan mendekati batas, dan simpanan yang menawarkan bunga di atas batas yang ditetapkan LPS bisa kehilangan jaminannya sama sekali. Penawaran bunga yang lebih tinggi dari bank sekelas tidak otomatis menguntungkan, karena bisa berarti dana itu tidak lagi dijamin.

Penjaminan tidak menarik biaya dari Anda. Premi dibayar oleh bank. Yang diminta dari nasabah hanyalah memahami kapan perlindungan itu berlaku penuh dan kapan tidak, terutama sebelum memindahkan dana besar atau memperpanjang deposito yang sudah menumpuk selama beberapa tahun.

Satu hal lagi ikut menentukan: penjaminan baru bekerja setelah izin bank dicabut, jadi ia berfungsi sebagai jaring pengaman, bukan sebagai alasan untuk memilih bank sembarangan. Bank yang sehat tetap pilihan pertama, dan penjaminan menutup risiko yang tersisa. Contoh angka di bawah memakai bunga rekaan agar mudah dihitung ulang di rumah. Bunga yang sedang berlaku berubah dari waktu ke waktu dan harus dilihat di situs resmi LPS.

Produk Bank yang Dijamin dan yang Bukan Simpanan

Penjaminan mengikuti jenis produk, bukan nama produk di brosur. Yang dijamin adalah simpanan: uang yang Anda titipkan di bank dan tercatat sebagai kewajiban bank kepada Anda. Setelah itu baru muncul pertanyaan bunga dan jumlah.

Tabungan, giro, dan deposito

Tabungan, giro, deposito berjangka, dan sertifikat deposito termasuk simpanan yang dijamin. Simpanan di bank syariah juga masuk, dengan bagi hasil menggantikan bunga sebagai pembanding terhadap batas penjaminan.

Produk yang dijual lewat bank tetapi bukan simpanan

Reksa dana, obligasi, dan saham yang dibeli melalui bank bukan simpanan, sehingga tidak dijamin LPS. Nilainya naik turun mengikuti pasar dan dikelola pihak lain, bukan dicatat sebagai utang bank kepada Anda. Produk yang ditawarkan di kantor bank bisa saja bukan simpanan, jadi tanyakan langsung kepada petugas apakah yang Anda buka rekening simpanan atau produk investasi.

Tiga Syarat yang Harus Terpenuhi Sekaligus

Penjamin menyebut syarat ini 3T. Ketiganya berlaku bersamaan, dan satu saja gagal membuat simpanan tertentu tidak dibayar, walaupun nilainya jauh di bawah Rp2 miliar.

Tercatat di pembukuan bank

Simpanan harus ada di catatan bank sebagai simpanan atas nama Anda, lengkap dengan nomor rekening atau sertifikat, saldo, dan arus dana yang bisa ditelusuri. Uang yang diserahkan tunai ke petugas tanpa dibukukan, atau dititipkan di rekening pribadi orang lain, tidak memenuhi syarat ini. Simpan bukti setoran dan buku tabungan yang dicetak, karena catatan bank yang menjadi dasar pembayaran.

Bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan

LPS menetapkan batas bunga yang masih dijamin dan mengumumkannya secara berkala, terpisah untuk rupiah di bank umum, rupiah di bank perekonomian rakyat, dan valuta asing. Simpanan dengan bunga di atas batas itu tidak dijamin, sekalipun nilainya kecil. Bagian berikutnya membahas ini lebih jauh.

Nasabah tidak merugikan bank

Syarat ketiga menyasar nasabah yang ikut membuat bank bermasalah, misalnya peminjam yang menunggak kredit di bank itu. Untuk tabungan biasa syarat ini hampir tidak pernah menjadi persoalan. Syarat kedua juga menyasar nasabah yang memperoleh keuntungan dari bank dengan cara yang tidak wajar.

Bunga Penjaminan Menjadi Batas Atas yang Sering Terlewat

Tingkat bunga penjaminan bukan bunga yang Anda terima, melainkan pagar. Suku bunga simpanan Anda boleh di bawahnya, boleh sama, tetapi tidak boleh di atasnya. Nilainya berubah mengikuti keputusan LPS. Artikel lama bisa memuat angka yang sudah usang. Lihat angka terbaru di situs resmi LPS pada halaman tingkat bunga penjaminan bank peserta.

Batas untuk bank perekonomian rakyat berbeda dari bank umum, dan pada penetapan yang diumumkan baru-baru ini batas BPR lebih tinggi. Alasannya masuk akal: BPR biasanya membayar bunga lebih besar untuk menarik nasabah. Namun perbedaan itu tidak boleh dipakai untuk membandingkan secara langsung. Deposito BPR dengan bunga di bawah batas BPR tetap dijamin, sedangkan deposito yang sama di bank umum dengan bunga setinggi itu akan melewati pagar bank umum.

Cara memakainya sederhana. Sebelum menyetor deposito, minta kepada bank angka bunga yang Anda akan terima, lalu bandingkan dengan tingkat bunga penjaminan untuk jenis bank itu. Penawaran khusus, termasuk tambahan bunga untuk nominal besar, ikut dihitung. Hasil di atas pagar berarti simpanan itu tidak dijamin, dan itu keputusan Anda yang harus diambil dengan sadar, bukan kejutan saat bank bermasalah.

Cara Menjumlahkan Simpanan di Satu Bank

Semua simpanan Anda pada bank yang sama dijumlahkan, apa pun jenisnya dan di kantor cabang mana pun dibuka. Tabungan di kota asal, giro usaha, dan deposito yang dibuka di cabang lain tetap satu total karena banknya sama.

Contoh hitungan dengan bunga rekaan

Misalkan Anda punya deposito Rp1,8 miliar dengan bunga rekaan 4 persen setahun, dan bunganya dibayar ke deposito yang sama. Setelah tahun pertama: Rp1,8 miliar dikali 1,04 menghasilkan Rp1,872 miliar. Setelah tahun kedua: Rp1,872 miliar dikali 1,04 menghasilkan sekitar Rp1,947 miliar. Setelah tahun ketiga angkanya sekitar Rp2,025 miliar, jadi sudah melewati batas dan sekitar Rp25 juta berada di luar penjaminan.

Tambahkan tabungan Rp100 juta di bank yang sama, dan batas terlewati lebih cepat: pada akhir tahun kedua totalnya sudah sekitar Rp2,047 miliar. Rekening tabungan tidak punya penjaminan sendiri. Ia hanya menambah total.

Kapan perlu mulai memantau

Pantau saat total pada satu bank sudah mencapai sekitar 80 persen dari Rp2 miliar, yaitu Rp1,6 miliar. Pada titik itu hasil setahun pada tingkat rekaan tadi hampir Rp64 juta, dan satu kali perpanjangan bisa menyisakan sedikit ruang. Di bawah angka itu, hitung ulang cukup setiap kali ada penambahan besar atau perpanjangan deposito.

Memecah Dana ke Beberapa Bank dengan Cara yang Masuk Akal

Batas dihitung per nasabah per bank, jadi dana Rp3 miliar yang dibagi ke dua bank dengan Rp1,5 miliar masing-masing dijamin penuh, sementara Rp3 miliar pada satu bank hanya dijamin Rp2 miliar. Memecah dana adalah cara paling lurus memakai aturan ini.

Cara membagi dana

Pembagian tidak harus rata. Uang besar yang tidak akan dipakai dalam waktu dekat paling mudah dipisah per tujuan: satu bank untuk dana jangka menengah, bank lain untuk dana yang menunggu pembayaran besar. Sisakan satu rekening di bank utama untuk arus harian seperti gaji dan cicilan. Itu cukup.

Biaya yang ikut bertambah

Biaya memecah dana nyata dan perlu dihitung. Setiap bank tambahan berarti satu aplikasi lagi, satu kartu lagi, dan biaya administrasi bulanan yang dipotong dari rekening yang saldonya kecil. Tabungan kecil yang disebar ke banyak bank justru sering kalah oleh potongan administrasi. Pemecahan baru masuk akal ketika total di satu bank mendekati batas.

Bank Digital dan BPR dalam Skema yang Sama

Bank digital yang berizin sebagai bank umum diperlakukan sama dengan bank konvensional: simpanannya dijamin dengan syarat 3T dan batas yang sama. Yang perlu dicek adalah statusnya sebagai bank peserta penjaminan, bukan tampilan aplikasinya.

BPR dan BPR syariah juga peserta penjaminan, tetapi dengan batas bunga sendiri. Karena bunganya cenderung lebih tinggi, risiko melewati pagar lebih besar di sini. Sebelum menaruh dana besar di BPR, cocokkan bunga yang ditawarkan dengan angka penjaminan BPR di situs LPS.

Langkah Praktis Mengecek Bank Anda

Buka halaman tingkat bunga penjaminan di situs LPS, lalu cari nama bank Anda dalam daftar bank peserta. Catat batas bunga untuk rupiah, lalu bandingkan dengan bunga yang tertera di bilyet deposito atau pemberitahuan bank. Lakukan itu sebelum setoran besar. Sesudahnya terlambat.

Yang Terjadi Setelah Izin Bank Dicabut

Penjaminan baru bekerja ketika Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin usaha bank. Selama bank beroperasi, simpanan Anda diambil seperti biasa dan LPS tidak ikut campur. Setelah izin dicabut, LPS menerima data simpanan dari bank, mencocokkannya dengan catatan, menetapkan simpanan yang layak dibayar, lalu membayarkannya.

Verifikasi memerlukan waktu. Dana tidak kembali pada hari yang sama. Simpan buku tabungan, bilyet deposito, dan nomor rekening Anda dalam bentuk yang mudah ditemukan. Data yang cocok dengan catatan bank dibayar lebih lancar daripada data yang harus dijelaskan satu per satu.

Nasib Dana di Atas Rp2 Miliar

Bagian simpanan yang melebihi Rp2 miliar tidak dibayar LPS. Penyelesaiannya dilakukan tim likuidasi dari aset bank yang dijual. Hasilnya tidak bisa dipastikan. Bisa penuh, bisa sebagian, dan waktunya lebih lama. Karena itu, nasabah dengan dana besar yang tidak ingin menunggu hasil likuidasi sebaiknya menjaga setiap bank di bawah batas.

Kesalahan Membaca Jaminan yang Perlu Dihindari

Kesalahan paling umum ada dua. Pertama, menganggap Rp2 miliar berlaku per rekening sehingga merasa aman dengan membuka rekening baru di bank yang sama. Kedua, mengejar bunga paling tinggi tanpa memeriksa pagar bunga, sehingga seluruh simpanan itu keluar dari jaminan.

Kesalahan lain lebih sunyi: membiarkan deposito diperpanjang otomatis bertahun-tahun tanpa menghitung ulang total. Setiap perpanjangan menambah bunga ke pokok, dan batas bisa terlewati tanpa ada pemberitahuan. Beri diri Anda satu tanggal tetap setiap tahun untuk menjumlahkan seluruh simpanan per bank.

Kesimpulan

Keputusan praktisnya bergantung pada satu angka: total simpanan Anda pada satu bank, termasuk bunga yang sudah masuk. Di bawah sekitar Rp1,6 miliar, penjaminan sudah bekerja untuk Anda selama bunganya di bawah pagar dan produknya berupa simpanan. Di atas itu, siapkan bank kedua sebelum perpanjangan berikutnya, bukan sesudahnya.

Cari sebagai platform perbandingan harga dan panduan belanja terlengkap di Indonesia memudahkan Anda menemukan dan membandingkan produk terbaik sesuai kebutuhan sebelum memutuskan.

Pertanyaan / Jawaban

Berapa simpanan yang dijamin untuk tabungan di tiga bank berbeda?

Tiap bank dihitung sendiri. Dengan tabungan Rp900 juta pada bank pertama, deposito Rp1,2 miliar pada bank kedua, dan Rp600 juta pada bank ketiga, setiap angka berada di bawah Rp2 miliar, sehingga seluruh Rp2,7 miliar dijamin penuh selama bunganya di bawah batas bunga penjaminan dan ketiga syarat terpenuhi. Angka dari tiga bank itu tidak dijumlahkan menjadi satu total. Rekening tambahan di bank berbeda memang menambah perlindungan, tetapi bank yang paling sering Anda pakai untuk gaji tetap perlu diawasi sendiri. Perlindungan baru terasa terbatas ketika salah satu bank sudah memegang lebih dari Rp2 miliar milik Anda, misalnya setelah deposito diperpanjang beberapa kali dengan bunga masuk ke pokok.

Bagaimana nasib deposito Rp2,5 miliar pada satu bank bila izin bank dicabut?

Rp2 miliar pertama, termasuk bunga yang masih dalam batas, dibayar LPS setelah proses verifikasi. Sisa Rp500 juta diselesaikan tim likuidasi dari aset bank yang dijual, dengan hasil dan waktu yang tidak bisa dipastikan lebih dulu. Dalam keadaan seperti ini, dengan total pada satu bank sudah di atas batas, pembagian sebagian dana ke bank lain sebelum perpanjangan berikutnya jauh lebih murah daripada menunggu hasil likuidasi. Simpan juga bilyet dan buku tabungan supaya data Anda mudah dicocokkan dengan catatan bank. Hasil yang melewati batas penjaminan bisa membuat seluruh deposito itu tidak dijamin, termasuk Rp2 miliar pertama, jadi periksa bunganya lebih dulu.

Bisakah bunga deposito yang terlalu tinggi membuat simpanan tidak dijamin?

Bisa. Bunga yang melewati tingkat bunga penjaminan membuat simpanan itu keluar dari jaminan, walaupun nilainya kecil dan jauh di bawah Rp2 miliar. Syarat ini berlaku pada setiap simpanan, bukan hanya yang besar. Deposito Rp100 juta berbunga di atas batas tidak dijamin, seperti halnya deposito Rp1,5 miliar. Ambil contoh bank umum yang menawarkan bunga khusus untuk nominal besar: angka akhir yang melewati batas bank umum membuat deposito itu tidak dijamin. Sebelum menyetor, minta angka bunga yang akan Anda terima, lalu bandingkan dengan batas untuk jenis bank itu di situs LPS.

Apakah tabungan di bank digital dijamin LPS?

Perlakuannya sama dengan bank lain: dijamin bila bank digital itu berizin sebagai bank umum dan tercatat sebagai peserta penjaminan, dengan batas Rp2 miliar per nasabah per bank serta syarat yang sama dengan bank konvensional. Cek nama bank pada daftar bank peserta di situs LPS, bukan hanya tampilan aplikasinya. Bank digital yang belum memiliki izin sebagai bank tidak memenuhi syarat ini. Tabungan Anda di bank konvensional dihitung terpisah dari bank digital karena banknya berbeda, sehingga masing-masing punya batas Rp2 miliar sendiri. Untuk dana darurat Rp30 juta yang disimpan di bank digital, hitungan ini biasanya tidak menjadi masalah karena nilainya jauh di bawah batas.

Apakah reksa dana yang dibeli lewat bank ikut dijamin?

Tidak. Reksa dana bukan simpanan dan dikelola pihak lain, jadi nilainya naik turun mengikuti pasar. Untuk dana yang Anda perlukan dalam waktu dekat, misalnya untuk uang muka atau biaya sekolah tahun ini, taruh di rekening simpanan. Tanyakan langsung kepada petugas apakah produk yang ditawarkan berupa simpanan atau produk investasi sebelum menandatangani formulir. Untuk produk investasi, anggap nilainya bisa turun dan tidak ada penggantian dari LPS.

Bagaimana cara menjumlahkan tabungan, giro, dan deposito pada satu bank?

Jumlahkan semuanya menjadi satu total, termasuk rekening yang dibuka di kantor cabang berbeda. Tabungan Rp100 juta, giro Rp300 juta, dan deposito Rp1,5 miliar pada bank yang sama berarti Rp1,9 miliar, hampir menyentuh batas. Rekening yang dibuka di cabang kota lain tidak membuat angka itu terpisah, sebab banknya satu. Bunga deposito yang masuk ke pokok akan menambah total itu pada tahun berikutnya, sehingga pada contoh ini bank kedua sebaiknya sudah disiapkan sebelum perpanjangan berikutnya.

Perlukah memindahkan dana ke bank lain bila saldo baru Rp800 juta?

Belum perlu. Rp800 juta masih jauh di bawah sekitar Rp1,6 miliar, titik ketika Anda sebaiknya mulai memantau. Pada angka itu Anda punya ruang bunga bertahun-tahun sebelum mendekati Rp2 miliar, dan batas bunga penjaminan jauh lebih penting untuk diperiksa daripada jumlahnya. Hitung ulang total setiap kali ada setoran besar atau perpanjangan deposito, dan pindahkan sebagian dana hanya bila total bank tersebut mendekati titik itu. Misalnya total Anda pada bank utama baru Rp800 juta ditambah bonus Rp100 juta, hasilnya Rp900 juta dan masih aman dibiarkan. Memindahkan lebih awal hanya menambah biaya administrasi rekening tambahan tanpa menambah perlindungan.

Berapa biaya untuk mendapatkan penjaminan LPS?

Tidak ada biaya untuk nasabah, karena premi penjaminan dibayar oleh bank. Anda tidak perlu membayar tambahan agar simpanan Rp1 miliar atau Rp1,9 miliar ikut dijamin. Satu-satunya biaya yang muncul adalah biaya administrasi rekening tambahan bila Anda memecah dana ke beberapa bank. Hitung dulu apakah potongan bulanan itu sebanding dengan jumlah dana yang dipindahkan, sebab dana kecil yang disebar ke banyak bank justru bisa kalah oleh potongan tersebut. Dana Rp50 juta yang dipecah ke dua bank, misalnya, tidak mendapat perlindungan tambahan karena kedua angkanya sudah jauh di bawah Rp2 miliar.

Butuh cicilan tanpa kartu kredit?

Allo PayLater dari Allo Bank memudahkan belanja dengan cicilan fleksibel langsung dari aplikasi

Daftar Allo PayLater Sekarang

Gunakan Cari untuk membandingkan pilihan Bank dari berbagai toko sebelum memutuskan.

Artikel Terkait tentang Tips Keuangan

Tips Keuangan

Cara Kerja Tanggal Cetak Tagihan dan Jatuh Tempo Kartu Kredit

Satu hari pembelian bisa menggeser waktu bayar dari 15 hari menjadi 44 hari. Pahami tanggal cetak tagihan, jatuh tempo, dan bunga kartu kredit sebelum menggesek kartu lagi.

12 min
Tips Keuangan

Perbedaan Reksa Dana Pasar Uang dan Pendapatan Tetap untuk Dana Jangka Pendek

Uang yang terpakai tahun depan cocok di pasar uang, target dua tahun lagi lebih pas di pendapatan tetap. Bandingkan isi portofolio, risiko, waktu cair, dan pajak kedua reksa dana.

12 min
Tips Keuangan

Perbedaan Asuransi Berjangka dan Unit Link untuk Perlindungan Keluarga

Premi 12 juta setahun hanya menjamin pertanggungan minimal 100 juta pada unit link, sedangkan polis berjangka bisa mendekati kebutuhan. Bandingkan asuransi berjangka dan unit link.

12 min
Tips Keuangan

Perbedaan BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Swasta untuk Keluarga

Potongan BPJS Kesehatan karyawan hanya 1 persen gaji, sedangkan premi asuransi kesehatan swasta naik mengikuti usia. Bandingkan iuran, rujukan, batas polis, dan koordinasi manfaat.

11 min
Lihat semua artikel Tips Keuangan →